My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 200



Sementara aditya pergi membeli obat di apotek terdekat, vina memutuskan untuk menidurkan Al di kamar.


"mah, pah aku ke atas dulu ya sepertinya Al sudah mengantuk"ucap vina membalik badan sehingga terlihat Al yang sudah memejamkan matanya.


"ya ampun cucu oma udah telap"ujar naina mengelus pipi Al.


"ya sudah nak pergilah dan kamu belum makan kan? setelah menidurkan Al lebih baik kau makan nak tidak baik tidur dalam keadaan perut kosong"ucap rudi.


"iya pah, selamat malam"ujar vina pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.


Vina membaringkan tubuh gemuk anaknya dengan pelan takut jika akan membangunkan nya lagi.


Vina ikut berbaring di sebelah anaknya hingga akhirnya ia ikut tertidur bersama Al.


Aditya sudah pulang dari apotek, dilihat rumah sudah begitu sepi padahal waktu baru menunjukan pukul 20:30.


"Bi dimana Vina?"tanya aditya pada bi Ijah yang sedang berjalan di depannya.


"ehh tuan,non vina dikamarnya sedang menidurkan Al"jawab bi ijah.


Aditya mengangguk kemudian pergi,dia berharap bahwa vina tidak tidur dalam keadaan perut kosong.


Ceklek


Aditya membuka pintu kamar pelan, meletakan martabak yang ia beli di meja dekat sofa.


"Sayang???"Panggil aditya pelan sambil menggoyangkan tubuh vina.


Vina perlahan membuka matanya, melihat wajah aditya yang tepat berada di lekukan wajahnya.


"mas udah pulang?? dapat obatnya?"tanya vina mengubah posisi menjadi duduk.


"Ada sayang, kamu udah makan?"tanya aditya.


"Kita kan mau makan bareng masa iya aku makan duluan"jawab vina sambil mengucek matanya yang terasa menempel.


"ya udah ayo makan tuh aku juga beliin martabak kesukaan kamu"ajak aditya menunjuk martabak yang tergeletak di meja.


Mendengar kata martabak vina membuka matanya dan turun dari ranjang mendekati makanan terigu dengan berbagai toping itu.


"mas tau aja kalo aku lagi pengen makan manis"ucap vina seraya membuka lipatan box martabak dan memakannya dengan rakus.


"pelan pelan sayang"tutur aditya mengelus punggung istrinya.


"Mas tunggu sini ya aku mau ambil makan di bawah buat kita"ucap vina diangguki aditya.


Vina sudah bangun dari duduknya untuk pergi ke dapur namun terhenti karena aditya memegang pergelangan tangannya.


"Ada apa sayang?"tanya vina kembali mendudukkan bokongnya.


"Tidak ada hanya ini saja"jawab aditya mengelap cokelat di pipi vina yang tertinggal setelah makan martabak.


"oh ya udah aku turun dulu ya"Vina pergi meninggalkan kamar menuju dapur untuk mengambil makanan.


Mata vina berkeliling menatap sudut rumah yang terlihat sudah sepi tidak seperti biasanya.


"Apa semua orang sudah tidur??"gumam vina melangkah pelan menuruni tangga.


Stopkontak ia tekan untuk memberi penerangan di tengah kegelapan dapur,Vina mengambil sepiring nasi lengkap dengan lauk yang ia masak tadi kemudian membawanya ke kamar.


"ini mas makanlah"ujar vina meletakan piring nasi di samping box martabak.


"loh kok cuma sepiring?"tanya aditya menatap benda pipih dan bulat dengan isian nasi dan lauk pauk.


"kita makan sepiring berdua mas biar romantis"jawab vina.


"oh kangen ya sama keromantisan aku?"tanya aditya mencolek dagu Istrinya.


"gak! udah cepat makan sebelum aku lahap habis makanan ini"jawab vina kemudian menyendokan nasi dan lauk dan membawanya ke depan bibir suaminya.


Aditya melahap suapan istrinya, tangannya bergantian menyendok makanan dan menyuapi vina.


"Jadi main suap suapan mas"ujar vina sambil mengunyah makanan.


"kan romantis sayang"balas aditya tersenyum.


Setelah makan, vina meletakan piring kotornya di sudut kamar rasanya dia benar-benar lelah jika harus naik turun tangga dalam keadaan hamil besar.


"Taro sini aja dulu besok biar bibi yang ambil kamu pasti capek harus bolak balik naik tangga"ujar aditya diangguki vina.


Vina berbaring menarik selimut menutupi sebagian tubuhnya, sebuah tangan melingkar dengan sempurna di perut nya.


"mas?"


"hmm?"


"kamu gak rindu sama aku?"tanya vina.


"aku sudah konsultasi ke dokter rani dia bilang tidak masalah selama melakukannya dengan perlahan justru bahaya jika tidak melakukannya karena hormon ibu hamil lebih besar dari biasanya dan bisa buat aku stress mas kalo gak.......,"belum sempat vina menyelesaikan perkataannya aditya menarik bahu istrinya hingga kini posisinya saling berhadapan.


Cup


Aditya mencium bibir Vina dengan lembut namun juga menyimpan gairah,Vina memejamkan matanya menikmati ciuman serta sentuhan tangan suaminya disetiap lekukan tubuh nya sampai mereka lupa jika ada Al disamping mereka.


