My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 167



Vina dan Aditya sampai di rumah sakit,mereka bergegas ke poli kandungan atau lebih tepatnya ke ruang dokter Rani.


Tok....tok...tok...


"Masuk"ucap seorang wanita dari dalam.


Aditya menekan engsel pintu dan terlihat seorang dokter muda cantik tengah sibuk mencatat sesuatu.


"Selamat pagi dok"sapa vina, dokter itu mendongak dan berdiri memberi sapaan yang sama pada vina.


"pagi tuan dan nona brawijaya"sapa dokter rani.


"Silahkan"dokter Rani menunjuk 2 kursi dihadapannya.


Vina dana aditya duduk berdampingan dihadapan dokter rani.


"Apa kabar nih bumil cantik??"tanya dokter rani.


"baik dok Alhamdulillah"jawab vina tersenyum.


"jadi mau langsung periksa atau apa ni??"tanya dokter Rani bercanda.


"dok istri saya setiap malam sering merasakan sakit diperutnya,apa itu tidak apa apa dok?"Aditya menyauti pertanyaan dokter.


"Benarkah itu nona?"tanya dokter rani pada vina.


"iya dok setiap malam perut saya seperti di remas remas"jawab vina.


"Baiklah mari langsung periksa saja"ajak dokter rani setelah mendengar keluh Vina.


Vina tiduran diatas bangsal sedangkan aditya setia menemani istrinya.Dokter rani mengoleskan gel diperut Vina sebelum mengarahkan benda pendeteksi detak jantung bayi.gak tau namanya monmaap:)


"anda bisa mendengar nya tuan?"tanya dokter pada aditya.


"ya dok itu seperti suara detak jantung bayi"jawab Aditya sambil menerka apa yang dia dengar.


"benar sekali tuan"ucap dokter rani.


"tapi dok detak jantungnya terdengar bersahutan seperti ada 2"ucap vina.


"Benar sekali nona itulah alasan kenapa setiap malam anda merasa sakit dibagian perut anda"jelas dokter rani namun tidak dimengerti Vina maupun aditya.


"maksudnya dok?"tanya aditya dengan alis yang mengkerut.


"Selamat!!!!anak kalian kembar"ucap dokter rani membuat vina dan Aditya terkejut bahagia.


"ya nona anda sedang mengandung bayi kembar,dan untuk sakit diperut anda itu karena bekas luka kecelakaan dulu dan karena sekarang bayinya kembar membuat perut anda semakin membesar membuat luka itu sedikit terasa"sambung dokter Rani.


"dok saya....saya beneran hamil kembar??"tanya vina menangis haru.


"iya nona,apa kalian ingin melihat jenis kelaminnya?"tanya dokter rani.


"iya dok kami ingin melihatnya"jawab aditya antusias.


Dokter Rani mengambil alat USG dan mengarahkannya ke perut vina, digeser kesana kemari.


"Anda lihat tuan?"tanya dokter menunjuk layar monitor.


"iya gulungan hitam dan seperti ada 2 buah kacang"jawab Aditya sesuai apa yang dia lihat.


"haha bukan tuan 2 kacang seperti kata anda itu adalah anak anda dan maaf sepertinya mereka ingin main kucing-kucingan dengan orang tua mereka karena mereka menutupi jenis kelamin masing masing"ucap dokter rani.


"yahh sayang sekali"ucap vina sedikit kecewa tidak bisa melihat jenis kelamin anak kedua dan ketiganya.


"yaudah gpp sayang kalo kamu mau besok kita kesini lagi ya"bujuk Aditya menghibur istrinya.


"tuan ini adalah resep obat untuk mengurangi rasa sakit dibagian perut nona vina tolong diminum teratur dan nona vina ingat pesan saya bukan tolong jangan terlalu lelah apalagi stress karena itu akan sangat berpengaruh pada kandungan anda mengingat kecelakaan dulu"wejangan dokter Rani.


