
Alex menabrak mobil Vina dengan sangat keras sampai Mobil yang Vina gunakan terpental menabrak sebuah pohon besar.
banyak pasang mata yang melihat kecelakaan itu langsung mendekati mobil Vina, dilihat seorang wanita yang sudah berlumuran darah.
"Cepat keluarkan dia.... mobilnya akan meledak"seorang pria memerintahkan orang disebelah nya.
Alex segara melajukan mobilnya meninggalkan tempat kejadian beruntung ada yang mencatat plat nomor kendaraan Alex.
Vina dilarikan ke rumah sakit terdekat,darah sudah mengalir di seluruh tubuh vina,nafasnya seperti sudah tercekat.
"ya Allah kasihan sekali nona ini pasti keluarganya sangat khawatir"ucap seorang wanita yang menemani Vina di dalam ambulans.
Waktu berjalan begitu cepat sekarang adalah waktunya jam pulang kantor namun Vina belum juga Kembali.
"dit ayo kita pulang"ajak aldo
"Kenapa perasaanku tidak enak begini,Vina sayang semoga kamu ada dirumah"gumam Aditya
Aditya dan aldo sampai di mansion, dengan tergesa gesa aditya masuk tanpa mengucapkan salam dia langsung memanggil nama vina.
"Vina???sayang???"suara aditya memenuhi mansion.
"Adit ada apa kenapa kau teriak teriak begitu?"tanya naina yang datang bersama rudi.
"sayang apa Vina pulang tadi?"tanya Aldo pada vina.
"Tidak sayang Vina tidak pulang,sejak kalian berangkat aku belum melihatnya"jawab dila seraya menggoyang goyang Al yang sejak tadi menangis.
"Al... cup...cupp....diam sayang.... kenapa kau menangis terus"dila terus menina bobokkan Al.
"Ya Allah Vina kemana.... aku mohon ya Allah lindungi istriku"ucap aditya
"Adit sebenarnya ada apa?"tanya Rudi
"tadi siang Vina pulang untuk mengambil berkas yang tertinggal tapi sampai jam pulang kantor dia belum juga kembali...aku benar benar khawatir pah"Aditya duduk memangku dagunya.
"Adit tenanglah mamah yakin Vina baik baik saja"naina mencoba menenangkan aditya.
"Selamat malam tuan"seorang penjaga Mansion masuk dan memberi hormat pada semua.
"ada apa mang Udin?"tanya naina
"ada seseorang yang mengirim ini"mang Udin memberikan sebuah amplop besar.
"baiklah terimaksih mang"jawab naina mengambil amplop besar itu.
Naina membuka amplop dimana ada beberapa lembar foto dan sebuah surat.
"tidak.....ini tidak mungkin.... tidak"ucap naina tiba tiba terduduk lemas dilantai.
Naina menangis begitu keras membuat semua orang terkejut sekaligus khawatir.
"sayang kamu kenapa?"tanya rudi namun tak dihiraukan oleh naina.
Dila menyerahkan Al pada ayahnya dan beralih mengambil beberapa lembar foto dan surat yang berserakan di lantai.
"Vinaaa????!!!!" Dila berteriak setalah melihat foto dan surat itu.
Tubuhnya mendadak lemas dan gemetar karena tangisnya.
"sayang tenanglah ada apa???"Aldo begitu khawatir.
"apa??apa yang terjadi pada Vina???apa?"aditya berteriak kepada dila dan naina.
Aditya memberikan Al pada bi Ijah dan ikut melihat foto dan surat itu.
"tidak ini tidak mungkin Vina tidak mungkin tiada... tidak mungkin"Aditya meremas surat yang dia baca Kemudian dengan ragu dia membalik foto foto itu.
Terlihat seorang wanita dengan darah diseluruh tubuh nya,Aditya begitu syok melihat wanita yang sangat dicintainya dalam keadaan yang bahkan dia tidak tahu sekarang.
Isi surat
**apa kabar aditya??? semoga kau baik baik saja ya, tenyata rumor yang ku dengar selama ini tidak benar ya....kau begitu bodoh,aku memang tidak bertindak apapun selama 6 bulan terakhir ini tapi itu bukan berarti aku akan diam saja. aku sudah membuktikan kata kataku mungkin saja ketika kau membaca surat ini vina kesayanganku sudah tiada bersama anak dalam kandungannya. Maaf aditya sebenarnya aku tidak bisa melihat Vina menderita tapi aku juga tidak bisa melihat Vina bahagia bersama orang lain....
selamat tinggal
ALEX**
"Adit tenanglah dulu"naina mencoba menenangkan aditya meski suaranya terdengar terisak tapi dia tidak boleh menunjukan keterpurukannya.
