
Hari raya sudah semakin dekat,hari ini vina dan aditya akan pergi ke mall untuk sekedar membeli pakaian idul fitri untuk semua orang.Alisha dan varo dibawa menggunakan stroller baby twins yang sengaja aditya pesan untuk anak anaknya.
"Mah aku titip Al ya"ucap vina seraya mencium punggung tangan naina.
"iya nak,kasihan juga kalo diajak lagi pules banget dia"balas naina.
"Vin Jangan lupakan ukuran ku ya,hahha"ucap dila diakhiri tawa.
"inget kok, triple XL kan?"canda vina membuat dila cemberut.
"Ukuran ku m ya Vin"ucap imel pd jika badannya kecil.
"Hmmm gak sekalian s mel?"sindir dila.
"Gak deh makasih"jawab imel santai.
"udah deh kalian tenang aja lagian aku kan cuma tinggal ambil aja di toko karena beberapa hari lalu mamah udah pesenin ya mah"ucap vina kepada naina.
"iya kalian tenang saja, untuk wanita dan pria sudah mamah pesankan. Sekarang Vina hanya mencari baju untuk anak anak saja"saut naina.
"wahhh bagus dong kalo gitu jadi gak salah ukuran,eh tapi mah emang mamah tau ukuran kita?"tanya aldo.
"Tau dong"jawab naina.
"Sudah sudah jika terus berdebat ukuran tidak berangkat berangkat"ucap rudi menengahi perbincangan itu.
"ya udah mah,pah aku Pergi dulu.Assalamualaikum"salam aditya dibalas oleh semuanya.
Vina dan aditya pergi ke mall dengan di sopiri oleh pak Alif yang belum pulang kampung.
"pak kok belum pulang kampung?"tanya vina sambil menepuk pantat alisha.
"eh iya non, mungkin besok soalnya jadwal tiket hari ini teh udah abis"jawab pak alif tapi matanya tetap fokus ke jalan raya.
"Ya udah pak semoga selamat sampai tujuan ya dan titip salam untuk keluarga dikampung"ucap aditya diangguki pak Alif.
Sesampainya di mall,vina dan aditya segera turun sedangkan pak Alif membantu menurunkan stroller lipat baby twins.
"pak Alif makasih ya"ucap Vina kemudian mengikuti aditya yang sudah mendorong stroller baby.
Sepanjang jalan dan seisi mall hampir setiap pasang mata memperhatikan aditya dan vina,bukan tanpa alasan karena aditya terlihat sangat cool dan tampan belum lagi setelannya yang membuat mata siapa saja pasti berdecak kagum padanya. Namun semua juga sadar akan kehadiran Vina disana, dengan setelan celana panjang dan baju hitam panjang dipadukan dengan pashmina berwana coksu membuatnya sangat cocok dengan aditya.
"lihatlah betapa bahagianya keluarga nona Vina itu, sudah punya suami tampan,kaya dan sayang keluarga lagi"ucap seorang sales cosmetic.
"Kita berdoa saja semoga bisa mendapatkan suami seperti pak aditya"saut temannya.
Vina dan aditya masuk ke toko pakaian anak anak, aditya duduk di bangku yang ada di dalam toko sedangkan Stroller bayinya ada di samping.
"Mba baju ukuran anak laki-laki 4-5 tahun boleh tunjukkan"ucap vina.
"eh iya bun, tunggu sebentar ya"ucap mba nya.
Tak lama datang si mba toko membawa berbagai model jenis baju anak laki laki yang rata rata membuatnya tertarik karena lucu.
"Buat cucu keluarga brawijaya ya Bun?"tanya si mba tiba tiba.
"eh iya nih mba"jawab vina.
"boleh saya bantu pilihkan?"Tanya nya sopan.
"oh tentu saja"jawab vina.
Setalah mendapatkan baju untuk anak lelaki di rumah,kini Vina giliran mencari baju untuk anak kembarnya.
"ini bun coba dilihat"ucap si mba memberikan baru kembar untuk bayi laki laki dan perempuan dengan berbagai model dan warna.
"Aku ambil yang ini deh mba"ucap Vina memilih warna putih model muslim sementara yang merah model kodok untuk varo dan dress untuk alisha.
Setalah membayar Vina mengajak suaminya ke toko pakaian dimana naina sudah memesan pakaiannya waktu itu.
"Kamu butuh sesuatu mas?"tanya vina pada aditya yang fokus dengan ponselnya.
"hmmm engga"jawab aditya masih fokus dengan gawai di tangannya.
Vina diam dan membiarkan suaminya bermain ponsel sambil mendorong stroller anaknya sampai aditya tidak menyadari jika di depannya ada sebuah tangga untuk ke lantai bawah tanah.
"mas??!!"panggil vina ketika roda bagian depan stroller sudah raib dari lantai.
Aditya terkejut dan mengalihkan pandangannya, betapa terkejutnya dia melihat stroller baby hampir jatuh. Jika Vina tidak memanggil nya mungkin saja,ah entahlah.
