
Setalah shalat ashar vina membangunkan aditya dan Al untuk menyuruh mereka shalat masih dengan menggunakan mukena nya.
"Mas, bangun udah ashar solat dulu gih"titah Vina seraya menggoyangkan bahu aditya.
Hoamm....
"Iya sayang"balas aditya bangun dan langsung duduk di depan vina yang sudah berdiri.
"Al, sayang bangun katanya mau solat"Giliran Al yang dibangunkan oleh vina namun bukannya bangun Al justru semakin erat memeluk guling di sebelahnya.
"masih ngantuk kali yangg,yaudah biarin aja aku mau ke kamar mandi ya"ucap aditya bangun kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.
"Oh iya,apa ibu sudah kembali?"gumam Vina seraya melipat mukena yang ia selipkan di sajadah kemudian menaruhnya di atas meja.
Tok..tok... tok..
"Mas,aku ke bawah dulu ya mau lihat ibu udah pulang atau belum"ucap Vina dari luar kamar mandi.
"Iya sayang"balas aditya berteriak.
Vina pergi ke lantai bawah,di pertengahan tangga ia berpapasan dengan Imel yang sepertinya habis dari bawah juga.
"Mel,ibu udah pulang?"tanya vina menjegat jalan Imel.
"Oh udah vin, sekarang lagi di periksa sama rendy"jawab Imel.
"Oke deh makasih ya"ucap Vina kemudian pergi ke kamar ibunya.
***
"Kak rendy,mulai sekarang ibu gak akan Kenapa napa kan?"tanya Iqbal yang sejak tadi menggenggam tangan ibunya tanpa mau di lepas.
"Iya iqbal, mulai hari ini insyaallah ibu akan baik-baik saja"jawab rendy memegang kepala Iqbal.
"Rend makasih banyak ya dan juga aku titip salam sama dokter zian katakan padanya aku sangat berterimakasih"ucap vina dibalas senyuman dan anggukan oleh rendy.
"Ya udah vin aku mau balik ke kamar dulu ya,ibu aku permisi dulu ya jangan lupa banyak istirahat"ucap rendy pamit pada vina dan dina.
"iya nak, terimaksih banyak ya"balas dina.
17:50 semua orang sudah duduk di meja makan bersiap untuk berbuka puasa, seharian menahan lapar dan haus akan terbayarkan dengan nikmatnya santapan berbuka apalagi ditemani oleh keluarga tersayang.
"Alhamdulillah"ucap semua orang mendengar suara azan sudah berkumandang. Semua mulai mengucap doa berbuka kemudian meminum air putih sebagai pembuka.
"Masakannya kok beda mah"ucap aldo yang sudah menyantap makan berbuka.
"Hari ini vina yang masak"ujar naina melihat pada vina yang sedang mengambilkan nasi untuk anak dan kedua ponakannya.
"Pantesan enak,udah lama kita gak ngerasain masakan kamu Vin"ucap dila setelah menelan suapan pertamanya.
"ya udah makan,makan yang banyak"ujar vina tersenyum.
"Dit aku lupa mengatakannya padamu"ucap aldo tiba tiba membuat semuanya melihat padanya.
"Apa?"tanya aditya.
"Malam ini juga kita harus pergi ke Semarang karena ada masalah yang sangat rumit disana dan hanya kita yang bisa menyelesaikannya"ucap aldo membuat aditya diam seketika.
"Apa??!!"kejut aditya mendengar perkataan aldo.
"kita akan bicarakan setelah makan,aku menunggu di ruang baca"ucap aldo dibalas anggukan oleh Aditya.
Setalah berbuka, Aditya pergi ke ruang baca menemui aldo yang sudah menunggunya disana.
"Jadi apa masalahnya?"tanya aditya.
"perkiraan ku salah satu karyawan kita yang bertugas di Semarang ada yang melakukan penggelapan dana"jelas aldo melihat layar iPad yang ada di tangannya.
"Berikan padaku"pinta aditya kemudian melihat layar iPad yang tadi dilihat oleh Aldo.
"Orang itu sangat bodoh,jelas terlihat disini perbedaan jauh antara pembelian dengan barang yang tersedia. Baiklah kita berangkat malam ini juga"ucap aditya tersenyum miring.
"Baiklah dit"saut aldo.
Aditya kembali ke kamarnya, melihat Vina yang sedang menata baju bayi di lemari.
"eh mas,bikin kaget aja"desis vina hampir menjatuhkan baju yang sudah ia rapihkan. "Ada apa sayang?"tanya Vina menutup pintu lemari dan berbalik badan menghadap suaminya.
