My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 233



Vina masih setia menunggu Dina yang belum Sadarkan diri di ruang perawatan sementara aditya terpaksa pergi karena ada meeting yang tidak dapat di wakilkan.


"Vin"panggil rendy membuat vina mendongak menatap pada rendy.


"rendy??!"Dengan cepat Vina memposisikan tubuhnya berdiri. "Ada apa?apa ibuku sudah sadar?"sambung vina dengan hinar binar di matanya.


"Alhamdulillah ibu sudah sadar,dia di dalam bertanya tentang kau dan iqbal"jawab rendy menunjuk ruangan dimana dina dirawat.


"Boleh aku menemuinya?"Tanya vina dibalas anggukan dan senyum kecil oleh rendy.


"Rend,aku menunggu penjelasan darimu"ucap vina menoleh pada rendy.


Vina berlari ke depan ruangan dina namun sebelum itu seorang suster memberikan baju khusus padanya.


Ceklek.


Tangannya meraih engsel pintu, perlahan-lahan memperlihatkan seorang wanita paruh baya sedang berbaring dengan alat infus di hidungnya.


"Vina??"panggil dina pelan bahkan tidak terdengar hanya gerakan mulut nya.


Vina menitihkan air mata nya seraya mendekatinya dina.


"Ba..,bagaimana keadaan ibu??"tanya vina terbata bata karena Isak tangisnya.


"Jangan menangis vin, sudah cukup selama ini kamu menangis. Ibu baik baik saja"ujar dina berusaha memegang pipi sang putri.


"Vina janji akan mencarikan pendonornya untuk ibu"Ucap vina memegang tangan ibunya yang ada di pipi.


"Sudah nak jangan di bahas,dimana Iqbal?"tanya dina mengalihkan pembicaraan.


"Iqbal pulang dengan papah dan mamah 1 jam lalu"jawab vina.


"Kenapa kamu disini? seharusnya kamu di rumah dan istirahat"tutur dina.


"Aku tidak bisa tidur jika ibu belum kembali"saut vina menarik nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya. "Boleh aku tanya sesuatu?"tanya vina.


"Kenapa sayang?"tanya dina.


"Apa ibu menyembunyikan sesuatu lagi dariku?jujurlah bu"ucap vina memohon.


"Ibu tidak pernah berbohong padamu nak hanya saja belum saatnya kamu tahu semuanya"jelas dina.


"Aku sudah besar bu sudah sepantasnya aku tahu semuanya tanpa ada yang di tutupi"ucap vina menundukkan kepalanya dengan bahu yang gemetar.


"Kamu sudah mengetahui semuanya?"tanya dina ragu.


Vina mengangguk sambil mengelap air matanya dengan kasar. "Kenapa ibu melakukan itu? kenapa ibu membahayakan hidup ibu demi aku??"tanya Vina dengan sekuat tenaga menahan air matanya yang ingin jebol.


"Karena kamu anak ibu, seorang ibu akan melakukan apa saja demi anak anaknya"jawab dina menunjukan senyum lembutnya.


"tapi gak gini bu, seharusnya biar aku aja yang ngerasain sakit bukan ibu"Ucap Vina tangisnya tidak dapat dibendung lagi dan jebol begitu saja.


"Jangan nangis mulu ih nanti jelek"masih sempatnya dina bercanda untuk mencarikan suasana yang terasa hambar itu.


"Jangan bercanda terus bu"desis vina. "Ibu ceritakan semuanya kenapa aku bisa sampai kehilangan satu bagian hatiku"ujar vina lagi.


"Apa maksudmu vin?"Suara itu membuat vina dan dina menoleh ke belakang mendapati aditya,dila, aldo,imel dan rendy sedang berdiri di depan pintu.


"Kalian disini?"tanya Vina mendekati kelima orang itu.


"Sayang apa maksud kata katamu tadi?"tanya aditya.


"Mungkin rendy yang bisa menjelaskan semuanya"Vina beralih menatap rendy namun yang ditatap justru menundukkan kepalanya.


"Sayang maksudnya apa ini?"tanya Imel pada suaminya.


"aku akan menjelaskan semuanya, masuklah"tutur rendy karena saat ini mereka semua masih diambang pintu.


Aditya mengambil posisi di samping Vina yang terus menggenggam tangan dina sementara aldo,dila dan imel duduk di sofa.


"Vin, setalah aku ceritakan semuanya ku mohon kau harus kuat"ucap rendy.


"Kau jangan membuat orang bertambah penasaran sekaligus khawatir rend"ucap aldo.


"Baiklah dengar......,"


FLASHBACK ON


Hujan turun dengan begitu deras membasahi bumi,bau khas tanah tercium oleh Indra penciuman yang sudah banjir dengan cairan air mata yang lolos melewatinya.Sepasang suami istri sedang cekcok dalam urusan rumah tangganya.


"Aku lelah hidup berumahtangga denganmu"ucap seorang wanita sambil memeluk putri kecilnya yang ketakutan.


