My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 224



Vina menemani anaknya bermain di taman menunggu suaminya pulang,ya sebentar lagi akan berbuka puasa semua sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan berbuka.


"Al puasa gak?"tanya Vina membelai rambut anaknya.


"Puasa,Al nda minum susu dali pagi"jawab Al.


"Wahh hebatnya anak mamah"saut vina mencubit gemas pipi anaknya.


"Puasa kok makan biskuit tadi di kamar"ledek imel datang menghampiri mereka.


"Iya kan kata oma gak boleh minum susu berarti makan biskuit boleh dong tante"jawab Al membuat Vina dan Imel terkekeh.


"Iya deh iya"saut Imel mengalah dan mencubit pipi Al yang chubby.


"Kau makan dulu Vin setelah itu minum obat"tutur Imel.


"Iya nanti ya lagipula aku belum mau tidur"jawab vina.


"Antengnya ponakan ante"ucap imel melihat stroller baby dimana ada alisha dan Alvaro.


"Alhamdulillah banget mel anak anakku gak rewel,mereka tahu saat ini ibunya sedang tidak enak badan"Ucap vina.


"Tentu saja,karena mereka akan menjadi kembar yang penurut dan akur nantinya"Imel menggendong varo sedangkan alisha diberikan kepada Vina.


"Assalamualaikum"salam aditya yang baru pulang kantor menghampiri anak dan istrinya.


"waalaikumsalam"


"mas udah pulang?"tanya vina mencium punggung tangan Aditya yang dibalas kecupan di kening nya.


"Iya sayang,heumm anak papah udah wangi semua"ucap aditya melihat alisha dalam gendongan ibunya.


"udah dong pah,kan kalo aku bau gak ada yang mau gendong"saut Vina menirukan suara anak kecil.


"Papah??!!"panggil Al heboh kemudian memeluk perut sang ayah.


"eh abang kok belum mandi?masa kalah sama adiknya"tanya aditya.


"he'uh tadi,tadi Al nda mau mandi mau main sama mama aja"jawab Al mendongak.


"ya udah yuk mandi sama revan"ajak imel.


"yuk"saut Al memegang tangan imel kemudian pergi setelah memberikan varo pada Vina.


"Udah mau magrib masuk yuk, lagian kamu belum mandi kan?"ajak aditya diakhiri pertanyaan.


"belum,hehehe"jawab vina cengengesan.


"Ya udah yuk"ajak aditya.


Vina berjalan dengan pelan ya karena saat ini dia tidak menggunakan kursi roda nya tapi masih tetap tersambung dengan selang infusan setidaknya sampai malam ini setelah minum obat.


"Clara??"panggil aditya.


"iya kak?"saut clara menghampiri Aditya dan Vina.


"Tolong bantu bawa varo ya"tutur aditya karena merasa kasihan jika Vina harus menggendong dan membawa cairan infusan secara bersamaan.


"ah iya Baiklah"jawab Clara kemudian mengambil alih gendongan varo dari vina.


"Makasih ya Clara"ucap Vina diangguki Clara.


"Mau kemana?"tanya rafly yang datang dengan membawa Rizky.


"Ke Dufan,mau ikut?"tanya aditya ketus.


"Kak kau kan sedang puasa itu artinya kau harus Sabar"ujar rafly.


Aditya tidak menjawab dia sudah lebih dulu menaiki satu persatu anak tangga yang di susul oleh vina dan Clara sementara rafly kembali masih mematung di posisinya.


"Ngapain?"tanya tio pada rafly yang diam bak benda mati.


"Mandi"Jawab rafly kemudian menyusul istri dan yang lainnya naik.


"Deh gak jelas"cibir tio.


Setalah mengantar varo sampai ke kamarnya, clara pamit untuk ke kamarnya sebelum waktu berbuka nanti sedangkan aditya membantu menyiapkan pakaian untuk nya dan istrinya.


"Gimana hari pertama puasanya?"Tanya Vina seraya membuka hijab yang ia gunakan.


"Menyenangkan"jawab aditya.


"Apa yang membuat hari ini menyenangkan?"tanya Vina mengerutkan keningnya.


"Alhamdulillah sayang aku menang tender lagi dan 3 bulan kemudian perusahaan akan mulai pembangunan hotel 36 lantai di Berlin"jawab aditya sumringah.


"Selamat ya sayang,aku senang mendengarnya"Tutur vina tersenyum manis.


Aditya merasa beruntung memiliki istri seperti vina yang selalu menanyakan bagaimana harinya,entah apa yang membuatnya spesial dari pertanyaan itu tapi aditya merasa beruntung saja karena Vina memikirkan harinya seperti seorang ibu yang bertanya pada anaknya ketika pulang sekolah.


"Ya udah kamu mandi dulu,bisa mandi sendiri?"tanya aditya.


"Kamu aja duluan, sebentar lagi berbuka dan magrib nanti ketinggalan magribnya loh"ujar vina.


"Mandi bareng aja deh yuk"ajak aditya dijawab gelengan kepala oleh Vina.


"iya deh,ya udah aku mandi dulu ya sayang"ucap aditya diangguki vina.


Ketika Aditya di kamar mandi,Al datang dengan setelah Koko dan peci berwana putih siap untuk melaksanakan shalat magrib dan tarawih bersama yang lain.


