
"sekarang nona Vina baik baik saja tapi untuk kandungannya begitu lemah karena sejak kemarin dia tidak diberi asupan membuat bayinya kekurangan cairan"jelas dr Rani
"apa kami bisa menemuinya dok?"tanya naina
"tentu saja"jawab dr Rani
"baiklah kalo begitu saya permisi"lanjut dr Rani kemudian pergi
Semua orang masuk kedalam ruang perawatan Vina
"mas Adit....?"panggil Vina
"iya sayang aku disini, kau jangan takut lagi ya"jawab aditya kemudian mencium kening Vina
"mas aku mau liat ibu sama Iqbal,aku kangen sama mereka"ucap Vina
"baiklah aku telponin ya"ucap Aditya diangguki Vina
Aditya melakukan panggilan video Dengan Dina
"assalamualaikum Bu?"salam Aditya
"iya nak ada apa?" tanya Dina siberang telpon
Aditya mengarahkan ponselnya ke Vina
"ibu Vina kangen sama ibu dan Iqbal"ucap Vina sambil menangis
"iya nak kami juga rindu padamu tapi demi pendidikan Iqbal kau harus bersabar" Ucap Dina
"hiks....hiks....hiks....maafin Vina Bu sekarang Vina tau bagaimana sulitnya menjaga seorang anak ketika dirinya dalam bahaya....Vina sayang sama ibu"ucap Vina dengan tangisan yang tersedu-sedu
"iya nak,kamu tidak usah meminta maaf dan jaga kandungan mu...kami menyayangi mu" Ucap Dina kemudian menutup teleponnya
Vina masih menangis membuat semua orang tidak mengerti
"Vina kau baik-baik saja kan?"tanya Imel
"Alex...dia hampir melenyapkan anakku Mel....aku tidak mau kehilangan anakku"ucap Vina membuat aditya mengepalkan tangannya
"sayang apa yang telah dilakukan Alex?apa maksudmu dia hampir melenyapkan anak kita?"tanya Aditya
Flashback on
Vina menangis di dalam kamarnya mengingat dirinya yang sedang disekap oleh pria gila
"mas.... dimana kamu??"ucap Aulia sambil menangis
Tiba tiba pintu terbuka dan memperlihatkan Alex dengan membawa sebuah box yang entah box apa
"Hai sayang? bagaimana hari mu?"tanya Alex
"lepaskan aku Alex,jika suamiku menemukan mu kau tidak akan selamat"teriak vina
"hahaha melepaskan mu?tidak akan!!"bentak Alex
Alex membuka box yang ia bawa dan mengeluarkan sebuah suntikan
"aku baru tahu jika seorang wanita sedang mengandung maka dia tidak bisa bercerai dengan suaminya, karena itu aku ingin anak dikandungan mu itu lenyap"ucap Alex mendekati Vina
"Alex aku mohon jangan sakiti anakku yang bahkan belum lahir"ucap Vina memohon sambil memegangi perutnya
"maafkan aku sayang aku tidak bisa"ucap Alex
Alex semakin mendekati Vina dan Vina semakin mundur sampai akhirnya Vina tidak bisa mundur karena sudah menyentuh tembok
"kau tidak bisa lari Sayang"ucap Alex tersenyum menyeringai
ketika Alex mencoba menyuntik Vina tiba tiba ponselnya berdering dan dia segera pergi
flashback off
"sialan kau alex...aku akan melenyapkan mu dengan tanganku sendiri"ucap Aditya penuh emosi ingin pergi tapi Vina mencegahnya
"mas aku mohon jangan pergi.... biarkan dia membusuk dipenjara...aku tidak mau kau dipenjara mas.....hiks....hiks..."tangis Vina
Aditya memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat dan tanpa sadar dia menitihkan air mata Melihat wanita yang dicintainya begitu ketakutan
"iya sayang kau tidurlah"ucap Aditya ingin melepaskan pelukannya tapi Vina tidak mau
"tidak,jika aku tidur pasti kau akan pergi"ucap Vina seperti anak kecil
"tidak sayang,kau istirahat ya?"bujuk Aditya
"Tidak mau"ucap Vina seperti anak kecil Sambil memangku tangannya didada
"baiklah istriku yang Cantik"ucap Aditya mengalah
Vina melepas pelukannya dan melihat kearah Naina
"mamah Vina kangen sama mamah"ucap Vina pada naina
naina menghampiri menantunya kemudian memeluk erat
"mamah juga kangen sama kamu sayang"ucap naina kemudian mencium pipi Vina
"jadi aku gak dikangenin nih?"sindir Dila
"ehh kangen dong, sini kalian berdua"ucap Vina pada Dila dan Imel
kedua gadis itu memeluk Vina dengan erat
"Vin aku minta maaf ya jika saja aku tidak..."ucapan Imel di potong Vina
"Diam!!!"bentak Vina
