
"Hahahaha....wleee...."Aditya berlari dan menjulurkan lidahnya meledek aldo.
"Astaga adit kenapa dia jadi gesrek gini sih"ucap rudi geleng geleng melihat tingkah aditya yang 99,9 % berubah.
"Vin lihat itu suami kamu"ucap dila menunjuk aditya dan Aldo yang masih bermain kejar-kejaran.
Vina tidak menjawab,kepalanya mendongak ke atas entah apa yang sedang ia lihat.
"Vin kamu gak apa apa?"tanya dila memegang bahu vina.
Aditya dan Aldo menghentikan aktivitas mereka kemudian menghampiri vina.
"Sayang?"panggil aditya memegang pipi vina.
"Mas aku mau itu"rengek Vina menujuk mangga yang terbilang cukup muda bahkan dapat dilihat dari warna kulitnya mangga itu sangat asam.
"Ya udah sebentar ya aku ambil galah dulu"ucap aditya ingin pergi namun dicegah oleh vina.
"Aku maunya kamu yang ambil"ucap vina.
"maksud kakak manjat gitu?"tanya risa dan vina mengangguk.
"Sayang aku gak bisa manjat lagian nanti kalo Banyak semut gimana?nanti kalo aku jatuh gimana?"tanya Aditya berharap mendapatkan kompensasi dari istrinya.
"tapi mas aku mau"rengek vina.
"Vin kandunganmu sudah 5 bulan tapi kenapa kamu ngidam seperti ibu hamil 2 Minggu"ucap imel.
"Ya tidak tahu tapi aku benar benar merasa sangat ngiler melihat mangga itu"Vina menujuk buah mangga menggiurkan lidah."Mas Ambil mas"rengek Vina menggoyangkan tangan aditya.
"Iya sudah aku ambil tunggu ya"Akhirnya aditya menuruti kemauan istrinya.
Aditya memanjat pohon mangga yang lumayan besar itu ya bagaimana tidak besar Rafly saja bisa digantung disanaπ.
"Mas yang itu mas yang itu"Vina melompat lompat sambil menunjuk buah mangga yang sejak tadi diinginkannya.
"Aku gak nyampe sayang"ucap aditya mencoba meraih tangkai buah namun tidak sampai.
"Bentar dit biar aku ambilkan galahnya"ucap aldo.
"Jangan ahh aku maunya dari tangan mas adit langsung"cegah vina.
Aditya semakin maju, maju dan ya akhirnya dapat juga keinginan istrinya namun sayang ketika mencoba kembali ke tempat semula, ranting yang dia injak patah dan.....
Brukkkk
"Aww...."ringis aditya.
"Mas???!!!"Panggil Vina terkejut.
"Adit???"Panggil naina dan rudi.
"Kakak kau tidak apa apa?"tanya risa.
"Mas apa sakit?mana yang sakit?maaf mas...hiks...hiks.."Vina terisak melihat suaminya jatuh apalagi itu karena keinginannya.
"Engga sayang engga sakit kok lagian pohon mangga nya juga pendek jadi gak apa apa,udah ya jangan nangis"ucap aditya memegang kedua pipi vina.
Vina membantu suaminya untuk bangun dan duduk di saung rotan,Imel meminta alat dan bahan untuk membuat rujak oleh lilis.
"Lis tolong ambilkan ulekan,cabai,gula sama garam ya"tutur imel.
"iya baik nona"Lilis kemudian pergi mengambil peralatan yang diminta imel.
Peralatan sudah siap di depan mata,naina mulai mengulek cabai dan gula merah untuk membuat sambal rujaknya, Vina yang awalnya ingin makan rujak jadi tidak berselera karena dirinya merasa tidak enak dengan aditya.
"Mas ayo kita ke kamar biar aku pijitin kamu"ajak vina.
"engga sayang kamu makan dulu rujaknya tadi pengen kan"ucap aditya.
"Vina ini makanlah"naina menyodorkan mangga yang sudah dipotong lengkap dengan sambalnya.
"Mmmm enak sekali"ucap vina digigitan pertama.
"Kak apa tidak asam?"tanya clara dengan mata yang menyipit.
"Tidak justru sangat manis"jawab vina menyeringai.
"Benarkah kak?"tanya rafly kemudian mengambil sepotong mangga tak lupa dicolek ke sambalnya.
"Achhhh... asam kak...."lekukan wajah rafly tampak mengkerut merasakan betapa asamnya mangga itu.
"Tapi enak kan?"tanya vina.
"iya kak enak tapi aku tidak kuat"jawab rafly.
Vina memakan dengan lahap rujak buatan ibu mertuanya, melihat menantunya yang sedang hamil kembar rudi mengingat saudaranya.
