My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 230



Vina membatu ibu dan ibu mertuanya menyiapkan buka puasa,hari ini tidak memasak semuanya memutuskan untuk membeli makanan buka puasa di luar dan naina tadi sudah membelinya.


"Nak, makan lah duluan"ucap dina lembut.


"Tidak bu, aku akan makan bersama saja"jawab vina.


"Vina,ini sudah mau buka bisa tolong panggil yang lain"ucap naina.


"Iya mah"jawab vina kemudian pergi ke ruang tamu untuk memanggil yang lain.


"semuanya ayo sudah mau berbuka"ajak vina pada semua yang sedang berbincang sambil bermain dengan anak anak.


"Gak kerasa ya udah mau buka aja"ucap aditya bangun merangkul bahu vina.


"Tabok sendal baru berada kak"ucap rafly meledek.


"Diam kau bocah ingusan"cibir Aditya namun dibalas kekehan oleh rafly.


"Udah nanti batal loh puasanya"ucap vina mengelus bahu aditya pelan.


"Kak entah bagaimana kau bisa sesabar ini padahal punya suami seperti kak Adit"ledek rafly lagi.


"Sepertinya kau tidak mau melihat idul Fitri rafly"ucap aditya membuat bulu kuduk rafly berdiri.


"Hanya bercanda kak, hahaha"ucap rafly segera pergi sebelum habis di santap kakak sepupunya itu.


"Sudah ayo sampai kapan kita akan disini sebentar lagi berbuka"Ajak rudi pada anak anaknya.


"Kamu duduk dulu sini,aku mau panggil imel"tutur vina.


"memang Imel belum turun Vin?"tanya rendy.


"Belum hari ini dia sedang halangan mungkin lemes jadi gak kebawah"jawab vina.


Vina naik ke kamar imel, sebelum itu ia mengetuk pintu kamar agar pemiliknya tidak terkejut apalagi terganggu.


"mel yuk turun"ajak vina.


"Mager banget vin, perut aku sakit"jawab imel.


"Ya ampun kaya baru pertama haid aja kan emang sakit kalo lagi haid"saut vina.


"Udah ayo turun walaupun kita gak puasa tapi bantu siapin buka puasa pahalanya sama loh mel,jadi ayo ihh"ucap Vina menarik tangan imel.


"Iye nyonya sabar udah kaya kambing aja di tarik tarik"protes imel dibalas tawa oleh Vina.


***


Semua mulai menyantap makanan berbuka bersama sementara vina dan imel yang sedang tidak puasa pergi ke ruang tamu meninabobokan si kembar.


"Vin anak kamu kalo dilihat ganteng semua ya"ucap Imel memperhatikan wajah varo lekat.


"Yeuh selama ini kemana aja mba, yaiyalah ganteng gak lihat perpaduan emak sama bapaknya"saut Vina sewot.


"Justru karena emak bapak aku meragukan anak ini, emaknya jelek bapaknya jelek masa anaknya bisa seganteng ini"ujar Imel bercanda.


"sembarangan kalo ngomong"desis vina.


Semua orang sudah selesai berbuka puasa, Aditya datang mengambil alih gendongan alisha dari istrinya sementara varo dibantu risa menggendongnya.


"Anak ganteng kalo udah gede jangan kaya papah ya, jadi pria yang manis jangan dingin seperti papahmu"ucap risa sesekali menoel pipi varo.


"Jangan racuni otak anakku risa,awas kau"ancam aditya.


"Yang dikatakan risa benar adanya dit,semoga Al juga jangan sampai sepertimu karena bisa bisa dia jadi jomblo akut nanti"ujar rudi membenarkan perkataan risa.


"Papah jangan bicara begitu ada Al dia sudah pandai meledekku sekarang"ucap Aditya melirik pada Al yang asik bermain smartphone.


"Jomblo tuh apa Oma?"Al bertanya pada naina yang ada di sampingnya.


"Al akan tahu di waktu yang tepat sayang, jangan dengarkan opa ya"jawab naina.


"Mas, ibu mana?"tanya vina.


"Mungkin di kamarnya sayang"jawab aditya.


Vina mengangguk kemudian permisi untuk ke kamar ibunya, sesampainya di sana dilihat dina sedang membaringkan tubuhnya sementara iqbal sedang melakukan daring di laptopnya.


"Bu?"panggil Vina sambil memegang tangan dina.


Dina membuka mata, seluas senyuman terbit di wajahnya. "ada apa nak?"tanya dina.


"Ibu ada yang sakit?"tanya vina khawatir.


"Ibu gak apa apa sayang"jawab dina bohong.


"Jangan berbohong bu,katakan jika merasakan sakit karena aku pernah membaca jika penderita Hepatitis sering merasa sakit dan juga lemas"ujar vina matanya mulai berkaca-kaca.


"Ibu sungguh tidak apa apa"jelas dina. "Jangan menangis sayang kamu sudah besar ibu tidak akan memberikan permen padamu seperti dulu untuk membuatmu berhenti menangis"ujar dina tertawa kecil.


"ibu kenapa perasaanku tidak enak"ucap vina memegangi dadanya.


"Seharunya bukan aku yang ke dokter,tapi ibu"ucap vina menggenggam tangan dina.


