
Aditya masuk ke dalam kamar dilihat Vina sedang berbaring di kasur sambil memainkan ponselnya.
Aditya berjalan mendekati istrinya dan berbaring di samping Vina.
"Sayang???"panggil aditya namun tak dihiraukan oleh Vina.
"sayang jangan marah ya"Aditya mengelus bahu Vina jika saja Al tidak ada diantara mereka mungkin aditya sudah memeluk tubuh Vina.
"jauhkan tanganmu mas sana pergilah dengan wanita itu aku tahu dia jauh lebih cantik dan menggoda dari aku"ucap vina tanpa melihat Aditya.
"engga sayang kamu yang paling cantik dan menggoda buat aku"ucap Aditya mencoba membujuk istrinya.
"udahlah mas aku ngantuk Jangan ganggu aku"ucap vina meletakan ponselnya dan berbaring membelakangi aditya.
"sayang... permainan tadi gak dilanjut?"tanya aditya memelas.
"au"jawab Vina singkat seraya menutupi tubuhnya dengan selimut sampai ke leher.
"ini semua gara gara Aldo...aghhh..."
Aditya mengacak-acak rambutnya dan mengumpat Aldo karena sudah menganggu keasikannya tadi ditambah tingkah konyolnya memanggil bule tadi.
FLASHBACK ON
Aditya, Aldo dan Rendy sedang menyuri pantai dimalam hari, Aditya terus saja menggerutu kesal pada 2 pria di samping nya ini.
"ahh aku tidak bisa menahan ini aku mau Kembali ke kamar saja"ucap Aditya ingin melangkah pergi namun di cegah oleh aldo.
"eits...gak boleh lagian tidak masalah dit untuk cuci mata dulu kita"ucap Aldo mencegah Aditya yang ingin pergi.
"apa maksudnya cuci mata?"tanya rendy.
"itu"Aldo menunjuk seorang wanita bule yang sedang duduk di pinggir pantai.
PLAKKKKK....
"ingat istrimu sedang hamil bodoh"aditya memukul kepala Aldo membuat si pemilik kepada meringis kesakitan.
"dit sakit ah kau ini"ringis aldo.
"kau keterlaluan melirik wanita lain sedangkan istri mu sedang mengandung"sambung Rendy.
"tapi dimana kesalahan ku?aku kan hanya menunjuk bukan memanggil "Heii" " Aldo berteriak pada wanita bule itu sampai dia menengok.
"mampos kau dia kesini"ucap rendy melihat wanita itu mendekat ke arah mereka.
"hello???"sapa wanita bule itu.
ketiga Pria itu hanya menunjukan ekspresi datar dan pergi meninggalkan bule itu.
"hei permisi sebentar bisakah kita berbincang aku tidak tahu Indonesia jadi aku ingin bertanya sedikit bisakah???"cegah wanita itu.
"maaf tidak bisa"ucap Rendy menolak.
"Aku mohon sebentar saja"Wanita itu memohon.
Aditya dan yang lain tidak mempedulikan permohonan bule itu dia memilih untuk meninggalkannya tapi Wanita itu justru mengikuti nya.
"bisakah anda berhenti mengikuti kami"tanya aditya.
"saya akan tetap mengikuti kalian jika kalian tidak mau memberi tahu saya"ucap wanita itu.
Akhirnya mau tidak mau mereka berbincang seadanya namun tidak menduga istri mereka akan datang kesana dan salah paham.
FLASHBACK OFF
Aditya akhirnya ikut tertidur dengan perasaan kesal pada aldo.
Sedangkan Aldo?dila terus mendiami suaminya meski sudah memanggilnya berkali-kali.
"sayang jangan marah ya tadi itu cuma ngobrol aja kok"ucap Aldo menjelaskan pada istrinya.
"iya awalnya ngobrol lama lama saling kasih nomor telepon terus chatting terus sayang sayangan tau taunya bunting"ucap dila kesal.
"Astagfirullahalazim Sayang engga gitu kan aku udah punya kamu buat apa aku selingkuh"aldo terkejut dengan perkataan istrinya.
"buat nambahin koleksi lah"ketus dila kemudian langsung tertidur tanpa mempedulikan Aldo yang masih ngerecom.
Giliran Rendy?hahaha Rendy saat ini dia benar benar membujuk istrinya mulai dari kata kata manis sampai memijat bahu istrinya tetap saja Imel tidak bergeming.
"Sayang tadi gak seperti yang kami pikirkan kok"ucap Rendy.
Imel diam tak menjawab.
