My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 211



Aditya dan yang lain pergi ke ruangan bayi dimana kedua bayi vina berada,2 anak manusia mungil tengah tertidur dalam sebuah tabung hangat.


"mah anak anakku"ucap aditya melihat kedua anaknya, tanpa sadar air matanya berjatuhan.


"Mereka cantik seperti ibunya dan tampan seperti dirimu dit"saut naina menatap kedua cucunya.


"Mereka lucu sekali,aku yakin Al akan gemas padanya"ucap dila.


"Begitupun dengan bagas dan revan sayang"ujar aldo.


Cukup lama mereka melihat baby twins itu,mereka semua kembali ke depan ruangan vina.


"Mamah akan beli makanan dulu ya,kalian tunggu sini"ucap naina pada aditya,aldo dan dila.


"Iya mah"jawab dila sedangkan aditya dan aldo hanya mengangguk.


Aditya bangun dari duduknya mendekati pintu ruang perawatan Vina,jendela bundar itu memberi celah pada aditya untuk melihat keadaan istrinya saat ini.


"Sayang??"lirih aditya melihat vina yang belum sadarkan diri dengan selang di hidungnya.


"Sabar dit"ucap rendy yang datang mendekatinya.


"istriku akan baik-baik saja kan rend?"tanya aditya.


"Tentu saja"jawab rendy.


Waktu berjalan cepat,6 jam sudah vina tidur dan selama itu pula aditya tidak pergi kemanapun selain duduk menggenggam tangan di depan ruangan vina sedangkan semua keluarganya saat ini sedang pulang dan akan kembali lagi malam.


"Tuan aditya???"panggil dokter rani yang baru keluar dari ruangan vina.


"Bagaimana dok?"tanya aditya.


"Silahkan masuk"tutur dokter rani mempersilahkan aditya masuk.


Aditya masuk dengan langkah pelan mendekati brankar dimana seorang wanita sedang terbaring dengan senyuman yang manis.


"Sayang kamu tidak apa apa?"tanya aditya gemetar menahan tangisnya.


"Aku gak apa apa mas"jawab vina suaranya masih terdengar lemas.


"Terimaksih"ucap aditya tiba tiba.


"Untuk?"


"Tetap ada disini bersamaku dan memberikan aku 2 bayi mungil"


"Dimana anak anak kita?"tanya Vina melempar senyuman.


"Mereka masih di inkubator sayang"jawab aditya membelai puncak kepala vina.


"Sebentar ya biar saya ambil dulu anak anak anda"ujar dokter rani.


Vina mengangguk begitupun dengan aditya, aditya kembali memfokuskan pandangannya pada Vina yang sedang memandangnya juga.


"Jangan menatapku begitu mas"ucap vina.


"kenapa?aku hanya ingin menatap istriku dan wanitaku saja,apa itu salah?"saut aditya.


"Tidak, tapi tatapanmu itu berbahaya mas"ucap vina.


"kamu tahu sayang 8 jam 24 menit 15 detik, selama itu aku seperti orang yang tidak waras,aku takut kehilanganmu,aku takut Allah akan mengambilmu dariku,aku takut sayang aku sangat takut"ucap aditya kemudian memeluk Vina menumpahkan air matanya.


Vina begitu terkejut ketika aditya memeluknya tiba tiba ditambah lagi dengan tangis aditya yang tepat di telinganya.


"Mas,aku disini tidak akan kemanapun"ujar vina mengelus punggung aditya pelan.


"berjanjilah"tutur aditya.


"Aku berjanji sayang"jawab Vina.


Aditya melepas pelukannya dan mencium kening Vina, suara pintu terbuka memperlihatkan dokter dan suster yang membawa 2 bayi mungil ditangan mereka.


"Nona ini anak anak anda"ucap dokter rani memberikan bayi laki laki kepada vina sedangkan yang perempuan kepada aditya.


"Anak mamah"gumam Vina lirih mengelus pipi anaknya yang lembut selembut sutra.


"Sayang dia cantik sama sepertimu"ujar aditya menunjukan wajah anak perempuannya.


"Permisi"suara itu membuat aditya dan Vina menoleh ke pintu mendapati naina dan yang lain.


"Mamah,kemarilah"ucap vina.


Naina menghampiri vina dan memberinya kecupan di dahi sang menantu.


