
Setelah puas berfoto mereka bermain air di pinggir pantai, saling menyiram membasahi satu sama lain. Tertawa bahagia saling mengucap cinta masing masing.
"Mas itu ada restoran kesana yuk"ajak Vina menujuk restoran yang menjual makanan tradisional khas Maladewa.
"ayo deh tapi ini baju kita basah"ucap aditya mengangkat kedua tangan nya.
"kita makan di outdoor nya aja"ucap Vina langsung menarik tangan aditya.
"hei Vina kamu mau kemana?"tanya dila namun tidak dihiraukan oleh Vina.
Dila dan yang lainnya mengikuti Vina yang sudah berlari masuk ke dalam restoran.
"Sayang tidak perlu berlari tunggu sebentar"ucap aditya ikut berlari mengejar istrinya.
Setalah sampai di dalam restoran, Aditya segera memesan semua menu yang ada di sana lengkap dengan dessert nya.
"Berikan aku semua menu terbaik di resto ini"Aditya berbicara dengan pelayan restoran dalam bahasa Inggris.
"baik tuan mohon ditunggu"pelayan itu mengangguk kemudian pergi.
Tak lama pesanan datang ada berbagai macam jenis makanan salah satunya adalah garudhiya sup ikan tuna, dimasak dengan bumbu yang sangat sederhana, yakni garam, irisan bawang dan daun kari.ย
"ya ampun sepertinya makanan ini semuanya enak"Dila berbicara dengan air liur yang sudah hampir menetes.
"hahah tenang bumil sekarang ayo makan"ucap Vina mempersilahkan semuanya untuk makan.
"benar kan rasanya enak sekali....mmm aku suka"ucap dila begitu lahap memakan garudhiya itu.
"Sayang pelan pelan jika kamu kurang aku akan memesan nya lagi"ucap Aldo melihat dila begitu cepat seperti orang yang sedang kesetanan.
"mungkin ini bawaan bayi sayang"jawab dila disela sela makan nya.
Dila yang justru melahap makanan itu rakus berbeda dengan imel yang justru ingin muntah.
"dil aku mohon jauhkan aku mual...oek....oek..."Imel berusaha menahan rasa mualnya.
"Imel makanlah ini"Vina memberikan dessert sebuah kue manis yang terbuat dari tepung tapioka dengan isi keju dan cokelat.
"mmm rasanya benar benar enak"Imel begitu menyukainya.
"makanlah sesuka kalian tapi pelan pelan lah tidak akan ada yang mengambilnya"ucap Vina melihat kedua sahabatnya begitu rakus.
"iya iya mah"jawab dila dan Imel kompak memanggil Vina mamah.
"nah dengerin kata mamah"Vina malah menyauti candaan kedua Sahabatnya.
"Hahahaha"semuanya terkekeh melihat Vina yang bersikap seperti layaknya seorang ibu.
Hari sudah semakin sore, sebentar lagi matahari terbenam mereka memutuskan untuk langsung kembali ke hotel karena merasa lelah.
"aku lelah sekali aghhhh"ucap imel meluruskan kakinya yang terasa pegal di sofa kapal.
"sini sayang biar aku pijatin"ucap rendy langsung memijat kaki Istrinya.
Banyak pasang mata yang memerhatikan perlakuan Rendy yang begitu perhatian pada Imel.
"terimakasih sayang"ucap Imel membelai wajah rendy.
Vina dan yang lain tersenyum senang melihat sahabat nya bahagia.
Sesampainya di hotel mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kamar masing-masing tapi sebelum itu Vina ke kamar mertuanya untuk mengambil Al.
Tok...tok...tok
Vina mengetuk pintu kamar hotel mertuanya.
Tak lama keluarlah naina bersama rudi yang sedang menggendong Al.
"loh kalian sudah pulang tidak menikmati sunset dulu?"tanya naina.
"tidak pah kami semua sudah merasa lelah karena Vina dan yang lain terus saja berfoto"jawab aditya melirik Vina.
"heheh maklum mah perempuan kan memang suka foto"ucap Vina tertawa.
"ya sudah lebih baik kalian bersih bersih dulu setalah itu kita makan malam bersama"ucap rudi.
