My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 217



Seperti kata vina semalam, mansion penuh dengan puluhan wartawan yang ingin meliput aditya dan keluarganya.


"Ya ampun anak anak papah, cantik dan ganteng banget"ucap aditya melihat kedua anaknya yang sudah rapih dengan baju yang sama.


"Iya di dong papah"saut vina yang sedang memakai pashmina berwarna coklat susu.


"Wahh mamah cantik sekali"ujar aditya beralih menatap istrinya yang sudah cantik dengan gamis yang sama dengan pashmina nya.


"iya dong mamah harus cantik biar papah gak berpaling"saut vina menghampiri suami dan kedua anaknya.


"meskipun kamu gak dandan seperti ini aku gak akan berpaling sayang dan lagi aku malah semakin suka kalo kamu gak pakai baju"canda aditya sontak membuat Vina melotot.


"Dasar mesum"cibir vina melirik sinis pada suaminya.


"Hahaha mesum sama istri sendiri mah gak apa apa sayang"ucap aditya membela diri.


Pintu terbuka memperlihatkan Al,Bagas dan revan yang masuk dengan orang tua mereka ke kamar aditya.


"mama tantik banget"puji Al pada ibunya.


"Cantik? mamah cantik? kalo gitu cium dong mamahnya"ujar Vina menunduk meminta Al mencium pipinya.


Muanchh...


Satu kecupan dari Al mendarat sempurna di pipinya.


"Wah wah ponakan ante udah cantik dan ganteng banget nih"ucap imel mengambil baby alisha sedangkan dila menggendong baby varo.


"Dit,diluar sudah seperti sedang demo"ujar rendy.


"Sudah kuduga sejak semalam pasti para wartawan itu akan berkumpul di depan rumah"ucap aditya.


"jadi,apa BG harus bertindak?"tanya aldo.


"Tidak perlu biarkan saja"saut aditya.


"Adit,Vina ayo turun acaranya mau di mulai"ajak naina.


"Baiklah mah"saut vina kemudian mengambil gendongan varo dari dila sedangkan aditya menggendong alisha.


Aditya berjalan beriringan dengan vina,2 bayi mungil masih tertidur dalam dekapan masing masing.


"Adit, vina langsung saja dimulai acaranya"tutur rudi.


"baiklah pah"saut aditya menidurkan kedua anaknya di sebuah ayunan rotan.


Ustadz mendoakan kedua cucu brawijaya dengan bacaan bacaan doa yang diamini para tamu undangan.


"Ibu si bayi silahkan duduk"ujar pak ustadz meminta Vina duduk di sebelah ayunan rotan.


Doa kembali di bacakan untuk keselamatan dan kesehatan bayi dan juga ibunya.


Acara doa telah selesai, para tamu dan juga rekan bisnis Aditya mengucapkan selamat atas kelahiran anak kedua dan ketiga Aditya dan Vina.


"Selamat atas kelahiran anak anda tuan"ucap rekan bisnis aditya dan aldo.


"Terimaksih tuan X"saut aditya.


"Vin, kamu udah minum obat?"dalam acara seperti ini imel masih sempat menanyakan hal itu pada vina sungguh sahabat yang luar biasa.


"ya ampun imel,kamu perhatian banget sama aku"ucap vina kemudian memeluk Imel.


"iya dong aku kan sayang sama kamu sayang, jadi udah minum atau belum?"tanya imel.


"Belum nanti minumnya abis acara aja"jawab vina.


"ya udah tapi jangan sampai lupa ya"ucap Imel mengingatkan.


Vina mengangguk kemudian menghampiri aditya yang sedang mengobrol dengan rekan bisnis dan teman temannya.


"Oh iya kenalkan dia istri saya"ucap aditya mengenalkan vina pada rekan bisnis dari Belanda yang kebetulan datang kemarin.


"Oh, selamat atas kelahiran anaknya ya"ucapnya dengan bahasa Indonesia tapi masih di bumbui bahasa inggris.


"Terimakasih"saut vina menunduk pelan.


"Vin kesini sebentar,anak kamu nangis"ujar dila.


"mas,aku kesana sebentar ya"ucap vina diangguki aditya.


Vina pergi menghampiri dila, dilihat kedua anaknya menangis secara bersamaan.


"Cup...cup... sayang kok nangis??"tanya vina mengambil gendongan varo yang menangis kencang sedangkan alisha dibantu dina menenangkannya.


"mungkin haus vin,sejak pagi dia belum menyusu kan"ucap dina yang menepuk pelan pantat cucunya.


"Ya sudah Vin bawa aja ke kamar kasihan"tutur dila.


"Ya udah aku ke kamar dulu ya"ucap vina diangguki dila.


"Sayang???!!!"panggil aldo yang sedang menuntun bagas dan Al.


"Kenapa sayang?"tanya dila.


"pegang dulu sebentar ya,ada masalah di luar"ucap aldo.


"oh iya sayang"saut dila.


Aldo berlari keluar, dilihat beberapa wartawan mencoba menembus keamanan mansion dengan saling mendorong.


"Semuanya tenang"ucap aldo mengangkat kedua tangannya.


Cekrek...cekrek...


"Tuan Aldo, bagaimana menurut anda dengan donasi yang diberikan oleh tuan Aditya?"tanya seorang wartawan.