"Mama ikut solat nda?"tanya Al melepas pelukannya.


"Mama belum boleh shalat sayang,ada sesuatu yang membuat mamah tidak di perbolehkan untuk shalat"jawab vina.


"Kenapa nda boleh?"tanya Al dengan tingkah polosnya.


"Al akan tau ketika besar nanti"jawab vina memangku anaknya dengan posisi Al menghadap ke depan. "Jangan lupa habis shalat Al harus?"tanya vina.


"Baca surat Al Fatihah,an naas dan Al Falaq"jawab Al yang sudah menghafal 3 surat yang diajarkan oleh Vina.


"Pinternya anak mamah,cium dulu dong"pinta Vina menunjuk pipi kirinya.


Muachh....


"Sayang mamah"ucap Al manja.


"sayang Al juga"balas vina.


Aditya keluar dengan handuk yang melilit di pinggang, dilihat ada Al yang asik duduk di pangkuan Vina sambil bercanda.


"Wahh anak papah udah ganteng"ucap aditya sambil mengenakan pakaian yang sudah ia siapkan tadi.


"Iyadong ganteng kaya papah"Saut Vina mewakili Al.


Setelah siap dengan sarung dan Koko putihnya, aditya dan Al turun meniggalkan Vina yang sedang mandi sementara kedua bayi mungil itu sedang tidur setelah lelah bermain dengan Vina tadi.


"Cucu oma, gantengnya"puji naina mendudukkan Al di samping Bagas dan revan.


"cucu brawijaya calon,good boy mah"saut rudi.


"Calon incaran di sekolahnya ini mah"ucap dila.


"Vina mana dit?"tanya naina.


"Di atas mah,gak enak katanya dia gak puasa masa ikut makan dengan yang lain"jawab Aditya.


"Ya ampun Vina seperti dengan siapa saja"ucap Imel.


"Ya sudah kak nanti biar Iqbal yang antar makanan ke kamar kakak"ucap iqbal.


"iya bal"Jawab aditya.


Setalah selesai berbuka,semua bergegas pergi ke ruangan yang di jadikan tempat shalat berjamaah untuk keluarga brawijaya dengan rudi sebagai imamnya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"salam rudi setelah menyelesaikan 3 rakaatnya diikuti yang lain.


Naina,risa dan para wanita semua sudah mau membuka mukena nya namun terhenti ketika bocah lelaki itu berucap.


"nenek kok udah selesai?kan belum baca Al Qur'an"Tanya Al pada dina membuat aditya dan para omnya ikut melihat pada Al.


"Al bisa baca Al Qur'an?"tanya dina.


"Bisa, mama yang ajarin Al.Mama bilang setelah shalat kita harus baca doa supaya keluarga kita celalu bahagia"jawab Al membuat yang lain terenyuh dengan bocah 5 tahun ini.


"Mamah ajarin Al apa aja?"tanya Aditya.


"Banyak, tapi Al balu bisa baca 3 surat"jawab Al dengan logat cadelnya.


"Benarkah?coba baca om mau dengarkan"pinta rendy.


"Bismillahillohmanillohim......,,,,"Al mulai membaca surat yang sudah ia hafal dengan ajaran vina, aditya bahkan tidak menyangka jika anaknya akan sepintar itu dalam membaca Al Qur'an. Meski baru 3 surah tapi semua bangga pada Al dan Vina tentunya yang menanamkan ilmu religi pada anaknya.


"Mamah yang ajarin Al?"tanya aditya dijawab anggukkan kepala oleh Al.


"Sini peluk papah"pinta aditya membuka tangannya dan menciumi seluruh wajah Al.


"Vina memang wanita yang sempurna,dia bisa mengajari anaknya sedikit demi sedikit"ucap naina pada suaminya.


"Kak vina juga yang mengajari aku untuk menghafal Juz 30"ucap Iqbal.


"Dan sekarang kamu sudah menghafalnya?"tanya aldo.


"Sudah kak, sebelum menikah kak vina sangat perhatian membantu mengerjakan tugas sekolahku dan soal hafalan setiap hari dia minta aku menyetorkan 5 ayat padanya"jawab iqbal.


"Kau memang beruntung kak mendapatkan istri seperti kakak ipar"ucap Rafly.


Dila dan Imel yang memang sudah mengenal vina tentu saja biasa karena keduanya memang tahu Vina adalah orang yang paling bisa membantu orang lain agar cepat menghafal sesuatu contohnya mereka yang dulu kesulitan menghafal materi perkuliahan.


"Iqbal antar makanan ke kamar kakak ya"titah dina.


"iya Bu"jawab iqbal kemudian keluar menuju dapur meminta bantuan bi Ijah untuk mengambilkan makan vina.


"Ya sudah ayo kita bersiap untuk pergi tarawih"ajak aldo.


"Jadi nanti di rumah kak Vina sendirian?"tanya risa.


"iya benar,apa kakak ipar akan sendirian? bagaimana jika dia butuh sesuatu?"tangan tio juga.


"Aku akan menemani Vina di rumah"ucap dila.


"ya sudah dila nanti kamu temani vina ya"ucap naina diangguki dila.


Ingat kata kata orang ges? Orang baik biasanya umurnya gak panjang 🙃


Maksudnya???apa hayo???


BERSAMBUNG.......