My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 201



Tengah malam vina terbangun karena tenggorokannya terasa kering dan perlu di siram air,Vina turun dari ranjang meraih gelas dan teko kaca yang ada diatas nakas.


"ahh akhirnya segera juga"gumam vina setelah meneguk setengah gelas air putih.


Vina menghabiskan air putihnya dan kembali berbaring, ketika siap untuk menyelimuti dirinya dan Al vina terhenti karena melihat posisi tidur aditya yang tidak nyaman.


Vina turun lagi menghampiri suaminya yang ada di sebrang dengan Al sebagai jarak,merubah posisi aditya dari duduk menjadi tiduran kemudian menyelimutinya.


"Selamat malam sayang, terimaksihh karena telah mencintaiku"bisik vina mencium kening aditya dan bibirnya sekilas.


Vina kembali ke tempat tidurnya hingga akhirnya ia kembali masuk kedalam mimpi menyusul anak dan suaminya.


"Hik...hik....hik.....mama......"baru 5 menit vina memejamkan mata tiba tiba Al menangis yang langsung membuat vina melotot dan melihat anaknya yang sedang menangis tapi masih memejamkan matanya.


"Hus..hus...hus...hus....diam ya sayang jangan nangis ini mamah sayang"ucap vina sambil menepuk pantat Al.


Al tidak mau berhenti menangis,Vina menggendongnya dan menina bobokan nya.Suara tangis Al semakin kencang membuat aditya ikut terbangun dan melihat vina sedang menggendong sambil mengelus punggung Al.


"Sayang????"panggil aditya.


"maaf mas keganggu ya"saut vina melihat suaminya bangun.


"engga sayang,Al masih panas badannya?"tanya aditya menghampiri vina dan memegang dahi vina.


"Masih mas"jawab vina kemudian aditya mengambilkan benda kecil berwana putih dengan satu tombol dan mengarahkannya ke ketiak Al.


"37,5 yangg"ujar aditya melihat termometer digital yang habis mengecek suhu Al.


"Besok kita ke dokter ya mas aku takut Al kenapa napa"tutur vina diangguki aditya.


"ya udah itu Al udah tidur sana tidurin dan kamu istirahat dari pagi kamu gak istirahat"tutur aditya menujuk ranjang mengunakan dagunya.


"Kamu??"tanya vina.


"Aku jagain Al takut nangis lagi sekalian mau cek email dari kantor"Jawab aditya.


"Besok kamu harus kerja mas, tidur ya lagipula ini baru jam 2 pagi"ucap vina lembut pada suaminya yang tak kalah lembut itu.


"Besok aku libur sayang gak ada pekerjaan di kantor"jawab aditya.


"ya sudah, aku tidurin Al dulu ya"saut vina diangguki aditya.


Vina membaringkan Al pelan kemudian menyelimuti sampai sebatas mata kaki karena kata rendy jika sedang panas tidak baik diselimuti cukup matikan AC nya saja.


Vina ikut berbaring di samping anaknya sedangkan aditya sudah sibuk dengan laptop dipangkuan nya.


Vina mencoba memejamkan matanya namun sayang rasa kantuknya sudah hilang karena sudah 2 kali bangun, akhirnya vina memutuskan untuk ikut duduk bersama aditya di sofa.


"Loh yangg kok gak tidur?"tanya aditya melirik istrinya yang duduk disampingnya.


"gak ngantuk mas tadi aku udah bangun minum terus tidur lagi abis itu bangun lagi jadi gak ngantuk deh"jawab vina menjelaskan alur tidurnya.


"Jadi mau temenin aku kerja?"tanya aditya.


"mmm"jawab vina menyatukan bibirnya dan mengangguk.


Aditya meletakan laptopnya di atas meja kemudian meletakan kepalanya di pangkuan vina membuat vina bingung.


"loh katanya mau cek email?"tanya vina membelai dahi dan rambut suaminya.


"Itu bisa dikerjain nanti sayang aku mau gini dulu sama kamu"balas aditya menatap mata vina.


"Kenapa???"tanya vina pada aditya yang terus memperhatikan manik hitam matanya.


"Kamu makin cantik sayang"jawab aditya menggombal di tengah malam.


"Gombal, pasti ada maunya"desus vina sudah apal dalam sifat suaminya.


"Mau ini"saut aditya memegang bibir Vina.


"Dasar"pekik vina mencubit hidung mancung aditya.


"Boleh???"tanya aditya berbinar.


"kalaupun aku bilang gak boleh pasti kamu tetap nyosor"jawab vina mendelik tajam.


Aditya terkekeh kemudian menarik tengkuk istrinya pelan membiarkan bibir mereka saling menyatu memberi kehangatan di tengah malam.


"bilangnya mau jagain anak tapi malah ngambil kesempatan sama mamahnya"celetuk vina pada suaminya yang sudah memereteli pakaiannya.


"gak apa apa sayang jadi double kill"saut aditya tanpa dosa.


