My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 154



Kini ketiga pasangan suami-istri itu sedang menikmati makan malam yang dibuat oleh Vina.


"Oh iya sayang kami bertiga sudah memutuskan untuk membuat kamar anak anak"ucap aditya disela sela makan malamnya.


"iya, bagiamana apa kalian setuju?"tanya Aldo.


"maksudnya dalam 1 kamar itu ada Alvin,Revan dan bagas?"tanya dila.


"iya"jawab ketiganya kompak.


"Aku rasa itu bagus"jawab Imel.


"Baiklah besok kita akan belanja untuk membeli perlengkapan kamar anak anak"ucap vina diangguki semuanya.


Setelah makan, mereka bersantai sambil menikmati beberapa camilan yang dibuat oleh bi Ijah. Ketika sedang bersantai tiba tiba benda pipih bermerek apel digigit itu bergetar.


"Assalamualaikum mah"sapa vina pada naina yang sedang melakukan panggilan video.


"waalaikumsalam sayang, dimana cucuku?"tanya naina.


"nih"Vina mengarahkan ponselnya ke arah Al yang sedang bermain.


"Sayang....... cucu Oma"ucap naina disebrang telepon.


Ma....ma...


Al langsung berjalan mendekati ponsel Vina dan mulai merancau tidak jelas.


"mah bagimana keadaan disana?"tanya vina.


"Alhamdulillah sayang anak risa dan rafly laki laki"jawab naina.


"Halo kakak iparku sayang"Rafly menyambar ponsel milik naina dan bicara pada vina.


Mendengar Rafly memanggil istrinya dengan sayang tanduk tak kasat mata milik aditya mulai keluar.


"ngomong apa kau?mau ku tabok nih pake sandal?"ketus aditya merebut ponsel milik Vina.


"Kakak iparku yang tersayang"jawab rafly tidak takut dengan ancaman Aditya toh ini hanya telpon bukan tatap muka jadi Aditya tidak bisa berbuat apapun.


"oh kau menantang ku,lihat bagaimana aku akan mengantung kepalamu itu di pohon mangga"ucap aditya.


"hahahaha aku menunggu itu kak"Rafly terkekeh dan tetap menantang aditya.


"Dasar kau bocah ingusan"umpat aditya.


"Hai kak??"Sapa risa.


"Risa aku merindukanmu, bagaimana kabarmu?"tanya Vina sumringah.


"Aku baik kakakku sayang"jawab risa.


"mainlah kesini bersama mamah dan papah saat mereka pulang nanti"ucap vina.


"tentu saja kak aku akan kesana dan mencubit pipi ponakan ku yang tampan itu"Jawab risa yakin.


Dan semua orang bertegur sapa dengan keluarga mereka di Amerika, walaupun hanya dari sambungan telepon tapi sedikit mengurangi rasa rindu yang ada dalam diri mereka.


"sudah malam,lebih baik kita istirahat besok kita harus membeli perlengkapan kamar anak anak kak"tutur Aditya.


"kamu benar dit"jawab rendy kemudian mengajak anak dan istrinya ke kamar mereka begitu juga dengan Aldo.


"Ayo sayang aku harap kamu tidak lupa kan?"ucap Vina menyeringai.


"tentu saja jika kamu mau melakukannya sekarang dan disini juga tidak apa apa"jawab aditya sud"ah merentangkan tangannya.


"isshhh apasih mas"Vina mencubit perut aditya.


"Bi kami ke kamar dulu ya, kalian juga istirahatlah selamat malam"ucap Vina pada bi Suti dan bi Ijah eh lupa sama Lilis juga maksudnya πŸ˜‚


Vina sedang menyusui Al sedangkan aditya memandangi istri dan anaknya itu.


"Sayang dikamar mana kamu mau membuat kamar anak anak?"tanya Vina maklum kamar dimansion kan banyak.


"Dikamar sebelah kamar Imel dan rendy,kamar itu besar dan muat jika kita mau meletakan banyak barang"jawab aditya.


"oh baiklah"jawab Vina kemudian kembali fokus pada anaknya.


Setalah beberapa menit Al pun akhirnya tertidur,Vina menggendong dan membawanya ke box bayi.


"Sayang Al sudah tidur kan?"tanya aditya dan Vina mengangguk.


Aditya langsung membopong tubuh istrinya dan menghujaninya dengan ciuman bertubi tubi diseluruh tubuhnya.


"mas awas ah aku mau ganti baju,aku udah gak berselera mau tidur"ucap Vina mendorong tubuh Aditya.


"tapi kenapa?"tanya aditya frustasi.


"males aja,udah ih awas"ucap Vina kemudian segara masuk ke dalam kamar mandi.


Aditya menggaruk kepalanya frustasi menatap punggung vina yang perlahan menghilang dibalik pintu kamar mandi.