"mas nanti Al bangun"ucap vina was was.


Aditya bangun dari duduknya menggendong Vina ala bridal style menuju sofa di kamar,Vina duduk di pangkuan suaminya sambil mengalungkan tangannya dileher aditya sementara aditya merengkuh pinggang istrinya.


"Aku merindukanmu sayang"bisik aditya membuat vina tersenyum dan mengangguk.


"Aku juga mas"jawab vina.


Tangan aditya mulai membuka kancing daster yang digunakan vina,Vina hanya diam menatap wajah suaminya yang merah dengan keringat yang bercucuran di dahi nya.


"sayang kamu gak bohong kan sama aku?"tanya aditya takut jika vina berbohong mengenai konsultasi ke dokter rani.


"engga sayang"jawab vina membelai pipi aditya lembut.


Aditya tersenyum dan kembali merasai bibir ranum vina yang manis itu,Vina dibaringkan dengan posisi terlentang dan akhirnya terjadilah permainan yang sudah tidak mereka lakukan kurang lebih 1 Minggu.


Selesai mandi mereka kembali berbaring di samping Al dan memeluk bocah laki laki itu dengan erat.Suhu badannya masih terasa panas ,Vina turun mengambil kompresan di dapur dia berpapasan dengan dila.


"Mau kemana?"Tanya dila.


"ambil kompresan badan Al panas"jawab vina.


"oh kirain mau kompres buat mamah dan papanya yang habis main"ledek dila melihat tanda di sekitar leher vina.


"Sok tahu kaya peramal aja"desis Vina kemudian mengambil baksom air dingin dan tak lupa juga kain untuk mengompres.


"Aku gak bisa tidur vin"ujar dila berjalan di samping vina.


"kenapa?"tanya vina.


"gak tau tapi aku beneran gak bisa tidur"jawab dila.


"kenapa gak minta temenin aldo aja, nonton drakor kek atau bikin Dede buat bagas"celetuk vina mendapat tatapan horor dari dila.


"Sudahlah lupakan aku akan mencoba untuk tidur"ujar dila kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Dikamar dila melirik sinis pada suaminya yang sedang nyengir kuda itu ya bagiamana tidak dia sudah berdandan cantik dengan lingerie tapi aldo tidak meliriknya sama sekali.


"masih marah?"tanya aldo pada istrinya yang berbaring di sampingnya.


Tidak ada jawaban aldo ikut berbaring dan memeluk tubuh dila dari belakang namun dengan cepat tangan aldo di tepis oleh sang pemilik tubuh.


"aku tadi lagi kerja sayang jadi gak sadar maaf ya"ucap aldo karena tadi dia sedang fokus kerja tidak memperhatikan istrinya yang sudah menggodanya itu.


"awas aku mau tidur"ketus dila menarik selimut sampai menutupi lehernya.


"sayang???"panggil aldo tangannya menjalar masuk ke dalam selimut dan mengelus punggung dila membuat desiran aneh pada dirinya.


"aku mau tid....ahhh"dila mengeluarkan suara emasnya kala aldo tiba tiba bermain di bagian depannya.


"Lanjutin yuk sayang"rayu aldo masih aktif dengan aksinya sedangkan dila memejamkan matanya sambil mengigit bibir bawahnya menahan desahan.


Dila berbalik dan mencium bibir suaminya hingga pertempuran terjadi diatas ranjang king size itu beruntung bagas tidak tidur dengan mereka coba kalo iya,bisa menganggu aktivitas orang tuanya.


Vina kembali ke kamarnya dengan membawa kompresan untuk Al, aditya sedang berkutik dengan laptopnya di sofa,sofa yang mereka gunakan untuk hmm.


"mas kok gak tidur?"tanya vina meletakan baskom kompresan itu di nakas.


"Aku mau temenin kamu sayang sambil ngerjain beberapa pekerjaan"jawab aditya tanpa melihat istrinya.


Vina manggut-manggut dan mulai mengompres dahi sang buah hati yang terasa seperti kompor itu.


"Al sehat ya nanti kalo udah sehat mamah ajak beli mainan"bisik vina setelah menempelkan kompresan di dahi anaknya.


Aditya melihat ke arah kebahagiaannya,vina mencium pipi Al dengan buliran air mata yang mengalir di wajah cantiknya.Adiya meletakan laptopnya dan menghampiri istrinya yang belum melepaskan ciumannya.


"Sayang???"panggil aditya membuat vina menoleh pada suaminya yang ada di samping.


"jangan menangis,Al tidak apa apa sayang dia hanya butuh istirahat"sambung aditya menghapus air mata istrinya.


"Gak tahu mas tapi aku sedih lihat Al kaya gini, biasanya dia itu ceria tapi sekarang dia nangis terus"jawab vina.


"tenang sayang aku yakin Al akan sembuh secepatnya dan memberikan tawa renyahnya pada kamu"balas aditya mencium kening Vina bergantian dengan pipi Al.


Sebenernya ini episode harus dikirim semalam, tapi aku lupa pencet kirim jadi masih ada di draf🤣maaf ya🤧😊


Gak nyangka guys udah eps ke 200 makasih ya buat dukungan kalian sampai aku bisa bikin episode yang lumayan banyak ini🙏😚


BERSAMBUNG........