"Ibu baik baik aja masa dibawa ke dokter,kamu ada ada aja Vin"ucap dina menyauti Vina dengan senyuman.


"Maafin aku bu"ucap vina meletakan tangan dina di kepalanya sambil menunduk. "Aku bukan anak yang baik yang gak perhatian sama ibu,aku egois hanya mementingkan kehidupan pribadiku"ucap vina jujur sejak mengetahui kondisi dina perasaan bersalah menyelimutinya.


"Vin,rasa syukur ibu kepada Allah belum cukup karena bisa memiliki putri sebaik kamu jadi jangan berpikir kamu bukan anak yang baik nak. Ibu adalah ibu paling beruntung yang memiliki putri sepertimu"Jelas dina mengelus kepala vina dengan sayang.


Iqbal memandangi kakak dan ibunya bergantian,sejak tadi guru yang bicara dengannya ia abaikan setelah mendengar isakan Vina.


"ibu"panggil iqbal membuat vina dan dina menengok.


"Hei kamu kenapa nangis?"tanya dina melihat Iqbal mematung dengan mata penuh air.


"Hiks... ibu"Iqbal berlari memeluk dina menumpahkan air matanya di pelukan ibunya. "Ibu akan baik baik saja kan?ibu gak akan tinggalin aku kan?"Tanya Iqbal terdengar isak tangisnya.


"Ibu disini nak, tidak akan kemanapun lagipula kamu sudah besar ibu yakin jika ibu pergi nanti kamu bisa mengurus diri sendiri"balas dina memeluk putra kecilnya.


"Iqbal jangan cengeng nanti kalo Al melihat di ledekin loh"ucap vina sambil meledek adiknya.


"Kakak sendiri juga cengeng coba kalo kak adit lihat pasti dia akan tertawa melihat kakak"balas iqbal membuat vina dan dina tertawa.


Ketiganya tidak menyadari jika seseorang mendengar interaksi mereka di luar kamar,air matanya ikut jatuh mendengar tawa orang yang juga berarti dalam hidupnya saat ini.


"Aku janji akan membuat ibu baik baik saja sayang"ucapnya lirih.


-


-


Malam hari dina terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit di bagian perutnya ditambah tiba tiba darah keluar dari hidungnya.


"Astagfirullah"Dina segera turun dari kasur menuju kamar mandi membersihkan darah segar yang keluar dari hidungnya.


"Ya Allah kenapa sakit sekali"ringis dina meremas baju yang ia gunakan.


dikamar Vina juga terbangun karena mendengar anaknya menangis, Vina turun menggendong varo dan menyusuinya. Aditya ikut terbangun karena meraba tempat tidur dan tidak menemukan istrinya.


"Sayang??"panggil aditya memicingkan mata nya.


"maaf mas kebangun ya"ucap vina sambil meninabobokan varo.


"engga sayang sini aku bantu gendong"ucap aditya membuka tangannya.


"Gak apa apa mas kamu tidur aja lagi"tolak vina.


"Tanggung Sayang sebentar lagi juga sahur"balas aditya kemudian mengambil alih gendongan varo.


Vina berniat mengambil air minum tapi teko air di kamarnya kosong. "mas aku ke bawah dulu ya mau ambil air minum"ucap Vina mengangkat teko kaca menunjukan pada aditya.


"Iya Sayang"saut Aditya mengangguk.


Vina turun ke dapur untuk mengisi air minum, dilihat lampu dapur menyala seperti ada seseorang disana.


"Apa mamah sudah bangun?tapi ini masih jam 1"gumam vina bertanya tanya.


Vina melanjutkan langkahnya,matanya terbuka lebar,teko yang ia bawa jatuh sehingga menciptakan bunyi pecahan yang memenuhi dapur.


Prang.....


"Ibu?!!!!!"panggil Vina berteriak kemudian mendekati dina yang tergelatak di dapur dengan obat yang berceceran di mana mana.


Suara pecahan dan suara teriakan Vina di dengar oleh aditya dan juga naina yang Kamarnya terletak di lantai bawah sebelah kamar dina.


"Vina??ada apa dengannya"gumam naina kemudian keluar dari kamar menuju asal suara.


"Ibu bangun bu,ibu kenapa hiks...hiks..."ucap vina memangku kepala dina sambil menepuk pipinya pelan.


"Astagfirullah vin,ada apa dengan ibu kamu?"tanya naina menghampiri vina yang sedang menangis.


"Hiks mah ibu mah"ucap Vina terisak.


"Ibu?"panggil aditya mendekat kemudian segara mengangkat dina membawanya ke sofa ruang tamu.


Naina memutuskan untuk pergi ke kamar rendy, memintanya untuk memeriksa keadaan besannya itu.


Tok...tok...


"Rendy,ini tante"ucap naina sambil mengetuk pintu kamar imel dan rendy.


"Tente,ada apa tan?"tanya Imel yang membukakan pintu untuknya.


"Rendy dimana mel? tolong periksa dina dia pingsan dibawah"ucap naina cepat.


"Apa?? tunggu bentar tan"ucap Imel kemudian masuk dan membangunkan suaminya.


NANTI MALAM BENERAN UP KALO BANYAK YANG KOMEN DAN LIKE 😉


BERSAMBUNG.......