Sementara vina menyusui kedua anaknya bergantian, aditya masuk mendekati vina yang sedang menyusui alisha.


"Sayang acaranya sudah mau selesai,apa baby masih menangis?"tanya aditya.


"engga mas, yaudah ayo keluar"ajak vina melepas pautan bibit alisha di dadanya.


"Mereka biarin aja di sini,kita hanya mengucapkan terimakasih pada para tamu"ucap aditya pada Vina yang ingin menggendong anaknya.


"Oh gitu mas, yaudah ayo"Tutur vina.


"ya udah kalian turun aja biar mereka ibu yang jagain"ucap dina diangguki keduanya.


Aditya dan vina kembali ke acara, aditya membawa istrinya ke tengah ruangan kemudian mengambil mikrofon yang ia arahkan ke mulutnya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh"


"Kami ucapkan terimakasih pada para tamu yang sudah menyempatkan diri datang ke acara syukuran putra dan putri kami, terimaksih banyak atas doa yang kalian ucapkan kepada anak anak dan juga keluarga kami.Mungkin hanya itu yang saya sampaikan kurang lebih nya mohon maaf wabillahitaufik walhidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh"


Para tamu perlahan mulai pulang meninggalkan bangunan mewah nan megah itu,para wartawan masih setia menunggu di depan gerbang sebelum mendapatkan klarifikasi langsung dari aditya.


"Dit wartawan di luar gak mau pulang sebelum ketemu kau"ucap rendy.


"Biarkan saja"saut aditya yang memiliki sifat low profile.


"Lebih baik kita semua istirahat,kalian pasti lelah"ujar aditya kemudian menarik tangan Vina menuju ke kamar.


Vina mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah sedangkan aditya masih mengunakan baju yang ia gunakan di acara tadi.


"mas ganti baju sana tuh aku udah siapin"titah vina menunjuk baju yang ia letakkan di sofa.


"Sebentar sayang,mereka lucu ya"saut aditya memandangi wajah mungil anaknya bergantian.


"ya udah aku ke bawah dulu ya mau liat Al, katanya tadi mau main sama risa dan rafly"ucap vina.


"Ya udah sayang"jawab Aditya.


Vina turun ke bawah mencari keberadaan putra sulungnya dan ternyata Al sedang asik berenang bersama kedua om dan juga tante nya.


"Wahh Wah asik banget nih berenang siang bolong gini"ucap vina berdiri di sisi kolam renang.


"ehh kak ayo sini berenang, segera banget tau"tutur Clara.


"hahaha kamu mau air ini berubah menjadi merah karena aku?"tanya Vina dengan kekehan.


"ehh iya lupa kak"ujar clara.


"Daniel sama rizky sudah sering berenang ya, pinter banget renang nya"tanya Vina pada kedua ponakan nya.


"iya"jawab keduanya.


"Al udah belum sayang?"tanya Vina beralih kepada anaknya yang main dengan suami risa.


"nda mau,Al macih mau lenang"jawab Al menggeleng.


"ya udah,mamah ke kamar sebentar ya takut baby twins nangis"ucap vina.


"ya sudah kak nanti kalo udah Al aku antar ke kamar"ujar risa diangguki vina.


Sudah pukul 13:30 namun sampai sekarang Vina belum meminum obatnya,ia memutuskan untuk pergi ke dapur meminum obat namun langkahnya terhenti ketika aditya datang membawa kedua anaknya yang menangis.


"loh anak mamah bangun,kenapa sayang?"tanya Vina menghampiri aditya meninggalkan obat yang ia belum minum diatas meja makan.


"gak tahu sayang,rewel banget sama kaya mamahnya"ledek aditya.


"namanya juga anak kecil mas, lagian kamu kaya tahu aku aja pas kecil rewel apa engga"saut vina.


"tau lah kan Allah udah jodohin kita sejak lahir jadi aku udah kenal kamu waktu kamu kasih jadi embrio di perut ibu"canda aditya.


"Dasar"desis vina tertawa kecil mendengar candaan suaminya.


"Kak??"panggil iqbal.


"kenapa bal?"tanya vina.


"Al mana?aku gak lihat dia sejak acara selesai?"tanya iqbal.


"oh itu lagi berenang sama Daniel sama rizky, kamu ikutan gih"saut vina.


"oh iya deh kak"ucap Iqbal kemudian pergi.


"Al sedang berenang?"tanya aditya dijawab anggukan kepala oleh Vina.


"Sama siapa?"tanya aditya lagi.


"Risa,tio, Clara, rafly dan anak anak"jawab vina.


"anak anak siapa?"tanya aditya sengaja memancing emosi istrinya.


"anak ayam"jawab Vina ketus pada aditya yang pura pura tidak tahu.


"oh kirain anakonda"saut aditya tertawa meninggalkan vina yang cemberut.


"mas ih jangan lari nanti jatuh varo nya"teriak vina.


MONMAAP KARENA TELAT UP, MAKLUMI YA SOALNYA SAMPAI TANGGAL 28 AKU ADA UJIAN JADI WAKTU AKU BUAT UP TERBAGI DEH🙏😂


note : maafkan jika typo bertebaran karena ini ngetiknya cepet cepet 😪


BERSAMBUNG........