"ya udah iya aku ikhlas deh buat suamiku ini"balas vina membiarkan suaminya menjamah tubuh nya yang kian membesar karena kehamilannya.


1 jam lamanya permainan itu terjadi, namanya juga aditya kalo udah dikasih enak malah keenakan minta tambah lagi dan lagi.


"gak usah nanya mas atau aku pukul jidat paripurna kamu"desis vina menatap tajam suaminya yang sedang memangku wajahnya dengan tangan.


"Jidat aku bisa bikin siapa saja terhipnotis loh yangg jangan main main"ujar aditya percaya diri.


"mas kemarin ayam tetangga kejang kejang karena terlalu percaya diri"Sindir vina.


"Kalo aku kejang kejang karena cinta kamu sayang"saut aditya tersenyum manis.


"gak usah senyum senyum,aku tahu senyum kamu manis kaya klepon"ujar vina.


"hus klepon haram yangg"desis aditya.


"mana ada,dari zaman ibu aku baru bisa melek tuh makanan gak ada haramnya.Opini nya terlalu berlebihan"protes vina.


"Iya deh iya sekarang ayo tidur"ajak aditya mempererat pelukan pada istrinya beruntung sofa aditya berukuran 2 sitter jadi muat untuk keduanya sementara Al masih tidur dengan pulas di ranjang king size itu.


***


Pagi pagi vina membawa Al berjemur di teras depan rumah,banyak para tetangga yang menyapa menantu keluarga Brawijaya itu.


"selamat pagi nona aditya"sapa seorang ibu komplek dengan tentengan sayur di tangannya.


"ehh Bu rumi selamat pagi,sini mampir"saut vina ramah, Vina memang lumayan kenal dengan ibu komplek karena sering bertemu jika berbelanja sayur keliling di sekitar komplek.


"engga usah saya buru cuma mau nyapa aja,mamahnya ada?"tanya bu Rumi.


"mamah ada di dalam, mau dipanggilkan?"tanya vina.


"engga usah cuma ibu titip pesan nanti sore arisan di rumah bu Joko"ucap nya diangguki vina.


Setalah kepergian ibu komplek,vina kembali mengajak ngobrol anak kesayangannya itu.


"Al masih pusing gak?"tanya vina lembut.


"macih,Al mau makan uding watan mama"ucap Al meminta Vina membuat puding mangga kesukaannya.


"mau??yaudah yuk masuk mamah buatin puding buat Al"Vina menuntun anaknya masuk ke dalam rumah, biarpun sedang sakit setelan Al tetap kekinian dengan celana jeans pendek dan kau baby shark biru.


"Eehhh...ehhh....cucu Oma mau kemana nih udah ganteng???udah sembuh ya???"tanya naina menjegat jalan Al dan menghujaninya dengan ciuman.


"mau bikin puding oma"saut vina mewakili Al yang masih mendapat ciuman kasih sayang dari sang nenek.


"wahhh Oma minta ya nanti, boleh gak?"tanya Naina menggoda cucunya.


"boleh"jawab Al yang kini sudah lebih baik dari kemarin.


"Opa dikasih gak nih???"tanya rudi yang datang menghampiri istri, cucu dan menantunya.


"Boleh"jawab Al lagi.


Tak....tak.... tak....


Suara sendal sellow aditya menuruni tangga dengan pakaian santai tetapi tetap cool.


"mau kemana yangg?"tanya aditya.


"mau ke dapur mas Al minta bikinin puding"jawab vina.


"ke dapur aja cantik banget bikin aku pengen khilaf aja"saut aditya membuat Vina melotot tak percaya,bukan tanpa alasan vina bersikap begitu tapi ada naina dan rudi disana.


Plakkkkk


"ada kami disini jika kamu lupa"desis rudi menyentak dahi sang putra.


"ahhh papah ganggu keromantisan pengantin baru saja"protes Aditya.


"pengantin baru zaman Ki benen,nih anak siapa?anak sapi???"protes vina menujuk Al yang masih menggandeng tangan anaknya.


"ya anak kita yangg,ya meski pernikahan kita udah lama tapi kan tipikal rumah tangga kita kaya pasang baru"ujar aditya menyenggol bahu istrinya.


"dit mamah rasa kamu terpeleset di kamar mandi sampai otakmu ngelantur begitu"ucap naina yang sedari tadi memperhatikan sikap anaknya.


"engga mau gak kepeleset kok cuma salah minum obat aja"canda aditya mengundang tawa renyah dari mulut ketiganya.


"pantesan miring"cibir rudi.


DOAKAN AUTHOR PUNYA KELUARGA PENUH KASIH SAYANG DAN CANDA TAWA SEPERTI MEREKA YA SAYY 🤗🤗


sekarang up gak bisa lebih dari 1 episode ya guys soalnya aku juga harus ngejar novel yang satunya kalo aku bisa up lebih berarti otakku lagi lancar ya, heheheh 🤣🤣


BERSAMBUNG.......