
Aditya merebahkan istrinya di ranjang king size yang biasa mereka gunakan untuk istirahat dan memadu kasih.
"Tunggu sini ya sayang aku panggil rendy buat siapin infus kamu"ucap aditya sambil memegang sebelah pipi vina.
"Mas maaf jika nantinya aku akan berbeda dari vina yang sebelumnya"ucap vina membuat aditya menoleh dan kembali mendudukkan dirinya.
"Tidak akan ada yang berbeda, kamu tetap vina.Wanita yang aku nikahi 5 tahun lalu dan aku sangat mencintainya"balas aditya.
"Kenapa semua ini harus terjadi padaku mas"lirih vina menunduk membiarkan air matanya mengalir.
"Ini semua sudah takdirnya sayang, lagipula kita sudah memiliki anak yang lebih dari cukup.Jangan bersedih atau nanti anak anak akan ikut bersedih melihat mamah vina menangis"ujar aditya menangkup wajah vina dan menyeka air matanya.
"aku ke bawah dulu ya mau panggil rendy sekalian ambil baby, pasti kamu kangen kan seharian ini gak ketemu mereka"sambung aditya.
"iya mas"jawab vina tersenyum sambil mengangguk.
Aditya pergi ke bawah sementara vina mengambil ponselnya untuk mencari tahu tentang apa yang saat ini sedang ia alami.
"Iniliah yang paling aku takutkan ketika tidak bisa memberikan yang terbaik untuk mas adit"gumam Vina membaca sebuah artikel kesehatan dimana disana tertulis bahwa wanita yang tidak memiliki rahim akan menurunkan gairah se*s.
Vina meletakan ponselnya kembali, tangannya beralih mengelus perut bagian bawah dimana masih ada bekas jahitan yang terasa nyeri nyeri pedas.
"Entah sudah berapa kali perut ini bertemu dengan alat medis"ucap Vina pada dirinya.
Tok...tok....tok....
"Vin ini ibu"ucap dina di luar kamar vina.
"masuklah bu"saut vina.
"Nak, bagaimana keadaanmu?"tanya dina duduk di pinggir ranjang vina.
"Aku gak apa apa bu"jawab vina tersenyum.
"Ibu tahu kamu sedih, tapi semua sudah terjadi"ujar dina menatap nanar Putri kesayangannya.
"Wanita mana yang tidak akan sedih bu tapi ibu jangan khawatir aku akan belajar untuk mengikhlaskan apa yang terjadi padaku"saut vina terdengar menahan.
Tok...tok...
"Vin,boleh aku masuk"suara rendy di depan pintu yang terbuka.
"masuklah rend"tutur vina.
Rendy masuk dengan membawa tiang infus beserta cairannya, kemudian di dirikan disamping ranjang vina.
"Maaf vin"ucap rendy sebelum memegang tangan Vina dan memasang selang infus.
Vina memejamkan matanya merasakan perih ketika rendy menyuntikan infusan ditangannya.
"Perbanyaklah istirahat dan ya jangan lupa malam ini kau sudah harus meminum obatnya setelah makan"tutur rendy sambil mengatur keluarnya cairan infus.
"iya baiklah, terimaksih ya rend"balas Vina diangguki rendy.
"Nak ibu ke bawah dulu ya kasihan suami kamu lagi jagain baby"ucap dina.
"iya baiklah bu"jawab vina.
"aku juga permisi Vin, semoga cepat sembuh"sambung rendy diangguki vina.
Vina merebahkan dirinya kembali,rasa kantuk tiba tiba menyelimuti matanya hingga akhirnya dia tertidur.
Aditya datang bersama baby alisha,melihat Vina sedang tertidur aditya memelankan langkahnya mendekati vina yang tertidur.
"Jangan rewel ya sayang mamahnya lagi tidur"bisik aditya pada putrinya yang menggeliat.
Aditya merebahkan alisha disamping vina kemudian ikut berbaring disamping anak dan istrinya.
"Semoga cepat sembuh sayang"gumam aditya membelai wajah vina kemudian mencium kening nya.
Alisha tiba tiba menangis membuat vina dan aditya sama sama membuka matanya.
"Oh anak mamah disini? kenapa sayang?haus ya"ucap vina memposisikan tubuhnya duduk bersandar pada papan headboard.
"Maaf ya sayang ganggu tidur kamu"ucap aditya ikut duduk.
"Gak apa apa mas mungkin dia haus"jawab vina menggendong alisha dan menyusuinya.
"Kamu menyusui?emang gak sakit?"tanya aditya.
