My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 187



Al sudah tidur dalam dekapan vina,Aditya yang tidak bisa tidur tak hentinya dia menggangu istrinya.


"Neng geulis pujaan juragan"bisik aditya namun tidak mengusik tidur vina sama sekali.


Tangan aditya mengelus bahu turun ke telapak tangan dan begitu terus meraba halusnya kulit vina.


"Sayang????"panggil aditya frustasi.


Vina yang mulai terganggu membuka matanya dan membalik badan menghadap aditya yang sedang cemberut.


"Ada apa mas???"tanya vina santai.


"Ada apa??? tadi kan kamu bilang kalo Al tidur kamu punya aku"rengek Aditya.


"Bukan hanya ketika Al tidur sayang, selamanya aku memang milikmu"saut vina membelai wajah suaminya.


"Kalo begitu cium"pinta aditya.


"ihh gak mau kamu belum gosok Gigi"tolak vina menutup mulutnya.


"ihh sok tau aku udah gosok 12X"ucap Aditya tidak terima dengan perkataan istrinya.


"hah?kapan aja mas? perasaan kamu tidak ke kamar mandi sebanyak itu"tanya vina terkejut.


"Januari, February, Maret, April,Mei, Juni,Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember"jawab aditya nyengir kuda.


"jadi kamu gosok gigi sebulan sekali dong?"tanya vina polos.


"Iya,apa mau cium?"tanya aditya menyeringai.


"tidak mau kamu jorok"Tolak vina semakin menutup mulutnya.


"hahahaha aku hanya bercanda sayang"tawa renyah aditya memenuhi kamar.


"mas belum pernah kena lempar kulkas ya?"tanya vina.


"Belum"jawab aditya. "kenapa??"tanya aditya balik.


"mau aku lempar sekarang"jawab vina geram.


"Jangan dong masa ganteng ganteng gini mau dilempar kulkas, sayang dong"ucap aditya bercanda.


"iya sayang kulkasnya lecet nanti kalo kamu mah biarin aja"desis vina menatap suaminya jengah.


"kejam banget kaya jaman penjajahan Belanda"canda aditya.


"Iya,kalo mau sini sekalian aku suruh kerja rodi biar berasa jaman penjajahan nya"ucap vina dengan ubun ubun yang sudah memanas.


"mau tapi kerjanya menjamah kamu ya,aku siap kok mau rodi atau romusha"seringai aditya sangat jelas terlihat.


"Gak ma...,"ucapan vina terpotong Karana mulutnya sudah dibungkam oleh ciuman aditya.


Vina tak kuasa menolak karena hujan deras membuatnya merasa dingin dan membutuhkan kehangatan tubuh suaminya.


Mengingat perkataan suaminya yang gosok gigi sebulan sekali, ditengah ciumannya vina mengendus nafas suaminya tapi yang ia cium bukan bau jutsru wangi mint yang menyegarkan.


"mas kasihan Al nanti tidurnya terganggu"ucap vina setalah aditya melepaskan ciumannya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun aditya membopong tubuh istrinya ke sofa dan mulai mempreteli pakaian vina hingga tak tersisa sehelai benang pun ditubuhnya.


"Baby, papah izin pinjam mamah ya"ucap aditya seakan bicara pada perut vina.


"Diizinkan pah"jawab vina mewakili anaknya.


Aditya meluruskan matanya menatap vina kemudian mengecup perut vina lembut dan memulai permainan panas itu dengan sangat lembut mengingat istrinya yang sedang mengandung.


Cukup lama akhirnya mereka sama sama mendapatkan kenikmatan yang mereka cari hingga aditya lemas di samping istrinya dengan sisa sofa yang hanya menangkup setengah badannya.


"Mandi yuk sayang"ajak Aditya..


"aku capek mas"ucap vina mengira Aditya akan meminta tambahan.


"aku mengajak kamu mandi sayang bukan ngajak kamu gali sumur"canda aditya membuat Vina terkekeh.


"sajak kapan suamiku ini pandai bergurau hmm?"tanya vina gemas mencubit pipi aditya.


"mungkin sejak......"Aditya tampak berpikir mengetuk jari telunjuknya di dagu.


"sejak kapan? jangan bilang karena terus menonton OVJ jadi pandai bergurau"ucap vina mendelik.


"Aku lebih suka nonton azab sayang"jawab aditya.


"oh sinetron yang dimana pemainnya ditabrak mobil dengan pelan tapi meninggal?"tanya vina.