"Aku harus pergi ke luar kota malam ini juga"jawab aditya cemberut seperti seorang anak yang mengadu pada ibunya.
"Ya udah aku siapin bajunya ya"ucap Vina belum mengerti rengekan suaminya.
"Sayang berarti gagal dong buka puasa malam ini?"tanya aditya duduk di pinggir ranjang.
"Buka puasanya pulang dari Semarang aja ya"tutur Vina tanpa melihat padanya.
"Tapi aku maunya sekarang"pinta aditya memelas.
"Ihh gak mau nanti gimana kalo ada yang datang? nanti aja ya setelah pulang dari Semarang"Bujuk Vina sambil memegang kedua pipi aditya yang memperhatikannya memasukan pakaian ke dalam koper kecil.
Aditya memajukan wajahnya dan mencium dalam dalam bibir Vina yang sangat menggoda iman itu,Vina duduk di pangkuan suaminya dan mengalungkan tangannya di leher aditya sambil membalas ciuman panas dari suaminya.
"Aku gak bisa tahan lagi sayang"ucap aditya menyembunyikan kepalanya di leher vina.
"3 bulan tahan bisa masa 2 hari gak bisa sih sayang"ujar vina mengelus pipi aditya yang terasa lembut.
"Udah terlalu lama yangg,masa harus nahan lagi tapi ya udah deh aku tahan"ucap aditya membuang nafasnya pelan.
Muanchh
Vina mencium pipi suaminya gemas kemudian bangun dan menyiapkan pakaian aditya untuk pergi ke Semarang sekarang, beruntung keluarga konglomerat itu memiliki jet pribadi jadi bisa kapan saja di gunakan.
Sementara dila sedang membantu suaminya berganti pakaian,sambil memakaikan dasi di lehernya Aldo mengambil kesempatan dengan merengkuh pinggang dila dan menciumi puncak kepala vina istrinya itu.
"Gak usah modus"pekik dila merasa aldo tidak berhenti menciumi kepalanya.
"Modus sama istri sendiri mah gak dosa"saut aldo.
"emang siapa yang bilang dosa?"tanya dila melirik ke atas.
"Ya engga ada sih"jawab aldo menangkup kedua pipi dila dan menciumnya bergantian.
"Disini"pinta dila menunjuk bibirnya membuat Aldo tersenyum bahagia dan melakukan sesuai permintaan dila.
Setelah sama sama siap, Aditya dan Aldo pamit dengan semua keluarga untuk dinas dadakan selama kurang lebih 2 hari semoga saja keduanya bisa menyelesaikan dalam waktu cepat.
"Kamu hati hati ya disana dan semangat bekerja nya, ingatkan di rumah udah ada yang menunggu"ucap vina diakhiri bisikan di kalimat terakhir.
"Aku gak jadi pergi deh biarin aja dia melakukan penggelapan dana"ucap aditya tidak tahan hanya karena merasakan nafas Vina menerpa telinganya.
"ihh mana boleh, nanti kalo perusahaan bangkrut gimana? anak kita banyak loh"canda vina.
"Aku masih mampu menghidupi kamu dan anak anak bahkan cucu kita sayang, jangan takut suamimu ini sangat kaya"ucap Aditya menanggapi candaan istrinya.
"Dasar sombong"umpat Vina mencubit hidung mancung aditya.
"Udah dong mesra mesranya nanti terlambat loh"ucap naina mesam mesem.
"hehehe tadinya aku gak mau pergi mah,mau berbuka setalah 3 bukan berpuasa tapi ah karena karyawan itu aku harus pergi"ucap aditya jujur membuat vina melotot dan refleks mencubit aditya.
"Hahahha harus banyak-banyak sabar kau dit"tawa rendy yang lepas karena menggoda sepupunya itu.
"Diam kau sepupu laknat"desis aditya kesal.
"ya udah mah,pah kami berangkat dulu ya kalo gak berangkat bisa kebablasan dia"sindir aldo melirik aditya dibalas tatapan membunuh dari Aditya.
"Ya udah sayang aku berangkat ya,baik baik di rumah sama anak anak oke"ucap aditya kemudian tanpa malu mencium bibir vina bergantian dengan keningnya.
"Adittt!!!"teriak naina melihat tingkah putranya yang tidak malu itu.
"Rasanya apa Vin di cium depan mamah dan papah?"tanya Imel.
"Rasanya seperti anda menjadi iron man"balas Vina bercanda.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN POSITIF NYA πππ
BERSAMBUNG.......