My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
Alasan vina



"maaf pak anda salah besar memang benar anda itu kaya dan tampan tapi anda tidak bisa beragumen bahwa setiap wanita bisa langsung jatuh cinta dengan anda"ucap Vina sedikit emosi.


"anda dengar baik baik pak,saya mau menikah dengan anda hanya karena ADIK DAN IBU SAYA!jika bukan karena mereka saya tidak akan melakukan ini."lanjut Vina masih emosi.


flashback on


hari itu Vina sedang bersiap-siap untuk menjemput Iqbal disekolahnya karena memang hari ini dia meminta izin pada aditya untuk libur, Vina pergi ke dapur mencari ibunya untuk berpamitan.


"Bu Vina jemput Iqbal dulu ya"pamit Vina sambil menjulurkan tangannya untuk menyalami ibunya.


"iya nak hati hati ya"jawab Dina kepada Vina.


"iya bu, assalamualaikum"salam Vina meninggalkan rumah.


"waalaikumsalam"jawab Dina


Vina menaiki bus untuk menuju sekolah Iqbal


"aduh senengnya bisa jemput Iqbal udh lama aku ngga anter jemput dia"ucap Vina ketika sudah turun dari bus.


Vina menunggu Iqbal disebrang jalan tepatnya dihalte sekolah karena memang disitu lah tempat para wali murid menunggu


triiing.....tring....


bunyi bel sekolah menandakan semua murid diperbolehkan untuk pulang


Iqbal segera keluar gerbang sekolah dari jauh dia melihat Vina sedang tersenyum kepadanya.


"kakak!!!!"teriak Iqbal sambil berlari ke seberang jalan tanpa melihat kanan dan kiri jalanan


tiba tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi lewat dan


Bruuukkkkk


"Iqbal!!teriak Vina histeris melihat darah bercucuran dari kepala adiknya.


Vina segera menghampiri Iqbal sedangkan mobil yang menabraknya kabur begitu saja.


"Iqbal bangun sayang,bangun.hiks...hiks...hiks.."tangis Vina tak kuasa melihat adiknya yang sudah tak Sadarkan diri.


semua orang mengerubungi mereka tiba tiba seseorang meminta Vina untuk masuk kedalam mobil.


"nona ayo bawa dia ke mobil ibu itu,dia harus cepat dibawa kerumah sakit"ucap seorang bapak-bapak kepada Vina.


vina menggendong iqbal menuju mobil itu dan kemudian masuk


"cepat jalan pak"perintah seorang wanita kepada supirnya.


Vina hanya terus menangis tanpa melihat siapa yang ada disampingnya


"hiks....hiks....hiks...Iqbal bangun sayang maafkan Kaka seharusnya Kaka tidak menjemput mu"tangis Vina tersedu sedu.


"sudah Vina jangan menangis aku yakin dia akan baik baik saja"ucap wanita disamping Vina sambil mengelus pelan punggung Vina.Spontan vina menengok kearah wanita itu.


"nyonya naina!"ucap Vina terkejut.


"ibu bukan nyonya sayang apa kau lupa?kau tenang saja sebentar lagi kita sampai"ucap naina diangguki Vina sambil senyum terpaksa


tak lama mereka sampai dirumah sakit segera mereka membawanya masuk.


"dokter!!!dokter!!"teriak Vina memanggil dokter.


seorang dokter menghampiri mereka.


"Tante, sedang apa Tante disini?"tanya dokter itu yang tak lain Rendy.


"Tante akan jelaskan nanti sekarang cepat tolong anak ini"ucap naina khawatir.


Rendy pun membawa mereka menuju ruang pemeriksaan,Vina terus mondar mandir gelisah di depan ruang pemeriksaan Iqbal.


"Vina tenanglah dia pasti akan baik baik saja,sini duduklah"perintah naina pelan.


Vina duduk dan tak lama dokter keluar


"dokter bagaimana keadaan adik saya?"tanya Vina cepat.Rendy menunjukan raut wajah sedih


"ada apa dokter kenapa kau diam saja?jawab?"teriak Vina sambil menggoyangkan tubuh Rendy.


"Vina tenang lah kita akan melakukan operasi untuk adikmu,kau Jangan khawatir"ucap naina menenangkan.


"aku tidak punya uang sebanyak itu Bu, darimana aku harus mendapatkan nya"ucap Vina dengan isakan.