"baiklah dokter terimaksih banyak,kalo gitu kami permisi"ucap Vina.


**


Vina duduk di salah satu bangku yang berjejer didepan ruangan menunggu aditya yang sedang menebus obat.


"Sayang mamah kalian baik baik ya nanti kalo kalian sudah besar kita main sama abang Al"Vina bicara pada perutnya sambil mengelus sayang.


Aditya datang dengan membawa kantung kresek berwarna putih dan dapat dilihat dengan jelas itu adalah obat.


"sudah mas?"tanya vina.


"sudah sayang ayo kita pulang"ajak Aditya.


Vina dan Aditya mulai melangkah meninggalkan lorong rumah sakit.


"Mas kita gak jadi ke mall?"tanya vina.


"boleh ayo kita belanja karena disini ada anak Papah yang kembar"aditya mengelus dan mencium perut vina.


"mas malu tuh banyak orang ngeliatin"Pekik Vina karena banyak sekali yang memperhatikan mereka.


"buat apa malu memang kita gak pake baju sampai malu"ucap aditya membukakan pintu mobil untuk vina.


Aditya mengitari mobilnya sebelum duduk di kursi kemudi.


"mas dulu aku pernah punya tetangga dia juga memiliki anak kembar dan aku sangat ingin miliki anak kembar seperti itu tapi dia bilang 'jika ingin memiliki anak kembar biasanya terpengaruh dari keturunan maksudnya saudara diatas kita memang ada yang kembar'tapi mas aku gak punya saudara kembar apalagi kamu, atau mamah dan papah apa mereka punya?"tanya vina.


"tidak sayang mamah ataupun papah tidak punya saudara kembar. ya sudahlah aku rasa memiliki anak kembar bukan karena faktor keturunan tapi karena usaha papahnya yang setiap hari"ucap aditya.


"ihh mas..."pekik Vina mencubit perut suaminya.


"aduh sayang sakit tapi memang benar yang kan kamu tahu sendiri bagaimana aku berusaha setiap hari pagi dan malam hayo aja"ucap aditya lagi.


"mas ih udah!!!"Vina memukul bahu aditya.


"hahaha kamu tuh lucu tau kaya tahu bulet"ucap aditya.


"aku gemuk gitu?"tanya Vina melotot.


"ihh bukan sayang kamu tuh kaya tahu bulet gurih gurih enyoyy"canda aditya.


"penyedap rasa kali ah gurih"saut vina.


"iya kamu penyedap rasa di dalam hidup aku"ucap Aditya serius.


"dan kamu adalah gula dalam hatiku"jawab vina.


Mobil Aditya memasuki kawasan mall besar dan mewah, Aditya memarkirkan mobilnya di basemen kemudian menggandeng tangan istrinya masuk.


"Sayang kita langsung ke toko bayi aja ya"ucap aditya.


"iya deh mas ayo"jawab vina.


Baby shop sweet tulisan itu terpampang di atas pintu masuk dengan dihiasi lampu warna-warni.


"Mas apa yang mau kita beli, ranjang kita sudah punya milik Al 1 punya Revan dan Bagas"ucap vina ketika Aditya melihat lihat ranjang mini.


"ya sudah kita beli pakaian aja ya"tutur Aditya.


"jangan mas kan kita belum tau jenis kelamin anak kita apa jadi nanti aja ya"ucap vina.


"terus kita beli apa?"tanya aditya dengan mulut yang masih mengap.


"beliin baju buat Al, Revan,bagas, Daniel,dan Rizki"jawab vina.


"ya sudah ayo"Aditya mengikuti kemauan istri kesayangannya itu.


Setelah hampir memborong seisi toko Vina dan Aditya keluar dengan beberapa paperbag ditangan Aditya.


"mas sini biar aku bantu"ucap vina ingin mengambil tentengan ditangan kanan aditya.


