
"Alex!!!!!"teriak Sanjaya melihat kelakuan putranya itu.
"Sudah pah sudah"Julia mencoba menenangkan suaminya.
Setelah selesai sarapan vina,Aditya dan Aldo segera pergi ke kantor namun hari ini Vina benar benar berat untuk meninggalkan anaknya.
"Al tunggu mamah pulang oke jangan nakal jangan gangguin baby tante dila diperut ya"Vina berbicara pada anaknya yang sudah bisa berdiri sedikit demi sedikit.
"Tenang saja Vin anakmu ini sangat pintar dan tidak merepotkan siapa pun"ucap dila.
"aku titip anak ku ya dil"ucap Vina kemudian berdiri menghampiri suaminya yang sudah menunggu.
Sebelum keluar vina melihat kebelakang memandangi keluarganya satu persatu, senyum mengembang diwajahnya sebelum akhirnya dia menghilang dibalik pintu.
"sayang kenapa kamu ngelamun terus?jika tidak mau bekerja tidak apa apa kita akan pulang"ucap aditya yang melihat istrinya sejak tadi melamun.
"tidak mas lagipula hari ini kita akan membahas proyek pembangunan jalan tol dan itu tender yang sangat penting"jawab vina.
Vina membenamkan wajahnya di dada bidang Aditya, aditya mengelus punggung dan rambut vina begitu lembut.
"hmmm andai saja istriku disini sudah pasti aku juga akan bermesraan seperti kalian"sindir aldo.
"kau tidak usah bekerja lebih baik pulang temani istrimu dia kan lagi hamil"ucap aditya.
"iya baiklah besok aku tidak bekerja aku mau bermesraan dengan istriku"jawab Aldo menatap aditya dari kaca tengah.
Mereka sampai di kantor Brawijaya para karyawan memberi hormat pada ketiganya.
"Selamat pagi pak aditya,pak Aldo dan bu Vina"
Itulah sapaan yang Keluar dari beberapa mulut karyawan yang berpapasan dengan mereka,hanya Vina yang menjawab ramah sedangkan kedua lelaki itu hanya mengangguk pelan.
Setalah sampai di lantai tujuan mereka,Aldo masuk ke dalam ruangannya sedangkan Vina ikut masuk ke dalam ruang aditya untuk mempersiapkan pertemuan pembangunan jalan tol.
"pak mohon dibaca"Vina berbicara sopan seraya menyerahkan sebuah berkas.
Aditya mengambil berkas itu dan bukannya membaca dia menaruh kembali dan beralih menatap istrinya.
"sayang kemarilah"pinta aditya menjentikkan jari tangan nya.
"kenapa mas?"Vina mendekat dan tiba tiba aditya menariknya hingga kini posisinya Vina duduk dipangkuan aditya.
"aku kangen sama kamu dan anak kita"aditya merengkuh pinggang vina dan memeluknya sesekali mengelus perut Vina yang masih rata.
"aku disini sayang aku tidak kemana mana"Vina membalas pelukan Aditya membenamkan wajah aditya di antara dadanya.
"berjanjilah kau akan tetap bersamaku"ucap aditya masih mengelus perut Vina.
"kenapa kamu bicara begitu,semalam aku yang mengucapkan itu dan sekarang kau juga mau mendengar nya?"tanya Vina menangkup wajah aditya agar menatapnya.
Aditya mengangguk perlahan didekatkan wajahnya ke wajah Vina,di rasai bibir Vina yang sudah terpoles lipstik merah muda, ciuman itu semakin lama semakin menuntut Aditya menggigit kecil bibir vina.
Balasan ciuman dilakukan Vina tangannya dibiarkan mengalung di leher aditya,mereka melepaskan ciuman mereka yang cukup lama itu.
"Sudah cukup oke sekarang baca ya"pinta vina
Aditya mengangguk membiarkan Vina bangun dari Pangkuan nya, diambilnya berkas yang dibawa vina.
"Vina kau yakin mau memberiku ini?"aditya bertanya matanya masih terfokus pada berkas ditangan nya.
"maaf pak?"Vina tidak mengerti dengan pertanyaan aditya.
"ini adalah berkas pembangunan jalan tol tahun lalu, kau pasti salah membawanya"ucap aditya sedikit terkekeh.
"Oh ya ampun maaf pak, tidak masalah saya akan pulang dan mengambil berkasnya sebelum pertemuan dimulai"
"tidak perlu biar sopir yang akan membawanya"cegah aditya.
"tidak masalah pak saya akan kembali sebelum meeting dimulai,jadi boleh saya pinjam mobil anda?"
"Tapi sayang aku tidak bisa mengizinkan mu untuk membawa mobil"aditya merubah keprofesionalan nya.