"Nak mamah bersyukur kamu tidak apa apa"ujar naina menitihkan air matanya.


"Iya mah Alhamdulillah"saut vina.


"Dit,ini cucuku?cucu perempuan ku?"tanya rudi menujuk anak di gendongannya.


"Dia cantik sekali sama seperti ibunya"ucap dila.


"Dan dia tampan seperti ayah dan kakaknya"ujar naina mengambil alih gendongan bayi laki-laki Vina.


"Keponakanku bertambah, yeayyy"ujar aldo girang membuat kepalan tangan dan mengarahkannya ke atas dan ke bawah.


"Adit siapa namanya?"tanya Rudi.


"Yang perempuan alisha vinara brawijaya nama itu aku dan Vina yang memilihnya sedangkan untuk yang laki namanya alvaro brawijaya"jawab aditya.


"Baby varo,haiii"seru dila mencubit hidung varo.


"My princess alisha kesayangan opa"ujar rudi.


"Al gimana mah?"tanya Vina tentang anak sulungnya.


"Dia dirumah sama dina,sejak kemarin dia menangis mencari kamu dan aditya sayang"jawab naina.


"mah bisa tolong sambungkan panggilan video pada orang rumah,aku ingin melihat Al"ucap vina.


Naina mengangguk kemudian menekan nomor dina yang tak lama langsung diangkat.


"Assalamualaikum bu"


"Vina?!! Alhamdulillah nak kamu sudah sadar, bagaimana keadaan mu sayang?"


"aku tidak apa apa bu,Bu aku mau lihat Al".


"Mama?????!!!?"


"sayang jangan nangis ya sebentar lagi mamah pulang sama Dede bayi"


"Dede uda kulual?"


"udah dong"


"Ya udah nak,kamu istirahat saja semoga bisa cepat pulang ya"


"iya Bu"


"Nona lebih baik anaknya diberi asi ekslusif terlebih dahulu"ucap dokter Rani.


"Iya baik dok"jawab vina.


Naina memberikan varo pada vina untuk di susui pada ibunya, bayi mungil itu menyusu dengan kuat pada vina membuat dada Vina sedikit sakit.


"Tahan nona memang anak laki laki jauh lebih kuat menyusunya dibanding anak perempuan"ujar dokter rani melihat raut wajah vina.


"Tapi waktu Al gak sesakit ini dok"ucap vina.


"Mungkin karena ini anak kedua nona jadi lebih kuat"jawab dokter rani sebenarnya rasa sakit yang Vina rasakan itu semua termasuk efek alat kontrasepsi yang ia gunakan.


"Apa sakit sekali sayang?"tanya aditya yang sejak tadi memperhatikan istrinya.


"mmm tidak mas"jawab vina.


"dit sekarang keduanya punya varo dan alisha,kau tidak punya lapak lagi"ledek Aldo.


"Kau dalam situasi seperti ini saja masih bisa berpikir begitu"geram aditya menarik telinga aldo.


Setalah menyusui varo,dokter menidurkan bayi itu di box bayi sedangkan vina kembali menyusui anak perempuannya.


"Cantiknya"gumam vina memandangi wajah putri kecilnya.


"Cantik seperti kamu Vin"ucap dila.


"Iya alhamdulilah papah dan mamah nya kan perpaduan bibit unggul"saut vina.


"Baby alisha yang cantik dan lucu,dia akan menjadi kesayangan semua kakaknya karena hanya dia satu satunya cucu perempuan di keluarga brawijaya"ucap aldo.


"tuan aditya nona Vina masih harus di rawat disini, untuk berapa lamanya kami akan melihat kondisi kedepannya terlebih dahulu"ucap dokter rani menjelaskan pada aditya.


"iya Baiklah dok"jawab Aditya.


dokter menidurkan alisha disamping varo kemudian memberikan suplemen vitamin kepada vina yang langsung di minum oleh ibu 3 anak itu.


"Baiklah semuanya,ibu muda cantiknya harus istirahat terlebih dahulu jadi kalian tolong keluar ya"ucap dokter rani.


"Baiklah dok, terimaksih"saut naina kemudian memboyong semuanya untuk keluar.


Alvin,Alvaro dan Alisha.Jangan sampai lupa ya guys sama nama anak anak mereka😉


Btw ada yang tau kenapa aku pilih nama anak Vina depannya Al semua???


BERSAMBUNG.........