".....memang ini semua salahmu jadi kau harus membelikan rujak depan kampus aku menginginkan nya!!!"ucap Vina membuat semua orang tertawa
"baiklah ibu kos aku akan membelikan untukmu"jawab Imel sambil tertawa
"dan kau belikan aku bakso mang Dadang"ucap Vina pada Dila
"tapi apa salahku?"tanya Dila bingung
"baiklah ponakan ante....kita otww nih awas ya ngga dimakan kalo ngga dimakan kita makan mamahmu ini"ucap Dila sambil mengelus perut Vina
"hahaha"tawa semua orang pecah
Semua orang begitu bahagia melihat Vina yang tertawa lepas
_
_
_
6 bulan sudah usia kandungan Vina membuat perut Vina mulai membesar
"sayang jangan mengangkat yang berat berat"ucap naina pada Vina yang sedang mengangkat setumpuk cucian kotor
"iya nak banyak pelayan yang bisa melakukan itu,kau kemarilah"ucap Rudi
Vina duduk di ruang tamu bersama kedua mertuanya
"cucu Oma lagi apa sayang?"tanya naina sambil mengelus perut Vina
"ah mah,dia nendang"ucap Vina bahagia ketika merasakan anaknya menendang
"Wahh opa juga mau dong ngerasain"ucap Rudi ikut memegang perut Vina
dan lagi lagi anak didalam perut Vina menendang
Disaat mereka asik merasakan tendangan bayi Vina,Aditya dan Aldo pulang
"assalamualaikum"salam Aditya dan Aldo ketika masuk kedalam rumah
"waalaikumsalam"jawab Vina dan kedua mertuanya
"mas kamu udah pulang"ucap Vina menghampiri Aditya
"iya sayang"jawab Aditya
"dit kau tahu anakmu itu sudah bisa menendang"ucap naina sumringah
"wah papah juga mau dong sayang"ucap Aditya memegang perut Vina dan ya bayi Vina menendang
"hahaha anakku sayang baik baik ya diperut mamah"ucap Aditya kemudian mencium perut istrinya
"wah ponakan om udah bisa nendang,hmmm cepat keluar ya sayang kami sudah tidak sabar menunggu kehadiran mu"ucap aldo
Vina begitu bahagia melihat seluruh keluarga nya yang bahagia
"nak lihatlah semua keluarga sangat bahagia dan Itu semua karena dirimu" Ucap Vina dalam hati
"mas kamu mandi dulu,ayo aku antar"ucap Vina ingin melangkah tapi perutnya kontraksi
"aduh...aduh..."rintih Vina saat merasakan perutnya kontraksi
"sayang kamu gpp?"tanya Aditya khawatir
"engga mas gpp,aku cuma kontraksi aja kalo istirahat pasti ilang kok"ucap Vina
Aditya menggendong istrinya menuju kamar membuat Vina terkejut Sekaligus malu
"mas????!!!!turunin aku,malu itu sama mamah,papah dan Aldo"ucap Vina malu
"hahaha sudah ajak istrimu ke kamar"ucap naina
Aditya menggendong Vina menaiki tangga menuju kamarnya
"aduh kamu berat ya,cape aku"canda Aditya mendapatkan tatapan tajam dari Vina
"mas ih emang aku gendut ya?"tanya Vina dan Aditya menggalang
"kamu bukannya gendut sayang tapi berisi"jelas Aditya
"apanya yang berisi?"tanya Vina tidak mengerti
"perutmu, dadamu dan lihat bokongmu itu, rasanya aku ingin memakanmu malam ini"ucap Aditya tersenyum menyeringai
"massss!!!!!!!"teriak Vina saat mendengar perkataan mesum suaminya
Aditya membaringkan tubuh Vina di atas kasur kemudian menyelimuti nya.
"kamu tidur ya,aku mandi dulu"ucap Aditya ingin pergi Tapi Vina mencegahnya
"jangan mandi dulu mas, tadi katanya mau makan aku?"ucap Vina membuat Aditya melongo
"hah maksud kamu....oh kamu lagi pengen ya"tanya Aditya menggoda Vina
"iya...sini mas"ucap Vina kemudian menarik Aditya kembali berbaring disampingnya
Vina mencium bibir Aditya dan ciuman turun ke leher bersih Aditya
"ahh... sayang...."desah aditya saat merasakan belaian istrinya
Aditya membalik tubuh Vina dan mulai membuka seluruh pakaian Vina dan pakaiannya
"mas ahh pelan pelan mas.."ucap Vina dengan desahan
Aditya melakukannya dengan pelan dan akhirnya mereka menyelesaikan permainan mereka.
"aku mandi dulu ya"ucap Aditya
"mas aku ikut"ucap Vina sambil mengangkat kedua tangannya meminta gendong
Bersambung......
hai jangan lupa like dan komen ya atau untuk kalian yang mau bertanya tanya soal novel dan juga sesuatu boleh Dm aku ya di @alfianaaa05_
terimakasih πππ
happy reading all π₯πΊβ¨