
"mmm anak mamah senang banget ya main sama papah"ucap Vina ikut naik ke atas ranjang bersama anak dan suaminya.
"Papah lagi marah masa sama mamah...huhuhu"Vina berpura pura menangis dihadapan Al.
"heh....heh..."
Al hanya Manyun manyun seraya menarik rambut Vina.
"mas???"panggil Vina menatap suaminya.
Aditya turun dari ranjang dan duduk di sofa dengan memangku laptop.
"Huh harus kerja lembur lagi nih kayanya"gumam Vina membuang nafasnya kasar.
Vina menggendong Al dan membawanya mendekati aditya yang sejak tadi hanya diam.
"Papah??"panggil Vina mengangkat tangan Al.
Aditya tetap tidak bergeming sama sekali meski Vina sudah memanggilnya berkali kali.
Vina akhirnya dengan berani mengambil laptop Aditya dan melempar nya ke kasur.
"kamu apa apaan sih aku mau kerja"Bentak aditya.
"mas kamu bentak aku?"tanya Vina terkejut aditya membentak nya.
"Bukan gitu sayang maafin aku ya"ucap aditya memegang tangan Vina.
"sejak tadi kamu diam saja mas ada apa? apa kamu marah sama aku?"tanya Vina.
"engga kok engga marah"jawab Aditya.
"terus kenapa?"tanya Vina.
"tadi kamu gak mau olahraga sama aku"jawab aditya cemberut.
"oh"Vina hanya membulatkan bibirnya ber oh ria.
Vina menidurkan Al di kasur dan dia duduk disamping Aditya.
"Al sudah tidur kan?"tanya Aditya dengan tatapan mesum nya.
"Kenapa?"tanya Vina.
"ayo olahraga malam sebentar"ajak aditya.
"ya ampun belum hilang juga rasa pengen nya??"tanya Vina terkejut.
"Belum lah sayang orang belum dituntaskan gimana mau hilang"jawab aditya.
"Ayo deh"jawab Vina dia tidak mau membuat suaminya marah.
Mendengar itu aditya langsung mencium bibir Vina, tangannya sudah bergerak bebas kesana kemari sampai terhenti di gundukan besar istrinya.
Tubuh Vina berdesir ketika tangan Aditya mulai meremas dadanya di tambah bibirnya sudah berpindah dan menjalar di leher jenjang nya.
Aditya yang sudah dibakar nafsu siap melancarkan aksinya ke yang lebih tapi ketika sedang asik mencumbui seluruh tubuh Vina ada yang mengetuk pintu kamar nya.
Tok...tok...tok...
Dengan perasaan kesal dan emosi karena sudah berani mengganggu keasikannya dia berteriak dengan nafas yang terengah-engah.
"Siapa????"teriak Aditya terdengar emosi.
"hey dit cepat keluar ayo kita bermain di pinggir pantai untuk apa kau dikamar terus sejak tadi"teriak aldo yang datang bersama rendy.
Seperti rencana awal mereka akan membalas dendam pada aditya.
"cepat dit keluar"teriak Rendy.
"mas udah sana keluar nanti aja lanjutin"ucap Vina seraya membenarkan pakaiannya yang sudah acak acakan.
"aghh lihat saja mereka berani nya mengganggu kesenanganku"desus Aditya.
Dengan perasaan dongkol dia keluar kamar dan melihat 2 anak manusia tanpa rasa bersalah sedang tersenyum manis padanya.
"Mau apa kalian?"tanya Aditya membentak.
"Wish do kayanya kita sudah mengganggu keasikannya nih"sindir Rendy.
"biarkan saja dia juga pernah melakukan hal yang sama padaku"jawab rendy.
"oh jadi ini rencana kalian, berani sekali kalian"ucap aditya memukul bahu keduanya.
PLAKKKKK
"Aww sakit dit"ringis aldo mengusap bahu nya yang terasa panas.
"tau main pukul aja emang kita rebana apa"Rendy yang juga sedang mengelus bahunya.
"Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan sekarang"aditya bicara dengan nada dingin.
"Woww ternyata benar kita sudah mengganggu nya"Rendy menggoda Aditya dan menaik turunkan alisnya.
"Tutup mulutmu itu bedebah"umpat aditya memukul bibir Rendy.
"Adit tanganmu tuh'"Aldo menujuk tangan aditya.
"kenapa dengan tanganku?"tanya aditya Melihat tangannya yang ditawarkan ditunjuk Aldo.
"letakan disamping pipi mu baru akan kelihatan"jawab Aldo.
Dengan bodohnya Aditya mengikuti perkataan Aldo dan....
plaaakkkk
Aldo memukul pipi aditya menggunakan tangan aditya sendiri.
"aww sakit bodoh"ringis aditya mengelus pipi nya.
"ah diam kau"pekik aditya.
