
"selamat datang di Paris pak,senang sekali rasanya saya bisa bertemu dengan anda sekian lama dan ya saya minta maaf Karena saya memajukan jadwal kerjasama kita"ucap klien itu (bahasa Prancis ceritanya ya)
"tidak apa apa tuan Albert,dan saya juga senang bisa bertemu dengan anda"balas Aditya datar
"dan ini perkenalan dia sekretaris ku Aldo sedang tidak bisa datang jadi aku bersamanya"lanjut Aditya memperkenalkan Vina.
"senang bertemu denganmu nona"menggunakan bahasa Prancis sambil menyodorkan tangannya,Vina hanya bisa tersenyum dan membalas sodoran tangannya karena dia tidak mengerti dengan apa yang tadi klien itu katakan.
meeting mereka berjalan lancar,Vina mencatat semua poin poin penting dalam meeting dan akhirnya selesai. namun sebelum pergi mereka memutuskan untuk makan dulu karena memang Meraka belum sarapan.
setelah selesai makan Albert berpamitan untuk pergi dan sekarang waktu menunjukan pukul 09:30 Vina dan Aditya bergegas menuju lokasi pembangunan hotel dan sampailah mereka di lokasi.
Vina mengambilkan APD untuk aditya namun tidak untuk dirinya karena habis ,setelah itu pergi melihat lihat kemajuan pembangunan hotelnya namun ketika sedang melewati bangunan tersebut Vina melihat ada sebuah balok kayu besar yang akan jatuh mengenai punggung Aditya spontan mendorong Aditya hingga kayu itu mengenai kepalanya yang tanpa APD
buggghhhhh....
Vina terjatuh sambil memegangi kepalanya dan pingsan darah beraliran dari kepalanya. Aditya yang panik langsung berteriak.
"VINA!!!!!"teriak Aditya
kemudian dia langsung memangku vina.
"Vina bangunlah!"ucap Aditya sambil menepuk pipi Vina. namun tidak ada jawaban akhirnya Aditya menggendong Vina menuju mobil pergi kerumah sakit terdekat.
selama diperjalanan Aditya terus menggenggam tangan Vina sambil terus memintanya bangun.
"Vina bangunlah! bangun Vina!" perintah Aditya khawatir. mereka sampai dirumah sakit Aditya segera berlari berteriak.
"dokter!!!! dokter!!!"teriak Aditya, seorang dokter menghampiri mereka dan membawa Vina pergi.
Terlihat baju Aditya penuh dengan darah segar Vina tapi dia tidak memperdulikan itu.aditya menunggu didepan ruangan tempat Vina diperiksa selama 30 menit dokter baru keluar ruangan.
"dokter bagaimana keadaannya?!"tanya Aditya.
"kondisi nya baik baik saja hanya dia perlu beristirahat dengan cukup karena luka di kepalanya dan beberapa jahitan"ucap dokter itu.
"apa saya boleh melihatnya dok?" dan diangguki oleh dokter kemudian dokter itu pergi.
ceklek
Aditya masuk keruangan Vina dan melihat kondisinya,terlihat wajah pucat Vina sedang memejamkan matanya.
"kenapa kau harus menyelamatkan ku?! harusnya akulah yang disini bukan kau!!"ucap Aditya merasa sedih. Sudah 2 jam namun Vina belum juga sadarkan diri akhirnya Aditya menuju sofa ruangan itu dan tertidur.
tak lama Aditya tertidur Vina mulai sadarkan diri dan memegang kepalanya yang terasa sakit
"aku dimana?"tanya Vina sambil mencari cari
aditya terbangun ketika mendengar suara Vina.
"kau sudah sadar?minumlah!"ucap aditya memberikan segelas air.
"pak ini dirumah sakit?bukanya kita tadi diproyek?"tanya Vina belum ingat.
Aditya membuang nafas pelan
"memang kita diproyek tapi karena ulahmu kita jadi dirumah sakit!"ucap Aditya kesal padahal merasa begitu bersalah.
Vina mengingat semuanya kemudian menunduk
"maaf pak...karena ulahku kita sem,,,"ucapan Vina dipotong aditya.