"Nak melihat kamu hamil kembar papah jadi ingat saudara kembar papah dulu"ucap rudi tiba tiba.
"kamu punya saudara kembar pah?kok mamah gak tau"tanya naina pada suaminya yang tiba tiba bicara.
"Iya pah kami juga tidak mengetahuinya"ucap Aditya dan aldo.
"Bukankah saudara om hanya mamahku dan papahnya Rafly?"tanya rendy.
"Papah punya saudara kembar namanya radi,dia dan papah lahir secara bergiliran dia yang keluar lebih dulu namun kami berdua memiliki perbedaan yang signifikan,Papah terlahir normal tapi tidak dengannya dia memiliki kelainan otak. setiap hari dia hanya bisa diam dirumah sekalinya keluar maka dia akan menjadi bahan tertawaan dan ejekan para tetangga hingga akhirnya dia tidak kuat dengan penyakit nya dan meninggal di umur 10 tahun,ayah dan ibu kalian saat itu masih kecil karena itu mereka tidak mengetahuinya"jelas rudi.
"berarti yang kamu bilang benar sayang jika kita memiliki anak kembar maka sebelum kita pasti ada yang memilikinya"ucap aditya.
"iya dit memang beberapa mulut mengatakan hal itu, dulu mamah tidak percaya tapi setelah mendengar cerita papah mamah jadi sedikit percaya"ucap naina.
"Tapi Pah,papah tidak pernah cerita ini pada kita"ucap aldo.
"Karena papah tidak mau mengingat kenangan menyedihkan harus kehilangan saudara kita sendiri dan jika papah mengingatnya papah juga teringat pada Alvin kakak kalian"jawab rudi.
"Sudah pah jangan sedih ya"ucap Vina.
"Iya nak terimaksih karena kehadiranmu dirumah ini kau membawa banyak sekali kebahagiaan"ucap rudi mengelus puncak kepala Vina.
"Aku juga sangat bahagia pah bisa menjadi bagian dari keluarga ini"saut vina.
**
Setalah puas bersantai di taman sambil menikmati rujak dan jus jeruk,semua memutuskan untuk istirahat bobok siang dikamar masing-masing.
"Mas buka baju kamu"ucap vina tiba tiba.
"Kenapa sayang? masih siang yang masa udah pengen aja"goda aditya.
"Jangan kak aku masih SMP belum tau apa apa masih polos"Aditya menutupi dadanya bercanda dengan istrinya karena baginya adalah salah satu Kebahagiaan terbesar menggoda Vina.
"Ihh ini sih bukan polos tapi sok polos"pekik vina.
"Ihh aku emang polos sebelum kenal kamu pas kenal kamu gak tau kenapa aku jadi nakal"ucap Aditya.
"Jadi aku pembawa keburukan gitu?"tanya vina menaikan kedua alisnya.
"Bukan dong kamu pembawa kebaikan dan Kebahagiaan maksud nakal disini ya itu"Aditya menyeringai.
"Gak paham ah masih SD"kini vina yang bercanda dengan suaminya.
"masih SD udah punya anak 1 otw 3"pekik aditya menarik hidung mancung vina.
"ya itu kan gara gara kamu,setiap malam bahkan kalo ada waktu pagi juga hayu aja"ucap vina kesal.
"abisnya enak sih bikin nagih,hahahaha"ucap aditya diakhiri tawa.
"Udah ih bercanda Mulu kapan pijatnya"ucap vina kemudian membalik badan suaminya.
Terlihat punggung Aditya yang kebiruan,Vina meraba dan menekan nya membuat aditya meringis kesakitan.
"Aduhh...aduh...sayang sakit jangan dipencet"ucap aditya menggerakkan badannya kesana kemari.
"mas ini rasanya pasti sakit kan?kita ke dokter aja ya atau mau aku panggilkan tukang pijat?"tanya vina.
"engga sayang pijatan kamu lebih enak daripada tukang pijat manapun apalagi kalo pijatnya plus plus beuh semangat aku"canda aditya.
"bercanda mulu ih"ucap vina kesal.
"abisnya enak sih bercanda sama kamu, apalagi kalo marah kaya minta dicium"lagi lagi aditya mencandai istrinya.
"ketagihan ya sama bibir aku?"tanya vina sambil tangannya terus memijat pelan punggung suaminya.
"Sangat karena ciuman kamu itu adalah ciuman pertama aku tau ya jadi bikin nagih"jawab aditya.
"Seriusan mas dulu itu ciuman pertama kamu? bukannya kamu dulu sering ciuman sama soang ya"canda vina.
"Bukan soang sayang tapi kobra"jawab aditya ketus tapi masih dalam mode bercanda.