"tapi Al?"tanya aditya.
"Al akan bersama kami kau ini seperti kami akan menculik anak mu saja"ucap rudi sedikit kesal.
"heheh iya pah"jawab Aditya tertawa kecil tahu jika ayahnya sedang marah.
"yaudah mah kami ke kamar dulu ya mau mandi"pamit Vina diangguki keduanya.
"Ahhhh aku lelah sekali mas"Vina menjatuhkan tubuhnya di kasur yang nyaman itu.
"Iya aku juga lelah"aditya ikut menjatuhkan diri disamping istrinya.
"ya udah aku mandi dulu gantian ya"Vina ingin bangun namun Aditya mencegahnya.
"kenapa mas?"tanya vina menatap suaminya.
"emmm itu dulu yuk"ajak aditya.
"engga mas ini udah mau jam makan malam udah ah jangan macem macem"tolak Vina kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Aditya menatap kepergian istrinya dengan wajah memelas kemudian mengacak acak rambutnya.
"aghhhh sayang....."teriak aditya dari luar kamar mandi.
Vina terkikik geli mendengar teriakan suami tampan nya itu.
Setelah 30 menit Vina keluar dengan pakaian yang sudah siap untuk pergi makan malam bersama keluarga di restoran hotel.
"Mas sana mandi"tutur Vina.
Aditya diam tak menjawab perkataan Vina dia langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Ckck suamiku Sayang"Vina menggeleng kepala tau aditya sedang marah.
Vina dan Aditya turun menuju restoran dimana yang lain sudah menunggu.
"maaf ya agak lama"ucap Vina duduk di samping naina.
"tidak apa apa sayang"jawab naina.
Vina memangku anaknya dan menyuapi Al dengan bubur jagung yang sudah dipesan oleh naina sebelumya.
"wah Al makan nya lahap sekali"ucap risa melihat Al begitu lahap memakan suapan Vina.
"iya dong ante biar cepet gede dan jadi seperti papah yang hebat"jawab Vina melirik aditya sedangkan yang dilirik hanya menunjukan ekspresi datar nya.
"ada apa dengan kakak dan kakak ipar apa mereka sedang bertengkar" Hati rafly mengira menyadari ekspresi wajah aditya.
"pasti sayang kamu pasti sama kaya papah hebat"risa menunjukan ibu jari nya.
"ya sudah sekarang makan lah"ucap rudi.
"Oh iya om tante besok kami harus kembali ke Amerika karena tio ada pekerjaan begitu juga dengan Rafly"ucap risa pada naina dan Rudi.
"kenapa cepat dan dadakan sekali kita baru saja bertemu"ucap vina.
"tidak apa apa kak lain kali kami akan berkunjung ke Indonesia dan anak-anak kita main bersama"ucap Clara.
"iya sudah lagipula kau juga sedang hamil tua tidak baik berpergian jauh terlalu lama"jawab vina.
Mereka berbincang bincang selama makan malam berlangsung berbeda dengan Aditya yang sejak tadi hanya diam fokus pada makanan nya.
"Apa mas Adit marah padaku???oh ya ampun tapi kan tadi memang benar sudah mau jam makan malam"
Vina semakin yakin bahwa suaminya marah Karena tadi dia menolak untuk membuat adik.
"Aku sudah selesai,aku akan ke kamar duluan sini biar Al bersamaku"Aditya mengambil Al dari gendongan Vina.
"Vin semua baik baik saja kan?"tanya dila.
"iya baik kok"jawab Vina.
"terus tadi suami kamu kenapa udah kaya tisu toilet lecek banget"saut Imel.
"sudahlah cepat selesaikan makan kalian aku harus kembali ke kamar"ucap Vina pamit untuk kembali ke kamarnya menyusul aditya.
Aditya dan Al bermain dan bercanda bersama di kasur sampai tak menyadari bahwa Vina sudah ada di antara mereka.
Aditya marah Mulu kaya haters๐๐๐
kira kira dia kenapa ya???
BERSAMBUNG..........
jangan lupa like dan vote ya๐๐๐
Terimakasih, happy reading ๐โค๏ธ๐บ