My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 234



Setelah kurang lebih 2 hari dirumah sakit dina di perbolehkan untuk pulang. Karena si kembar rewel Vina tidak bisa menemani ibunya untuk pulang semua diurus oleh aditya sendiri.


"Apa sudah selesai bu?"tanya aditya yang datang setelah mengurus administrasi.


"Sudah nak"jawab dina yang sudah duduk manis di kursi roda.


Aditya tersenyum kemudian mengambil posisi di belakang kursi roda dan mendorongnya,rendy datang membantu membawakan barang barang sampai ke parkiran.


"Ibu, banyak istirahat ya agar luka operasinya cepat sembuh dan semoga kita secepatnya mendapatkan pendonor untuk ibu"ucap rendy kemudian mencium punggung tangan dina.


"Makasih banyak ya nak"tutur dina mengelus rambut rendy. Rendy mengangguk sambil menunjukan senyumannya yang hangat.


"baiklah rend kami pulang dulu, semangat bekerjanya"ucap aditya.


"Siap pak bos"balas rendy.


Pak Alif membantu memasukan barang ke bagasi sementara aditya membantu dina duduk di kursi penumpang yang kemudian di susul olehnya.


"Pak, nanti mampir ke apotek dulu ya"ucap aditya melihat di kaca tengah mobil hitam berlogo bintang itu.


"Baik tuan"balas pak Alif.


"Apa ada yang sakit dit dirumah?"tanya dina.


"Engga bu cuma mau tebus vitamin vina udah mau abis soalnya"jawab aditya kemudian mengambil ponselnya yang tiba tiba berdering.


"assalamualaikum mas??"


"waalaikumsalam sayang,ada apa?"


"Kamu udah dimana?"


"Mau arah pulang tapi mau ke apotek dulu beli vitamin kamu udah abis"


"Mas alisha badannya panas, tolong beliin cool*ever ya"


"Astagfirullah iya sayang tapi apa gak sebaiknya langsung dibawa ke dokter aja yangg"


"Kasihan mas masih kecil,aku gak mau di rumah sakit kan banyak penyakit dan alisha masih terlalu sensitif"


"Ya udah yangg tunggu ya"


Aditya memasukan ponselnya kembali ke dalam saku, bibirnya meminta pak Alif untuk menaikan kecepatan mobilnya agar cepat sampai di rumah namun sebelum itu ke apotek terlebih dahulu.


"Dit ada apa?"tanya dina melihat raut wajah aditya mendadak khawatir.


"alisha sakit bu, badannya panas"jawab aditya.


"Itu sudah biasa nak ketika bayi, mungkin di sekarang sedang dalam masa pengenalan lingkungan di sekitarnya"ujar dina menjelaskan.


"Tapi ketika Al gak gitu bu"ucap aditya mengingat dulu alvin tidak mengalami demam ketika baru di lahirkan.


"Setiap anak memiliki hormon tubuh yang berbeda nak, mungkin karena perempuan fisiknya lebih lemah dari Al dan alvaro"ujar dina lembut.


Aditya manggut-manggut,Mobil sudah terparkir lurus di depan apotek langganan keluarga brawijaya. Aditya menginjakan kaki nya masuk kemudian segera meminta pesanan istrinya.


"Selamat datang tuan aditya"sapa seorang apoteker yang sudah sangat mengenal aditya.


"Fajri, tolong berikan vitamin yang biasa istriku beli dan juga cool*ever untuk penurun panas"ucap aditya langsung menyebutkan pesanannya.


"Baik tuan, tunggu sebentar ya"ucap Fajri kemudian mencari obat yang dipesan langganan VIP nya itu.


15 menit apoteker itu datang dengan obat di tangan kanan dan 5 lembar semacam kertas yang pasti ada isinya itu di tangan kirinya.


"ini tuan"ucap fajri.


"Baiklah,ini"aditya menyodorkan kartu debit dengan warna emas yang begitu berkilau ditambah lagi dengan nilai dari kartunya yang tipikal tanpa batas limit.


Setalah membayar Aditya Segera pergi, dengan kecepatan 40km/jam pak Alif menjalankan mobilnya memecah jalanan perkotaan yang kebetulan tidak padat pengendara.


***


Aditya menggendong alisha menina bobokan anaknya yang sejak tadi menangis sementara vina membantu mengompres alisha dengan air hangat yang dibawa oleh naina.


"Cup...cup... sayang jangan nangis ya"ucap vina meletakan tangannya di dahi mungil alisha.


"Sayang, kok bisa alisha tiba tiba badannya panas?"tanya aditya masih terus menggoyangkan tubuhnya agar alisha mau diam tapi hasilnya nihil.


"Vin, coba susuin"tutur naina yang sejak tadi memperhatikan aditya dan vina.


Vina mengambil alih gendongan alisha kemudian menyusuinya namun alisha menolak dan semakin melebarkan mulutnya yang mengeluarkan suara lengkingan kucing kejepit.


"Kamu salah makan gak Vin?"tanya imel yang sedang menggendong Alvaro.


"engga kok aku masih makan seperti biasa"jawab vina mengerti karena asupan ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap bayinya.


" Mungkin mau pinter kali makanya panas"ucap dila menerka nerka.


"Bisa jadi sih dan semoga saja gak berbahaya"saut vina masih terus menina bobokkan anaknya.


"Sama papah dibawah,kamu susulin sana kasihan Al dari pagi nanyain kamu"tutur naina.


"Sayang aku ke bawah dulu ya kalo butuh sesuatu panggil aku oke"ucap aditya dibalas anggukan oleh Vina.