"Sayang kamu itu satu satunya perempuan di hati aku gak ada yang bisa gantiin kamu kalo kamu gak percaya belah lah dadaku kamu akan melihat dirimu sendiri disana"ucap Rendy menggunakan kata kata lebay.
"Apaan sih basi tau gak"ketus Imel.
"sayang aku pijitin ya pasti kamu capek kan"tangan Rendy meraih kedua bahu Imel dan mulai memijatnya.
"lepas aku mau tidur"Imel menepis tangan Rendy dengan kasar kemudian langsung berbaring.
"ogah peluk sana cewe putih dan seksi itu"celetuk Imel membelakangi Rendy.
Keesokan harinya keluarga Brawijaya sarapan bersama sebelum risa,Tio, Rafly dan Clara akan kembali ke Amerika.
"jadi pesawat kalian akan terbang 1 jam lagi? padahal aku masih sangat rindu pada kalian"ucap Vina pada risa dan Clara.
"kita akan bertemu lagi setelah anakku ini lahir kak dan semoga saja nanti ketika aku datang Al sudah akan memiliki adik"ucap risa mengedipkan matanya.
"hahaha dasar kau ini"Vina terkekeh dengan perkataan risa.
"yaudah cepat habiskan kita akan mengantar kalian ke bandara"ucap rudi.
"iya om"jawab Rafly.
Naina dan rudi mengantar mereka ke Bandara sedangkan ketiga pasutri itu masih melanjutkan sarapan mereka.
Vina asik menyuapi Al sedangkan dila dan imel ikut berbicara pada Al.
"ganteng makan yang Banyak ya biar cepet gede dan bisa nampol papah dan om kamu"ucap Dila melirik aditya, Aldo dan rendy.
"iya sayang tenang aja nanti kamu akan ada buntut kok anak tante dila dan aku"sambung Imel.
Ketiga pria itu terpaku dengan tatapan dan perkataan istri mereka, Meraka saling memberi kode melalui tatapan mata dan bicara tanpa suara.
"ini semua karena dirimu"Aditya menunjuk aldo.
"Mati kau Aldo lihat saja nanti"Rendy menggunakan jarinya sebagai pisau dan mengarahkan nya ke leher.
Aldo menelan salivanya dengan susah mengerti maksud kedua pria di depannya ini.
astaga ****** banget sih ngapain juga semalam pake manggil tuh orang
Aldo merutuki kebodohan nya sendiri pertama di cuekin oleh istri nya dan sekarang ancaman kedua sahabatnya.
Ketika sedang asik menikmati sarapan tiba tiba datang seorang wanita bule yang semalam menghampiri mereka.
"good morning"sapa bule itu.
Keenam manusia itu melihat ke arah asal suara, Aditya dan yang lain membulatkan matanya melihat si pengganggu datang.
"sedang apa anda disini?"tanya rendy.
"kenapa bukankah semalam kita akrab jadi tidak masalah kan aku ikut bergabung?"tanya bule itu dengan pd nya.
BRAKKK
Vina menggebrak meja makan itu dan pergi meninggalkan meja makan Kembali ke kamarnya.
"Sayang tunggu"Aditya mengejar istri dan anaknya.
"ouh jadi semalam kalian akrab?"tanya dila.
"iya,oh iya anda siapa?"tanya bulepotan itu.
"bukan siapa siapa hanya orang tidak penting"saut Imel kemudian pergi diikuti dila.
"sss.. Sayang???"panggil rendy mengejar Imel.
"sayang tunggu dulu"Aldo ikut mengejar istrinya.
Imel dan Dila masuk ke dalam kamar Vina diikuti suami mereka.
"sayang dengerin aku dulu ya"aditya meraih tangan istrinya.
"sayang ini semua gak seperti bayangan kamu"ucap aldo juga meraih tangan Dila.
"sayang aku mohon percaya padaku ya"Rendy melakukan hal yang sama dengan Aditya dan Aldo.
"sudah bicara nya?"tanya Vina.
"apa ada lagi?"tanya dila.
"bisa lepas"ucap imel melepas pegangan tangan Rendy.
"Maaf"ketiga pria itu menunduk seperti anak yang meminta maaf pada ibunya.
"Hahahahahhaha"tawa Vina dan kedua sahabatnya pecah melihat ekspresi suami meraka yang terlihat lucu seperti anak kecil.
BERSAMBUNG......
HAI AKU UP LAGI NIH *π€π€
MOHON BANTUANNYA YA BUAT MEMAJUKAN NOVEL INI DENGAN VOTE DAN LIKE.
AKU AKAN CRAZY UP NIH KALO DAPET VOTE BANYAK ππ
TERIMAKASIH, HAPPY READING β€οΈπΊ*