
Vina sedang tidur dengan nyenyak,semua alat medis yang menempel ditubuhnya mulai dilepaskan hanya tinggal selang infus saja.
naina tau Aditya belum makan sejak pagi,diapun menghampiri Aditya yang sedang duduk disofa
"Adit makanlah kau belum makan sejak pagi"ucap naina menyodorkan makanan kepada Aditya
"tidak mah Adit ngga laper"ucap aditya
naina hanya menghela nafas nya pelan
setelah semua orang pulang.ana,Jimmy dan rizal datang menjenguk Vina
"pak bagaiman kondisinya?"tanya ana sopan
"dia baik baik saja dan terimakasih kalian sudah mau datang kemari"ucap Aditya datar
"iya pak sama sama"jawab rizal
"pak,Vina itu siapa bapak sih?kok bapak manggilnya sayang?saya kan kepo"tanya Jimmy ceplas-ceplos
"kenapa? kenapa kau mau tau dia itu siapa ku?"tanya Aditya dingin
"eeee pak maaf maksud saya..,,,"ucap Jimmy terpotong oleh rizal
"pak tak usah dengarkan dia,dia hanya asal bertanya"ucap Rizal merasa tidak enak akan kebodohan temannya
"tidak apa apa dan Vina,dia itu istriku"ucap Aditya meletakkan tangannya dikantung celana
ketiga orang itu membulatkan matanya karena mendengar pernyataan Aditya
"ha?bapak serius?yah padahal saya udah naksir sama Vina eh taunya udah punya laki"ucap Jimmy lagi asal bicara
"jadi kau menyukainya?dan ingin memilikinya?"tanya Aditya menatap tajam tapi si Jimmy malah ngga sadar
"iya pak"jawab Jimmy santai membuat kedua temannya menutup mulut masing-masing
"oh begitu kalo gitu mulai besok tidak usah masuk kantor,kau diam saja dirumah"ucap Aditya santai
"ahhh benarkah pak?saya dikasih cuti gratis?"tanya Jimmy berbinar
ana dan Rizal hanya menepuk jidat mereka melihat teman mereka yang begitu bodoh
"ya tentu saja cuti gratis alias DIPECAT"ucap aditya menekan kata dipecat
"hah?bapak bukan begitu maksud saya,,, eeee itu saya suka sama Vina sebagai...adik,ya adik pak.Tolong Jangan pecat saya pak saya belum nikah kalo saya dipecat kapan saya ngumpulin uang buat nikah"ucap Jimmy memohon
"ya sudah baikalah sekarang kalian lebih baik pulang jam besuk sudah habis"usir Aditya secara halus.
Meraka pun akhirnya pergi dan kini Aditya kembali berdua dengan Vina yang masih tertidur
"good night my wife"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina
Aditya berjalan menuju sofa tapi Vina memanggilnya
"mas"panggil Vina yang masih lemas
"sayang?ada apa?kau haus?"tanya Aditya dijawab anggukan kepala oleh Vina
Aditya mengambilkan Vina air minum kemudian memberikannya kepada Vina
"sekarang kamu tidur lagi ya?"ucap Aditya lembut tapi dijawab gelengan kepala Vina
"ada apa lagi?"tanya Aditya bingung
"cium selamat malamnya?"ucap Vina cemberut
Aditya tersenyum lebar kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Vina dan
cup
kecupan hangat mendarat dibibir pucat Vina
"udah kan? sekarang tidur ya?"ucap aditya lembut sambil mengelus sayang rambut Vina
"iya mas,selamat malam"ucap Vina kemudian memejamkan matanya
Aditya tidur disofa meski tidak nyaman tapi dia berusaha untuk bisa nyaman demi menemani Vina dirumah sakit.
naina sudah menyuruhnya pulang tapi Aditya menolaknya
di sisi lain tepatnya sebuah klub terdapat pemuda tampan yang sedang bersenang-senang dengan wanita malam itu sambil minum minuman
"agh......ayo nikmati pesta ini hari ini aku sangat bahagia"ucap pemuda itu
"tentu sayang, terimaksih"ucap pemuda itu kemudian mencium bibir wanita malam itu.
