My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 208



Setelah pulang dari taman mereka semua menikmati es buah dan cireng buatan vina dan imel.


"Segernya panas panasan di taman pulang pulang di kasih es"ujar rudi.


"Kepikiran aja gitu pah buat bikin es"saut vina.


"Al dan revan tidur?"tanya dila.


"Tidur,abis pulang langsung tidur tuh tadi"jawab Imel.


"Pantesan Al diajak ngomong diem aja ternyata ngantuk dia"ucap naina sedikit terkekeh.


"ditanya mau ice cream gak Al?malah gak jawab diem aja papah kira tuh dia ngambek"sambung Rudi.


***


Aditya pulang dari kantor bertepatan dengan Azan magrib,ia memutuskan untuk langsung pergi ke kamarnya untuk melaksanakan solat berjamaah bersama istrinya.


Ceklek


Aditya membuka pintu dan menutupnya kembali bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka memperlihatkan Vina yang sepertinya sehabis mengambil air wudhu.


"Sayang???"panggil aditya membuat vina yang sedang menyeka air yang membasahi wajahnya menoleh ke asal suara.


"mas,udah udah pulang"Ujar vina.


"udah, kamu mau solat?"tanya aditya.


"emmm"jawab vina mengangguk merapatkan bibirnya.


"Aku mandi dulu ya kita solat bareng"tutur aditya.


"iya mas"jawab vina.


Vina mengambil tas kerja dan jas suaminya tanpa menyentuh aditya karena dirinya yang sudah berwudhu sementara aditya langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap melaksanakan solat.


Vina menyiapkan pakaian untuk suaminya kemudian membaca Al Qur'an sambil menunggu aditya yang belum keluar dari dalam kamar mandi.


"Anak mamah yang disini kok gak bisa diem ya dari tadi"ucap vina mengelus perutnya yang sedari tadi merasakan tendangan baby twins nya itu.


"udah gak sabar ya sayang mau main sama abang Al"sambung vina.


Ceklek


Aditya keluar, melempar senyuman pada vina kemudian memakai baju yang sudah disiapkan oleh istrinya.


Aditya sudah rapih dengan baju Koko putih lengan sebahu lengkap dengan sarung hitam dan peci yang melingkar sempurna di kepalanya, sungguh aditya terlihat sangat tampan.


"Allahu Akbar"


"assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"


Keduanya mengucap doa dalam hati,saling mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Kebahagiaan berlipat ganda kepada keluarga Mereka.


Vina mencium punggung tangan aditya sementara aditya mencium kening istrinya yang tertutup kain mukena.


"Besok kamu ada jadwal cek up kan sayang?"tanya aditya keduanya masih duduk di atas sajadah yang mereka gunakan tadi.


"iya mas karena dokter rani harus keluar kota lusa, kamu bisa antar aku?"tanya vina setalah memberitahu.


"Tentu saja, anak anak papah disini lagi apa??"Aditya meletakan kepalanya di pangkuan Vina sementara perutnya mengelus perut Vina yang besar.


"Agi main dong papah"saut vina menirukan suara anak kecil.


"Sayang dia nendang"ucap aditya girang karena merasakan tendangan keras bahkan ketika kehamilan Al tendangannya tidak sekeras itu.


"Itulah kenapa aku dikamar terus mas,karena seharian ini mereka terus menendang.Aku rasa mereka tidak sabar untuk mengerjai mu dan Abang Al"kira vina menatap suaminya yang sedang melihat nya juga.


"Benarkah itu baby?oh ayolah sayang papah juga tidak sabar bermain bersama kalian dan membuatkan adik yang banyak untuk kalian"canda aditya kemudian mencium perut Vina.


PLAKKKK


"Terus aja,mau bikin tim sepak bola heuh?"ketus vina setelah memukul bahu aditya.


"iya sayang, nanti anak kita akan menjadi tim sepak bola terbaik dunia"jawab aditya enteng.


"kamu tuh enteng banget kalo ngomong,gak tahu gimana rasanya melahirkan"desis vina.


"Atau gini deh aku kurangin sama Al,revan,bagas,daniel dan rizky.11-5+2\=4 nah berarti kita bikin 4 orang lagi sayang buat bikin tim sepak bola tanggung sih yangg mending bikin 5 lagi 1 sebagai cadangan"Ucap Aditya membuat vina melongo tak percaya.


"Kamu ngomong apa sih mas,udah ah minggir aku mau ke bawah mau masak"ucap vina mengangkat kepala suaminya dari pangkuan nya.


"Ngomongin bikin anak lah sayang masa iya dari tadi kamu gak nyambung sih"pekik Aditya kesal.


"Mending ikut aku bikin kue yuk jangan mau bikin anak doang"ajak vina.


"Mmmm boleh deh"saut aditya kemudian turun mengikuti vina masih dengan baju Koko nya.


Aditya dan vina turun menuju lantai bawah, aditya menemani istrinya yang sedang menyiapkan bahan untuk membuat makan malam bersama 2 bibi sebagai partner nya.


"Gak jadi bikin kue?"tanya aditya duduk di meja makan memperhatikan istrinya yang fokus dengan sayuran ditangannya.


"Engga,oh iya tadi aku bikin es buah aku udah sisain buat kamu spesial pake cinta"ucap vina membuka kulkas mengambil semangkuk es yang ditutup dengan plastic wrap.


"Buat aku?"Tanya aditya menunjuk dirinya.


"Buat mang Ucup di depan"ketus vina karena aditya masih saja bertanya meskipun sudah tau.