"mas jangan khawatir oke aku akan pelan pelan"Vina mencoba untuk menyakinkan aditya.
"janji akan membawanya pelan?"aditya mengangkat jari kelingkingnya.
"janji sayang"Vina menyaut jari aditya dengan jarinya.
Sebelum Vina keluar dari ruangan aditya,Aldo masuk tanpa mengetuk pintu.
"kau mau kemana?"tanya aldo
"aku akan pulang berkas pertemuan lupa aku bawa"jawab vina.
"orang lain bisa melakukan itu kau diam saja"ucap aldo.
Vina sudah melangkah kaki meraih gagang pintu namun tiba tiba aditya memanggilnya.
"Sayang cepat kembali oke"
Vina mengangguk kemudian benar benar keluar ruangan Aditya.
"Vina kamu mau kemana?"tanya ana
"mau pulang ambil berkas aku lupa membawanya"Vina menjawab sambil terus melangkah menuju lift.
Sesampainya di lobby Vina segera masuk dan duduk di bangku kemudi tanpa dirinya sadari seseorang yang sudah mengingatnya beberapa bulan ini mengikuti mobil Vina.
"Ya ampun kenapa aku bisa lupa begini,jika aku sampai membuat tender ini gagal mas Adit pasti akan kecewa padaku"
Vina masih fokus pada jalanan, beberapa kali matanya melihat mobil hitam dibelakangnya namun tidak ada rasa curiga sama sekali.
"Vina...Vina...." orang di dalam itu terus memanggil nama vina.
orang itu adalah Alex pria yang sudah mengintai Vina 6 bulan terakhir ini, semenjak ancaman yang dia berikan melalui teror batu Alex memang tidak pernah menganggu Vina dan keluarga nya namun bukan berarti dia hanya diam saja melainkan menyusun rencana.
Karena waktu yang sudah semakin sedikit Vina menaikan kecepatan mobilnya karena kondisi jalanan juga tidak terlalu padat pengendara.
"Vina aku minta maaf tapi aku harus melakukan ini sayang"ucap Alex kemudian sama menaikan kecepatan mobilnya.
Brakkk...
Vina begitu terkejut ketika ada yang menabrak mobil nya dari belakang.
"aghh apa apaan sih ini.... "Vina bingung dengan mobil yang dibelakangnya.
Brakkkk....
"siapa sih dia kenapa dia terus menabrak ku"Geram vina.
"sayang kenapa kau keras kepala sekali ayolah kita akan bahagia bersama di surga nanti"Alex semakin mempertinggi kecepatan mobilnya.
Brakk....
karena Alex menabrak mobilnya dengan keras,Vina membentur perseneling membuat perutnya terasa begitu sakit.
"awww....aww.... sayang mamah mohon bertahanlah nak kita akan baik baik saja"Vina berucap meringis menahan sakit diperutnya.
Vina mencoba menelpon suaminya tapi dia lupa membawa teleponnya.
"ya ampun aku lupa membawa ponsel ku"Vina merutuki dirinya sendiri.
sedangkan di kantor aditya dan Aldo sudah menunggu Vina diruang pertemuan.
"Dit kenapa Vina lama sekali"Aldo berbisik ditelinga Aditya.
Aditya meraih ponselnya mencoba menelpon Vina namun tidak juga diangkat.
"sayang kamu kemana kenapa perasaanku tiba tiba khawatir begini"gumam aditya.
"dit bagaimana?"tanya aldo.
Aditya hanya menggeleng dan kembali duduk di kursi Khusus CEO.
"pak Adit apa bisa kita mulai sekarang?"tanya seorang utusan perusahaan tender proyek pembangunan jalan tol.
"bisa kita undur pertemuan ini?"tanya aditya sopan
"ada apa pak?semua baik baik saja bukan?"tanya rekan bisnis nya.
"iya tuan semua baik baik saja"jawab aldo.
"baiklah lusa kita akan melakukan pertemuan sampai jumpa tuan aditya dan tuan Aldo"urusan itu menjabat tangan Aldo dan aditya bergantian.
Vina????ahhh Vina saat ini hidupnya dalam bahaya pria gila itu masih terus menabrak mobil yang dikendarai Vina.
"Ya Allah aku mohon selamatkan aku dan anakku"Vina berdoa akan keselamatan dirinya dan juga calon bayi nya.
Brakkk.....
Alex menabrak mobil Vina dengan sangat keras sampai Mobil yang Vina gunakan terpental menabrak sebuah pohon besar.
BERSAMBUNG.....
ADUH VINA...... SEMOGA KAMU BAIK BAIK SAJA YA😥😥
GIMANA NIH READERS SEMOGA CERITANYA GAK MEMBOSANKAN YA ❤️
TERIMAKSIH,HAPPY READING ❤️🌺🌺