My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 236



Vina sangat gembira mendengar kabar bahwa orang suruhan aditya telah menemukan pendonor hati untuk dina, setidaknya setalah ini dina akan baik baik saja.


"Alhamdulillah mas,mas terimaksih ya sudah berusaha mencari pendonor untuk ibu"ucap vina memeluk aditya erat.


"Iya sayang, sudah ah jangan peluk terus tuh lihat anak kamu melongo aja dari tadi"canda Aditya menunjukan Al yang sedari tadi hanya memperhatikan papah dan mamah nya.


"Ternodai mata suci cucu opa"ucap rudi yang sedang memangku Al.


"Ya engga dong pah kan cuma peluk aja gak lebih"balas aditya.


"Hehehe maklum pah terlalu seneng"ucap vina cengengesan.


"Jadi kapan operasinya di mulai?"tanya naina yang sedang menyuapi Bagas puding buatannya.


"Entahlah mah,aku harus katakan dulu pada rendy dan dokter zian"jawab aditya.


"Semoga bisa secepatnya ya agar semuanya juga cepat baik"ucap imel diamini oleh semuanya.


***


Setelah konsultasi dengan dokter zian dan rendy,hari ini adalah hari operasi dina setalah 7 hari melakukan pemeriksaan kecocokan bagian hatinya.


"Ibu harus kuat ya, setelah ini semua akan baik-baik saja"ucap vina menggenggam tangan dina yang sudah berbaring di bangsal.


"Iya nak,Doakan semuanya lancar ya"tutur dina.


"Kami semua menunggu disini din, ingat anak dan cucu kamu yang sangat membutuhkanmu"ucap naina.


"Iya bu"balas dina.


"Baiklah semuanya, permisi ya doakan semuanya lancar"ucap dokter zian seraya mendampingi suster mendorong bangsal masuk ke ruang operasi.


"Baiklah semuanya aku permisi ya semoga semua baik di dalam nanti"ucap rendy.


"Makasih banyak rend"ucap aditya diangguki rendy.


1 jam telah berlalu namun belum ada tanda-tanda operasi sudah akan berakhir, pintu masih tertutup rapat dengan lampu yang masih menyala.


"lampunya susah mati"ucap rudi melihat pada lampu berwana merah diatas pintu sudah mati menandakan operasi sudah selesai dan semoga saja semua baik.


"Dok, bagaimana?"Tanya Vina pada zian dan rendy yang keluar bersamaan.


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan kini ibu dina tidak akan merasakan sakit lagi tapi satu pesan saya, hindari makanan yang terlalu gurih dan pedas minimal untuk 3 bulan ke depan"ucap dokter zian menjelaskan.


"Lalu sekarang dimana ibu?"tanya aditya.


"Dia masih terpengaruh obat bius mungkin 30 menit lagi dia akan sadar jadi sementara itu dia tidak boleh di temui"jawab rendy.


"Kami permisi dulu, selamat siang"ucap dokter zian pamit bersama rendy.


Tak lama seorang perawat mendorong bangsal dina dimana ada dina yang masih belum sadarkan diri,alat infus melekat di tangannya dengan cairan yang terus menetes di Setiap detik.


Vina menatap lekat wajah ibunya,tak terasa air mata nya jatuh bibirnya tak kuasa menahan untuk tidak mencium pipi dina.


"Cepat bangun bu, putri kecilmu akan selalu ada bersamamu"Bisik vina.


"Nona maaf kami harus membawanya ke ruang rawat"ucap seorang suster.


"Sudah sayang sebentar lagi ibu akan sadar"ucap aditya memegang kedua bahu istrinya dari samping.


"Vin kamu makan dulu nih sejak pagi kamu belum makan dan minum obat"ucap naina menyodorkan kotak makan pada menantunya.


"mmm...tidak mah sebenarnya aku sudah mulai puasa hari ini karena masa nifas dan sisa operasi ku sudah selesai dan aku juga sudah mandi 'wajib' "ucap vina seraya menggelengkan kepalanya.


"Tapi sayang, bukankah itu masih 5 hari lagi???"tanya aditya yang rajin menghitung kapan nifas dan sisa operasi Vina selesai.


"Engga mas ternyata aku udah bersih lebih cepat dari perkiraan dokter,aku gak mau buang kesempatan untuk puasa jadi aku udah mulai puasa dan satu lagi dokter bilang aku sudah tidak perlu mengkonsumsi obat pereda nyeri lagi cukup vitaminnya saja"jelas vina.


"Syukurlah nak jika memang kamu sudah selesai nifas, setidaknya seseorang akan gembira malam ini"ucap rudi meledek anaknya.


"Lah kamu kenapa dit?maksud papah tuh anak anak bukan kamu,kamu kenapa pede sekali"ucap rudi semakin jadi meledek aditya.


"Papah?!!!!!"protes aditya karena rudi tak henti menggoda nya.


"Ya udah kalo kamu udah puasa ini biar di bawa balik aja"Ucap naina meletakan ompreng yang ia bawa di atas kursi tunggu.