"Rendy cepat lakukan operasi untuk anak itu secepatnya"perintah naina mendongak menatap Rendy segera rendy mempersiapkan semuanya.


operasi Iqbal pun sedang berjalan Vina masih dengan tatapan kosong nya terus melihat ke arah ruang operasi,tiba tiba ada yang memanggil namanya.


"Vina"!!!teriak seseorang disana yang tak lain adalah Dina beserta 2 sahabatnya, namun Vina tidak menghiraukan panggilan itu dia masih setia dengan tatapan kosongnya.


"Vina bagaimana ini semua bisa terjadi?"tanya dina yang sudah di hadapannya. Vina langsung memeluk dan menangis didekapan ibunya.


"ibu..hiks...hiks..hiks... Iqbal Bu... Iqbal"isakan Vina menyebut nama Iqbal.


"tenang sayang Iqbal pasti akan baik baik saja"ucap Dina menahan tangisnya.


"iya Vin tenang lah semua akan baik baik saja"lanjut Imel.


"kau tahu bukan Iqbal Adalah anak yang kuat dia pasti akan baik baik saja"sambung Dila


Vina hanya bisa menangis dan tak lama pintu ruangan terbuka.


"dokter bagaimana keadaan adik saya"tanya Vina sumringah kesedihan.


"operasi nya berjalan dengan lancar dan sekarang kita hanya tinggal menunggunya sadar"ucap Rendy kemudian berlalu pergi.


Vina segera menatap kearah Naina.


"Bu terimakasih sudah membantu ku,aku tidak tahu harus membayarnya dengan apa"ucap Vina smabil menggenggam tangan naina.


"nak bahkan aku bisa membiayai sekolah adikmu juga ditempat yang dia mau sampai kuliah tapi dengan syarat kau mau membantu ibu"ucap naina pelan


"iya Bu katakan saja,aku pasti akan bantu ibu apapun itu"ucap Vina diperhatikan ibu dan juga 2 sahabatnya.


naina tersenyum mendengar pernyataan Vina barusan kemudian memegang bahu Vina agar menghadap kearahnya.


"menikah lah dengan Aditya"ucap naina berhasil membuat Vina membulatkan matanya.


"APA!!!"ucap kaget semua orang yang ada disitu tak terkecuali Rendy yang baru datang.


"Tante serius?"tanya heran Rendy dijawab anggukan naina.


"jadi bagaimana nak apa kau mau membantu ku?aku mohon nak bantulah anakku dia sudah tidak muda lagu,aku ingin melihatnya menikah sebelum aku tiada,aku mohon"tangis naina sambil menyatukan kedua tangannya tanda memohon.


"ibu jangan seperti ini,baiklah beri aku waktu 2 hari untuk memikirkan nya ya Bu"ucap Vina pelan sambil memegang tangan naina yang memohon.


"Baiklah sayang ibu ingin mendengar kabar baik darimu ya sayang?kalo begitu ibu pulang dulu ya"pamit Vina pada semua orang


2 hari kemudian


"Bu bagaimana apa aku harus menerimanya?"tanya Vina pada ibu dan diperhatikan 2 orang sahabatnya.


"nak kau sudah besar,kau bisa ambil keputusan mu sendiri ibu sarankan jika memang itu baik untuk mu dan juga keluarga kita Maka terimalah"jawab lembut Dina.


"iya Vin kita akan selalu dukung keputusan kamu apapun itu"sambung Imel.


"kami yakin keputusan mu pasti adalah yang terbaik"lanjut Dila


akhirnya Vina sudah memikirkan ini dengan matang dia meminta bertemu dengan naina disebuah kafe.


"Bu Vina sudah punya keputusan dan keputusan nya Vina menerima pernikahan ini"ucap Vina sambil menunduk.


"Alhamdulillah terimaksih sayang terimakasih banyak dan mulai sekarang panggil aku mama oke"kata naina sumringah.


"iya Bu..eh mama"panggil Vina


flashback off


semua penjelasan Vina membuat Aditya diam mematung


"baiklah jika kau menerima pernikahan ini,tapi jangan bermimpi aku juga akan menerimanya"tegas Aditya bangkit dari kursi kebesarannya kemudian meninggalkan Vina yang masih menangis.


bersambung........


jangan lupa tinggalkan jejak berharga kalian ya, terimakasih masih setia dengan aku😍🙏