
Setelah mengambil obat,Aditya kembali mendudukkan dirinya di depan pintu kamar rawat vina.Jam menunjukkan pukul 15:45 waktunya shalat ashar.
"Lebih baik aku shalat dulu"gumam aditya beranjak dari duduknya untuk ke masjid terdekat.
"Kakak??"panggil risa yang baru datang bersama tio membuat aditya menoleh ke belakang.
"bagaimana keadaan kakak ipar?"tanya risa terengah-engah.
"Dia masih di dalam"jawab aditya.
"anda mau kemana pak?"tanya tio.
"Shalat ashar"jawab aditya.
"ya sudah kakak shalat saja aku dan tio akan menunggu disini"tutur risa diangguki aditya.
Risa dan tio menunggu di depan ruangan rawat vina sementara aditya sedang shalat.
"aku kasihan pada kakak ipar"ucap risa tanpa sadar air matanya menetes.
"Semua sudah kehendak Allah sayang jadi kita ikhlaskan saja ya"saut tio menenangkan istrinya.
"Kamu tahu,dia yang sudah membawa cahaya ke dalam kehidupan kak Adit bukan hanya itu dia juga yang membuat seluruh keluarga merasakan kehangatan setalah puluhan tahun hilang. Tapi entah kenapa selalu dia yang menderita, kecelakaan, keguguran bahkan percobaan pembunuhan sudah pernah ia rasakan"ucap risa lagi semakin menangis.
"Aku tahu bahkan karena nona Vina aku bertemu denganmu dan dia juga yang membantumu mengatakan soal lamaranku dulu kan"ujar tio menarik risa kedalam pelukannya.
"Hiks...hiks...kakak ipar orang yang baik tapi kenapa cobaan selalu menimpanya"lirih risa.
"Sudah sayang jangan menangis lagi"titah tio.
"Permisi"suara itu membuat risa menoleh dan melihat ternyata itu adalah seorang suster.
"ada apa sus?"tanya risa sambil menyeka air matanya.
"apa kalian keluarga nona Vina?"tanya suster.
"iya sus, bagaimana keadaan kakak saya?"tanya risa.
"dia sudah sadar dan dia mencari suaminya"jawab suster sambil menunjuk dengan ibu jarinya ke arah ruang rawat vina.
"Kak Adit sedang shalat, tapi bisakah kami menemuinya sambil menunggu ka Adit?"tanya risa.
"silahkan tapi mohon jangan terlalu sering mengajaknya bicara"jawab suster.
"terimakasih sus, permisi"ucap tio menyusul risa yang sudah ngacir duluan.
Risa membuka pintu dengan pelan membuat seseorang yang sedang berbaring menoleh dan menatapnya.
"Risa?Tio?mas Adit mana?"tanya vina.
"kak bagaimana keadaanmu?"bukannya menjawab Risa justru bertanya balik.
"Aku tidak apa apa risa mungkin hanya kelelahan saja"jawab vina yang belum tahu jika beberapa waktu lalu dirinya habis melakukan operasi pengangkatan rahim.
"kakak ipar, tuan aditya sedang shalat ashar mungkin sebentar lagi datang"jawab tio atas pertanyaan vina pertama.
"oh baiklah, kalian kesini lalu daniel dengan siapa?"tanya vina.
"ada Clara dan rafly kak,kami menitipkan sebentar"jawab risa.
Cukup lama berbincang, pintu terbuka tiba tiba memperlihatkan aditya yang baru kembali setelah melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"mas??"panggil vina tersenyum menatap suaminya.
Aditya melangkah dengan cepat mendekati bangsal vina kemudian memeluknya.
"Bagaimana keadaan mu sayang?"tanya aditya masih dengan posisi memeluk istrinya.
"aku tidak apa apa mas, mungkin hanya kelelahan"jawab vina.
"Karena itu jangan terlalu lelah sayang aku tidak mau kamu kenapa napa"jelas aditya.
"iya mas iya lagian aku kan hanya di rawat bukan di operasi kenapa kamu sangat khawatir"ucap Vina geleng geleng kepala.
"Hah?!kamu??"aditya bingung dengan ucapan istrinya yang mengatakan bahwa dirinya tidak di operasi.
"Permisi semuanya"suara dokter rani yang masuk ke dalam ruang rawat vina.
"Dokter rani?!"seru vina khawatir telah terjadi sesuatu padanya setelah melihat dokter kandungannya itu.
"Nona Vina ada yang ingin saya sampaikan kepada anda"ucap dokter rani membuat Vina semakin takut.
"ada apa dok?semua baik kan?"tanya vina.
"Sebelumnya saya minta maaf, tapi seluruh keluarga anda sudah tahu mengenai kondisi anda saat ini dan karena obat yang lupa anda minum dengan terpaksa kami harus melakukan operasi pengangkatan yang sebenarnya pada rahim anda"jelas dokter rani menundukkan kepalanya.
Deg....
"Mak.. maksudnya dok?saya?saya tidak memiliki rahim lagi?"tanya vina gemetar.
"saya sangat minta maaf pada anda tapi ini demi kebaikan anda dan atas izin suami anda sendiri"Jawab dokter rani semakin menunduk.
Vina beralih menatap suaminya yang sedang menatapnya juga dengan tatapan penuh rasa bersalah.
"mas?"Ucap Vina meminta penjelasan dari suaminya.
"maaf sayang tapi demi kebaikanmu aku harus melakukan ini dan lagi aku terima kamu dalam kondisi apapun,kita sudah memiliki 3 anak sayang itu sudah cukup bagiku"jelas aditya.
"Hiks...hiks...kenapa jadi begini mas"lirih Vina sebelum akhirnya menangis sambil meremas selimut yang ia gunakan.
