
"Diam kau!!"pekik aditya.
"tidak apa apa malam ini dia pasti akan tidur dengan nyenyak bersama anak dan istrinya"ucap Vina kemudian menatap Aditya begitupun sebaliknya.
20:00 Wib
Mereka merayakan kembalinya ingatan Vina dengan menghabiskan waktu dirumah membuat kue dan menonton film horor bersama.
"Kalian berdua kan sedang hamil bagaimana jika kita membuat kue sesuai keinginan kedua bumil cantik ini?"ujar vina.
"tapi Vina kau kan baru sembuh sayang"ucap naina.
"aku tidak apa apa mah lagipula sepertinya menyenangkan membuat kue malam ini"jawab vina.
"Wahh boleh tuh....aku mau rainbow cake dan ante Vina yang harus membuatnya"ucap Imel dengan semangat.
"kalo aku.....hmmm..... aku juga sama mau rainbow cake supaya kehidupan anak anak kita berwarna seperti pelangi"sambung dila.
"Dengan senang hati nona"jawab Vina menunuk hormat.
Vina menyiapkan semua bahan untuk membuat kue dibantu oleh dina dan naina sedangkan 2 bumil itu hanya memperhatikan mereka bersama pada pria yang asik duduk di meja makan.
Seperti biasa jika Vina sedang berada di dapur Aditya pasti akan menganggu Vina dengan membawa bawa Al.
"Mama...mama"
Aditya menggerakkan tangan Al seraya mendekati Vina yang sibuk mengocok bahan bahan membuat kue.
"Mas jangan menggangguku disini banyak orang"bisik Vina tau tujuan suaminya.
"Memang kamu pikir aku mau apa?mau ini"ucap aditya mencium pipi Vina berkali kali.
"Adit!!!!"teriak naina melihat anaknya yang tidak tahu malunya sedangkan yang lain hanya terkekeh.
"apa mah?"tanya aditya santai.
"kamu tuh gak dimana mana nyosor aja... istri kamu lagi repot sini duduk"pekik naina.
Dengan wajah datarnya aditya duduk sambil memangku Al dan sesekali mengajak nya bercanda bersama Iqbal.
Adonan kue yang Vina buat sudah jadi kini tinggal memasukan nya ke dalam oven.
"Wahh baunya harum sekali...kakak memang hebat soal membuat kue"ucap Iqbal.
"iya kan bal kakak mu ini sejak dulu selalu membuat kita berdua iri padanya"saut Imel.
"heh kau ini sama temen sendiri aja iri"pekik vina.
"bagaimana tidak iri, dikampus dia menjadi incaran para mahasiswa begitu juga ketika sedang berada diluar dan jika di rumah dia membuat ku meronta ingin belajar masak"Dila menjawab perkataan Vina.
"Wah mamah penasaran kira kira ada berapa mantan Vina ya???"naina melirik Vina dan aditya bergantian.
"ahhhaha mamah bicara apa untuk apa mamah menanyakan hal yang tidak penting itu"ucap Vina mencoba untuk membuat naina tidak menanyakan masa kuliahnya.
"Tidak apa apa Vin kami akan menceritakan nya"saut imel.
"wah kami jadi ikut penasaran"sambung rendy.
"iyakan dit"Aldo menyenggol bahu aditya.
"iya"jawab aditya singkat rasanya dia gondok sekali harus mendengar mantan pacar istrinya sedangkan dia malah tidak punya mantan.
"kalian tahu dulu Vina pernah menjalin kasih dengan seorang mahasiswa di kampus tapi sayang hubungan mereka harus kandas ditengah jalan"cerita Imel.
"kenapa sayang?"tanya rendy penuh antusias.
Aku mohon jangan membuatku malu hei...
Vina menjerit takut temannya akan menceritakan kisah cinta monyet masa kuliahnya.
"karena....."Imel mengantung ucapannya dan melirik Vina.
"karena apa?"tanya rudi.
"hanya Vina yang tahu alasannya"jawab Dila.
Vina yang memejamkan matanya sontak membuka seraya membuang nafasnya lega.
Semua orang beralih menatap vina meminta penjelasan tentang kelanjutan cerita Imel.
"lanjutkan cerita Imel sayang"ucap dina.
"ahh sudah lah tidak usah dibahas"Jawab Vina.
"ayolah sayang aku juga penasaran"ucap aditya penasaran padahal sebenarnya hatinya kini ketar ketir mendengar kata mantan kekasih istrinya.
"ummmmm aku dan dia putus karena...karena dia meninggalkan ku dan memilih wanita lain"jawab vina menunduk.
"ha? bagiamana bisa seorang pria meninggalkan gadis baik sepertimu?"tanya Aldo.
"Mana ku tahu tapi sudahlah untuk apa membahas masa lalu"jawab Vina kemudian membalik badan karena kue dalam oven sudah matang.
Vina mengangkat kue itu dan menaruhnya di piring.
"Wahh aku gak sabar....."ucap imel menggosok tangannya.
"sabar sayang sabar"ucap rendy.
"Ayo kita nonton film horor"ajak aldo.
"Boleh"jawab aditya.
"yaudah mas sini Al nya biar aku tidurin dulu di kamar"Vina mengambil Al dalam gendongan aditya.