"Bukan hanya itu sayang yang lebih aneh lagi adalah tidak ada hujan atau badai tiba tiba ada petir yang menyambar,kan aneh ya sayang"saut aditya.


"Apalagi kisahnya selalu istri yang disakiti"jawab vina.


"dan mereka akan menangis dengan musik pengiring 'ku menangis.... membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku' "saut aditya lagi.


Hingga percakapan unfaedah itu berlanjut sampai akhirnya kantuk mulai menyerang dan mereka tertidur lelap sambil berpelukan.


****


Pagi pagi sekali Aditya dan vina sudah bersiap untuk kembali ke ibukota, mereka berpamitan dengan bi Tuti dan mang Trisna.


"kapan kapan main mang sama bibi ke Jakarta"ucap vina pada sepasang suami istri itu.


"iya non nanti kapan kapan kita main insyaAllah"saut mang Trisna.


"Buat non semoga lancar ya nanti persalinannya, ibu dan bayinya selamat dalam keadaan sehat"ucap bi Tuti.


"Amin bi,kalo gitu kami permisi ya"ucap vina.


"iya non hati hati".


Al asik dengan tontonan nya sedangkan aditya fokus menyetir dan Vina menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"kapan kapan kita kesini lagi ya mas"ucap vina.


"iya Sayang nanti kita kesini lagi bersama Al dan baby twins kita"jawab aditya mengelus perut Vina yang membulat.


"Baby nanti kalo udah besar tagih ya ke papah buat jalan jalan kesini"vina mengelus perutnya sambil berceloteh.


"Abang Al dari tadi diem aja nih"sindir aditya melihat anaknya dari spion tengah.


"Mama au usu...au usu"pinta Al.


"Mau nyusu?aus ya??cium dulu"vina memiringkan wajahnya mengarahkan pipinya pada Al.


"mama na akal....mama na au usu"ucap Al kemudian memandang aditya.


"papa au usu....papa"sekarang Al merengek pada ayahnya.


"bilang dulu papa ait paling ganteng cocok buat mama na"ucap Aditya.


Ya baik vina maupun aditya sangat suka menggoda anaknya itu entah kenapa bagi mereka sangat bahagia mendengar Al memanggil mereka dengan diikuti nama masing-masing.


"Cup... cup...anak mamah ini sayang susunya"Vina memberikan Al susu yang ia buat sebelum pulang tadi.


"tidak mas lagipula ini masih pagi pasti belum ada pusat oleh-oleh yang buka, kita langsung pulang saja meeting kamu kan sebentar lagi"jawab Vina.


"terimakasih karena selalu ada disampingku"ucap aditya tersenyum manis sesekali melirik Vina.


Hening.... tidak ada yang bicara di dalam mobil yang terdengar hanya suara nyanyian dan dialog antara doraemon dan Nobita.


tring....tring.....


ponsel aditya berdering, aditya menyuruh vina melihat dan mengangkatnya ternyata aldo yang menelpon,Vina memegangi ponsel aditya dan mengarahkannya dengan menggunakan loud speaker.


"Halo do???"


"dit meeting di undur sampai jam makan siang tapi kita harus ke Surabaya sore ini untuk memeriksa pembangunan hotel disana"


"apa??? kenapa tiba tiba begini?"


"Pemilik hotel ingin membicarakan sesuatu tentang kemajuan pembangunan langsung denganmu"


"ya sudah baiklah aku dalam perjalanan pulang"


"baik dit hati hati"


Vina mematikan sambungan teleponnya dan menyimpan nya di kantong celana suaminya.


"jadi gimana mas? kamu gak capek harus pergi ke luar kota setalah mengajakku jalan-jalan?"tanya vina.


"engga sayang,aku tidak akan lelah membahagiakan istri dan anakku"jawab aditya tulus.


"Tapi mas aku....,"


"sstttt sudah sayang perjalanan masih cukup jauh lebih baik kamu tidur dulu"ujar aditya.Vina menuruti perkataan suaminya dan tidur dengan bahu aditya sebagai bantalan.


Dikursi belakang Al tidak tidur dia asik menonton kartun nya sedangkan aditya Kembali fokus menyetir tapi sekali kali mencuri ciuman di rambut Vina.


Cukup lama Vina tertidur,dia mengerjapkan matanya dan ternyata mereka sudah sampai dikawasan perumahan mansion.


"ya Allah mas maaf ya aku tidur lama banget ya"ucap vina membuka matanya dan memposisikan tubuhnya duduk.


