
Aditya,aldo dan rendy mulai mengecat tembok dengan menggunakan warna biru atas perundingan bersama istri mereka tentunya.
"Aku gak sabar nih mau liat kamar anak anak"ucap imel yang duduk dengan Vina dan dila diluar kamar.
"tentu saja aku juga tidak sabar untuk mendekor kamar anak anak"saut vina.
"sebentar aku ke bawah ambil minum sama kopi buat mereka"ucap dila diangguki keduanya.
Aditya begitu fokus dan antusias menghias kamar anak anak, sangat tampan batin vina yang sedari tadi memperhatikan suaminya.
"Dit memang kita mau pake tema apa?"tanya Aldo.
"entahlah tapi para ibu kan bilang warna biru selain netral bisa untuk ganti tema contohnya Doraemon dan tayo"jawab aditya.
"Sejak kapan kau mengetahui nama nama kartun begitu?"tanya rendy.
"Al selalu menyaksikannya bersama vina dikamar ya mau tidak mau aku juga harus menyaksikannya alhasil aku jadi tahu namanya"Jawab aditya.
"hahaha hot Daddy"ucap aldo dan rendy berbarengan.
Setelah selesai mengecat tembok mereka keluar sembari menunggu cat kering.
"Mas capek ya?"tanya vina mengelap dahi aditya dengan pergelangan tangannya.
"engga sayang aku malah senang bisa mendekor kamar anakku"jawab aditya tersenyum.
Aditya dan yang lain menikmati kopi buatan dila tadi,karena tangan mereka kotor jadi para istri yang menyuapi camilan untuk satu sama lain.
"Kalian gak lelah sedangkan besok harus perjalanan ke Batam?"tanya dila pada ketiga hot Dady itu.
"Tentu saja tidak sayang kami senang bisa mendekor kamar anak kami sendiri"jawab aldo mewakili kedua saudaranya.
"oh iya kalian memilih warna biru mau buat tema apa?"tanya Redy seraya menyeruput kopi nya.
"Itu akan menjadi tugas para mamah"jawab Vina.
Setelah bersantai kini giliran para ibu yang masuk ke dalam untuk menyapu dan mengepel lantai sebelum dimasuki barang barang.
Uhukkk... uhukkk...
"hei pelan pelan apa kamu masih dendam padaku"Imel terbatuk-batuk karena dila menyapu tepat di depan imel.
"aduh maaf maaf gak sengaja tapi niat"jawab dila tersenyum manis.
"alah gembel"pekik Imel.
"sembarangan sekali kamu bicara dan mengataiku gembel"ucap dila tidak terima.
"sudahlah kalian ini berisik sekali cepat sapu lantainya aku ingin mengepel"ucap vina menengahi perdebatan antara dila dan Imel.
Setalah di sapu bersih, Vina mulai mengepal lantai agar terlihat bersih karena mereka akan meletakan karpet berbulu disana.
Setalah selesai disapu dan di pel,Aditya memerintahkan beberapa tukang untuk menggambar desain Doraemon pada tembok kamar.
"tolong gambar desain Doraemon sebagus mungkin dan buat kamar ini hidup dan berwarna"ucap aditya.
"baik pak"Jawab 2 orang pekerja yang akan mengecat tema Doraemon.
Sambil menunggu cat selesai Vina dan yang lain kebawah untuk melihat anak anak mereka yang sedang bersama bi Suti.
"Anak mamah"teriak vina seketika membuat Al menengok dan berlari ke arah ibunya.
"Mama..aimm...aimm"ucap al mengajak Vina bermain.
"main?Main kemana sayang?"tanya vina mengerti bahasa anaknya.
"tu....i...tu..."Al menunjuk beberapa mainan yang sedang ia mainkan bersama bi Suti.
"main disitu?sama bi suti?"tanya vina lagi lagi mengerti bahasa anaknya.
"kok kamu ngerti sih yank bahasa Al?"tanya aditya.
"iya dong sayang karena aku kan ibunya,aku yang mengajarinya bicara"jawab vina kemudian duduk bersama bi suti dekat mainannya.
Ketika sedang bermain tanpa sengaja Al melempar mobil mobilan nya dan tepat mengenai perut vina,bi Suti yang melihat ingin memberitahu aditya namun dicegah oleh Vina.
"jangan bi aku gak apa apa kok"ucap vina menggigit bibir bawahnya menahan sakit.
"tapi non, non kaya kesakitan gitu bibi takut non kenapa napa"ucap bi Suti.