"gak usah sayang gak apa apa,oh iya apa kamu tidak mau membeli sesuatu lagi?"tanya aditya.


"ya udah ayo"ajak aditya.


Aditya duduk di sofa yang disediakan toko pakaian wanita itu sambil memainkan ponselnya, Seorang karyawan cantik dan muda ya bisa dibilang lebih muda dari Vina terus memperhatikan Aditya yang sedang ongkang ongkang kaki.


"Heh kenapa lu?"tanya teman wanita itu.


"itu lihat deh ganteng banget ya dan lihat kayanya dia orkay"jawab wanita itu.


"jangan macem macem lo, noh liat bininya"temannya menujuk vina yang sedang memilih pakaian.


"itu?ya masih cantikan gw kemana mana lah,lu liat pake makeup aja tipis gitu terus itu lihat perutnya gede gitu gw yakin tuh lakinya udah gak demen"ucap karyawan wanita itu.


"Kecakepan lo ya jauh lebih cantikan dia lah dan gw yakin tuh lakinya gak akan mao ama Lo"temannya menujuk wajah wanita itu.


Wanita itu mencoba mencari perhatian aditya dengan berpura-pura menawarkan pakaian wanita sebelum itu tak lupa dia membuka 2 kancing kemejanya membuat suatu yang seharusnya tidak dilihat seorang pria terlihat.


"permisi pak"ucap karyawan muda itu.


Aditya menengok sebenar,melihat tingkah mencurigakan wanita itu Aditya tidak menjawab ataupun menatapnya.


"kami ingin menawarkan pakaian untuk istri anda, mohon dilihat dulu"sambung wanita itu.


Dari dekat lemari Vina memerhatikan gerak gerik wanita yang mencoba mendekati suaminya apalagi ketika melihat gunung Himalaya itu hampir menyambul keluar.


"tidak bisa dibiarkan"ucap Vina geram.


"mas ayo kita pulang"ajak Vina menarik tangan aditya membuat Aditya bingung.


"sayang ada apa?apa bajunya tidak ada yang bagus?"tanya aditya.


"bagus hanya saja sikap karyawannya yang tidak bagus"ketus vina.


"Panggilan manager disini!!"perintah aditya tiba tiba.


Karyawan tadi terlihat panas dingin mendengar suara Aditya yang mengglegar tak lama manager toko itu datang.


"Tuan Aditya,maaf tuan jika ada pelayanan kami yang kurang memuaskan anda"manager itu peka terhadap sikap aditya,dia tau jika Aditya memanggil maka sesuatu yang tidak diinginkannya terjadi.


"Siapa karyawan ini?apa dia tidak tahu sopan santun?"tanya Aditya menunjuk wanita tadi.


"dia pekerja baru disini tuan"jawab manager itu.


"berikan gaji 2X lipat kemudian suruh dia pergi jangan sampai aku melihat wajahnya lagi"tutur Aditya tegas.


"mas kamu apa apaan sih"ucap vina kaget suaminya dengan mudah memerintah.


"Baik tuan"jawab manager itu menuruti kemauan aditya.


"bungkus dan bawa kerumahku pakaian tebaik disini"perintahnya lagi.


"baik tuan"


Aditya menarik tangan istrinya meninggalkan toko itu untuk kembali ke mobil dan pulang, sepanjang jalan Vina bertanya kenapa Aditya dengan mudah memecat orang lain padahal itu bukan toko miliknya.


"mas kenapa kamu pecat wanita tadi dia masih muda dan yang lebih aku tidak mengerti adalah kenapa kamu dengan mudah memecat orang lain padahal toko itu bukan milikmu"ucap vina pada Aditya yang fokus menyetir.


"Karena mall itu milikku,ya milik suami kamu"jawab Aditya santai.


"ha?? beneran mas?"tanya Vina terkejut.


"iya tapi memang tidak ada yang tahu tentang itu tak terkecuali mamah dan papah hanya aku dan Aldo yang tahu"jelas aditya.