"engga kok sayang tapi kalo dikumpulin dapet seember mah"ucap aditya bercanda melirik bahunya yang basah.


"hehehe maaf ya sayang namanya orang tidur wajar kan kalo ngiler"ucap vina tertawa garing.


"Iya gak apa apa sayang jangankan di bahu, dibibir aku juga boleh"ujar aditya.


Cup


"tuh aku kasih"ucap vina setelah mencium bibir Vina.


"makasih sayang rasanya lebih manis dari madu"goda aditya.


"dan aku rasa untuk beberapa hari kedepan kamu tidak dapat rasa madu ini"ucap vina.


"kenapa??"tanya aditya mengerutkan keningnya.


"ahh iya aku lupa"aditya berubah cemberut mengingat sore ini ia harus pergi ke luar kota setidaknya 3-4 hari.


"setelah kamu pulang nanti kamu akan mendapatkan sepuasnya sayang"ucap vina menghibur suaminya.


"Tapi maunya disini sama disini terus disini dan disini"Aditya menujuk bagian sensitif istrinya..


"ahhh mesum"desis vina sambil memukul bahu suaminya sampai tidak sadar jika mereka sudah sampai di depan gerbang mansion.


Tin....


Aditya membunyikan klakson dan tak lama gebang tinggi itu terbuka lebar membiarkan sang pemilik masuk.


"selamat datang kembali tuan dan nona"ucap pak Ali.


"terimakasih pak"jawab vina sedangkan aditya hanya mengangguk kemudian membuka pintu belakang dan menggendong Al yang masih ngiler.


Vina mengikuti suaminya tak lupa sebelum masuk mereka mengucapkan salam.


"waalaikumsalam"


"kalian sudah pulang, bagaimana liburannya?"tanya naina pada aditya dan vina yang sedang menyalami tangan nya bergantian dengan rudi.


"menyenangkan pah"jawab vina.


"Aku ke kamar dulu ya mau tidurin Al kasihan dia"ucap aditya diangguki semuanya.


"Bumil cantik apa nih oleh-oleh nya?"tanya imel.


"Noh baju kotor di mobil"jawab vina.


"aaaa maksih aku suka sama oleh-oleh nya"jawab Imel.


"Hahaha maaf ya semuanya tadi aku gak beli apa apa karena disana hujan dan belum ada pusat oleh-oleh yang buka"ucap vina.


"iya vin kami ngerti kalian buru buru karena aditya yang harus mendatangi meeting"saut aldo.


"kalian pulang dengan selamat saja kami sudah senang nak"sambung rudi.


Aditya datang sendiri membawakan segelas air putih yang langsung diberikan kepada Vina.


"ini sayang minumlah"ucap aditya.


"harusnya aku yang kasih kamu mas, maaf ya"ucap vina tidak enak.


"tidak apa apa, minumlah"jawab aditya.


"dit nanti kita keruang kerja ya dan maaf aku harus memaksamu untuk pergi sore ini"ucap Aldo.


"tidak apa apa do aku mengerti"jawab aditya.


"dit lebih baik sekarang kau istirahat masih ada waktu untuk istirahat dan mengumpulkan tenaga"ujar rendy mengingatkan.


"Iya nak pergilah istirahat"ucap naina.


"Baiklah semuanya aku ke kamar dulu ya"ucap aditya diangguki semuanya termasuk vina.


"kamu juga istirahat vin pasti kamu juga lelah kan"ucap dila.


"tidak dil aku tidak lelah kan yang menyetir mas Adit bukan aku"jawab vina.


"maksud ku adalah lelah di ranjang sayang"canda dila.


"Dil kau tahu aku sedang lelah tapi entah kenapa tanganku ini terasa gatal ingin memukul seseorang, kau ingin bibirmu aku pukul"saut vina.


"lagian kamu ada ada aja punya tanda bukannya ditutupin malah di buka"ucap imel menunjuk tanda kiss Mark dileher Vina karena perbuatan suaminya.


"Ak... aku ke kamar dulu takut Al menangis"ucap vina bangun dan segera pergi menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.


"hahahaha"tawa renyah sekeluarga melihat pipi Vina yang merona.


GABUNG GRUP CHAT AKU YA BIAR BISA NGOBROL DAN TANYA TANYA KAPAN UP,KALO BANYAK INSYALLAH BESOK AKU UP 3 EPISODE ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


BERSAMBUNG.......