"hahahaha beracun dong"tawa vina.
Setalah memijat punggung aditya, vina merebahkan tubuhnya disamping tubuh suaminya.
tok..tok..tok...
"Siapa??"tanya Vina seraya berjalan mendekati pintu.
"Eh aldo,ada apa do?"tanya vina yang melihat ternyata itu aldo.
"Adit mana Vin aku mau bicara sesuatu dengannya"ucap aldo.
"Ada apa?"suara Aditya tiba tiba sudah berdiri dibelakang vina.
"Dit besok ada pesta di hotel Mercure untuk perayaan atas keberhasilan pembukaan cabang rumah sakit di Jakarta"jawab aldo.
"apa kita harus datang?"tanya aditya.
"kepalamu tadi terbentur tanah?"tanya aldo.
"iya kenapa memangnya?"jawab aditya kemudian kembali bertanya.
"pantas otaknya geser,hahahaha"jawab Aldo tertawa.
"kau ini"Aditya menjitak kepala aldo.
"aww sakit dit lagian pertanyaan macam apa itu 'apa kita harus datang?'(Aldo memiringkan bibirnya kesana kemari) tentu saja kita datang dit,kita ini pemilik saham terbesar sudah pasti harus datang jangan gila kau bertanya begitu"jelas aldo.
"oh ngemeng kek dari tadi ganggu pasutri aja"ucap Aditya.
"masih siang Wee udah mau main koboi koboian aja kalian"pekik Aldo kemudian pergi.
Vina kembali menutup pintunya dan duduk disamping aditya.
"Sayang besok kamu ikut ya"ucap aditya mengajak istrinya ke pesta.
"memang kamu tidak malu mas?"tanya vina.
"malu?malu kenapa?"tanya Aditya tidak mengerti.
"ya malu mas, pasti istri para pengusaha dan dokter semua cantik tapi aku?lihat perutku sudah membesar dan pasti baju apapun tidak muat denganku,aku tidak mau membuat image mu jelek mas"jawab vina.
"Sayang kamulah yang membuat image ku baik,doa istri Soleha sepertimu yang membuatku selalu berhasil memenangkan tender apapun dan soal penampilan, kamu adalah wanita tercantik sayang tidak ada yang lebih cantik dari istriku yang cantik dan seksi ini"balas aditya.
"lagipula kamu sedang mengandung anakku mana mungkin aku malu justru aku sangat bangga aku ingin menunjukan kebahagiaan ku mendapatkan istri seperti dirimu,banyak orang diluar sana yang belum memiliki anak diusia pernikahan yang sudah cukup lama padahal mereka menginginkannya dan aku? mana mungkin aku malu atas rejeki yang Allah berikan. Jadi jangan pikirkan soal image ku ya kamu datang sebagai istri seorang Aditya Brawijaya tidak perduli apa kata orang nanti"Ucap aditya lembut.
"Baiklah mas aku akan datang sebagai istrimu, istri Aditya Brawijaya pria tampan yang sudah membuatku tergila-gila"saut vina.
"dan wanita dihadapan ku ini adalah Vina Syafira wanita cantik yang membuat hidupku berwana dan sangat aku cintai"balas aditya kemudian mencium bibir Vina penuh kelembutan.
Vina membalas ciuman lembut suaminya, tangannya dibiarkan mengalung dileher aditya.
"I love you sayang"ucap aditya melepas ciumannya.
"I love you to mas"balas Vina tersenyum manis.
Mereka saling berpelukan, pelukan penuh kehangatan dan cinta.Suami istri yang selalu membuat siapa saja yang melihatnya iri bahkan author sendiri π₯π₯π
Lama berpelukan mereka melepaskan pelukannya dan saling menatap, mencurahkan isi hati melalui pandangan mata, saling mengucap syukur dalam hati.
"terimakasih ya Allah atas nikmat yang engkau berikan padaku, memiliki istri seperti vina yang cantik,Soleha dan sangat mencintaiku aku bersyukur karena engaku telah memberikan jodoh sepertinya" ~aditya.
"pria dihadapanku ini adalah suamiku, suamiku yang sangat aku cintai.Terimakasih ya Allah karena telah mempertemukan ku dengan pria seperti dirinya aku sangat bersyukur bisa menjadi Istrinya meski awal pertemuan kami tidak disengaja tapi atas kehendakmu kami bisa berjodoh dan bahagia.Terimaksih ya Allah" ~vina.
~Kebahagiaan diperoleh melalui usaha dan do'a
Sedangkan penderitaan diperoleh
melalui tingkah laku dimasa lalu~
Alfiana N.Yπ
Jangan lupa komentarnya ya sayy biar aku makin semangat buat up ππ
BERSAMBUNG......