"mah Vina mah,dia kecelakaan sekarang aku gatau dia dimana bagaimana bisa mamah menyuruhku tenang"Aditya berbicara sedikit membentak.
"Ep..pa....ep...pa"
Di tengah tengah Al menangis dia memanggil aditya.
"sayang tenang oke...mamah akan baik baik saja"Aditya menggendong dan memeluk tubuh anaknya.
"Vina...hiks....hikss...hiks..."lirih Dila.
Aldo menarik dila ke dalam pelukannya mengelus punggung istrinya.
"sstttt...sudah sayang jangan menangis semua akan baik baik saja"Aldo terdengar begitu sedih melihat keadaan kakak dan juga istrinya.
Aditya dan yang lainnya bergegas mencari vina,tak lupa mereka menelpon Rendy dan Imel agar mempermudah pencarian Vina mengingat Rendy sudah sangat dikenal dikalangan para dokter.
"Bi kami titip Al saat dia tidur kau temani jangan ditinggal ya"ucap naina pada bi Ijah
"Baik nyonya"bi Ijah mengangguk sopan.
Aldo mengendarai mobil dengan kecepatan sedang,mereka berjanjian bertemu rendy dirumah sakit brawijaya.
"Sayang sudah aku katakan agar kau tidak mengendarai mobil ... bodoh sekali aku tidak bisa melindungi istriku sendiri" aditya merutuki dirinya sendiri tanpa sadar dia menangis.
"nak jangan menyalahkan dirimu itu semua tidak ada gunanya sama sekali sekarang yang terpenting adalah mencari keberadaan vina"naina berbicara begitu pelan.
Sesampai nya di rumah sakit terlihat Rendy dan Imel sudah menunggu di lobby rumah sakit.
"Imel Vina Mel... Vina"dila menangis dalam pelukan Imel yang juga sedang menangis.
"iya Dila aku tahu aku tahu kita doakan semoga Vina baik baik saja"Imel berbicara dengan suara terisak.
Mereka semua mengikuti rendy menuju resepsionis rumah sakit.
"Selamat malam dokter Rendy,ada yang bisa kami bantu?"tanya seorang wanita berpakaian suster.
"apa ada pasien kecelakaan hari ini dan dirawat disini?"tanya Rendy langsung.
"Sebentar saya periksa"suster itu melihat komputer dan mencari kasus hari ini.
"benar dok, hari ini ada pasien kecelakaan yang dilarikan ke rumah sakit ini tapi pasien sudah meninggal dunia"jelas suster itu.
Jedarrrrrr.....
Sambaran petir tiba tiba menyerang aditya, Aditya terduduk lemas tangisnya tak bisa dibendung lagi banyak para perawat yang mengenal aditya begitu terharu melihat seorang aditya yang terkenal dingin dan tak memiliki perasaan menangis karena istrinya.
"Adit tenangkan dirimu"ucap rudi yang berusaha untuk tidak menagis padahal sesungguhnya saat ini hatinya berteriak memanggil nama menantunya.
Hal yang sama dilakukan dila dan imel.
"engga...engga mungkin Vina meninggal...gak mungkin..."dila menggelengkan kepala tidak mempercayai sekaligus menolak perkataan suster itu.
"Sayang ini semua sudah jalan nya Vina pasti akan bahagia disana"aldo memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"rend aku mohon selamatkan Vina selamatkan"imel mencengkeram kerah baju suaminya dengan kuat.
"sayang.... tenang oke"rendy menangkup wajah imel dan menghapus air mata dengan ibu jarinya.
"Vina...hiks...hiks... Al membutuhkan mu sayang...kenapa jadi begini"naina tidak percaya mengapa keluarganya yang sudah bahagia lagi lagi harus merasakan kepahitan kehilangan seorang yang sudah membuat keluarga mereka lengkap.
"Dimana jenazah istriku?"tanya aditya dengan tatapan mata yang kosong.
"di kamar jenazah taun"jawab suster itu.
Meraka berjalan menuju kamar jenazah yang Memnag Rendy sendiri sudah mengetahui tempatnya.
BERSAMBUNG.......
AHHH VINA 😢😥😥😥😥 GAK AUTHOR GAK MAU VINA MATI!!!
KALO KALIAN GIMANA??? SIAP KEHILANGAN SEORANG VINA???JAWAB DIKOLOM KOMENTAR YA❤️✌️
TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️🌺🌺