My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 155



Aditya turun dengan pakaian santai,celana selutut dan kaus hitam polos membuatnya terlihat tampan.


"mas hari ini jadi kan kita belanja?"tanya vina seraya menata makanan dimeja makan.


"tentu saja sayang ada apa?kamu ingin membeli sesuatu??"tanya aditya balik.


"hmmm pakaian ku mulai mengecil entah kenapa aku merasa kehamilanku kali ini agak lebih besar bahkan baju yang aku beli saat mengandung Al semuanya sempit"jelas vina mendudukkan bokongnya di samping aditya.


"apa hanya pakaian?"tanya aditya mendelik licik.


"iya dan bra ku juga mulai sempit selain karena hamil setiap malam ada drakula yang suka menggigit ku"jawab Vina ketus.


"Good girl itu yang aku mau dengar karena aku suka jika dadamu besar"bisik aditya mendapat gigitan panas dari istrinya.


"awww....awww panas yang ihhh"ringis aditya menggosok bekas gigitan Vina di bahunya.


para pelayan yang melihat keromantisan majikan mereka yang tak pernah luntur ikut bahagia,suami istri yang saling mencintai dan saling pengertian.


"Kenapa denganmu?"tanya aldo yang baru datang bersama dila


"ada serangga cantik yang mengigit ku dan aku ketagihan digigitnya"jawab aditya melirik Vina.


"maksudnya?"tanya dila tidak paham.


"eee bukan apa apa"jawab vina cepat.


imel datang bersama rendy ikut duduk di meja makan.


"Selamat pagi semuanya"sapa imel.


"pagi...."


Menu makanan yang Vina buat hari ini adalah ikan mujair garang asam manis.


"oh iya dit hari ini kita akan libur bekerja tapi besok tidak bisa"ucap aldo di sela sela mengunyah sarapannya.


"ada apa?"tanya aditya setalah meneguk air minumnya.


"besok kita harus ke Batam memeriksa pembangunan cabang rumah sakit keluarga kita disana"jelas aldo.


"dan kau...."aldo menepuk bahu rendy membuat sipemilik bahu tersedak karena kaget.


Uhukkk.....uhukkk.....


"hei kau kenapa?"tanya aldo memberikan segelas air putih.


"kau bertanya kenapa?aku tersedak karena mu bodoh!"pekik rendy masih terbatuk-batuk.


"hehehe maaf aku kan hanya mau bilang kau juga harus ikut kesana karena kau adalah pemimpin dokter dirumah sakit pusat jadi kau juga harus melihat rumah sakit cabang disana"jelas aldo nyengir kuda.


"hmm ya baiklah"jawab rendy melanjutkan sarapannya.


Setalah selesai sarapan mereka bergegas pergi ke mall untuk membeli perlengkapan kamar bayi bayi mereka.


"kemana kita akan belanja?"tanya Imel.


"kebun binatang"jawab vina asal.


"mana ada perlengkapan bayi disana yang ada adalah kembaran si dila"jawab imel melirik dila.


Dila yang awalnya diam menjadi melotot mendengar perkataan Imel.


"maksudmu aku kembaran monyet?"tanya dila dan melihat Vina ketika mengucapkan kata monyet.


"hei kenapa kamu melirikku saat mengucapkan kata monyet?"tanya vina.


"kamu kan kembaran ku jadi aku melihatmu"jawab dila.


"hahahaha monyet"imel tertawa lepas menunjuk Vina dan dila.


"kamu awas ya"dila memukul imel dengan bantal yang ada dimobil sedangkan Vina sudah seperti leader yang menyemangati dan mengompori Dila untuk terus memukul imel.


"Hei hentikan kita ini dimobil bukan diarena tinju"ucap aldo dan rendy yang duduk di antara keduanya dan otomatis terkena pukulan istri mereka.


"Hei sudah kalian yang bertengkar kami yang kena"pekik rendy menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Vina dan Aditya hanya bisa geleng-geleng sambil tertawa beruntung mereka tidak membawa anak mereka jika saja dibawa abis lah bayi mungil itu.


Sesampainya di mall terbesar di jakarta mereka bergegas masuk setelah memarkir mobil nya di basemen.


"kita akan beli apa saja ya?"tanya vina seraya menggandeng mesra tangan suaminya.


"Apapun yang kamu mau beli sayang"jawab aditya.


"jika aku Mau membeli seisi mall ini apa tidak masalah?"tanya vina menggoda.


"up to you baby"jawab aditya dengan entengnya.


sayang jika aku mau mall ini dipindahkan atas namamu sekarang juga bisa, aku kan pemiliknya....hehehehe


Sesampainya di toko perlengkapan bayi mereka memilih tempat tidur dengan gambar kartun tokoh laki laki dan tak lupa dengan mainan nya juga.