"Mas tapi seharusnya kamu tidak memecat wanita tadi kasihan dia"ucap vina.


"kasihan tapi tadi marah"canda aditya.


"ya bagaimana tidak marah kamu lihat tadi gunung Himalaya itu hampir saja menyambut mu keluar andai saja aku tidak datang mungkin itu sudah manyambul keluar"jawab Vina kesal.


"Aku tidak akan tergoda dengan gunung Himalaya itu sayang karena aku sudah memiliki gunung jaya Wijaya disini"Aditya memegang gunung milik Vina membuat vina mendadak lemas aliran darah menjadi cepat dari ujung kepala sampai ujung kaki nya.


"mas lepas"ucap Vina menepis tangan aditya.


"Kenapa sayang?"tanya aditya menggoda.


"tidak apa apa sudah cepat mas aku mau pulang capek"Jawab Vina ketus.


Aditya hanya tersenyum sesungguhnya dia tau apa yang dirasakan istrinya.


Mobil aditya memasuki pekarangan Mansion,Vina dan Aditya berjalan masuk dengan beriringan, dilihat rumah tampak sepi.


"Kemana semua orang mas?"tanya Vina celingak-celinguk.


"mungkin ditanam sayang,ayo"aditya menarik istrinya ke taman belakang.


"Mamah??"panggil Vina ketika Melihat naina dan yang lain sedang menikmati bunga bunga di salah satu saung rotan yang dibuat mang Ucup sambil menyeruput jus jeruk yang segar dan dingin.


"sayang kalian sudah pulang? bagaimana nak semua baik dengan cucuku yang satu ini?"tanya naina antusias.


"tidak mah"Jawab Aditya sedih membuat raut wajah semua orang berubah.


"ada apa nak?"tanya rudi khawatir


"Vina dia.... anaknya...."Aditya sengaja menggoda keluarganya.


"dit jangan bicara berbelit-belit begitu, katakan"ucap Rendy.


"Vina sayang aku tidak kuat menyampaikannya,kamu saja"titah aditya menutup matanya seakan tidak kuat mendengar pernyataan pahit.


"kak semua baik kan? jangan membuat kami khawatir"ucap risa.


"iya Vina katakan"ucap imel.


"aku...aku.....aku sebenarnya aku"Vina ikut menggoda keluarganya.


"katakan nak"naina sudah berkaca-kaca.


"Aku hamil anak kembar mah"jawab vina membuat raut wajah keluarga lagi lagi berubah.


"Benarkah?? Vina apa itu benar?"tanya rudi berbinar.


"iya pah aku hamil anak kembar"jawab vina.


"lalu bocah ini kenapa kau membuat kami khawatir dengan ucapan mu"rudi beralih menatap anaknya.


"April mop pah,,, hahahah"tawa aditya keras.


"kurang ngajar kau"geram rudi.


"biar aku saja pah"ucap Aldo dan kemudian ingin memukul Aditya namun Aditya sudah berlari alhasil 2 pria tampan itu bermain kejar-kejaran.


"sini kau,kau bilang apa? April mop?lihat bulan apa sekarang bodoh"teriak aldo sambil terus mengejar aditya.


"kak Adit itu sekarang kan bulan Juni kenapa jadi April mop"ucap rafly.


Aditya dan Aldo masih main kejar-kejaran membuat semua keluarga tertawa tak terkecuali para pelayan yang ada disana.


"Adit Aldo sudah nak astaga kalian seperti anak kecil saja"teriak naina sambil tertawa.


"nanti mah aku mau memukuli si tua Bangka ini disudah hampir membuat kita serangan jantung"Jawab aldo.


"Hahahaha....wleee...."Aditya berlari dan menjulurkan lidahnya meledek aldo.


bikin ketawa gak nih???🤣🤣


JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU DI @Alfianaaa05_


BERSAMBUNG.......