My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 109



jantung Rendy dan yang lainnya berhenti berdetak saat mengetahui siapa pasien yang dibawa rekan dokternya ini.


Tubuh mereka terasa begitu lemah lunglai,nafas mereka tercekat di tenggorokan, air mata bak bendungan bocor yang tak henti mengalir membasahi wajah mereka termasuk aditya sendiri.


"Vina???!!!"rendy begitu terkejut ketika melihat ternyata wanita itu adalah vina.


"cepat bawa dia ke ruang operasi!!!"perintah rendy.


Aditya dan yang lain tidak bisa berkata-kata mereka hanya menatap kepergian Vina yang didorong oleh para suster.


"itu tadi bukan Vina kan?"tanya naina lemah.


"mah dengarkan aku,Vina sudah ditemukan sekarang dia akan baik baik saja"Rudi memeluk tubuh lemah istrinya.


"sayang???? itu bukan kau kan? kau baik baik saja kan?"aditya bertanya entah pada siapa.


"Adit sudahlah sekarang tugas kita mendoakan keselamatan Vina dan bayinya"Aldo memeluk tubuh aditya.


Dila dan Imel tidak memperdulikan yang lain mereka mengikuti para suster itu mendorong Vina di sisi dan kanan Vina.


"Vina kamu kuat,Al membutuhkan mu Vin"Dila mengucapkan kata kata itu sambil berlinang air mata.


"iya Vin kamu lihat suami kamu?dia benar benar terpukul,aku harap kamu kuat Vin kuat!!!"Imel berkata dengan gemetar tangis.


Vina masuk ke dalam ruang operasi banyak para perawat dan dokter membawa alat alat medis.


"ya Allah selamatkan Vina"Imel menyatukan kedua tangannya memohon.


Lampu operasi menyala, entah sudah berapa dokter yang masuk tapi lampu belum juga mati.


"sayang kamu harus kuat demi Al anak kita"Aditya mondar-mandir di depan pintu ruang operasi.


Aldo sedang memeluk tubuh istrinya yang lemah,dia tidak mau terjadi sesuatu pada calon bayi nya,namun tiba tiba ponselnya berdering dengan segara dia mengangkatnya.


"Halo?"


"halo bos,kami sudah tau siapa yang menabrak nona Vina"


"katakan"


"Alex saat ini dia sudah di tangkap polisi dan kami sekarang menuju rumah sakit bersamanya"


"Baiklah"


Aldo mematikan sambungan teleponnya dan bangun menghampiri aditya.


"dit Alex dalam perjalanan di sudah ditangkap polisi"jelas aldo.


Aditya mengepalkan tangannya,dia sudah tidak sabar ingin melenyapkan pria brengsek itu.


Lampu ruang operasi terbuka bersamaan dengan keluarnya Vina,semua menghampiri Vina yang sudah di obati namun belum sadarkan diri.


"Sayang ingatlah Al,Al membutuhkan mu nak"naina berbisik ditelinga vina.


"sayang??"panggil aditya seraya menciumi tangan Vina.


"maaf pak saat ini pasien tidak boleh disentuh Karena luka di tubuhnya begitu sensitif"ucap seorang perawat.


Rendy keluar bersama dokter Zidan dan dokter Rani.


"Rend tidak ada yang serius kan?"tanya imel


"semua akan kita ketahui ketika dia sadar nanti"jawab rendy.


"dok bayinya tidak apa apa kan?"tanya Dila.


"maaf nona benturan keras akibat kecelakaan itu membuat bayinya tidak bisa diselamatkan"jelas dokter Rani.


"kenapa kau merenggut anak yang bahkan belum melihat indahnya ciptaan mu ya allah" Aditya menjerit di dalam hati rasanya sekarang mulutnya sudah terkunci.


"hiks....hiks.... kenapa kita harus merasakan penderitaan seperti ini pah... kenapa selalu Vina yang harus menderita.."naina menangis dengan histeris mendengar penuturan Rani.


Tring.....tring.....


ponsel Imel tiba tiba berdering dan terlihat nama si penelpon adalah Ibu Dina.


"hal...halo Bu??"


"Imel apa kau sedang bersama Vina?ibu ingin bicara padanya ibu sangat merindukan nya"


"ak....aku....aku....maaf bu hiks...hiks..."


"Imel kenapa kau menangis nak?"


naina mengambil ponsel Imel dan bicara pada dina.


"Dina?"


"Vina....Vina mengalami kecelakaan hiks...hiks..."


