My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 215



Vina menyantap makan malamnya ditemani oleh dila sementara yang lain sudah pergi tarawih di masjid yang ada di perumahan dekat mansion.


"Vin ini obatnya"ucap dila memberikan 2 kapsul obat kepada vina dengan segelas air putih.


"Makasih ya dil"balas Vina diangguki dila.


"oh iya Vin, kamu tahu?tadi anakmu sangat pintar"ucap dila.


"Anakku?Al?"tanya vina.


"iya,dia membaca surat Al Qur'an yang katanya diajarkan olehmu dia benar-benar anak yang sangat pandai"jawab dila menjelaskan.


"Al memang anak yang pandai dan penurut"ucap vina menyelesaikan makan malamnya.


"Dan kau ibu yang baik"balas dila.


Vina tersenyum kemudian meminum obat yang sudah di siapkan dila di meja nakas.


"Kamu istirahat aja,aku mau ke bawah belum shalat isa"ucap dila bangkit dari duduknya.


"iya dil, makasih banyak ya"saut vina.


Setelah kepergian dila,Vina bangun kemudian mendekati box bayi dimana 2 malaikat kecil sedang tertidur dengan pulas.


"Camat bobok anak anak mamah"gumam vina tersenyum,tanpa sadar air matanya mengalir mengingat bagaimana perjuangan untuk menyelamatkan kedua anaknya.


Setelah puas memandangi dan mencium wajah mungil sang anak,Vina merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Matanya beralih menatap ranjang dimana suaminya biasa tidur, entah kenapa perasaan rindu menyelimuti Vina kepada suaminya padahal beberapa menit lalu mereka baru saja bertemu.


Karena tidak bisa tidur, vina meraih ponsel kemudian membaca Al Qur'an yang ada di aplikasi ponsel miliknya.


Cukup lama membaca Al Qur'an vina menyudahi akitivitas nya dan pergi ke balkon kamar. Angin terasa begitu dingin menyentuh lapisan kulit vina bahkan pashmina yang hanya ia lilitkan di kepalanya hampir saja terbang.


"sepertinya akan hujan"gumam vina.


"Jika hujan bagaimana dengan yang lain?"tanya pada dirinya dan benar saja hujan deras tiba tiba datang membasahi bumi.


Vina masuk menutup jendela dan pintu balkon kemudian turun ke bawah untuk meminta pak Alif menjemput semua orang yang sedang shalat.


"Pak Alif??"panggil vina melambaikan tangan pada sopir yang sedang berteduh sambil melipat tangan di dada.


"Eh iya non"saut pak alif kemudian menghampiri Vina.


"Kenapa non?"tanya pak alif.


"Pak tolong jemput yang lain di masjid ya soalnya hujan takut awet"Jawab vina.


"oh iya non,kalo gitu saya langsung aja ya"ucap pak alif menunjuk ke belakang dengan jari jempolnya.


"iya pak, makasih ya"ujar Vina diangguki pak Alif.


Sambil menunggu Vina memutuskan untuk pergi ke dapur membuat teh dan susu hangat untuk mereka yang akan pulang tarawih.


"Eh non kok gak istirahat?"tanya bi suti.


"Dari pagi sampai malam di kamar terus apa engga cukup Istirahat bi"saut vina terkekeh.


"Non mau buat sesuatu?biar bibi aja non"tanya bi Suti.


"Gak apa apa bi cuma mau buat teh sama susu, pasti yang lain pulang pada kedinginan kan enak bi minum teh anget"ujar vina.


"Ya udah non bibi bantu rebusin airnya ya"ucap bi suti dibalas anggukan kepala oleh Vina.


Sementara tarawih sudah selesai, namun keluarga brawijaya itu masih berdiri di depan masjid karena hujan yang turun dengan Sangat deras, Al dan bocah yang lain sudah berkali kali menguap menandakan Meraka sudah mengantuk.


"Aduh pah hujannya deres banget, gimana mau pulang?"tanya naina mengangkat sedikit baju gamis yang ia gunakan.


"Iya mah kita lupa bawa payung"saut rudi.


"Sebentar biar aku hubungi rumah"Aldo meraih ponselnya berniat untuk menelpon istrinya namun sebelum itu mobil pak alif sudah datang.


