
"untuk bisa memaafkannya itu sangat sulit tapi saya berdoa semoga dia tenang di alam sana"jawab aditya.
kedua orang tua alex pergi membawa jenazah anak mereka menggunakan ambulans,Aditya dan yang lain hanya menatap kepergian mereka.
1 hari Vina tidak sadar, 2 hari belum juga sadar akhirnya hari ke 3 vina telah sadar namun belum bisa diajak bicara.
Mereka menunggu di luar ruang perawatan Vina, mengingat sudah berapa kali Vina masuk ruang perawatan.
"Kenapa selalu Vina yang harus terbaring disana, pertama kecelakaan itu dan sekarang ini"ucap naina matanya menatap lurus ke pintu perawatan.
Rendy keluar dari ruang perawatan vina,aditya langsung menghampiri Vina untuk menanyakan kemajuan Vina.
"Rend bagaimana?"tanya aditya berbinar
"Ayo masuk"ajak rendy.
naina,Rudi,Aditya,aldo,dila,imel dan rendy masuk ke dalam kamar perawatan Vina, terlihat Vina yang berbaring diranjang tatapan matanya masih kosong dan wajahnya terlihat pucat.
"Nona bagaimana keadaan anda?"tanya zidan.
Vina tidak menjawab pertanyaan dokter,matanya berkeliling melihat semua orang.
"Mereka semua siapa dok?"tanya vina.
Pertanyaan Vina sontak membuat seluruh keluarga terkejut.
"apa maksudmu sayang?"aditya bertanya pada Vina.
"Sayang?kenapa anda memanggil saya sayang?anda siapa?"tanya Vina menatap bingung pada aditya.
"Vina kamu tidak ingat pada kami?"tanya Dila.
"Vina?siapa Vina? kalian siapa?"Vina terdengar lemah bercampur takut.
"dok mereka semua siapa....ahhh"Vina berteriak memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Nona Vina tenang jangan mencoba untuk mengingat"ucap Zidan.
Rendy memerintahkan seorang suster untuk memberi Vina obat penenang dan setelah menyuntikan obat Vina tertidur.
"rend apa apaan ini kenapa dia tidak bisa mengingat kami?"tanya dila.
"kalian semua ikutlah keruangan ku"ajak rendy.
mereka meninggalkan kamar Vina dan segera ke ruangan rendy.
"dokter Zidan bisa anda jelaskan?"tanya rendy.
"begini tuan dan nyonya, benturan keras yang mengenai kepala nona Vina membuat ingatannya hilang,apa sebelumnya nona Vina pernah mengalami kecelakaan yang sama?"tanya zidan.
"iya dok beberapa tahun lalu Vina pernah mengalami kecelakaan"jawab naina.
"kecelakaan sebelumnya memang tidak membuat ingatannya hilang tapi membuat hippocampus nya retak dan kecelakaan ini benar benar membuat hippocampus nya hancur dan tidak mengingat apapun"jelas Zidan.
"tapi apa dia akan bisa mengingat suatu hari nanti?"tanya Aditya.
"kecil kemungkinan untuk nya mengingat kembali masa lalunya"jawab Zidan.
"dan saya minta jangan menekannya untuk mengingat kembali"sambung Zidan.
Aditya hanya bisa diam tak menjawab perkataan dokter,rasanya saat ini dia benar benar hancur mendengar istrinya tidak mengingatnya bahkan namanya sendiri.
"Adit kau harus sabar nak semua ini adalah ujian cinta kalian"ucap Rudi yang juga terdengar terpukul.
"kenapa semua jadi begini ya Allah"aditya memprotes pada sang pencipta.
"Adit dengar nak dulu Vina yang berusaha untuk membuatmu jatuh cinta padanya sekarang kau yang harus membuat nya jatuh cinta padamu... berjuanglah nak mamah yakin kamu bisa"ucap naina.
"yang dikatakan mamah benar dit kau harus memperjuangkan cinta Vina"sambung aldo.
"kau bisa dit bisa"Rendy ikut menyemangati aditya.
Semangat yang diberikan keluarganya membuat aditya yakin bahwa dia bisa mendapatkan cinta seorang Vina.
Sedangkan diruang Vina,suster sedang mengganti cairan infus Vina.
Vina terus memikirkan keluarga yang tadi mengunjunginya.
"Apa benar namaku Vina?lalu mereka semua tadi siapa??"Vina bertanya tanya pada dirinya.
pintu ruangannya terbuka memperlihatkan keluarga aditya yang saat ini tidak diingat oleh Vina.
"kau baik baik saja nak?"tanya naina.
"kami...kami adalah keluarga bos mu Vina mungkin kau tidak ingat kau berkerja sebagai asisten pribadi putraku aditya"ucap naina menunjuk Aditya.