"iya mah"ucap vina. Mata Vina beralih melihat pada aditya yang juga sedang menatapnya penuh arti dan Vina sangat tahu apa yang membuat aditya menatapnya dengan begitu lekat.


"Wajahmu lucu sekali mas,sabar sayang setidaknya tahan sampai ibu benar-benar baik" batin vina membalas tatapan suaminya.


30 menit kemudian rendy datang menghampiri Vina dan yang lain memberitahu bahwa dina telah sadar.


"Vin, ibu sudah sadar"ucap rendy memberitahu.


"Benarkah?? boleh aku menemuinya?"tanya Vina antusias.


"ya tentu saja"jawab rendy.


Vina segera ke ruang rawat ibunya, ketika masuk dilihat dina sedang berbicara dengan dokter Zian entah tentang apa.


"Ibu??"panggil vina.


"Vina, kemarilah"ucap dina membuka tangannya.


Vina berlari dan memeluk ibunya dengan erat. "Ibu baik baik saja kan? sudah tidak merasa sakit kan?"tanya Vina masih dengan posisi memeluk ibunya.


"Ibu sudah merasa baik nak, dimana suami kamu?"tanya dina mencari sosok menantunya.


"Aku disini bu, bagaimana keadaan ibu?"tanya aditya.


"ibu baik nak, terimaksih banyak ya selama ini kamu sudah membantu ibu dan keluarga ibu entah bagaimana jadinya jika tidak ada kamu dalam hidup keluarga ibu"ucap dina menyatukan kedua tangannya.


"Jangan begini bu"Aditya memegang tangan dina yang menyatu berterimakasih. "Ibu juga keluargaku, ibu dari istriku dan berarti ibu juga ibuku, sudah kewajibanku untuk saling membantu terutama keluarga jadi Jangan sungkan bu"sambung aditya.


"Bu naina dan pak rudi,saya sangat berterimakasih juga pada kalian karena telah mempertemukan Vina dengan sosok lelaki baik seperti aditya, entah keberuntungan atau memang takdir Vina bisa mendapatkan suami dan keluarga yang sangat menyayanginya. Meski Vina bukan dari keluarga terpandang tapi kalian tetap merestui keduanya"Ucap dina pada naina yang sedari tadi memperhatikan nya dengan senyuman.


"Kamu ini ngomong apa Din, justru saya yang beruntung karena bisa mendapatkan menantu seperti vina andai dulu aditya tidak dipertemukan oleh Vina mungkin sampai sekarang rumah Brawijaya dan ketiga putranya masih menyendiri dalam kegelapan tanpa canda tawa"balas naina.


"Yang dikatakan istri saya benar din, Lagipula kami tidak memandang kasta dalam kekeluargaan. kami yang seharusnya berterimakasih karena telah memberikan sosok putri seperti Vina yang hadir sebagai seorang menantu dalam keluarga brawijaya"Ujar rudi mengantungkan sebelah tangannya di dalam saku.


"Vin, kamu beruntung nak bisa mendapatkan keluarga seperti mereka meski kami semua tau di awal kalian menolak pernikahan yang bisa dikatakan paksaan tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu kebahagiaan dan cinta mulai kalian rasakan bahkan kini keluarga kalian sudah dilengkapi dengan 3 malaikat yang akan menyayangi kalian kelak"Ucap dina pada vina yang menatapnya dengan senyuman paling hangat, senyum seorang anak perempuan yang begitu menyayangi ibunya.


"Iya bu terkadang aku sendiri tidak menyangka bisa


Rendy dan Zian menatap haru interaksi keluarga bahagia itu bagaimanpun ia juga memilki hutang Budi pada Vina karena jika bukan karena nya mungkin sampai kini rendy masih sendiri dalam sikap dingin dan cueknya sebagai Seorang dokter.


"Rendy kapan dina bisa pulang?"tanya naina.


"Hari ini juga bisa tan,tapi masih tetap terkontrol oleh alat medis jika memang ibu ingin pulang aku akan siapkan alat yang akan dibawa ke rumah agar ibu dirawat di rumah saja"jawab rendy.


"Ya sudah siapkan alatnya biar dina di rawat dirumah saja"ucap Rudi diangguki rendy yang segera menyiapkan alat medis.


"Vin, kalian pulang saja biar dina kami yang tungguin takut alisha atau varo nangis"Tutur naina.


"Tapi mah...,"


"Sudah vin pulang saja kasihan anak kamu nanti,ibu juga sudah baik baik saja"Potong dina memegang sebelah tangan vina.


"Ya udah bu,aku pulang dulu ya"ucap vina menyalami tangan dina bergantian dengan aditya.


"Mah,pah kami pulang dulu ya hubungi kami jika ada sesuatu"ucap aditya mencium tangan naina dan rudi diikuti vina.


DETIK DETIK END NIH GES, PENASARAN GAK END NYA SAD ATAU HAPPY???


BERSAMBUNG......