"Loh pak Alif??"panggil aditya.


"Bapak kesini disuruh siapa?"tanya Imel.


"anu non,tadi non Vina yang suruh"jawab pak alif.


Pak Alif menggendong satu persatu cucu brawijaya kemudian bergantian memberikan payung pada yang lain karena hanya satu payung yang dibawa pak alif.


"Pak mending antar anak anak sama para wanita dulu,kita belakangan aja soalnya gak muat"ucap rudi.


"Baik tuan"saut pak Alif.


Setelah mobil pergi, aditya dan para pria yang lain harus menunggu jemputan lagi karena mobil yang pak Alif bawa adalah mobil BMW tidak mungkin jika harus di huni 10 orang sekaligus, bisa bisa jadi rempeyek.


"Untung kakak ipar suruh pak Alif kesini kalo engga bisa tengah malam kita pulang"ucap clara.


"Iya ya,bisa bisa nginep deh di masjid"saut risa.


Sesampainya di mansion,naina menggendong Al dan bagas sementara imel, Risa dan Clara menggendong anak anak mereka.


"Assalamualaikum"salam naina.


"Waalaikumsalam"


"Loh sayang kok gak istirahat?"tanya naina pada vina yang sedang mencium punggung tangannya.


"udah istirahat kok mah,oh iya mah di minum dulu teh nya mumpung masih panas"tutur vina mengambil alih gendongan Al.


"mama mau susu"ucap Al pelan di telinga vina.


"Yuk ke kamar mamah buatin susu"ajak vina.


"Kamu ke kamar aja nak biar ibu yang buat"ucap dina.


"Makasih ya bu"ucap Vina.


Para pria sudah sampai di mansion semua segera masuk dan melihat naina dan yang lain sedang menikmati teh di ruang tamu.


"Cepet banget mah udah buat teh aja"ucap aldo duduk di samping naina.


"Bukan mamah, tapi vina yang buat"saut naina.


"Sekarang vina nya mana mah?"tanya aditya.


"ke kamar mau nidurin Al"jawab imel.


Aditya mengangguk kemudian permisi untuk ke kamarnya sekalian mengganti baju yang sedikit basah.


Ceklek


Aditya membuka dengan pelan knock pintu, yang pertama ia lihat adalah Al yang sudah memejamkan matanya sambil meminum susu kemudian matanya berkeliling sampai menemukan sosok wanita yang di sayangnya itu.


"Sayang"panggil aditya memeluk vina yang sedang menyiapkan pakaian untuk aditya dari belakang.


"waalaikumsalam"saut vina memegang sebelah pipi Aditya.


"hehehe lupa, assalamualaikum"balas aditya cengengesan.


"Waalaikumsalam"saut vina membalik badan dan tersenyum pada suaminya.


"Baju kamu basah, ganti baju gih nanti masuk angin"tutur vina.


"maunya di gantiin sama mamah"balas aditya manja sambil merengkuh pinggang istrinya tidak memberi jarak untuk tubuh keduanya.


"Manja"cibir Vina menarik hidung aditya.


Vina membantu suaminya berganti pakaian,mulai dari baju Koko yang diganti dengan kaos putih polos dan sarung diganti dengan celana pendek berwana biru Dongker.


"Sayang???"panggil aditya membuat Vina mendongakkan kepalanya.


Aditya mencium bibir Vina,bibir yang sangat ia rindukan sejak pagi.Vina mengalungkan tangannya dileher aditya menikmati kehangatan bibir suaminya.


"Aku rindu"ucap aditya melepas ciumannya dan mengelap bibir Vina dengan ibu jarinya.


"Aku cinta sama kamu mas, sangat sangat mencintai mu"balas Vina menatap dalam manik hitam milik aditya.


Aditya tersenyum kemudian kembali merasai bibir istrinya yang terasa manis untuknya.Vina membalas ciuman suaminya dengan lembut tanpa ada nafsu di dalamnya begitupun dengan aditya.


MAU KASIH TAU JANGAN LUPA BACA NOVELKU YANG SATU LAGI JUDULNYA MENIKAHI PRIA CACAT DEMI AYAH😊


BERSAMBUNG.......