
"baiklah sayang ayo"ajak Aditya
kini semuanya tengah menikmati segarnya minuman kelapa, senyum tak henti hentinya mengembang di wajah Dila maupun Aldo
"hmmm pasangan baru cengengesan Mulu kaya kuda balap"sindir Vina
"apaan sih Vin"ucap Dila tersipu malu
"kenapa wajahmu jadi merah begitu?"tanya Imel menggoda
"ahh sudahlah,aku mau main air saja,ayo Risa"ajaknya pada risa
"baiklah dil ayo"ucap Risa kemudian mereka pergi ke pinggir pantai
"mas sampai kapan kita disini?"tanya Vina pada suaminya
"jangan buru buru sayang masih banyak permainan disini"ucap Aditya misterius
"baiklah"jawab Vina tersenyum manis
Semua orang sedang bermain air dipinggir pantai
"mas?"panggil Vina
"kenap..."sebelum Aditya menyelesaikan perkataannya Vina sudah menyiramnya dengan air pantai
"Heiii sayang hentikan bajuku basah... sayang"ucap Aditya sambil menutupi wajahnya dengan tangan
"hahahaha"tawa Vina dengan tangannya yang masih aktif menyirami Aditya
Aditya membalas Vina dengan melakukan hal yang sama
"ahhh mas basah hentikan...hahaha.... hentikan"ucap Vina kemudian segera berlari meninggalkan Aditya
Aditya mengejar Vina yang masih terus tertawa
"kakak jangan lari nanti kau bisa jatuh"ucap Rafly
"iya Vina kau sedang mengandung"teriak Dila dan Imel
Benar saja ketika Vina terus berlari mundur tanpa sengaja dia menyandung sebuah batu
"mas"teriak Vina yang sudah ingin jatuh namun tiba tiba ada yang menahannya dari belakang hingga pandangan mereka bertemu
"Vina??"teriak Aditya dan yang lainnya kemudian menghampiri Vina
"sayang kau tidak apa apa?"tanya Aditya khawatir
"iya mas aku tidak apa apa"jawab vina
"terimakasih sudah menyelamatkan istri saya"ucap Aditya pada seorang pria yang menolong vina
"sama sama tuan tadi saya tidak sengaja lewat dan melihat istri anda ingun jatuh"ucap orang itu
"oh iya perkenalkan nama saya Aditya"ucap Aditya mengulurkan tangannya
"saya Tio"jawab orang itu yang bernama Tio
"baiklah tuan tio kalo begitu kami permisi"ucap Aditya pergi diikuti yang lainnya
Aditya membawa Vina ke sebuah tempat istirahat
"sayang apa ada yang sakit?"tanya Aditya khawatir
"tidak mas, beruntung orang tadi menolongku"jawab Vina
"Kakak lebih baik kita pulang saja,aku khawatir dengan kondisi mu"ucap Risa
"Aku tidak apa apa,jangan pulang ya aku ingin menikmati sunset disini"pinta Vina pada semuanya
"jika memang kau tidak apa apa baiklah kita akan disini"ucap Dila lembut
"jika kau merasa sakit katakan pada kami ya"ucap Imel
"timaacih ante ante ku yang udah khawatilin aku"ucap Vina meniru suara anak kecil
"kau ini"ucap Aditya sambil mengacak-acak rambut istrinya
17:45 wib
"mas lihatlah indah sekali bukan?"tanya Vina mengagumi keindahan sunset
"tapi tidak lebih indah kamu sayang"gombal Aditya
"Dasar gombal"ucap Vina tersipu malu kemudian mencubit hidung Aditya
Dila dan Aldo serta Imel dan Rendy juga melakukan hal yang sama
"Terimakasih"ucap aldo membuat Dila bingung
"untuk?"tanya dila tidak mengerti
"sudah mau menerima cintaku"ucap aldo menatap Dila dalam
"Aku mencintaimu"ucap Dila kemudian memeluk lengan Aldo
"Bukankah itu sangat indah sayang?"tanya Rendy sambil menunjuk matahari yang Mulai terbenam
"sangat tapi tidak lebih indah dari apa yang sedang aku lihat sekarang"ucap Imel memandang Rendy
Rendy tersenyum kearah Imel kemudian memeluk bahunya dan Imel menyadarkan kepalanya di dada Rendy
"Aku tidak akan mungkin merebut rendy darimu Mel tenang saja"gumam Risa yang melihat kemesraan Rendy dan Imel
"Bersabarlah aku yakin Allah sudah menyiapkan yang lebih baik untukmu"ucap Rafly yang ternyata sejak tadi berada dibelakangnya
nih perwakilan visual ketiga pasangan itu 😍
Setelah menikmati sunset bersama, mereka pergi ke restoran bernuansa romantis
"ya ampun indah sekali"ucap Imel
"kau menyukainya?"tanya Rendy dan Imel mengangguk
Vina tersenyum senang melihat hubungan antara Imel dan Rendy tapi disisi lain dia juga sedih dengan keadaan Risa
"kebahagiaan diatas penderitaan" Hati Vina berkata dengan sendu
"Risa? panggil Rafly
"lihatlah ada menu kesukaan mu disini"ucap Rafly antusias
"ah mana?"tanya Risa tak kalah antusias
"memang makanan apa yang disuka Risa?"tanya Vina
"dia itu menyukai pecak ikan mujair"jawab Rendy tiba tiba
Deg.....
