My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 164



Meja makan tampak ramai dengan keluarga,canda tawa didengar oleh siapa saja yang ada di dapur bahkan suara teriakan Al bisa di dengar seisi rumah.


"Cucu Oma teriak Mulu nih kaya tarzan tapi kalo ini Tarzan ganteng,ya kan pah?"puji naina kemudian bertanya pada suaminya.


"Iya dong mah lihat saja papah dan opa nya kan mirip banget sama pemain film The legenda of Tarzan"Canda Rudi.


"Maksudnya mirip monkey nya ya om"Canda Rafly dihadiahi tatapan tajam om nya.


"nih anak kalo ngomong......suka benar, hahahahaha"tawa Rudi diikuti semua orang.


"eh iya nanti jadi kan shopping?"tanya risa.


"Aku sih yes"jawab imel.


"Sama aku juga udah lama gak liat aspal jalan raya nih"sambung dila.


"kalo kakak ipar?"tanya risa pada vina yang asik bermain ponsel.


"kak??"panggil risa lagi namun tetap tidak ada jawaban.


Risa bangun dan berdiri tepat dibelakang vina otomatis bisa melihat apa yang dilakukan Vina dan ternyata Vina sedang asik chatting dengan suaminya.


"Breakfast yangg.... tapi nanti kalo udah dirumah breakfast nya lain yaπŸ˜‚"


"Jangan breakfast doang mas,makan siang,makan malam atau makan tambahan juga boleh 🀣😊"


"Bener nih ya,awas kalo bohong seharian jadi santapan aku😈"


"oke sayangku... cintaku... Suamiku yang gantengnya kaya anak aku😍"


"Anak kamu kan anak aku juga sayang ya udah pasti mirip lah😚"


"Iya ya,hahahahaπŸ˜‚πŸ˜‚"


"Yaudah lanjutkan sarapan nya jangan lupa pandangi foto suami kamu 😝"



"lanjutkan sarapannya Jangan lupa pandangi foto suami kamu"Risa mengulang kata yang aditya kirim sebelum akhirnya Vina meletakan ponselnya.


"Risa??!!!sejak kapan kamu disitu?"Tanya Vina terkejut.


"Sejak sarapan,makan siang,makan malam atau makan tambahan"goda risa.


"hahahahaha"tawa renyah dari mulut keluarga yang menertawakan vina.


"sayang sudah tidak apa apa kami tau kamu rindu pada suamimu"ucap naina lembut sambil membelai rambut Vina.


"iya mah maksih ya mah"ucap vina.


"Jadi nanti kakak jadi kak ikut shopping?"tanya risa setelah kembali ke tempat duduknya.


"atau kakak mau menyiapkan diri untuk...."ucapan Clara dengan cepat dipotong vina.


"iya tentu saja aku ikut"jawab Vina cepat.


"Baiklah sesuai rencana kemarin ya"ucap risa diangguki semuanya.


Mall terbesar milik Aditya namun tidak ada yang mengetahui itu,Kelima wanita cantik itu berjalan melewati toko toko pakaian dan barang barang mewah hingga akhirnya mereka tertarik ketika melihat sebuah gaun merah panjang dengan lengan sebahu.


"Kak lihat flash sale lohh"ucap risa.


"Beli lah risa jika kamu suka"ucap vina.


"tidak kak maksud risa bukan untuknya tapi untukmu persiapan menyambut suami pulang"ucap Clara menyambung perkataan risa.


"bener juga,aku juga mau beli ah buat nyambut Rendy pulang"ucap imel sumringah.


"Persiapan 10 ronde ya bu??"goda vina.


"10 ronde?apa kamu mau aku tiada"ucap Imel pelan.


"memang itu yang aku dengar"jawab Vina tak kalah pelan.


"Kenapa kalian bisik bisik?"tanya dila.


"Bisik bisik tetangga kini mulai terdengar selalu ditelinga hingga menusuk dihatiku"Imel bernyanyi untuk mengalihkan pertanyaan dila karena dia akan sangat malu.


"Imel jangan mempermalukan keluarga kita disini.... oh ya ampun kamu ini"geram vina karena banyak pasang mata yang memperhatikan Imel bernyanyi.