****
Vina memperhatikan semua orang yang sedang menata makanan di atas meja, tidak seperti biasanya vina yang akan melakukan semua itu tapi sekarang kondisinya masih terlalu lemah untuk melakukan pekerjaan rumah.
"Oke semuanya sudah siap,aku panggil yang lain dulu ya"ucap risa.
"ya sudah sana panggil"saut naina.
"Vin ini dimakan yang banyak ya"tutur dila menyendokan nasi ke dalam piring Vina lengkap dengan lauk dan sayur nya.
"Dil sudah cukup ini kebanyakan"ujar Vina Melihat piring miliknya penuh dengan makanan.
"hei kau harus makan yang banyak agar cepat sembuh dan kita bisa gibah lagi"saut imel.
"Cih,dasar tukang gibah"cibir dila.
"iya tapi jangan banyak gini dong yang ada nanti aku gemuk"balas vina.
"Sudah vin,makan saja setelah itu kamu minum obat dan istirahat"tutur dina yang lembut.
"iya bu"jawab Vina menurut.
Risa datang dengan yang lain kemudian semua mulai mengambil posisi siap menyantap makan malam yang sudah di siapkan.
"ini mas makanlah"tutur vina mengambilkan makan untuk suaminya.
"aku bisa ambil sendiri sayang, kamu duduk saja"ucap aditya namun tidak di gubris oleh Vina.
"Besok sudah mulai puasa,ahh senangnya karena sebentar lagi lebaran juga"ucap risa di sela sela makan malam nya.
"oh iya dit, aku sudah menyuruh mila merubah jadwal pulang karyawan dan besok kita akan tempel pemberitahuan nya di papan informasi""ucap aldo.
"Baiklah, terimaksih banyak ya"saut aditya.
•
•
Setelah makan malam,Vina kembali ke kamarnya dengan kedua anak kembarnya, sementara Al,bagas,revan,daniel dan Rizky ikut dengan rudi dan naina untuk jalan jalan keliling kota.
"Anak anak mamah bobo sini ya, nanti kalo mamah udah sembuh kita jalan jalan"ucap Vina menidurkan anaknya di box bayi.
"Sayang ini obatnya"ucap aditya memberikan 2 butir kapsul obat dan segelas air putih.
"terimakasih mas"jawab vina segera meminum obatnya secara bergantian.
Hari pertama puasa dijalankan dengan niat dari diri masing-masing,Vina yang masih lemah belum di perbolehkan untuk berpuasa.
"Sayang kamu sudah minum obat?"tanya Aditya yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
"udah mas"jawab Vina. "mas kemarilah"tutur Vina menjentikkan jari meminta aditya mendekat.
Aditya mendekat dan berjongkok di depan vina yang duduk di ranjang,Vina merapihkan dasi aditya yang sedikit berantakan karena semenjak menikah urusan pakaian Vina yang selalu mengurusnya membuat aditya lupa cara memakai dasi yang benar.
"Sebelum menikah aku melakukan semuanya sendiri tapi setelah menikah aku lupa semuanya sayang"ucap aditya sambil menatap Vina yang masih merapihkan dasi nya.
"Makanya kalo aku lagi pasang dasi, liatin dasinya bukan liatin siapa yang lagi pasang dasinya"ledek vina.
"Hahaha abis yang pakein aku dasi cantik sih,jadi aku gak mau berpaling pandangan dari dia"saut Aditya terkekeh.
"jangan hanya pandangan yang berpaling tapi hati juga jangan ya,kamu cuma milik Vina Syafira"ucap vina menarik bahu aditya membuat wajah mereka dekat bahkan hidung keduanya saling menempel.
"Tentu saja tidak akan berpaling,karena hati dan jiwaku hanya milik nona vina Syafira binti Handoko yang telah aku nikahi 5 tahun lalu"balas aditya membuat Vina tersenyum lebar.
Aditya berniat mencium bibir Vina namun dihentikan oleh Vina mengingat saat ini suaminya sedang berpuasa.
"inget!"ucap vina.
"Hehehe hampir aja"ujar aditya kemudian berdiri dan memakai jasnya.
"Aku berangkat, kamu istirahat yang cukup dan jangan sampai kelelahan oke"tutur aditya kemudian mencium kening Vina.
"Siap pak CEO"ucap Vina memberi hormat pada suaminya.
YANG DULU BIASA KOMEN DI SETIAP EPISODE AKU APA KABAR?KOK SEKARANG JARANG KOMEN KENGEN NIH AKU😂😟
BERSAMBUNG.......