"Sayang kita akan membelinya sebanyak ini?"tanya dila.


"tentu saja,ada apa?"tanya aldo balik.


"tidak hanya saja apa kita bisa membayarnya?"tanya dila polos, rupanya dia lupa siapa keluarga suaminya itu.


berbeda dengan Imel dia begitu antusias memilih barang untuk anaknya dan anak vina dan Dila.


"aku mau membeli baju juga, boleh ya?"tanya imel pada suaminya.


"beli lah sebanyak yang kamu mau sayang"jawab rendy tersenyum.


Setalah puas berbelanja Aditya meminta seorang unjuk mengantar semua barang ke Mansion.


"tolong antar semua ini kerumahku"perintah Aditya pada 2 orang kurir karena barang yang mereka beli membutuhkan 2 mobil pickup untuk membawanya.


"Sayang laper, makan dulu yuk"ajak vina.


"Vin tadi kita kesini setalah sarapan loh masa iya udah laper lagi?"tanya Dila.


"Aku kan makan untuk 2 orang jadi ya cepet laper lagi"jawab vina.


Mereka makan di restoran dalam mall,Vina memesan makanan chicken katsu dan jus lemon sedangkan yang lain karena masih merasa kenyang hanya memesan jus buah saja.


"oh iya apa kita sudah memanggil tukang untuk mengecat dan merapihkan kamar untuk anak anak?"tanya imel.


"tidak perlu sayang"jawab rendy.


"kenapa?apa mang Ucup,pak ali dan pak Alif bisa?"tanya dila menyebutkan nama pekerja dimansion.


"tidak sayang bukan begitu"jawab Aldo.


"lalu bagaimana?"tanya vina.


"kamu lihat kehebatan suami kamu ini nanti"jawab aditya memukul dadanya pelan.


Ketiganya memilih diam percuma bertanya juga malah main kucing-kucingan.


Setelah makan mereka segera pulang rasanya tidak sabar untuk mendekor kamar anak anak mereka.


"gak sabar nih mau dekor kamar anak anak"ucap vina.


"iyalah biar mamah dan papanya gak keganggu kan kalo lagi main koboi-koboian"goda Imel.


"iya itu salah satunya"jawab aditya.


"apasih mas ngasal aja kalo ngomong"pekik vina.


Barang barang yang mereka pesan sudah sampai di depan pekarangan,Aditya dan yang lain segara menuju kamar yang akan didekorasi.


"Wahh ini kamarnya?"tanya dila terpana melihat betapa luasnya kamar itu.


"kamarnya luas sekali"ucap Imel.


"tentu saja karena ini untuk anak anak jadi kami sengaja memilih yang luas agar mereka nyaman bermain"ucap aldo.


Aditya,aldo dan rendy berganti pakaian layaknya seorang pekerja proyek. Topi APD,palu,alas cat,dan juga kotak perkakas ada ditangan mereka.


"sayang ini???"tanya vina mendekati suaminya.


"kami para hot Dady yang akan membuat dan mendekor kamar anak kami"jawab ketiganya kompak.


Vina,Dila,Imel dan para pelayan bertepuk tangan dan menahan tawa melihat majikan mereka yang biasanya terlihat begitu rapih dan tampan tapi hari ini sangat berbeda.Baju kodok berwana orange namun juga tidak mengurangi ketampanan mereka masing masing.


"kalian yakin bisa?"tanya dila ragu.


"tentu saja jangan khawatir"jawab ketiganya lagi lagi kompak.


Aditya meletakan barang yang dia bawa dan membawa Vina keluar kamar kemudian mendudukkannya di bangku yang ada tepat didepan kamar.


"kamu sedang hamil jadi cukup melihatnya saja ya"ucap aditya berjongkok dihadapan vina membelai wajah istrinya.


"bi tolong buatkan jus dan bawakan beberapa camilan kesini ya biar Vina gak bosan"titah aditya pada bi Ijah.


"iya baik tuan"jawab bi Ijah kemudian segera turun mengambil pesanan yang aditya perintahkan.


"Baiklah aku akan duduk tapi saat kamarnya sudah rapih aku yang harus menata barangnya"ucap vina menempelkan dahinya ke dahi aditya.


"tentu saja sayang"jawab aditya mencium hidung mancung vina.


KIRA KIRA MAU KONSEP KAYA APA NIH BUAT KAMAR AL, REVAN DAN BAGAS???? KALIAN PUNYA SARAN KAH???


BERSAMBUNG.........


jangan lupa like dan vote ya biar aku makin semangat buat up ๐Ÿ˜‚๐Ÿค—๐Ÿค—