"Kakak sabarlah kak ini semua sudah jalannya"ucap risa tidak tahan melihat vina yang menangis frustasi.
Aditya memeluk Vina erat,dia tahu bagiamana perasaan Istrinya saat ini ya meski mereka sudah memilki seorang anak tapi sebagai seorang istri Vina juga ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya.
"Maafkan aku mas"lirih vina tangisnya perlahan mulai berhenti.
"ssstttt tidak sayang seharusnya aku yang minta maaf"balas aditya.
"Nona Vina semua yang suami anda lakukan demi kebaikan anda,saya benar-benar sudah berusaha untuk mempertahankan apa yang anda perjuangkan selama ini, tapi tidak bisa racun sudah menyebar ke beberapa bagian tubuh anda"ucap dokter rani.
"Maafkan saya dok karena sudah banyak merepotkan anda tapi pada akhirnya saya harus merelakan apa yang ingin saya pertahankan"saut vina melepas pelukannya.
"Tidak apa nona"balas dokter rani. "Tuan aditya apa anda sudah menebus obat yang diberikan oleh suster tadi?"tanya dokter rani.
"Sudah dok"jawab aditya melirik risa yang di titipkan obat Vina ketika Aditya shalat tadi.
"ini dok"risa memberikan kantung kresek berisi obat obatan vina.
"Ini adalah obat antinyeri anda harus meminumnya untuk menghilangkan rasa sakit yang akan anda rasakan ketika proses pemulihan setelah operasi dan juga antibiotik ini untuk mencegah infeksi akibat goresan benda medis di bagian perut dalam anda. Saya harap anda meminumnya dengan rutin terutama yang obat antinyeri karena jika anda tidak minum selama proses pemulihan anda bisa merasakan sakit yang teramat berat"jelas dokter rani mengenai cara minum obat untuk vina.
"Semua ini saya minum setiap hari dok?"tanya vina.
"benar sekali nona, setelah bangun tidur dan mau tidur"jawab dokter rani.
"Baiklah dok"saut vina.
"dok kapan istri saya bisa kembali?"tanya aditya.
"Hari ini bisa tapi nona Vina tetap harus terhubung dengan selang infus untuk mengembalikan cairannya"jawab dokter rani.
"baiklah nanti saya minta rendy membawakan perlengkapan ke rumah"ucap tio diangguki aditya.
Setelah melaksanakan shalat magrib, aditya membantu istrinya untuk bersiap pulang ke rumah namun masih dalam keadaan di rawat.
"Besok sudah mulai puasa mas tapi aku belum bisa puasa"ucap Vina yang sedang duduk manis memperhatikan aditya yang sedang menyiapkan kursi roda untuknya.
"Kamu sedang sakit jadi tidak masalah sayang, semoga kamu cepat pulih dan bisa ikut puasa"saut Aditya.
"mari nona"ucap seorang suster mempersilahkan vina duduk di kursi roda.
Aditya mendorong kursi roda vina menuju parkiran dimana rendy sudah menunggu menggunakan mobilnya sementara risa dan tio sudah pulang lebih awal tadi.
"Bagaimana keadaanmu Vin?"tanya rendy.
"aku baik rend"jawab Vina tersenyum kecil.
"ya Allah di bulan suci ramadhan mu ini mengapa semua ini yang hamba dapatkan,hamba mohon kuatkan agar bisa menerima semua keadaan ini" batin vina menatap kosong ke arah jalanan.
"Sayang??"panggil aditya memegang tangan Vina.
"iya mas?"saut vina.
"Kenapa melamum?"tanya aditya.
"mmm tidak mas hanya sedang melihat jalanan saja"jawab vina.
"Baiklah,oh iya rend semua sudah dibawa ke rumah kan untuk perawatan vina?"tanya aditya.
"Sudah dit kau tenang saja"jawab rendy.
Mereka sampai di mansion,semua orang Sudah menunggu vina di teras mansion.Terlihat sekali wajah semuanya menunjukkan senyum terpaksa, bibir menunjukan senyum tapi mata menunjukan air mata kesedihan yang tak sempat mengalir.
"Assalamualaikum"salam ketiganya.
"waalaikumsalam"
"Vina bagaimana keadaanmu?"tanya Dina.
"Baik bu"jawab vina tersenyum miris.
"Adit langsung bawa saja istrimu ke kamar pasti dia mau istirahat"tutur rudi.
"Anak anak mana pah?"tanya Vina yang tidak melihat anaknya sama sekali.
"mereka ada di dalam sedang bermain dengan rafly dan Clara nak"jawab rudi.
Vina mengangguk kemudian aditya mendorong kursi roda vina masuk.
"mama???!!"panggil Al berhamburan ke pangkuan vina.
"Anak mamah udah makan belum?"tanya Vina membelai wajah anaknya.
"udah,mama ari mana?"tanya Al.
"Abis anterin papah,ya kan pah?"tanya Vina pada aditya.
"iya sayang,mamah abis anter papah"saut aditya berjongkok dan membelai puncak kepala Al.
"Al yang ganteng main sama om dulu ya biarin mamah istirahat dulu"ucap rafly menghampiri Al.
Al mengangguk kemudian kembali duduk bersama revan,bagas, Rizky dan Daniel yang sedang asik bermain mobilan.
"Bagaimana keadaanmu kak?"tanya rafly.
"aku baik baik saja rafly"jawab vina.
"Ayo sayang kamu harus istirahat"ajak aditya kemudian menggendong Vina karena letak kamar mereka ada di lantai 2.
"Mungkin sebenarnya kita tidak pernah kehilangan apa pun dalam hidup ini.hanya ditukar dengan sesuatu yang jauh lebih indah."
~Vina Brawijaya~
BERSAMBUNG......