
"selamat anak ku kau akan menjadi seorang ayah"ucap Rudi memeluk aldo
"terimakasih pah"jawab aldo membalas pelukan Rudi
Pukul 17:00 Aditya sudah pulang dan segara ke kamar karena tak melihat siapa pun diruang tamu.
Ceklek
aditya membuka pintu kamar pelan takut anaknya sedang tidur, dilihatnya Al sedang tidur dengan guling di sisi kanan dan kirinya.
"Dimana Vina"gumam aditya
Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan sebuah pemandangan yang membuat lelah Aditya menjadi segar kembali.
"na....na....na..."
Vina menggunakan lilitan handuk yang hanya menutupi dada sampai pahanya, rambutnya yang basah menambah keseksian seorang vina
"sayang?"panggil aditya sontak membuat vina terkejut
"mas???"kejut Vina sehingga handuk yang melilit di tubuhnya merosot tanpa izin
Vina membulatkan matanya menatap ke bawah sadar kini tubuhnya terekspos dihadapan aditya, tangan nya mencoba meraih handuk namun dengan gerakan cepat aditya menggendong vina dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.
"mas turunin aku,aku mau pake baju"pinta vina
"pake baju nya nanti aja sayang"ucap aditya menyeringai
"mas nanti Al bangun gimana,turunin ya mas lagian ini udah mau magrib"pinta Vina lagi
"masih ada 58 menit sebelum waktu solat sayang jadi kita bisa olahraga sore dulu sebentar"celetuk aditya
Vina akhirnya diam, percuma meminta pun Aditya akan tetap melakukannya.
"mas???"panggil vina
"ssstttt sudah sayang aku hanya ingin mandi bersama mu,sudah lama kita tidak melakukan ini kan"aditya masuk ke dalam bathtub dan mulai mencumbui istrinya.
"ahhhh....mas"
ciuman aditya semakin turun dan turun,Vina semakin teriak menikmati sentuhan suaminya ketika aditya bermain di bawah.
Aditya kembali ******* bibir Vina, tangannya aktif di tempat biasa Al meyusu memainkan puncak nya sesekali mengulumnya dengan bibir.
"mas...aku....."Vina merancau tidak jelas
"sayang"bisik Aditya
Vina tidak menjawab dia justru menarik kepala aditya dan mencium bibir aditya dengan rakus.
Aditya membalas ciuman Vina tak kalah rakus,tangannya mulai turun dan bersemayam di area sensitif milik Vina.
"enghhh mas....mas...ahh.."
Gairah Aditya semakin terbakar mendengar desah Vina yang begitu merdu menurut Aditya.
Aditya mulai menyatukan miliknya ke milik Vina,desahan demi desahan saling bersahutan menggema di kamar mandi.... peralatan mandi dan juga air menjadi saksi kemesraan pasutri yang tidak pernah berubah meski sudah memiliki anak.
Aditya begitu menikmati tubuh istrinya yang begitu cantik dan seksi,tidak mau melepaskan Vina, karena waktu yang mepet aditya segera menuntaskan permainannya.
"Ahhhh"
aditya mendesah panjang, kemudian ambruk di atas tubuh vina.
Cup
"kau tidak pernah berubah sayang tubuhmu selalu menjadi candu untukku"bisik aditya dengan mesra
Cup
"Ayo mas mandi sebentar lagi magrib"ajak vina dan aditya mengangguk.
Vina mandi dan keramas untuk membersihkan diri nya kembali setelah itu mereka melaksanakan solat magrib bersama.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"
Setalah selesai berdoa vina mencium tangan suaminya.
"mas aku turun ya mau siapin makan malam"ucap vina seraya merapikan mukena nya
"iya Baiklah sayang"jawab aditya berbaring di samping Al masih menggunakan sarung dan juga baju Koko lengkap dengan peci nya.
"mas aku mau bilang sesuatu padamu"ucap vina
"apa sayang?"tanya aditya
"kamu tampan sayang"ucap Vina duduk di pinggir ranjang Samping aditya
"kamu baru tahu kalo suami kamu ini tampan hmmm?"tanya aditya menyelipkan anak rambut Vina.
"iya tapi kamu lebih tampan menggunakan pakaian seperti ini dibandingkan menggunakan jas dan aku sangat menyukainya"jawab vina menangkup kedua pipi aditya
"yaudah sekarang aku ke kantor pake baju ini aja biar istri ku ini mau diajak olahraga pagi setiap hari"ucap aditya
"kamu kan suka kalo aku pake baju Koko gini dan aku suka kamu keenakan diatas aku"jawab aditya nyerocos tanpa sensor
"mas...."pekik Vina memukul bahu aditya.
