My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 202



Vina pergi ke dapur membuatkan puding mangga untuk anaknya sedangkan Al bersama aditya di kamar mereka menyaksikan kartun Doraemon kesukaan Al.


"Bi tolong kupasin mangga yang matang ya bi buat Al minta bikinin puding mangga"ucap vina pada bi suti.


"Iya non"jawab bi Suti.


10 menit setelah selesai membuat puding dan mendinginkan nya,vina memasukan puding yang ia buat ke dalam kulkas menunggu dingin.


"Non ada telepon"ucap bi ijah datang menghampiri vina.


"Dari siapa bi?"tanya vina.


"non risa"jawab bi ijah.


Vina mengangguk kemudian pergi ke ruang tamu, meraih gagang telepon dan berucap halo dengan si penelpon di seberang sana.


"Kak,maaf ya baru telepon aku sudah mendengar apa yang ka Adit alami di Surabaya waktu itu.Sekarang kondisimu bagaimana?"


"iya risa, bagaimana kabar keponakanku yang tampan itu?"


"Baik kak sedang tidur,oh ya aku tidak bisa datang dengan waktu dekat ini ada beberapa masalah yang sedang kami hadapi di perusahaan tapi kami akan segera kesana jika semua disini sudah stabil"


"Apa kamu membutuhkan bantuan mas adit risa?"


"Tidak kak, terimakasih.Aku tutup ka assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setalah menutup telepon,vina pergi kembali ke dapur mengambil bubur yang ia buat untuk anaknya.


"Bi nanti kalo udah jadi tolong di tata masukin ke mangkok kecil ya pudingnya"ucap vina.


"iya non"


Vina membawa semangkuk bubur dan segelas air putih, menginjakan kakinya di setiap anak tangga yang menjadi jalan menuju Kamarnya.


Pintu kamar yang terbuka mempermudah vina membuka pintu, dengan dorongan pelan dari bahunya pintu terbuka memperlihatkan Al yang sedang melompat diatas kasur sedangkan aditya sedang asik bermimpi alias tidur.


"Wahh anak mamah udah sembuh ya,lagi nonton apa nih??"tanya vina meletakan nampan yang ia bawa di meja sudut kamar.


"mas,mas bilang tadi mau jagain anaknya eh malah tidur.Dasar papah"desis vina geleng geleng kepala sambil bertolak pinggang.


"mama....uding mana???"tanya Al turun dari ranjang menghampiri ibunya.


"ada dibawah, sekarang Al makan terus minum obat baru makan puding,oke??"jelas vina menyatukan jari telunjuk dan jempol membentuk huruf O.


Al menurut, duduk di samping vina kemudian mulai menyantap bubur buatan vina yang selalu menjadi favorit bocah itu.


"nene kapan kesini ma??"tanya Al dengan bahasa cadel nya.


"Oh iya coba mamah telepon ya"saut vina kemudian mengambil ponsel dan menghubungi dina.


Tut.....Tut......


"Assalamualaikum sayang"


"waalaikumsalam salam bu, gimana kabar ibu sama Iqbal?"


"Alhamdulillah baik nak, cucu ibu mana??"


"nene???!!!cini nene ain cama Al"


"Besok nenek kesana sayang nanti kita main ya sama Abang Iqbal"


"Kakakkkk!!!!"


"Iqbal,apa kabar sayang??kamu udah gede aja ya"


"aku baik kak,iya dong masa aku mau kecil terus.Hehehe"


"Gimana sekolahnya? lancar?"


"Alhamdulillah lancar kak,aku mau meneruskan sekolahku di Indonesia tapi sayang disini aku dapet beasiswa buat sekolah menengah pertama"


"kakak bangga sama kamu bal"ucap vina tanpa sadar air matanya terjatuh.


"kakak jangan menangis aku akan sekolah di Indonesia kalo kakak gak setuju"


"ini air mata bahagia bal, pokoknya kamu harus semangat sekolah buat kakak dan ibu bangga ya"


"iya kak"


Setalah selesai menyuapi Al,vina meremukan obat dengan sendok kemudian memberikannya pada Al.


"pait mama.... pait..."rengek Al mengibaskan tangannya merasa pahit dengan obat yang ia minum.


"Kan biar cepet sembuh sayang"ucap vina lembut kemudian memberikan kecupan di pipi anaknya.


"bangunin papah gih ajak main di taman"ujar vina menunjuk suaminya yang asik memeluk guling.


Al turun berlari mendekati ayahnya dan menggoyangkan bahu aditya.