Aditya menunjukan senyum nya pada Vina,Vina menatap Aditya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"kenapa aku seperti tidak asing dengan nya"gumam Vina masih menatap aditya.
Bagaimana tidak Vina dia adalah suamimu nak suami yang sangat kau cintai
naina berbicara dalam hati ingin dia mengatakan yang sebenarnya tapi dia juga tidak mau hal buruk terjadi pada menantunya.
Dila dan Imel menutup mulutnya agar tidak terdengar terisak,badan mereka gemetar menahan tangis melihat Vina yang tidak mengingat keluarganya.
"kalian berdua kenapa menangis?"tanya vina pada dila dan imel.
"ahh tidak kami hanya senang melihat mu sudah sadar"jawab dila.
"senang? aku hanya seorang asisten pribadi biasa,kenapa kalian begitu khawatir padaku?"jawab vina.
"ehh nona Vina lebih baik sekarang anda istirahat setalah anda sembuh anda diperbolehkan pulang"ucap rendy yang tidak mau membuat seluruh keluarga semakin menangis.
"dok aku bisa bertanya padamu?"tanya vina.
"katakan"jawab rendy.
"Apa keluargaku ada disini?dimana mereka?"tanya vina.
Mereka semua keluargamu Vina andai aku bisa mengatakan yang sebenarnya
"ehh iya nona sekarang keluarga anda dalam perjalanan menuju kemari karena keluarga anda tinggal diluar kota"jawab Rendy
"baiklah terimaksih"ucap Vina menunduk sopan.
Mereka keluar dari ruangan Vina, tangis kedua sahabat dan ibu mertuanya tak dapat dibendung lagi, mereka menangis didalam dekapan suami mereka.
"hiks...hiks... sekarang bagaimana dengan Al dia membutuhkan ibunya"ucap naina.
"kenapa Vina tidak mengingat kami rend kenapa"Imel menangis tersedu-sedu dalam pelukan Rendy.
"hiks...hiks...Vina kau bahkan tidak ingat denganku"dila tak kalah histeris.
Aditya? jangan tanya aditya, saat ini dia hanya bisa menitihkan air mata tatapan matanya kosong,tubuhnya lemah lunglai pikirannya dipenuhi ingatan bersama Vina mulai dari pertemuan pertama sampai mereka saling mencintai.
*ini namanya ciuman selama pagi,aku akan memberikan ini setiap hari pak dan kau tidak bisa menolak itu.
pak biar aku bantu
mas aku mencintaimu
mas aku hamil mas aku hamil*
ucapan ucapan itu berputar mengelilingi pikiran aditya, aditya memegangi kepalanya yang terasa pusing, aditya memejamkan matanya lagi lagi wajah cantik istrinya yang melintas.
"hiks...hiks... Vina...."Aditya mengeluarkan kesedihannya saat ini.
Rasa sakit di hatinya ketika tahu Vina tidak mengingat bahwa dia adalah suaminya dia memikirkan bagaimana nasib anaknya jika ibunya sendiri tidak ingat.
"kenapa ya Allah kenapa kau harus menguji ku seberat ini"protes aditya.
"Adit tenanglah besok Vina akan diperbolehkan pulang, Dina juga sudah sampai dimansion. Kita akan mengatakan padanya bahwa dina bekerja dirumah kita dan mereka tinggal bersama kita dimansion... Sekarang berhentilah menangis"naina menangkup wajah aditya dan memeluknya.
Malam hari semua pulang kerumah hanya aditya yang menemani Vina dirumah sakit.
"pak kenapa anda mau menemani saya disini lebih baik bapak pulang istri bapak pasti akan khawatir"ucap Vina.
bagaimana istriku akan khawatir jika sekarang istriku ada bersamaku... sayang kamu lah istriku wanitaku sayang kau...
Rasanya dia benar benar tidak tahan untuk terus diam tapi ingat dengan perkataan Zidan yang bisa membahayakan keselamatan vina dia menahan untuk bicara yang sebenarnya.
"tidak masalah kau istirahat lah aku masih ada kerajaan"Aditya keluar dari ruangan vina dan duduk dibangku depan kamar perawatan vina.
Aditya benar benar merasa frustasi dengan keadaan saat ini,dia ingin marah pada orang yang membuat semua ini terjadi tapi sayang orang itu sudah tiada akibat bunuh diri.
BERSAMBUNG....
VOTE YA VOTE NANTI AKU UP 5 EPS DAH YANG PENTING VOTE NYA LANCAR YA😂😂✌️
AKU TUNGGU LIKE DAN KOMENNYA JUGA ❤️🌷
TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️🌺