"Apa???kalo begitu aku akan kesana"


Setelah sambungan telepon terputus


Beberapa polisi dan anak buah aldo datang membawa seorang pria yang sudah membuat kehancuran ini.


"selamat siang tuan aditya"polisi memberi hormat pada aditya


Aditya tidak menjawab polisi itu dia terus memandang pria yang dibawanya dengan penuh kebencian dan tatapan membunuh.


"aku akan melenyapkan mu Alex"aditya mencekik leher Alex sedangkan Alex hanya tertawa kecil.


"Adit lepaskan dia...kau bisa dipenjara dit"aldo mencoba melepaskan tangan aditya dari batang leher Alex.


"tuan aditya Lepaskan ini tidak benar"titah seorang polisi dan aditya melepaskan cekikan nya.


"heh... aditya sudah aku katakan bukan apa yang aku inginkan harus aku dapatkan jika aku tidak bisa mendapatkannya maka siapapun tidak boleh memiliki nya."Alex bicara dengan sombongnya seperti tidak memiliki dosa.


"Kau!!!!"Aditya ingin memukul Alex tapi ditahan oleh Rendy dan aldo.


"Adit hentikan tenanglah"Rudi mencoba menenangkan aditya.


Sepasang suami istri datang dengan terburu-buru menghampiri mereka.


"pak saya mohon jangan tahan anak saya"seorang wanita bicara pada polisi.


"siapa kalian?"tanya naina.


"kami orang tua nya"jawab sanjaya.


"oh jadi dia anak mu?kenapa kau tidak bisa mendidik anakmu dengan benar dia sudah berbuat jahat pada menantuku"naina berteriak memenuhi koridor rumah sakit.


"Mamah sabar mah"dila mengelus bahu naina.


"maafkan kami nyonya Brawijaya kami tahu anak kami salah tapi kami mohon jangan penjarakan dia"Julia menyatukan kedua tangannya.


"apa??? kau bilang jangan penjarakan dia?dia sudah membuat menantu kritis dan melenyapkan cucuku yang bahkan belum lahir"naina semakin dibakar emosi.


"Tante sabar"Imel ikut menenangkan naina.


"sudahlah mah memang ini yang aku inginkan, aditya aku dan Vina akan bahagia di surga nanti....selamat tinggal"


Alex menyambar pistol yang ada dikantung polisi dan menembakan peluru ke kepalanya sendiri.


DORRRR....


"Alex!!!!!!!"Julia berteriak memanggil nama anaknya.


Yang lain hanya menutup matanya tidak kuat menyaksikan kegilaan seorang Alex.


"Alex...kenapa kau berbuat begini nak....hiks..hiks"Julia menangis lemah melihat anaknya yang langsung dibawa ke ruang perawatan oleh para dokter atas perintah polisi.


"kenapa dia bertindak gila seperti itu??!!!"Imel masih menutup matanya tidak menyangka akan kegilaan alex.


Alex dibawa ke ruang operasi,Aditya dan yang lain sama sekali tidak perduli dengan Alex, tapi memang sudah tugas rendy membantu orang yang membutuhkan.


Tak lama rendy keluar dan menyampaikan berita yang membuat orang tua Alex menangis tak kuasa mendengarkan berita rendy.


"maaf tuan dan nyonya peluru tepat mengenai pembuluh darah nya dan dia tidak bisa diselamatkan"ucap rendy.


"Alex...hiks...hiks..."


"tuan aditya kami akan mengurus kasus ini,kalo begini kami permisi"ucap polisi itu.


"baiklah pak terimaksih atas bantuan anda"jawab aditya.


Alex dibawa pergi untuk di kuburkan, aditya dan yang lain sama sekali tidak Sudi untuk ikut memakamkan jenazah Alex.


"tuan saya atas nama anak saya benar benar minta maaf dia sudah tidak akan mengganggu keluarga anda jadi mohon dimaafkan"ucap Sanjaya pada aditya.


"untuk bisa memaafkannya itu sangat sulit tapi saya berdoa semoga dia tenang di alam sana"jawab aditya.


kedua orang tua alex pergi membawa jenazah anak mereka menggunakan ambulans,Aditya dan yang lain hanya menatap kepergian mereka.


BERSAMBUNG......


SOAL ALEX KELAR GUYSS๐Ÿ”ฅ๐ŸŒท๐ŸŒท


BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU CRAZY UP HARI INI โœŒ๏ธ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


TERIMAKSIH, HAPPY READING โค๏ธ๐ŸŒบ