"Lihat itu kan keluarga brawijaya, cantik dan bodygoals ya"ucap pengunjung A.


"iya apalagi tuh nyonya aditya,tanpa makeup saja dia cantik apalagi ketika makeup mungkin seperti bidadari"pengunjung B memuji kecantikan Vina.


nih penampilan si cantik vina yang jarang pakai makeup 😍😍



"Yuk ah lanjutin cari barangnya"ajak Clara.


"gak jadi beli gaun itu?"tanya risa pada vina.


"engga deh gaunnya panjang susah nanti kalo dibuka"jawab vina.


"demen banget main buka bukaan sih"pekik dila sambil tertawa.


Setalah puas berbelanja mereka makan di restoran yang biasa dikunjungi oleh aditya dan vina jika berbelanja.


"Selamat sore silahkan dipilih menu terbaik restoran ini"pelayan itu tampak sopan bicara pada Vina dan yang lain.


Setalah menulis pesanan mereka mengembalikan buku menu pada pelayan dan menunggu pesanan mereka datang.


"Oh iya kak apa kehamilan kedua berbeda dengan kehamilan pertama?"tanya risa tiba tiba.


"Kenapa?"tanya vina.


"ya aku hanya bertanya saja karena aku juga mau hamil lagi dan memberikan adik untuk Daniel"jawab risa.


"ya sama saja sih dan ya aku doakan semoga kamu cepat dapat momongan kedua"ucap Vina diamini yang lain.


Pesanan mereka datang dengan segara dilahap habis oleh kelima wanita itu.


"Abis dari sini gimana kalo kita nonton,ada film baru loh"ajak imel.


"nah boleh tuh ayo kita pergi"ucap risa menyetujui perkataan imel.


"Aku sih ikut aja terserah kalian"ucap dila.


"Sama aku juga"ucap Clara.


"Kalian pergilah aku ingin pulang saja"ucap Vina menolak ikut.


"Aku ingin istirahat kehamilan kali ini aku lebih cepat lelah jadi kalian saja ya yang pergi"ucap vina.


"Ya sudah baiklah kak"jawab risa.


Telepon seluler milik risa bergetar tanda ada yang menelponnya terlihat nama sang suami disana.


"Halo be??"


"Halo sayang ada apa?"


"Semua orang rumah pergi ke taman bermain jika mau menyusul, menyusul lah"


"Anak anak?"


"Al,Bagas,revan,dan para pelayan ikut pergi ke taman karena itu dirumah hanya ada bi Ijah saja"


"Baiklah aku akan menyusul kesana"


Risa mematikan sambungan teleponnya dan bicara pada orang yang ada di sana.


"Ada apa Risa?"tanya dila.


"mamah papah dan anak anak bahkan para pelayan pergi ke taman bermain jika kalian mau ayo kita menyusul"ajak risa.


"jadi nontonnya di pending dulu?"tanya imel.


"iya lagipula kita bisa nonton lain waktu"jawab clara.


"kak kau pulang saja Al ada kami yang akan menjaganya kau pulang dan istirahatlah"ucap risa.


"tidak Risa aku akan ikut saja tidak enak jika harus merepotkan mamah"tolak Vina.


"udah Vin gak apa apa ada kita juga kok lagian ada bi suti sama Lilis juga"tutur dila.


"ya sudah baiklah aku titip Al ya"ucap vina.


Mereka keluar dari restoran dan melajukan mobilnya menuju Mansion untuk mengantar Vina setelah itu mereka pergi ke taman bermain yang ada dipusat kota.


"Vin jangan Khawatir oke kamu istirahat saja"ucap dila pada Vina yang berdiri diluar mobil.


"ya sudah kalian hati hati ya"pesan vina.


Mobil Mercedes Benz C-Class itu pergi perlahan menghilang seperti ditelan jalan beraspal itu, Vina masuk tak lupa dia juga menyapa pak Ali sipenjaga gerbang.


"Selamat sore pak Ali"sapa vina ramah.


"selamat sore non"jawab pak Ali sopan.


Vina masuk dan terlihat rumah tampak begitu sepi,bi Ijah datang menghampirinya.