Bagai ada benda keras yang menghantam dada Imel
"Rendy bahkan mengetahui makanan kesukaannya,apa Meraka begitu dekat?" hati Imel bertanya tanya
"kau ini masih ingat saja kesukaan adikmu ini"ucap Rafly yang tahu bahwa kini Imel tengah salah paham
"tentu saja"jawab Rendy membuat Risa tersenyum tipis
"Imel pasti akan salah paham lagi denganku" prasangka Risa
"semoga setelah mendengar ucapan Rafly,Imel tidak akan mencurigai Risa lagi" ucap Vina dalam hati
Mereka mulai melahap makanan yang mereka pesan dan memutuskan untuk kembali pulang
"mas aku lelah"rengek Vina yang berjalan cukup jauh menuju parkiran
"astaga kakimu bengkak kak"ucap Rafly yang melihat kaki Vina bengkak
"coba sayang aku lihat"ucap Aditya kemudian Melihat kaki Vina
Tanpa berkata apapun Aditya langsung membopong tubuh istrinya membuat Vina terlonjak kaget
"mas turunin ihh malu"ucap Vina
"sudahlah kak tidak apa kakimu bengkak pasti sakit kan?"tanya Risa
"ini sama sekali tidak sakit ini sudah biasa untuk ibu hamil"jelas Vina
"sudahlah Vin"lerai Dila membuat Vina akhirnya diam
Setelah sampai diparkiran mobil mereka Aditya duduk dibelakang bersama Vina sedangkan kali ini Rafly yang mengambil alih kemudi
"ini pasti sakit kan sayang?"tanya Aditya dengan nada sedih
"tidak mas ini biasa untuk ibu hamil"jawab Vina lembut
Aditya meletakan kaki Vina dipahanya kemudian mulai memijatnya
"mas tidak perlu ini tidak sopan"ucap Vina mencoba mencegah
"ssstttt sudah sayang kau diam saja aku akan memijat kakimu"ucap Aditya masih terus menekan kaki Vina
Risa maupun Rafly begitu senang melihat kebahagiaan diantara kakak dan kakak ipar nya
"sungguh kak kau sudah merubah kak Adit 180°"ucap Rafly masih tetap fokus menyetir
"iya kak kau benar benar hebat bisa menaklukan pria seperti kak Adit"sambung Risa
"Memang dulu aku seperti apa?sama saja kok"elak aditya
"sama saja bagiamana bahkan untuk tersenyum saja begitu sulit untuk mu"ucap Risa membuat Vina tertawa mengingat dirinya yang mendekati Aditya dan berusaha mengubah sikap Aditya
"Meskipun suamiku dingin seperti es tapi hatinya sungguh lebih hangat dibandingkan dengan rebusan telur"ucap Vina dibumbui candaan
"Kau ini sayang aneh sekali"ucap Aditya
"tapi kamu cinta kan sama aku?"tanya Vina dengan tatapan menggoda
"cinta....cinta...cinta.... banget......."ucap Aditya lebay
Cup
Aditya mencium celah kening Vina
Cup
Aditya mencium pipi kanan dan kiri Vina
Cup
Aditya mencium hidung Vina
Cup
Terakhir Aditya mencium bibir Vina namun kali ini itu bukan hanya kecupan sekilas melaikan lum**an yang dalam membuat Risa dan Rafly sama sama membulatkan matanya
"mas ihh tuh lihat mereka sampai melongo gitu"ucap Vina setelah melepas ciumannya
"kakakakkkk"teriak risa merasa matanya ternodai
"diam"ucap Aditya datar
"kalian enak sekali bisa bermesraan di depan kami sedangkan kami kalian hanya anggap kotak tisu dan sabuk pengaman"ucap Rafly yang ikut menghakimi Aditya
"cepatlah menikah dan rasakan"ucap Aditya.
"untuk apa menikah dengan kekasih pun bisa bahkan lebih dari itu juga bisa"ucap Rafly lupa bahwa ini Indonesia bukan luar negeri yang membebaskan hal seperti itu
Aditya menatap tajam Rafly membuat Rafly menelan salivanya dengan susah
"maks...maksud.. maksudku bukan itu kak"ucap Rafly takut takut
"lihat saja jika kau berani melakukan itu dengan wanita yang bukan istrimu akan ku gantung kau di pohon mangga"ucap Aditya
"tidak kan tidak akan aku lakukan"ucap Rafly ketakutan
Vina dan Risa menahan tawanya melihat ekspresi wajah Rafly
"Hahahahaha"tawa keduanya pecah ketika Rafly benar benar menujukan ekspresi wajah takut
BERSAMBUNG.........
haii aku up lagi nih🤗😂bantu aku like dan komen novel ini biar aku makin semangat buat up 😂🙏
dan kalo berkenan boleh juga vote, hihihii
terimakasih, happy reading 😍❤️