My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 229



Sapaan keluar dari mulut karyawan yang berpapasan dengannya namun aditya sama sekali tidak menjawab nya, pikirannya terfokus pada vina saat ini.


"gak biasanya pak aditya kaya gitu"ucap Jimmy.


"iya ya kalo dilihat dari tatapannya kosong gitu seperti sedang memikirkan sesuatu"saut rizal.


"Hushh udah jangan bisik bisik nanti bersisik loh"ujar susy diantara kedua pria itu.


"Apa sih sayang kamu ada ada aja"ucap Jimmy pada istrinya.


masih ingat kan sama temen kantor Vina dulu??masih dong:v


Aldo juga tidak menghiraukan sapaan dari karyawannya, pikirannya ikut larut setelah aditya memberikan laporan tentang dina tadi siang.


"Dit,ini masih jam kantor kau yakin ingin pulang?"tanya aldo pada aditya yang sudah duduk manis disebelahnya.


"Iya do lagipula jam pulang hanya tinggal 1 jam lagi,aku mau ke rumah sakit sebentar untuk mengunjungi rendy"jawab aditya membuka jas miliknya dan ia lemparkan ke kursi belakang.


"Baiklah"balas aldo menancapkan gasnya menuju rumah sakit brawijaya.


"Aku tahu kau khawatir dengan ibu dan juga vina tapi aku juga yakin akan ada jalan keluarnya dit, jadi tenanglah"ucap aldo melihat aditya yang menatap Keluar jendela.


"Aku tidak ingin membuat vina kecewa dan aku juga tidak ingin jika sesuatu sampai terjadi pada ibu mertuaku"Ucap aditya lirih.


"Aku akan hubungi orang orang kita untuk bantu mencari pendonor nya dit"ucap aldo membuat aditya menoleh padanya.


"Kau memang saudara terbaik do, Terimakasih"ucap aditya tulus.


"Iya sama sama"balas aldo.


30 menit mereka sampai di rumah sakit, keduanya langsung menuju ruangan rendy dan ternyata dokter itu sedang menangani pasien di ruang operasi.


"Kalian di minta tunggu di dalam tuan"ucap seorang perawat mempersilahkan aditya dan aldo menunggu di dalam.


"Terimakasih sus,oh iya berapa lama lagi operasinya?"tanya aldo.


"Mungkin 30 menit lagi tuan"jawab suster.


"Baiklah, terimaksih"ucap aldo kemudian suster itu pun pergi.


Aditya duduk di sofa yang ada di ruangan rendy sementara aldo berkeliling melihat bindeks laporan yang tertata rapih di sana sampai mata aldo terhenti di berkas dengan nama pasien Dina.


"Dit??"panggil aldo.


Aditya mendongak kemudian menghampiri aldo, tangannya langsung mengambil berkas itu dan mulai membacanya.


"Kau lihatkan ini sudah terlalu parah,selama itu ibu menyembunyikan ini semua dari vina"ucap aditya membaca riwayat hidup dina yang entah sejak kapan sudah ada disana.


"Tunggu, bukankah ibu baru melakukan pemeriksaan hari ini? lalu kenapa laporannya sudah tertata disini seakan rendy sudah memeriksanya sejak lama"ucap aldo berpikir sejenak.


"Kau benar,apa jangan jangan selama ini rendy menyembunyikan dari kita semua"ucap aditya terkejut.


ceklek.


"Apa yang kalian lakukan?"tanya rendy yang baru masuk ke dalam ruangannya dan mendapati aditya dan aldo disana.


"Kau tahu semua ini sejak lama kan rend?"tanya aditya membuat rendy bingung.


"Apa?jika bicara coba jelaskan jangan setengah"ujar rendy.


"Kau tahu tentang keadaan ibu sejak lama kan?keadaan dimana hatinya bermasalah"jelas aditya.


"Dari mana kau tahu?"tanya rendy matanya melirik laporan yang tergeletak di mejanya. "Kalian sudah keterlaluan ini melanggar prosedur rumah sakit dengan menggeledah riwayat hidup pasien"sambung rendy segara merapikan berkas itu.


"Kita pemilik rumah sakit ini jika kau lupa, jelaskan sekarang atau kau akan kehilangan kepalamu disini"ancam aditya penuh penekanan di setiap katanya.


"Aku tidak tahu apapun"ucap rendy melipat tangan di dada.


"Kau jangan membuat kami emosi rend, tolong jelaskan"ucap aldo berusaha tetap tenang.


Rendy melihat pada aditya yang santai namun menyimpan banyak sekali kemarahan di sana,sambil menghela nafas rendy menyuruh keduanya untuk duduk.