"Non udah pulang,semua orang pergi non katanya mau ajak Al sama yang lain jalan jalan"jelas bi Ijah.


"iya bi aku tahu kalo gitu aku ke kamar dulu ya bi mau istirahat"pamit Vina kemudian pergi ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Vina segara mengganti pakaiannya dengan pakaian santai yaitu kaus putih oblong dengan celana hotpants.


"Aduhh badanku kenapa pegal pegal gini ya"gumam Vina menggosok tengkuknya sambil membantingnya ke kanan dan kiri.


Vina berbaring kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dan akhirnya dia terlelap.


Sedangkan ditaman bermain.Risa dan yang lain sudah sampai sebelum masuk risa sudah menghubungi suaminya untuk menjemputnya di parkiran karena tamannya cukup luas dan ramai.


"Apa kak Vina tidak ikut?"tanya tio.


"tidak sayang kasian dia sedang hamil jadi kita suruh istirahat dirumah"jawab risa.


"tio dimana yang lain?"tanya dila.


"oh ayo kita kesana"ajak tio.


Mereka mulai memasuki gerbang taman bermain,canda tawa anak anak terdengar memenuhi taman, sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi sedang menemani cucu pertamanya berlarian kesana-kemari.


"Mamah???"panggil dila.


"eh dila,kalian kemari?"tanya naina.


"iya tan tadi tio menelpon katanya kalian semua kesini jadi kami menyusul"jawab imel.


"Lalu Vina?"tanya naina yang tidak mendapati menantunya.


"pulang tan kasihan dia lagi hamil jadi kita suruh istirahat"jawab Imel.


"oh ya sudah ayo duduk disana"ajak naina menunjuk meja kursi yang ada di sudut taman.


"Al sini main sama om ganteng"Teriak Rafly pada Al yang sedang membawa bawa bola.


Al melemparnya dan tepat mengenai wajah rafly membuat semua yang melihatnya tertawa tak terkecuali para pengunjung taman.


"itu keluarga Brawijaya bukan keluarga terkaya pemilik perusahaan Brawijaya group"ucap pengunjung A yang mengenal Rudi.


"iya dan itu semua keluarga nya?beda ya memang kalo orang kaya sama orang kaya kita"ucap pengunjung B yang melihat penampilan mereka.


Di kota lain 3 orang pria tampan yang sudah beristri itu sedang bersiap-siap untuk pulang karena pekerjaan yang diperkirakan akan memakan waktu 1 Minggu dapat mereka selesaikan selama 3 hari.


"Ahhh bahagianya bisa pulang dan menemui istri tercinta"ucap rendy menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


"ya sama aku juga sudah sangat merindukan anak dan istriku"saut aldo.


"Kita akan pulang tapi ingat jangan beritahu siapapun karena aku ingin memberi kejutan untuk Vina,awas jika berani menelpon dan memberitahu siapa saja dirumah!!"wejangan aditya.


"Siap pak CEO dingin alias bucin"ledek rendy.


"Dit tidaklah kita sebaiknya membawa oleh oleh untuk istri kita?"tanya aldo.


"tidak karena sebelum berangkat aku pernah bertanya apa yang Vina inginkan dia justru menjawabnya dengan bernyanyi dangdut Rita S"jawab Aditya.


"ohh juragan Empang?atau cendol dawet?"tanya Rendy.


"Cendol dawet cendol... cendol.... cendol...."Rendy mengarahkan ponselnya pada aditya dan rendy sebagai mic.


"Dawet....Dawet...."saut Aditya dan aldo yang sudah teracuni lagu dangdut.


"cendol dawet cendol.... tak kitag kitag....tak kitag kitag"Rendy melanjutkan lagunya sedangkan Aditya menepuk pinggir ranjang sehingga menghasilkan suara begitu juga dengan Aldo yang sejak tadi bicara he'a....he'a.


apasih garing banget ya mau bikin lucu malah gini jadinya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£ monmaap guyssπŸ™βœŒοΈβœŒοΈ


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN POSITIF UNTUK MEMBUATKU SEMANGAT YA SAYY 😘😘❀️


BERSAMBUNG.........