"kakak aku ikut aku juga sudah mengantuk"ucap Iqbal.
Vina menidurkan baby Al di kamar ibunya bersama Iqbal. setalah menidurkan mereka Vina keluar kembali ke dapur.
Meraka menonton film horor barat yang berjudul Hereditary👻
Vina membawa nampan berisi kue dan jus mangga ke ruang keluarga dimana mereka sudah memulai film yang sudah dipilih melalui kesepakatan bersama.
"Sayang sini"aditya menepuk sofa di samping nya meminta Vina duduk.
Vina duduk disamping aditya sedangkan yang lain duduk di karpet berbulu halus.
"mmm Vina kue nya enak sekali"puji Dila.
"habiskan ini kan memang untuk kalian"ucap vina.
Film dimulai adegan demi adegan seram ditampilan membuat semuanya ketakutan.
"ahhh kenapa memilih film seseram ini"protes dila memeluk tangan aldo menutupi wajahnya begitupun dengan Imel.
"kamu gak takut?"tanya aditya.
"engga mas"jawab Vina tersenyum.
Aditya membuang nafasnya kasar mengira Vina akan ketakutan dan memeluknya tapi ternyata tidak.
Film pertama selesai,Dina yang sudah mengantuk izin ke kamar untuk tidur begitupun dengan naina dan Rudi. Kini tinggal pasutri pasutri muda yang masih ingin menonton film selanjutnya.
"Hei film apa yang akan kita tonton?"tanya Rendy.
"Insidious"jawab imel.
Mereka akhirnya menonton film Insidious sesuai permintaan Imel.
Ditengah tengah film yang mereka tonton tiba tiba ada adegan yang membuat mereka gusar sendiri.
Mereka saling melirik pasangan mereka,menelan salivanya dengan susah ketika adegan semakin membuat mereka salah tingkah.
"aku akan ke dapur mengambil air minum"ucap Vina gugup.
Vina bangun dari duduknya dan berjalan menuju dapur.
"astaga kenapa juga orang bisa membuat film seperti itu"Gerutu Vina.
Vina membuka kulkas dan mengambil sebotol jus kemudian membawanya kembali ke ruang keluarga.
"ini minuman lah aku tahu tenggorokan kalian pasti terasa kering"Vina menyodorkan jus pada semuanya.
dia menuangkan segelas jus dan memberikan nya pada aditya, dengan senang hati aditya meminumnya.
Film akhirnya selesai,hari juga sudah semakin larut mereka memutuskan untuk istirahat.
"udah malam ayo kita istirahat"ajak Vina pada semuanya.
"hoammm iya Vin ayo"ucap dila.
"Gendong"imel merengek pada rendy memintanya untuk digendong menuju kamar.
Rendy membopong tubuh istrinya dan membawa nya ke kamar hal yang sama dilakukan oleh Aldo.
"dit kami duluan"ucap Aldo kemudian meninggalkan Vina dan Aditya.
kini ruangan itu hanya ada Vina dan Aditya, aditya menatap Vina dengan tatapan yang sulit diartikan.
"mas ayo"ajak Vina menarik tangan aditya.
"bukan begini sayang... tapi begini"Aditya menggendong Vina menuju kamar.
Vina yang takut jatuh melingkarkan kakinya di pinggang Aditya dan tangannya di leher aditya.
sambil berjalan Vina menciumi seluruh wajah suaminya.
"aku merindukanmu mas"ucap Vina disela sela aksinya.
Aditya membaringkan Vina di ranjang kemudian mengungkung nya.
"aku juga merindukanmu Sayang"jawab aditya.
Wajah Aditya dan Vina begitu dekat hanya ada beberapa jarak antara keduanya, entah siapa yang memulainya bibir mereka saling menempel mencurahkan rasa rindu masing masing.
Ciuman aditya berpindah ke kening dan leher Vina membuat Vina berdesah nikmat.
"mas....ahhh"
Desahan Vina tentu membuat gairah Aditya semakin membara... tangan aditya membuka satu persatu kancing Piyama Vina, tidak ada penolakan aditya melanjutkan aksinya.
Bermain main dengan kedua gundukan besar istrinya... awalnya tangan yang bermain tapi kini tangan itu diganti dengan kelihaian bibir aditya.
Tubuh Vina bergetar hebat merasakan kenikmatan yang sedang mengelilingi nya. kini tubuh keduanya sudah sama sama polos.
Aditya menatap Vina, mengerti maksud tatapan suaminya Vina menganggukan kepalanya seraya menujukan senyum tulusnya.
kamar yang dingin karena AC berubah menjadi panas seperti AC tidak berfungsi, pasangan yang dibakar gairah sekaligus rindu masih belum menyelesaikan permainan mereka sampai akhirnya Aditya menumpahkan benih cinta ke dalam rahim Vina.
Aditya ambruk disamping Vina yang sudah terkulai lemas, diciumnya kening Vina kemudian menariknya ke dalam pelukannya.
Meraka terlelap dalam posisi berpelukan tanpa sehelai benang pun hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.
BERSAMBUNG......
HALO PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND 🤗🤗 BANTU VOTE,LIKE DAN KOMEN YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 🙏😂😊
TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️🌺🌺