"terimakasih dan istirahatlah mulai besok kau tidak usah ikut denganku ke proyek."sambung Aditya.vina menjawab dengan anggukan pelan.
rumah sakit 20:00 waktu paris Vina sudah tidur sedangkan Aditya masih sibuk berkutik dengan laptopnya sampai akhirnya dia ikut tertidur dengan posisi duduk dan laptop yang masih menyala.
Vina bangun untuk minum tapi ketika melihat Aditya tidur dengan posisi tidak nyaman dia membantu nya untuk berbaring.vina mendekati Aditya dan melihat wajah aditya dalam jarak yang sangat dekat
"ternyata benar kata ana dia sangat tampan apalagi jika sedang tidur seperti ini"ucap Vina tersenyum kemudian dia mengambil laptop dan mensave yang sudah diketik Aditya setelah itu dia kembali berbaring dan tidur.
keesokan harinya
Aditya bangun lebih dulu daripada Vina dan melihat posisi tidurnya berubah.
"semalam bukannya aku tidur sambil duduk dan laptop,,,astaga laptop"Aditya bergegas mengambil laptopnya takut semua datanya hilang tapi syukurlah Vina semalam mensave dulu.
kemudian dia mandi dan pergi membeli sarapan tak lama Vina bangun dan melihat Aditya sudah tidak ada "hmmm mungkin dia sudah berangkat meeting"ucap Vina kecewa.
tiba tiba pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria tampan memasuki ruangan dan memberikan makanan kepada Vina.
"makanlah,aku sudah memutuskan hari ini kita kembali ke indonesi!"ucap aditya
"tapi pak,,,,"ucapannya dipotong aditya seperti biasa.
" sudah berapa kali aku beritahu jika aku bilang maka sudah jangan berusaha membantah"bentak Aditya membuat Vina diam menahan tangisnya.
Vina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter,mereka pergi ke hotel membereskan pakaian mereka masing masing setelah semuanya sudah Vina berbaring ditempat tidur untuk tidur sebentar karena penerbangan mereka jam 4 sore sedangkan sekarang baru jam 12 siang. "huh baru sehari tidur ditempat nyaman ini aku harus pulang,kenapa pula harus kejadian seperti ini sihh"Vina membuang nafasnya kasar.
waktu menunjukan pukul 15:00 mereka menuju bandara karena memang perjalanan membutuhkan waktu 45 menit,setelah sampai Aditya dan Vina duduk di tempat keberangkatan.
"kau mau makan sesuatu?"tanya Aditya datar tanpa menatap Vina,Vina hanya menggeleng dan dijawab anggukan oleh Aditya.
akhirnya pesawat yang mereka tumpangi lepas landas butuh waktu 16jam 50 menit sampai Indonesia dan Vina memutuskan untuk tidur karena kepalanya merasa pusing.
Aditya melihat Vina tidur dengan jendela sebagai sandaran akhirnya memindahkan kepala Vina di bahunya.
"cantik"ucap Aditya sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya hingga akhirnya dia juga tertidur.
mereka sampai di Indonesia jam 8:00 waktu Indonesia dan segera pergi kerumah masing masing.
"pak terimaksih sudah mau mengantar saya"ucap Vina setelah keluar dari mobil dan si empu yang ditanya hanya mengangguk kemudian pergi.
"dasar kulkas"ucap Vina kesal.
Aditya sampai rumahnya disambut oleh mamah dan papah nya.
"loh sayang kok sudah pulang bukannya perjalanan bisnis nya selama 4 hari?apa semua baik baik saja?"tanya naina.
"tidak ada apa apa hanya aku sudah menyelesaikan nya lebih cepat!"jawab Aditya dingin dan berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
"pah lihatlah dia tidak pernah tersenyum lagi karena kejadian itu"ucap naina sedih.
"sabar mah pasti akan ada wanita yang bisa meluluhkan kan tawanya"Rudi memberi semangat
Aditya menjatuhkan badannya ke atas kasur king size nya kemudian mengingat kejadian 20 tahun yang lalu.
"agh....kenapa aku masih terus mengingat itu semua ya Allah tolong aku untuk melupakan itu semua, aku ingin tertawa seperti dulu!!"ucap Aditya sambil menatap langit-langit kamarnya.
bersambung......
sebenarnya apa ya???? penasaran makanya baca terus ya, hihihi