"heheheh makin lucu deh kamu kalo ketus kaya gitu"goda aditya mencubit pipi vina.


"Ekhmmm"suara itu menginstruksi untuk vina dan aditya berhenti romantisan.


"ehh mamah, papah selamat malam"ucap vina.


"Malam nak"jawab keduanya.


"kau makan apa dit?"tanya rudi.


"es buah katanya tadi vina bikin"jawab aditya.


"tapi itu bentuknya kok lucu ya"ucap naina menunjuk potongan buah berbentuk hati.


"emmm pantesan"


"hari ini masak apa sayang?"tanya naina.


"Ayam teriaki sama sop jagung mah buat Al sama yang lain"jawab vina.


"Sini biar mamah yang bersihin jagungnya, kamu masak ayamnya aja"tutur naina.


Setalah makanan matang, perlahan meja makan terisi penuh dengan kehadiran seluruh keluarga yang ingin menikmati makan malam bersama.


"Selamat malam semuanya"sapa aldo yang datang bersama anak dan istrinya.


"Malam"jawab semuanya.


"wahhh makanannya menggugah selera banget nih"ucap imel menatap binar makanan di depannya.


"Tentu saja mamah Vina gitu loh"canda Vina mengibaskan rambutnya ke belakang.


"iya deh mamah Vina yang cantik dan seksi bikin papah adit kepengen terus"saut dila.


"Dila!!"bentak vina malu karena perkataan sahabatnya itu sedangkan aditya hanya cuek sambil menyuapi Al yang duduk dipangkuan nya.


"memang benar kan Vin,tuh buktinya langsung nambah 2"ucap aldo ikut menggoda vina.


"Sudah sudah jangan menggoda menantuku, cepat makan sebelum makanan ini terlempar semua ke wajah kalian"ucap rudi mengundang gelak tawa seisi meja.


"Iqbal,ibu mana?"tanya vina tak melihat ibunya.


"Ada di kamar kak, katanya kepalanya pusing"jawab iqbal berbisik.


"aku permisi sebentar ya mau lihat ibu"ucap vina kemudian pergi ke kamar sang ibu.


Tok....tok...tok....


"masuk"


"ibu???"panggil vina mendekati wanita yang paling ia cintai.


"eh vina, kenapa?"tanya dina.


"harusnya aku yang tanya,ibu kenapa?"tanya vina.


"ibu gak apa apa cuma sedikit pusing, istirahat sebentar juga nanti oke"jawab ibu.


"ibu udah jadi orang putih ya sampe bilang oke, hahaha lucu banget si ibu"tawa vina.


"Iya dong hahahah"tawa dina ikut pecah melihat tawa anaknya.


"Ya udah ibu istirahat aja nanti aku bawain makan malamnya kesini ya"tutur vina.


"gak usah sayang biar Iqbal aja kamu juga punya keluarga yang harus diperhatikan"tolak dina.


"jangan begitu bu, sebentar ya"ucap vina kemudian kembali ke meja makan bersama yang lain.


Vina kembali ke meja makan, semuanya masih menikmati makan malam yang lezat itu.


"Bagaimana?ibu baik baik saja sayang?"tanya aditya.


"iya mas gak apa apa"jawab vina.


"Kak makanan ibu biar aku yang bawa"ucap iqbal yang sudah selesai makan.


"Tidak usah nanti biar kakak aja,kamu main aja sana sama Al"ujar vina.


"iya deh kak"jawab iqbal.


Vina duduk di samping suaminya yang masih mengunyah makanan,ia mengambil nasi dan lauk pauk ke dalam piring nya.


"Kamu mau nambah?"tanya vina pada aditya.


"mau tapi maunya makan kamu"jawab aditya tanpa malu jika ada orang tua dan kedua saudaranya.


"Besok kau ikut aku ke rumah sakit dit,kita cuci otak"ujar rendy yang merasa kesal pada aditya.


"Hei pikiranku kotor begini juga hanya dengan istriku"protes aditya.


"Tapi setidaknya ingatlah kami disini"ujar aldo yang juga kesal dengan aditya.


Ketiga istri mereka hanya geleng-geleng begitupun dengan naina dan rudi yang sudah lelah melihat perdebatan putra mereka itu.


Selesai makan vina mengambilkan makanan untuk ibunya dan meletakan piring diatas nampan lengkap dengan segelas air putih.


"mas aku antar makanan ke kamar ibu dulu ya"ujar vina.


"iya sayang"jawab aditya.


Aditya berjalan meninggalkan Vina menyusul yang lain di ruang tamu.


"Aa tangkap"teriak Al melempar bola pada iqbal.


Iqbal tidak menangkap bola yang dilempar Al membuat bola itu menggelinding menuju dapur dan tanpa sengaja di injak oleh vina.


PRANGG........


keseimbangan Vina oleng karena menginjak bola mainan milik Al sampai akhirnya tubuhnya terjerembab ke lantai dengan posisi tengkurap.


"Akhhhhhhh........"teriak Vina memegangi perutnya yang terbentur lantai.


"Kakakakkkk!!!"teriak iqbal sontak membuat seisi ruang tamu menoleh ke belakang.


"Vina??!!!!!"seru semua orang melihat vina sedang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


Siapa nih yang minta si kembar cepet cepet lahir????nih ya aku bikin cepet keluar!!!!


Tapi gimana sama Vina nya?????oh beroda saja semoga vina baik baik saja ya🤧


BERSAMBUNG........