"hahaha aku bicara fakta sayang emang kamu terlihat begitu cantik ketika sedang berada diatas ku"aditya membuat wajah Vina bak kepiting rebus
Vina keluar dari kamar dan bergegas menuju dapur
"beruntungnya punya suami ganteng tapi mesumnya itu ampun dehh"Vina menggeleng kepala mengingat aditya begitu kuat jika urusan ranjang.
"selamat malam mah"sapa vina pada naina yang sedang memotong sayuran
"malam sayang"jawab naina
"dila kok gak istirahat emang gak mual?"tanya vina
"engga aku malah enak mencium bau masakan"jawab dila.
Vina membantu naina memasak sedangkan dila fokus memperhatikan mereka yang sedang memasak.
Semenjak ancaman Alex waktu itu Vina tidak diizinkan keluar rumah oleh aditya jadi belajar memasak dila dan Imel harus tertunda dulu.
Semuanya begitu menikmati perpaduan masakan Vina dan naina.
"wah masakannya enak sekali mah"ucap dila begitu lahap menyantap makanan nya
"itu Vina loh yang bikin khusus untuk kamu"jawab naina
"hmmm kakak ipar...mau peluk"dila membuka tangannya dan memeluk vina
"iya sudah lepaskan aku dulu"jawab vina
Setelah makan malam,mereka berkumpul di ruang tamu dan berbincang.
"hmm selamat ya do sebentar lagi kau akan merasakan kebahagian yang aku rasakan"ucap aditya setalah mereka berbincang tentang kehamilan dila
"terimakasih dit,oh iya besok aku akan mulai mencari sekretaris pengganti dila"ucap aldo
"iya kau seleksi sesuai kriteria Brawijaya group"ucap aditya
"mas bagaimana jika aku yang menggantikan dila selama masa pencarian sekretaris baru"Vina mengajukan diri
"tidak sayang aku masih mampu membiayai mu dan Al,Kau dirumah saja"tolak aditya secara halus
"tapi mas tidak masalah kan hanya untuk beberapa hari"Vina kekeh
"iya dit mamah rasa tidak masalah dan kalian tidak perlu khawatir urusan Al kini menjadi tanggungjawab opa dan oma nya"ucap naina
"jadi bagaimana mas?"tanya vina
"Tapi Vina kau tahu ancaman Alex kan?"tanya dila
"ancaman itu kan sudah 6 bulan yang lalu aku rasa dia tidak berani macam macam melihat penjagaan ketat diluar mansion"jawab vina
"baiklah sayang tapi hanya sampai kantor mendapatkan sekretaris baru okey"ucap aditya menunjukan jari telunjuknya.
"oke mas ku sayang"jawab vina senang pasalnya selama hampir 6 bulan dia diam dirumah tanpa keluar.
Sisi lain Rendy dan imel sedang menikmati makan malam mereka hanya berdua seperti biasa mereka akan delivery order karena Imel yang belum juga bisa memasak.
"sayang maafkan aku jika aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu"ucap imel sedih
"Ssstt sayang kamu adalah istri terbaik yang Allah berikan padaku"ucap rendy lembut
Imel merasa perutnya seperti sedang dikocok ketika dia mulai menyuap nasi ke dalam mulutnya.
Imel berlari menuju wastafel dan memuntahkan seisi perutnya.
oek....oek
"sayang kamu kenapa?"tanya rendy mengelus punggung imel
"perut aku mual"jawab imel
Imel memegangi kepalanya yang tiba tiba terasa begitu pusing.
"rend kepala aku pusing"ucap imel
"sayang kamu kenapa?"tanya rendy semakin khawatir
Imel tdiak sempat menjawab pertanyaan Rendy dan langsung tak sadarkan diri dalam pelukan Rendy.
"sayang bangun sayang,kamu kenapa?"rendy terdengar begitu khawatir dan segera membawa imel ke kamar Mereka.
BERSAMBUNG.....
BTW YANG MINTA GAK DISENSOR ITU SUDAH CUKUP KAN??? AKU TAKUT KALO LEBIH NANTI KENA REVISI LAGI SAMA EDITOR πππ
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE π€ππ
TERIMAKASIH, HAPPY READING