Aditya turun ke lantai bawah dimana ada rudi dan aldo yang sedang menjaga anak anak, namun sesuatu yang terasa berbeda hari ini yaitu tidak melihat keberadaan risa dan rafly begitupun dengan pasangan mereka.


"Papah??!!!"Al langsung berlari dan memeluk batas paha aditya dengan erat.


"Oh anak papah rindu rupanya ya sama papah"ucap aditya menggendong anak sulungnya.


"Papah,iki sama niel pulang maca Al gak di ajak"ucap Al dengan logat cadelnya.


"benarkah??emmm ya udah nanti kita jalan jalan ya sama mamah terus sama Dede juga"ucap aditya.


"Horeee"sorak Al mengangkat kedua tangannya.


"kapan tuh 2 dedemit pulang?"tanya aditya duduk dengan posisi memangku Al.


"Adit mulutmu sembarangan sekali, mereka pulang subuh tadi katanya orang tua tio akan kembali dari Australia"jawab rudi menjelaskan.


"Lalu apa mereka tidak kembali lagi?"tanya aditya lagi.


"Rupanya kau juga merindukannya dit, huh jika ada Meraka kau tak henti berteriak giliran tidak ada kau mencarinya"ujar aldo mendengus pelan.


"Siapa juga yang merindukan mereka berdua"saut aditya.


"Mereka akan datang kesini lagi mungkin ketika +2 lebaran"jawab rudi.


"Ya sudah Baiklah lagipula sekarang Meraka sudah berkeluarga jadi pantas saja jika menghabiskan waktu dengan mertuanya"ujar Aditya sedangkan aldo dan rudi hanya manggut-manggut sambil menggaruk dagu mereka yang tidak gatal.


"Hei jagoan papah aldo diem aja nih dari tadi"tanya aditya menoel pipi bagas yang tak kalah besar dari pipi Al.


"Aaaa,angan om"teriak Bagas merasa ketenangannya diganggu.


"Sama sepertimu do jika sedang fokus tidak mau diganggu sekalinya di ganggu langsung saja jurus macam mengaung keluar"Ucap aditya dibenarkan oleh rudi.


"Tentu saja diakan anakku pantas jika sifatnya turun dariku"saut aldo.


"Kalo ini jagoan papah rendy,asik banget mainnya"ucap aditya namun tidak di gubris oleh revan sama sekali.


"Diem aje kaya bapaknya yang lagi operasi"ucap Aldo mengundang gelak tawa seisi ruangan.


Aditya kembali ke kamarnya setelah Naina,dila dan Imel keluar dan turun dari lantai atas.


"Dit anakmu sudah tidur sana bantu Vina dia belum istirahat ataupun makan sejak pagi"ucap naina.


"iya mah"balas aditya kemudian pergi ke kamar nya dengan membawa Al yang tidak mau turun dari gendongannya.


Ceklek


Aditya membuka pintu pelan takut membangunkan alisha yang tidur di sebelah alvaro yang menggeliat sambil memakan tangan mungilnya.


"Al jangan berisik ya, temenin dede gih bobok tapi jangan Sampai bangun dedenya"ucap aditya berbisik.


Al mengangguk kemudian turun dari gendongan aditya dan berbaring di samping kedua adiknya. Mata aditya berkelana mencari keberadaan istrinya, pandangannya terhenti ketika pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Vina yang berjalan dengan lilitan handuk.


"Sayang??"panggil aditya membuat vina berhenti dan menoleh kearah Aditya.


"mas ngapain di situ?"tanya Vina dengan polosnya tanpa mengetahui bahwa aditya kini tiba tiba merasa tenggorokannya kering.


"Ehh engga sayang"jawab aditya kemudian duduk di sisi alisha yang sedang tidur.


Vina mengadahkan bahunya kemudian dengan santai berlenggak lenggok memakai pakaiannya di depan aditya tanpa malu. Toh mereka suami istri buat apa malu pikir authornya 🤣.


"Sayang kenapa 2 Minggu terasa begitu lama"ucap aditya sedikit merengek.


"memang ada apa 2 Minggu lagi mas?apa ada hari spesial?"tanya vina belum mengerti.


"Ada dan sangat spesial Sampai aku Sangat menantikannya"jawab aditya seraya bangun dan mendekati vina yang sudah rapih.


"Ada apa sih?"tanya Vina kepo.


Aditya tidak menjawab justru memeluk vina dengan erat sedikit membungkukkan badannya hingga dagunya bertumpu pada bahu vina yang bau harum itu.


"Mas ada apa?semua baik baik saja kan?"tanya vina lembut membalas pelukan suaminya dan mengelus punggung aditya pelan.


"Aku kangen sama kamu"ucap aditya lirih tepat di telinga vina.


Vina melepaskan pelukannya, menangkup wajah aditya dan mencium kening nya dengan lama membuat aditya memejamkan matanya merasakan kehangatan bibir Vina.


"Sabar ya,aku paham kok tapi buah kesabaran rasanya lebih manis loh"ucap Vina menahan manik hitam aditya yang tajam itu.


Aditya mengangguk kemudian Kembali memeluk tubuh istrinya yang sangat membuatnya rindu,sesekali aditya akan mencium puncak kepala vina. ingin rasanya aditya mencium dan menggigit bibir Vina yang menggoda tapi saat ini ia sedang berpuasa bisa batal kalo kelepasan.


READ YANG PALING TERCINTA,KALO EPISODE SELANJUTNYA BUCIN TERUS GAK APA APA YA? SOALNYA AKU RINDU NGEBUCININ V&A NIH🤣🤣


BERSAMBUNG.......