"Papah angun,ayo ain di taman"


"mama.....hua...."Al justru menangis melihat vina ikut berbaring di samping ayahnya yang molor.


"mas bangun??"bisik vina namun tidak di gubris oleh aditya yang begitu pulas tidur.


Aditya tidak bergerak sama sekali,vina memposisikan tubuhnya dengan bertumpu pada siku,dia punya cara sendiri untuk membangunkan suaminya.


"Al tuh lihat doraemon lagi main sama Nobita"ucap vina menunjuk layar tv.


Al beralih melihat tv, selagi Al fokus degan tontonan nya vina mendekati wajahnya ke wajah aditya.Vina membuka mulut membiarkan bibir aditya berada di mulutnya kemudian.


"mmmmmhhhh"erang aditya merasa sakit dibagian bibirnya yang digigit oleh vina.


"Sayang kenapa di gigit???"tanya aditya mengubah posisinya menjadi duduk sambil menekuk wajahnya.


"Abisnya dibangunin gak bangun bangun ya jadi aku gigit aja"jawab vina menunjukan wajah tanpa dosa nya.


"Sakit sayang"rengek aditya mengusap bibirnya yang terasa perih.


"Sakit mas??coba sini aku lihat"ucap vina menarik wajah aditya sambil mengusap bibir suaminya.


Aditya menunjukan seringai iblis nya dan langsung melahap habis bibir istrinya yang menggoda itu.


Vina membulatkan matanya sambil memukul dada aditya karena terkejut.


"mas ada Al ihhh"desis vina kesal pada suaminya.


"Tuh lagi ongkang ongkang kaki sambil nonton doraemon ini yangg, gak ngeliat dia"balas aditya.


"Udah ah aku mau turun mau ajak Al main di taman belakang"ketus vina kemudian menggendong anaknya namun tiba tiba perutnya terasa sakit.


"Aduhh aduhh....."


"Sayang???"panggil aditya mengambil Al dari gendongan istrinya dan menurunkan nya setelah itu menuntun istrinya untuk duduk di pinggiran ranjang.


"Sayang kamu gak apa apa?? kita ke dokter ya"ucap aditya jongkok di depan vina.


"Aku gak apa apa mas cuma kontraksi sedikit aja"jawab vina.


"Ya udah kamu istirahat aja ya aku ajak Al ke taman dulu"tutur aditya diangguki vina.


"Al main sama papah aja ya,mamah istirahat dulu ya"ucap aditya pada anaknya.


"mama"Al memeluk paha vina menyadarkan kepalanya.


"Anak mamah manja nih"ucap vina menunduk mencium pipi anaknya.


"yaudah sayang aku ke bawah dulu ya"ujar aditya kemudian keluar dengan menggendong Al.


"Mau kemana dit?"tanya rendy.


"taman"jawab Al singkat.


"oh ayo bareng sekalian nih revan gatau kenapa rewel banget"ujar rendy.


Dua hot Daddy itu berjalan menuruni tangga, pintu kamar pertama yang ada di dekat tangga terbuka memperlihatkan aldo yang sedang menggendong bagas dengan posisi duduk.


"Mau kemana kalian?"tanya aldo pada aditya dan rendy.


"Akrobat"balas rendy asal.


"Cih ditanya apa dijawab apa gak nyambung"umpat aldo melirik sinis pada rendy.


"kami mau ke taman,kau mau ikut? hari ini kita menjadi seorang ibu"jawab aditya.


"Ayo deh"saut aldo.


Ketiganya berlenggang menuruni tangga, melewati lorong mewah yang menghubungkan ke taman belakang mansion.


"Tumben sekali Al bersama denganmu, dimana Vina?"tanya aldo.


"Dikamar, tiba tiba perutnya terasa sakit"jawab aditya.


"Aku harap bukan karena kau menggaulinya lagi dengan kasar"ucap rendy menyipitkan matanya.


Deg......


Aditya baru teringat istrinya pernah di diagnosis dokter, tiba tiba rasa bersalah kembali menyelimutinya.


"Dit???"panggil aldo pada aditya yang melamun.


"iya??"saut aditya.


"kau jangan pikirkan pertanyaanku, tadi aku hanya bercanda dit"ucap rendy.


"iya tenang saja"balas aditya mengangguk.


JANGAN LUPA BACA NOVELKU YANG LAIN MENIKAHI PRIA CACAT DEMI AYAH ❤️❤️


BERSAMBUNG......