"kau tidak akan bisa lepas dariku Vina!sekali aku menginginkan maka harus aku dapatkan"ucap si pemuda tersenyum licik
1 Minggu sudah Vina dirawat dirumah sakit dan selama itu pula Aditya tidak datang ke kantor,dia menghandle perusahaan nya dari laptopnya dan Aldo selama tidak ada Aditya dia bekerja dibantu Dila sebagi asistennya
ya Dila dan Aldo menjadi teman sejak Vina masuk rumah sakit hari itu dan Aditya menawarkan Dila untuk menjadi asisten Aldo.
flashback on
Aditya, Aldo, Rendy,dila,dan imel sedang berada diruang perawatan vina
"dit Vina harus dirawat disini"ucap Rendy setelah memeriksa vina
"kira kira berapa lama itu?"tanya Aditya
"entah dit aku akan selalu melakukan pemeriksaan untuk melihat kondisi Vina kedepannya"ucap Rendy lagi sedangkan Aditya hanya manggut-manggut.
"do kamu bisa kan handle perusahaan Karena aku ingin selalu berada disamping Vina"ucap Aditya menatap aldo
"kau tenang saja aku akan menghadlenya,kau disini temani Vina"ucap Aldo mengerti
"terimakasih do,oh iya bagaimana jika kau cari asisten untuk membantu pekerjaan mu selama aku tidak ada"masukan Aditya
"tidak usah dit aku bisa melakukan itu sendiri"ucap Aldo lagi menolak
"tidak do,kau harus punya asisten agar tidak terlalu lelah,bagiaman jika Dila yang menjadi asistenmu?"ucap Aditya menatap Dila kemudian Aldo menatap Dila juga
"bagimana Dila apa kau mau menjadi asisten Aldo selama aku tidak ada?"tanya Aditya pada Dila
"mmm baikalah dit lagipula memang saat ini aku sedang mencari pekerjaan"ucap Dila menerima
"baiklah do sekarang Dila adalah asistenmu dia akan membantu pekerjaan mu,oke?"ucap Aditya dijawab anggukan Aldo
flashback off
kondisi Vina sudah jauh lebih baik hanya dia belum bisa berjalan seperti biasa karena kondisi yang masih lemas.Aditya mengajak Vina jalan jalan ditaman rumah sakit.
"mas apa kamu tidak lelah selama ini menemani ku disini? lalu bagaiman dengan perusahaan mu?"tanya Vina yang sedang duduk di kursi roda
Aditya menghentikan langkahnya dan berjongkok didepan Vina
"sayang, kamu itu istri aku, untuk apa aku lelah menemani mu?dan untuk perusahaan kau tidak perlu memikirkannya.Dila dan aldo menjadi partner kerja yang baik"ucap Aditya tersenyum manis kepada Vina
"dila? Aldo?mereka bisa jadi partner kerja? bukankah mereka seperti musuh bebuyutan jika bertemu?"ucap Vina tak menyangka
"entahlah,ya udah masuk yu udah mau sore nih kamu belum mandi,iiihh bau"goda Aditya sambil menutup hidungnya
"maasssss"teriak Vina sambil memukul pelan dada suaminya
"hahahah"tawa Aditya melihat tingkah manja Vina
"dasar nyebelin"kesal Vina memangku tangannya didada
cup
kecupan manis didahi Vina
"jangan marah ya sayang aku cuma bercanda"ucap Aditya menunduk
"sayang kenapa kamu menganggap aku marah beneran orang aku bercanda,wleee"ucap Vina tertawa geli sambil menjulurkan lidahnya
"oh awas kamu ya.."ucap Aditya kemudian menggelitik perut Vina
"ahhh ampun masa...geli... ahhahah"tawa Vina pecah begitupun aditya
tanpa mereka sadari ada sepasang mata menatap mereka dengan tatapan membunuh
"si**l*n kamu Aditya beraninya kau menggoda wanitaku! lihat saja aku akan merebut Vina darimu dan akan kuhabisi kau!!"umpat pemuda yang sama diklub.
Aditya dan Vina sudah berada diruang perawatan Vina dan mereka sudah mandi tentunya
"selamat sore sahabat kesayangan ku"ucap seseorang tiba tiba di ambang pintu
"Dila?Imel?kemarilah aku sangat merindukan kalian!!"ucap Vina memeluk erat kedua sahabatnya sedangkan Aditya dan Aldo hanya bisa memperhatikan mereka
"kami juga sangat merindukan mu Vina,maaf aku tidak menjenguk mu,kau tahu boss ku itu memberiku pekerjaan yang begitu banyak sampai aku pusing dibuatnya"curhat Dila pelan menjelekkan Aldo.
bersambung......
jangan lupa like dan komennya readers,bahkan kalo berkenan boleh divote😂maaf ya kalo suka lama buat up 🙏 terimakasih readers kesayanganku 🖤❤️