"engga bi gak apa apa aku udah biasa kaya gini kok"jawab vina mencoba mengatur nafasnya.
"Bibi lanjutin kerjaan yang lain aja biar Al sama aku"titah Vina.
"tapi non"bi suti ingin menolak tapi vina menggeleng tanda dia tidak apa apa.
"anak papah asik banget main sama mamah"ucap aditya ikut duduk bersama anak dan istrinya.
Vina tampak bahagia melihat suami dan anaknya tertawa bahagia,sekelebat bayangan dia memikirkan kenapa perut nya sering terasa sakit? ah mungkin hanya kontraksi kecil pikiran Vina selama ini.
"Mas besok kamu pergi ke Batam berapa hari disana?"tanya Vina pada aditya yang sedang tiduran di atas pahanya sambil bermain dengan Al.
"mungkin seminggu sayang, kenapa?"tanya aditya tanpa mengalihkan pandangannya dari Al.
"Tidak..... baikah aku akan buat janji untuk Minggu depan"ucap vina.
"janji apa?"tanya aditya.
"Janji suci Vina dan Aditya"jawab vina tersenyum manis.
Aditya bangun dan duduk di depan Vina.
"Sejak kapan kamu pandai menggoda?"tanya Aditya mengedipkan sebelah matanya.
"sejak aku menikah dan jatuh cinta padamu wahai bos ku yang galak"jawab vina mencubit pipi aditya.
"Apa hanya galak sebagai bos?jika sebagai suami?"tanya aditya.
"my boss my sweet husband"jawab vina.
Cup
"and you it's my sweet wife"jawab aditya Setalah mengecup singkat bibir istrinya
Mereka tersenyum bahagia.
"udah dong kiss kiss kaya gak punya kamar aja ciuman di ruang tamu ada bocah kecil lagi"pekik Aldo.
"ciuman bisa dilakukan dimana saja ya! apa ada peraturan yang melarang suami istri bermesraan diruang tamu?"tanya aditya membela diri.
"huh susah kalo ngomong sama bakul nasi"ucap aldo membuang nafas.
Aditya tidak menghiraukan perkataan aldo,tak lama Imel dan rendy turun membawa anak mereka.
"rend tolong bantu aku buat janji dengan dokter rani Minggu depan ya"ucap vina.
"ada apa semua baik baik saja kan?"tanya rendy.
"iya hanya aku ingin melakukan USG pada anakku"jawab Vina mengelus perutnya.
"oh iya baiklah akan aku bantu buat janji"jawab rendy.
"mama..de...de...."Al menujuk anak imel dan Dila.
"apa ponakan ante mau liat Dede nih dedenya bobo"ucap dila menujukan baby bagas pada Al.
"heheheh"Al tertawa saat menyentuh lembutnya pipi Bagas.
"nih main sama baby revan, kak Alvin main yuk sama aku"ajak Imel menirukan suara anak kecil.
2 orang pekerja yang disuruh mengecat tema sudah turun dan mengatakan bahwa dia sudah selesai.
"pak permisi kami sudah selesai mengecat tembok kamar dengan tema Doraemon"ucap salah satu pekerja.
"oh baiklah tunggu sebentar"jawab aditya kemudian bangkit dan mengambil dompet dari saku belakangnya.
"ini terimaksih ya"ucap aditya menyodorkan 10 lembar uang pecahan seratus ribu.
Aditya memberikan tarif 2X lipat dari biasanya mereka terima karena aditya merasa tersentuh melihat 2 orang pria tua yang masih semangat bekerja untuk keluarga nya.
"masyallah pak ini kebanyakan"ucap pekerja itu.
"tidak apa apa pak ambil saja untuk anak dan istri bapak dirumah"jawab aditya.
"terimaksih banyak pak"keduanya mengucap bersamaan seraya menunduk sopan kemudian pergi.
"mas mereka terlihat lebih tua dari papah ya"ucap vina.
"karena itu aku begitu kagum pada keduanya meski sudah berumur mereka masih semangat mencari nafkah untuk keluarganya"jawab aditya.
Vina dan yang lainnya tersenyum mendengar perkataan aditya.
Mau ihh punya suami kaya aditya udah ganteng, sayang anak istri, baik hati dan mapan lagi😊😊
adakah yang sama kaya aku pengen punya suami kaya aditya??
HEHEHE NANYA DOANG YA WKWKWK 🤣🤣
BERSAMBUNG.......