"Cukup Handoko,sudah berulang kali aku jelaskan gajimu hanya cukup untuk membayar hutang karena kelakuanmu sendiri yang suka minum dan judi,bahkan aku harus bekerja demi membiayai makan kita sehari hari"ucap dina dengan berani.


PLAKK


"kurang ajar, istri gak tahu di untung kau. Cih"umpat Handoko setelah menampar pipi dina dengan keras.


"Jangan sakiti ibu"ucap seorang gadis usia 6 tahun yang tak lain adalah vina.


"Diam kau"bentak handoko.


"Mas,jangan berani membentak anakku"ucap dina semakin mengeratkan pelukannya.


"Anak ini hanya bisa merepotkan saja, lebih baik aku habisi"ucap Handoko entah dapat darimana tangannya sudah erat menggenggam sebuah pisau.


"Tidak, jangan!!!! jangan sakiti anakku lebih baik kau sakiti aku saja"pinta dina memohon agar putrinya baik baik saja.


"Akan lebih baik jika menyakiti kalian. Jadi......,"Handoko menjeda perkataannya kemudian menarik Vina dari pelukan dina.


Sreeekkkkkk


Pisau tepat mengenai bagian perut Vina dengan dalam,teriakannya membuat telinga dan hati Dina terasa sakit melihat putri nya yang sudah berlumuran darah.


"Ibu??!!!!"Teriak Vina dengan melengking khas suara anak perempuan.


"Vina?!!!!"dina menghampiri Vina kemudian menggendong dan membawanya ke rumah sakit.


Vina di larikan ke rumah sakit, setelah di periksa dokter mengatakan vina harus di operasi sampai suatu berita yang membuat dunia seakan berhenti berputar.


"Karena tusukan yang terlalu dalam, satu bagian hati putri ibu harus kami buang karena jika tidak itu akan membahayakan nyawa nya"ucap dokter dengan berat.


"Dok apa yang akan dialami putri saya jika sampai kehilangan satu bagian hatinya?"tanya dina.


"Sakit dan juga makan makanan yang tidak asin dan kemungkinan besar juga ia akan mudah lelah hingga sering jatuh pingsan"jawab dokter.


"Tidak dok, anak saya gak boleh merasakan itu. Dok ambil hati saya agar putri saya bisa pulih"ucap dina memohon.


"Ibu yakin?"tanya dokter dijawab anggukkan kepala berkali-kali oleh dina.


FLASHBACK OFF


"Sejak operasi itu ayah vina memang berubah menjadi lebih baik tapi semua tidak bertahan lama bahkan vina sendiri tahu kapan terkahir ayahnya berlaku kasar"jelas rendy mengakhiri ceritanya.


Vina mendadak lemas, tubuhnya tak kuat menopang berat badannya hampir saja dia terjatuh beruntung aditya dengan cepat menahan tubuh istrinya.


"Hiks...hiks...kenapa aku harus memiliki ayah sepertinya bu...haaa....."Tangis vina setiap katanya hampir tidak terdengar karena tangisannya yang semakin keras.


"Vina sudah nak itu hanya masa lalu"ucap dina membuat vina menengok pada ibunya.


"Maaf"ucap vina lirih menjatuhkan kepalanya di kaki sang ibu.


"Vin jangan begini, kemarilah"ucap dina memegang bahu Vina yang bergetar karena tangisannya.


Aditya tak kuasa menahan air matanya mendengar cerita Rendy, sungguh berat masa kecil Istrinya disaat dia bahagia dengan banyak mainan vina Justru harus kuat menghadap ayahnya yang kasar.


"Hiks vin sudah"ucap dina mengelus kepala vina, matanya ikut banjir setelah semua masa kecil sahabatnya di ketahui.


Selama ini vina selalu menyembunyikan masalah keluarga nya dari dila maupun Imel hingga akhirnya keduanya tahu dan memutuskan untuk membantu biaya Vina agar bisa membanggakan ibunya.


"Hiks... ibu...hiks aku sayang sama ibu... aku janji akan cari pendonor untuk ibu"ucap vina masih dengan tangisannya.


"Ibu gak apa apa sayang,kok anak ibu jadi cengeng sih ih malu tuh sama suaminya"ledek dina tertawa dibuat buat.


"Ibu menangis lah aku tahu ibu menahannya"ucap imel sekuat tenaga dia melancarkan perkataanya yang sejak tadi seperti tercekat di tenggorokan.


"Makasih ya,selama ini kamu sama dila sudah membantu vina. Vina beruntung punya Sahabat seperti kalian"ucap dina tulus.


"Kita juga beruntung bu,ibu harus sembuh ya"ucap Imel tersenyum.


"Sayang sudah jangan menangis"ucap aditya memegang kedua bahu Vina mengajaknya untuk berdiri tegak.


"Vin,jam besuk sudah habis biarkan ibu istirahat dulu ya"ucap rendy.


"aku selalu ada untuk ibu, jangan takut ya bu"ucap vina kemudian mencium kening Dina penuh kasih sayang.


MOHON MAAF READ KARENA JARANG UP, TAPI TOLONG BANGET JANGAN PADA KABUR YA DARI CERITA INI🤧😫😫


BERSAMBUNG......