"Kau ingat kejadian yang Vina alami ketika melahirkan anak kembar mu?"tanya rendy.


"ya,ada apa?"jawab aditya diakhiri pertanyaan.


"Hati ibu hilang satu,karena itu selama ini ibu selalu merasa kesakitan dan juga lemas namun semua dia tutupi dengan baik agar anak anaknya tidak khawatir dengan keadaannya. Selama kurang lebih 10 tahun ibu hidup dengan hati yang kurang dan selama itu juga dia berhasil menyembunyikan semuanya dari vina, kalian tahu alasannya membuat aku sendiri akan melakukan hal yang sama jika sebagai seorang ibu"sambung rendy.


"Apa alasannya?kau hanya memberitahu soal kondisi hatinya yang bermasalah tidak memberitahu bahwa ibu kehilangan satu bagian hatinya"tanya aditya.


"Vina alasannya"jawab rendy.


"Maksudmu vina?"tanya aldo tidak mengerti.


"Aku sudah berjanji pada ibu untuk merahasiakan ini semua,jika kalian memang ingin tahu tanyakan langsung pada ibu"jawab rendy.


"Rend"ucap aditya pelan seakan memaksa rendy menjelaskan semuanya.


"Maaf dit"balas rendy mengerti sambil menggelengkan kepalanya.


"Kami akan tanyakan pada ibu, tapi saat ini kalian sudah memiliki pendonor nya kan?"tanya aldo.


"Selama 1 bulan ini aku berusaha mencari pendonor untuk ibu tapi hasilnya nihil dan satu lagi yang harus aku sampaikan adalah kondisi ibu akan semakin lemah jika tidak segera mendapatkan pendonor nya"jawab rendy.


"Rend aku mohon bantu ibu agar sembuh aku tidak mau jika Vina sampai sedih karena kehilangan ibunya"pinta aditya.


"dit selama ini aku sudah berusaha menemukan pendonor nya tapi belum di temukan sampai sekarang"jelas rendy.


"Kami juga akan bantu mencarinya semoga saja secepatnya dapat"ucap aldo.


Aditya dan aldo pulang lebih awal daripada biasanya, Rendy masih memiliki beberapa pekerjaan di rumah sakit sehingga mereka tidak bisa pulang bersama.


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam,eh nak adit sama aldo kok udah pulang?"tanya dina pada 2 pria yang sudah ia anggap sebagai anaknya.


"Iya bu pekerjaaan di kantor tidak banyak jadi bisa pulang lebih awal"jawab aditya.


"Ibu sedang apa?"tanya aldo.


"oh ini lagi beresin mainan tadi anak anak abis pada main"jawab dina.


"ada para bibi yang bisa kerjakan bu, lebih baik ibu istirahat saja"tutur aditya.


"Sejak siang tadi ibu hanya tiduran saja nak,ibu juga kesepian di kamar gak ada iqbal dia diajak bu naina mencari takjil dengan Al dan yang lain"balas dina.


"Vina dimana bu?"tanya Aditya.


"Di kamar tadi habis antar makanan ke ibu dia balik ke kamar katanya sih alisha nangis"jawab dina.


"Ya udah Bu kita naik dulu ya"ucap aldo diangguki dina.


"Jangan sekarang dit"bisik aldo di mengerti aditya.


Sesampainya di kamar, aditya melihat Vina yang sedang memasukan beberapa pakaian ke dalam lemari bahkan Vina terlalu serius dan tidak menyadari kehadirannya.


"Sayang"bisik aditya memeluk Vina dari belakang membuat si empu terkejut.


"Ahh mas ih bikin kaget aja"ucap vina memegang pergelangan tangan aditya yang melingkar di perutnya.


"Sedang apa sih sampai suami pulang gak di sambut?"tanya aditya memiringkan kepalanya melihat wajah Vina dari samping.


"hehehe maaf sayang,ini aku abis rapihin baju"jawab vina. "Mandi sana sebentar lagi berbuka loh"tutur Vina menyuruh aditya.


"Mandiin kaya mandiin baby"rengek aditya meminta kepada Vina.


"Berarti pake bak ya,terus mandiinnya di luar biar tetangga bisa lihat seorang aditya Brawijaya meminta dimandikan oleh istrinya seperti seorang bayi"ucap Vina meledek.


"Emang kamu mau aset aku dilihat sama orang lain?gimana nanti kalo ada yang naksir"Goda aditya.


"Awww iya sayang bercanda doang"ringis aditya ketika Vina mencubit tangannya.


"Udah sana mandi"tutur Vina lagi mendorong aditya menjauh.


Sampai sini paham cerita tentang kondisi dina??kalo belum next aku jelaskan semuanya 😉


BERSAMBUNG......