
Aditya telah sampai di kota yang memiliki tempat wisata 1000 pintu itu, keduanya memilih penginapan yang dekat dengan pembangunan hotel perusahaan mereka.
"Besok kita langsung ke proyek dan menyelesaikannya masalah ini,ahh karena dia aku harus menunda buka puasa ku"decih aditya melihat jam menunjukan pukul 23:00.
"Baiklah, selamat istirahat dit semoga besok kita bisa langsung menangkap tikus got itu"ucap aldo yang dibalas deheman oleh Aditya.
Aditya segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, namun sebelum itu tiba tiba suara notifikasi dari ponselnya berbunyi membuat aditya harus menunda ritual mandi nya.
Istri nakal ❤️: "mas apa kamu sudah sampai?"
Suami dingin 🌚: "Udah sayang ini baru sampai aku juga baru mau mandi nih"
Istri nakal ❤️: "ya udah mandi abis itu istirahat biar besok seger kerjanya"
Suami dingin 🌚: jangan tidur dulu ya sayang, nanti aku telepon sekarang aku mau mandi dulu"
Istri nakal ❤️ : "oke pak bos"
Aditya bergegas mandi, setalah 15 menit aditya telah menyelesaikan ritual mandinya. Tanpa mengganti pakaian aditya langsung menghubungi istrinya dengan masih menggunakan lilitan handuk.
"Sayang??!!"
"Astagfirullah mas udah malem pake baju sana,nanti masuk angin loh"
"Gak mau ah biarin aja masuk angin biar nanti di hangatkan sama kamu"
"Ihh gak mau"
"Anak anak udah tidur?"
"Sudah mas"
"Berarti sekarang waktu milik kita berdua dong"
"iya tapi sayang hanya sebatas panggilan video,coba kalo disini uhh indahnya"
"Besok aku pastikan kamu tidak akan lepas dari aku sayang"
"Ditunggu, hahahahah"
Vina mematikan sambungan video sepihak setalah menertawakan suaminya,Aditya tak berhenti disitu ia kembali menelpon istrinya yang juga di jawab oleh vina.
"Kenapa di matiin?"
"Gak apa apa,udah malam mas tidur besok kerja biar seger dan bisa cepat pulang"
"Tapi sayang jangan dimatiin yang teleponnya biar kita bisa tidur sambil memandang meski hanya panggilan video"
"Iya mas,yaudah tidur"
Dan mereka akhirnya tertidur tanpa mematikan sambungan video yang memperhatikan keduanya tertidur.
***
BRAKKK
"kurang ajar sekali kau berani menghianatiku padahal aku sangat percaya padamu"bentak Aditya dengan emosi yang memuncak.
"Mm..maaf pak.. saya..."belum selesai karyawan itu berbicara aditya sudah membentaknya lagi.
"Sungguh memalukan sekali kau!!!"umpat aditya.
"Saya mohon maaf pak,saya khilaf"ucap raka salah satu karyawan yang dipercaya aditya.
"oh jadi khilaf mu terjadi berulangkali?hebat sekali"desis aldo yang juga sudah emosi.
"Maaf"ucap Raka lirih, tatapan keduanya begitu mematikan membaut nyalinya menciut.
"maaf??kau tinggal pilih mendekam di penjara atau terkubur di tanah"Ucap aditya pelan namun penuh penekanan.
"Tidak pak,saya mohon jangan"ucap Raka berlutut di depan aditya sambil menyatukan kedua tangannya.
"Jangan?!!Kau lihat berapa kerugian yang sudah kau perbuat"ucap Aldo seraya melempar berkas ke wajah raka.
"Lihat!!!!"bentak aditya karena raka hanya diam tak mengambil berkas di hadapannya.
Dengan tangan gemetar raka membuka map berwarna cokelat itu, matanya membulat seketika dia tidak tahu jika uang yang ia gelapkan hampir menyentuh angka 1M.
"Kenapa?kau terkejut??"tanya aditya tersenyum meremehkan. "Dengar Raka,aku tidak Masalah dengan dana yang kau gelapkan tapi aku kecewa padamu karena kau adalah salah satu karyawan yang sangat aku percaya"Sambung aditya memelankan suaranya.
"Saya minta maaf pak,saya membutuhkan uang untuk pernikahan saya"saut Raka lirih.
"Jika kau membutuhkan uang tinggal katakan pada kami bukan seperti ini caranya"ucap Aldo duduk di sebelah aditya.
"Maaf pak"ucap raka entah yang keberapa kalimat maaf itu terucap.
"Sekarang apa yang bisa kau jaminkan atas dana yang sudah kau gelapkan?"tanya aditya serius.
"Tidak ada pak"jawab raka.
"Jawaban yang bagus sekali Raka, yaitu tidak ada"sindir aldo membuat nyali raka semakin menciut.
"Sepertinya mendekam adalah hukuman paling pantas untukmu"ujar Aditya membuat raka melotot namun perasaanya takut.
"Jadi keputusanmu terkubur di tanah?"tanya aldo.
"Tidak pak,saya mohon jangan saya janji akan menyicil uang yang saya gelapkan"ucap raka.