Aditya berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut karena dia juga tidak bisa memaksa istrinya mengingat Vina sedang hamil.


Perlahan Vina mendekati Aditya dan mengecup singkat bibir aditya.


Aditya membuka matanya ketika merasakan ada yang menciumnya dan betapa terkejutnya dia melihat vina menggunakan lingerie tipis berwarna merah mempertontonkan lekukan indah tubuhnya.


"Sayang ini?"tanya aditya tidak mengerti.


"Ini semua untukmu"jawab Vina tersenyum kemudian berjalan dan berbaring disamping suaminya.


"gak mau?"tanya Vina pada Aditya yang sedari tadi hanya melihat tubuhnya yang terekspos.


Tanpa menjawab pertanyaan istrinya aditya langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan menghujani Vina dengan ciuman dibibir dan dileher jenjang istrinya.


"Mmhhhh mas....."desah Vina tidak tahan dengan cumbuan Aditya.


Tanpa membuka lingerie istrinya aditya langsung menyalurkan hasratnya yang sempat tertahan tadi.


"mas.... pelan pelan...."ucap Vina dengan desahan dia takut menyakiti anaknya.


Aditya mengurangi tempo permainannya menjadi lebih lembut membuat Vina terbuai dan menjerit nikmat.


setalah 1 jam Aditya menjatuhkan tubuhnya ke samping Vina yang sudah bersimbah keringat.


"terimaksih sayang"ucap aditya mencium kening Vina.


"Sama sama suamiku sayang"jawab Vina mengecup singkat bibir aditya.


Aditya menarik Vina kedalam pelukannya dan mereka sama sama tertidur pulas.


Keesokan harinya Vina terbangun karena azan subuh berkumandang, dia bergegas mandi karena ingin melaksanan solat subuh tak lupa dia juga membangunkan Aditya.


"Mas bangun mas udah subuh kita solat yuk"ajak vina seraya menggoyangkan tubuhnya.


Aditya membuka matanya dan melihat wajah cantik wanita yang membuatnya tergila-gila.


"Ayo mandi bareng"ajak aditya tersenyum tepat didepan wajah istrinya.


Vina mengangguk dan mengangkat Kedua tangannya berkode meminta gendong, aditya terkekeh kemudian segara menggendong Vina.


Setalah mandi bersama, Aditya dan Vina melakukan solat subuh berjamaah.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"Salam Aditya menengok ke kiri dan kanan diikuti Vina dibelakangnya.


Setalah solat, Vina turun ke bawah membuatkan teh untuk suaminya karena belakangan ini aditya selalu meminta teh dipagi hari untuk dinikmati sambil bersantai di balkon kamarnya.


"Selamat pagi non"sapa tiga pelayan rumah.


"pagi"jawab Vina tersenyum manis.


Vina kembali ke kamarnya dengan membawa teh dan juga susu ibu hamil untuknya.


"Mas ini"Vina memberikan segelas teh hangat pada aditya yang sedang bersantai di balkon kamar.


"Terimaksih sayang, duduklah"ucap Aditya menepuk kedua pahanya.


Dengan senang hati vina duduk dipangkuan suaminya sambil meminum susu hangatnya.


"Sayang usia kandungan mu sudah jalan 5 bulan bukan?"tanya aditya.


"iya mas"jawab vina sebelum meneguk terkahir susunya.


"besok kita kerumah sakit ya,aku mau melihat jenis kelamin anakku"ucap aditya.


"baiklah sayang aku berdoa semoga anak kita perempuan ya"ucap Vina membelai pipi suaminya.


"iya sayang amin"jawab aditya.


"Sayang kamu tau?"tanya aditya tiba tiba.


"tahu apa?"tanya vina balik.


"kecantikan kamu bertambah setiap harinya"jawab aditya nyengir kuda menunjukan deretan gigi putih bersih miliknya.


"dan kamu tampan setiap malam"jawab vina.


"kenapa malam?"tanya aditya.


"karena ketampanan mu bertambah ketika kamu sedang tidur dan ngiler"jawab vina menahan tawanya.


"Sayang......."rengek aditya membuat Vina tertawa lepas.


Mereka yang sedang bermesraan tidak sadar dibawah seseorang sedang menatap keduanya dengan tatapan yang sendu.


"Aku memang marah tapi aku tidak bisa balas dendam padamu Vina karena bagaimanapun aku masih punya salah padamu dan suami mu itu aku juga tidak bisa berbuat apapun karena dia adalah pria yang kau cintai"ucap seseorang dari mobilnya.


TENANG AJA YA GUYSS MR.X INI TIDAK AKAN MENYAKITI VINA ATAUPUN KELUARGA VINA YANG LAIN 😊😊


OH IYA ALHAMDULILLAH SEKARANG AKU UDAH ENAKAN,.... MAKSIH YA BUAT DOA KALIAN πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š


BERSAMBUNG.........