Mereka bertiga pergi ke pantai tanpa istri mereka,wajah tampan dan setelan modis menambah kesan maskulin ketiganya sampai banyak Sekali wanita yang mengagumi mereka dengan bahasa masing-masing.
"eh lihatlah dia mirip dengan artis Korea"ucap seorang gadis menggunakan bahasa spanyol menujuk ketiga pria tampan itu.
Mereka duduk di pinggir pantai sambil berbincang dan bercanda.
"hahaha bagaimana rasanya tadi? benar benar menyakitkan kan?"tanya aldo.
"jika aku bisa memilih lebih baik merasakan sakit dipukuli orang daripada harus menahan diri"jawab aditya membuat keduanya tertawa lepas.
"hahahahah"tawa Aldo dan rendy mendengar perkataan Aditya.
Sedangkan dikamar hotel para wanita sedang mencari cari dimana suami mereka.
"mas Adit kemana sih lama banget"ucap Vina bertolak pinggang.
tok...tok...tok...
Suara ketukan tiba tiba diterima oleh Vina, Vina membuka pintu dan ternyata itu adalah Imel dan dila.
"eh kalian, ada apa?"Tanya Vina mempersilahkan keduanya masuk.
"suami kamu ada Vin?tadi Rendy pamit sama aku katanya mau ketemu Adit"tanya Imel.
"Sama suami aku juga"sambung dila.
"tadi justru suami kalian yang datang kesini trs ngajak Adit keluar gak tau kemana"ucap Vina.
"wah gak beres nih,ayo cari"ajak Imel.
"tapi Al?"tanya Vina.
"letakan guling di sisi kiri dan kanan kita hanya sebentar"ucap dila.
_
_
menyusuri pantai di malam hari, seharusnya istirahat tapi mereka justru harus mencari suami mereka dulu sudah seperti anak kecil.
Mata Vina membulat dengan tangan yang mengepal ketika melihat Aditya dan yang lain sedang bersama seorang wanita bule.
"ada apa Vin?"tanya dila.
"tuh"Vina menunjuk suami mereka bersama seorang wanita bule.
"ahhhh berani beraninya mereka"ucap Imel tak kalah kesal.
dengan langkah cepat dia menghampiri Aditya dan yang lainnya.
"Selamat malam"Sapa Vina berpura pura manis.
"hah"Aditya dan yang lain sangat terkejut melihat istri nya ada disini.
"mau apa kamu, pergi dari sini jangan menganggu kami" wanita bule itu berucap dengan bahasa Inggris kepada Vina.
"ouh maafkan aku jika aku mengganggu kalian"ucap Vina.
"Adit aku rasa sekarang kematian sedang mengintai"bisik rendy pada aditya.
Vina, Dila, dan Imel saling menatap tajam ketiga pria itu membuat ketiganya merinding sendiri.
"kami permisi selamat bersenang-senang semoga kalian masih bisa melihat hari esok"salam Vina sebelum akhirnya meninggalkan aditya dan yang lain.
"astaga dit bini kau garang sekali"ucap aldo.
"sudah lebih baik ayo kita kejar mereka"Aditya menarik tangan rendy dan aldo meninggalkan ketiga wanita bule itu.
"heii where are you doing??"
Pertanyaan yang diteriakkan wanita bule itu tidak dihiraukan sama sekali oleh Aditya dan yang lain mereka masih mengejar istri mereka yang berjalan menggunakan kecepatan 3X dari biasanya.
Sampailah mereka di depan kamar masing-masing, menarik nafas lalu membuangnya untuk bisa menerima apa saja yang akan dilakukan istri mereka.
"hei kalian dari mana kak?"tanya risa yang habis menikmati pantai di malam hari bersama tio.
"kenapa nafas kalian terengah-engah seperti habis maling?"tanya tio.
"hei bicaramu itu mana ada maling yang tampan seperti kami ini"celetuk aditya.
"ya sudah kami masuk dulu, selamat malam"salam Risa kemudian kembali ke kamarnya.
"Dit kau masuk duluan aku akan menunggu di luar sebelum masuk ke kamar ku juga"ucap Aldo.
"tidak bisa!!kita masuk bersama"tolak Aditya.
perlahan lahan mereka menekan engsel pintu dan terbukalah pintu kamar mereka.
"Sampai jumpa semoga kita masih bisa melihat hari esok"ucap Aditya pada rendy dan aldo sebelum akhirnya menghilang masuk ke dalam kamarnya.
"Rend semoga kita masih bisa bernafas setelah masuk ke sana"ucap Aldo.
"hmmm iya sampai jumpa"Rendy dan aldo sudah masuk kedalam kamar mereka.
APA YANG AKAN DILAKUKAN VINA DAN TEMAN TEMANNYA YAA KIRA KIRA????
PENASARAN GAK?
BERSAMBUNG........
YUK BANTU AKU UNTUK VOTE DAN LIKE SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πππ
TERIMAKASIH, HAPPY READING β€οΈπΊπΊ