"Good,kalo begitu keluar dari perusahaan saya dan dalam 1 tahun hutangmu harus lunas"ucap aditya ikut berjongkok di depan Raka.
"Jika kau tidak bisa membayarnya, bersiap untuk tinggal di balik jeruji besi"bisik aldo dengan nada devil.
"iyy... iya pak,kalo gitu saya permisi"ucap Raka gemetar kemudian segera meninggalkan ruangan khusus aditya.
Setalah kepergian Raka, aditya membanting dirinya ke kursi kebesarannya sedangkan aldo duduk di sofa yang ada di samping kanan Aditya.
"jadi malam ini kita akan pulang?"tanya Aditya.
"ya tentu saja,oh ya jangan beritahu siapapun bahwa kita akan kembali. Aku ingin memberikan kejutan untuk istriku"ucap Aditya memejamkan matanya seraya mendongakkan kepalanya.
"Oh jadi kau bersiap untuk berbuka puasa malam ini?"tanya aldo meledek.
"Ya dan ku harap kau tidak akan mendengar apapun nanti"saut aditya ambigu.
"Ckkk, ingat dalam kamar masih ada alisha dan Alvaro, jangan sampai kau membuat tidur mereka terganggu"ujar aldo dibalas delikan oleh aditya.
Sementara vina di rumah sedang menjaga anaknya di kamar sambil menonton drama Korea kesukaannya.
"Mama??"panggil Al duduk di sebelah vina.
"kenapa sayang?"saut Vina memegang dagu Al.
"aan cama aas akalin Al"ucap Al mengadu.
"Berantem mereka Vin karena mobilan"ucap Imel yang datang dengan dila dan jangan lupa bocah yang masing-masing digandeng oleh ibunya.
"Al berantem sama aan sama aas karena mobilan?"tanya Vina dijawab anggukan oleh Al.
Vina tersenyum hangat kemudian memangku anaknya dengan posisi Al membelakangi nya.
"Dengerin mamah ya sayang,Al kan udah gede,Aan sama Aas itu adiknya Al jadi sebagai seorang kakak Al harus mengalah dengan adik adik Al yang usianya lebih kecil dari Al. paham sayang?"jelas vina sambil memeluk anak pertamanya.
"Iya mah"balas Al menunduk dan menuruti perkataan ibunya.
"Aan sama Aas sini deh tante mau ngomong"pinta Vina menjentikkan jarinya meminta kedua ponakannya itu mendekat.
"sana samperin tante na"tutur dila mendorong tangan revan pelan begitupun dengan imel.
"Kalian ini kan saudara, ingat kata pak ustadz waktu itu?sesama keluarga itu harus rukun jadi tidak boleh ada yang berantem berantem. Ingatkan kalo suka berantem nanti gak dikasih ice cream sama Oma,jadi sekarang baikan ya"ucap vina pada ketiga bocah yang sangat imut dan lucu itu.
"Iya ante"balas Revan dan Bagas bersamaan.
"Yaudah sekarang salaman dong"pinta Vina memajukan tangan Al yang disambut ciuman oleh revan dan bagas.
"Nah,enak kan kalo gak berantem?jadi mulai sekarang jangan berantem lagi ya biar oma kasih ice cream yang banyak"tutur dila mengelus kepala bagas.
"Ya udah sana kalo mau main lagi, jangan lari larian di tangga tapi ya"tutur imel yang diangguki ketiganya dengan nurut.
"Sayang mamah, muachh"ucap Al sebelum pergi dan memberikan kecupan di pipi vina membuat senyum Vina merekah di wajahnya.
"Sama kaya Adit,suka nyuri nyuri ciuman mamah nya"Ucap Imel melihat tingkah Al yang lucu.
"Oh iya vin,kapan suami kita pulang?"tanya Dila.
"Belum tahu si dil,bisa besok lusa atau bahkan hari ini"jawab vina mengadahkan bahunya.
"Dede kembar sama tante Barbie yuk"ucap imel meledek kedua anak vina yang sedang mengemuti jari nya.
"Barbie?boneka santet kali"Cibir dila membuat Vina terkekeh.
"Sembarangan"balas Imel melirik tajam.
"Vin, tuh dia aus kayanya"tutur dila menunjuk varo.
"Payudara aku sakit,varo nyusu nya kuat banget"ucap vina seraya mengeluarkan sumber kehidupan varo dan alisha.
"Aku rasa bukan karena varo deh sakitnya"ucap Imel mengira.
"terus?"tanya dila kepo begitupun dengan vina.
"Karena bapaknya,ya kan ngaku tiap malem pasti nyusuin aditya juga"ucap Imel menunjuk nunjuk vina.
"Imel!!! astagfirullah kamu ini berdosa banget"ucap Vina melotot.
"Tarik sis??"Teriak dila seraya bangun dari duduknya.
"Semongko"saut Imel heboh.
"Kini tinggal aku sendiri......, ditinggal laki lagi pergi.... malam ku terasa sepi.. tiada tempatku disisiku....."saut Vina juga dengan nyanyian yang amburadul bin absurd.
YANG NGERTI NYANYIAN VINA AKU ACUNGIN JEMPOL 10🤣🤣
BERSAMBUNG......