Sebagian pengunjung Melihat pada mereka, terutama Vina yang terlihat kesal kemudian mengambil alih stroller baby dan membawanya menjauh dari aditya.
Vina meninggalkan suaminya ke toko pakaian untuk mengambil pesanan ibu mertuanya,mood belanjanya sudah hilang sekarang yang ingin ia lakukan adalah pulang.
"Sayang aku minta maaf tadi aku gak tahu"ucap aditya pelan.
"Diam mas,disini banyak orang"saut Vina tak kalah pelan.
"Sayang tapi kamu gak marah kan?"tanya aditya berbinar.
Vina tidak menjawab dan maju untuk mengambil pesanan nya.
"Totalnya 28jt rupiah nona"ucap kasir memberikan 12 potong baju milik keluarga Brawijaya itu.
"ini mba"Vina menyodorkan kartu tanpa batas limit yang kemudian di gesek oleh si mba untuk membayar pesanannya.
Setalah membayar Vina meninggalkan toko kemudian menghubungi pak Alif untuk menjemputnya di lobi. Setalah 15 menit pak Alif datang membantu Vina memasukan stroller bayi ke bagasi sedangkan kedua anaknya sudah dalam gendongan Vina.
"Sayang aku minta maaf tadi aku gak sadar"ucap aditya memegang tangan Vina.
"Kamu keterlaluan mas, jika memang kamu sibuk ya udah baby biar sama aku aja gak gitu caranya. kamu jagain anak kamu sambil main hp,coba tadi aku gak panggil kamu apa yang akan terjadi?"tanya Vina pelan namun tegas.
"iya sayang aku tahu aku salah,aku minta maaf ya"ucap aditya memegang pipi vina.
Vina tidak menjawab membiarkan aditya bersandar di bahunya sambil mengelus pipi varo dan alisha bergantian. Pak Alif yang melihat itu hanya diam bahkan dirinya juga bingung baru seruput kopi sudah di telpon tidak seperti biasanya yang dimana Vina akan berbelanja Berjam jam lamanya.
Sesampainya di mansion vina turun lebih dulu meninggalkan aditya, aditya turun dan mensejajarkan langkahnya dengan vina.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam,loh kok cepet Vin?"tanya dina.
"hmm iya bu gak tau kenapa tiba-tiba kepalaku sakit"jawab vina berbohong.
"Ya udah gak apa apa,tapi bajunya sudah kamu ambil?"tanya naina.
"udah mah, nanti dibawa masuk sama pak Alif"jawab Vina mengangguk.
Tak lama pak Alif datang dengan tentengan di tangannya yang dibantu di bawakan oleh mang Ucup.
"makasih pak Alif,mang Ucup"ucap aldo diangguki keduanya.
"Wahh bajunya lucu lucu banget Vin,ahh emang kamu gak pernah salah soal milih baju"puji imel melihat baju untuk anak anak termasuk untuk alisha dan Alvaro.
"Hehe iya, eh iya btw dimana anaknya?"tanya Vina tidak melihat 3 bocah itu.
"Di atas lagi nonton kartun sama Rendy"jawab Imel.
"Vin sini alisha aku gendong"ucap aldo membuka tangannya yang kemudian Vina memberikan alisha pada Aldo.
"Varo biar sama papah, kamu lihat saja dulu bajunya"ucap rudi kemudian menggendong cucu nya.
"dit,ayo ke atas"ajak aldo pada Aditya yang sejak tadi Sedang memperhatikan istrinya dengan tatapan nanar.
Aditya mengangguk kemudian ikut ke atas bersama rudi dan aldo namun masih memperhatikan Vina,ya dia sadar dia salah bahkan tak henti aditya mengumpat dirinya karena hampir membuat anaknya sendiri celaka.
"bodoh sekali kau aditya,sudah membuat anakmu hampir celaka dan sekarang istrimu marah" geram aditya pada dirinya.
***
Vina memasukan baju miliknya dan aditya ke lemari sedangkan pakaian alisha dan Al di taro di lemari yang berbeda. Aditya yang sedang berbaring menjaga kedua anaknya memperhatikan punggung vina dari belakang.
"Sayang??"panggil aditya mendekati Vina dan berdiri tepat di belakang istrinya.
"Apa? kamu butuh sesuatu?"tanya Vina dingin.
"Sayang jangan marah kan aku udah minta maaf"ucap aditya menatap mata Vina yang tidak membalas tatapannya.
"Gimana mau maafin kamu mas,kamu hampir bikin jantung aku mau berhenti ketika melihat kejadian tadi?lagian kamu lagi chatting siapa sih sampai gak perhatikan anak anak?"Tanya Vina kini suaranya sudah tersulut emosi.
"Bukan gitu sayang, tadi aku cuma, cuma..."Aditya bingung harus menjawab apa.
"Cuma apa? cuma urusan kantor?"tanya vina.
"nah itu tau"bohong aditya nyengir. Bukannya merasa bersalah aditya masih sempatnya bercanda.
"jangan bercanda mas"desis Vina kemudian menjauh dari aditya dan ikut berbaring di samping anak anaknya.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
BERSAMBUNG.......