My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 161



Setelah mengantar suami mereka ke bandara, Vina dan teman temannya begitu penasaran dengan kamar anak anak mereka yang sejak kemarin di cat.


"oh iya bagaimana ya kamar anak anak,aku penasaran?!"tanya dila yang sedang menyusui bagas.


"nah benar aku juga penasaran"saut imel.


"Ayo lihat"ajak vina diangguki keduanya..


"bentar aku panggil bi suti dulu"ucap vina.


"Bi....bi Suti...??"Panggil vina dan tak lama bi suti datang.


Vina dan yang lain segera ke atas untuk melihat sekaligus mendekor kamar anak anak.


Ceklek


pintu kamar terbuka perlahan ngik bunyinya,kamar bercat biru tak lupa dengan Doraemon yang indah bahkan terlihat lebih hidup.


"Wah bagus banget"puji vina terhipnotis dengan Kebagusan dan kecerahan kamar.


"Iya ini sih diluar ekspektasi aku"saut imel.


"Yaudah gimana kalo kita langsung susun barangnya aja, kita akan pasang lampu i kemudian beberapa foto anak anak di dinding"ujar dila.


"nah ayo deh"ajak Vina.


pertama adalah menggelar karpet berbulu sebelum diletakan kasur,Memasang lampu, dan memasang beberapa foto Al, revan dan bagas.


"Oh iya setelah ini mang Ucup dan pak Ali akan kesini dan meletakkan kasurnya"ucap vina yang sedari tadi hanya melihat karena kandungannya mereka tidak mau hal buruk terjadi pada vina.


mulai kasur,meja dan kursi serta mainan sudah dimasukan ke dalam kamarnya.Vina membantu menata beberapa buku dongeng di rak buku mini dan merapikan pakaian ketiganya di lemari.


"Vin jangan bekerja terlalu lelah kami tidak ingin kamu kenapa napa"ucap dila.


"tidak kalian senang saja lagipula sejak tadi kan aku hanya diam dan ini hanya menata pakaian"jawab vina.


"ya sudah baiklah"ucap dila.


"Besok aku akan suruh seseorang untuk membersihkan AC kamar karena sepertinya sudah kotor"ucap imel.


Setelah 3 jam proses dekorasi dengan dibantu para pekerja Mansion kamar akhirnya jadi.


"Ahh Alhamdulillah sudah rapih"ucap vina.


"eh iya jangan lupa kita Pap ke suami kita"tutur dila.


Vina menyambar ponselnya kemudian memotret kamar dan mengirimkannya kepada aditya namun aditya masih ceklis 1 mungkin penerbangannya belum landing.


"Ceklis guys suami aku"ucap vina matanya masih pada layar ponsel.


"oh yaudah nanti aja mungkin mereka belum mendarat"ucap dila.


"yuk ke bawah bikin minum, haus"ajak imel.


Setelah membuat minum 3 wanita itu bersantai di ruang tamu dan seperti biasa film apa yang mereka tonton?apalagi kalo bukan FTV ikan terbang berjudul IBU MERTUAKU SAYANGI AKU.


"ya ampun itu ibu mertua galak banget ih, Alhamdulillah mamah gak gitu"ucap vina yang sedang menyaksikan FTV.


"Iya Alhamdulillah kita dapet mertua yang lembut dan baik"saut dila.


"Aku kalo jadi dia?udah kabur dari rumah"imel menunjuk wanita yang sedang menangis di televisi.


Ditengah tengah menikmati FTV yang mereka tonton,pak Ali datang dan memberitahu ada tamu yang datang.


"non permisi"ucap pak Ali sopan.


"iya pak ada apa?"tanya vina.


"Diluar ada tamu seorang pria non katanya mau ketemu sama non vina penting"jelas pak ali sipenjaga gerbang.


"pria?siapa ya?"Vina bertanya tanya.


"yaudah vin suruh masuk aja"ujar imel.


"yaudah pak bawa masuk aja"tutur vina.


Setelah kepergian pak alif pria itu masuk, sosok yang dibenci keluarga Brawijaya beberapa tahun terakhir, sosok tampan dan tinggi yang begitu terobsesi oleh seorang Vina.mata ketiganya membulat dengan sigap Dila dan imel menutupi dan berdiri didepan Vina takut pria itu kembali melukai Vina.


"Masih berani kau menujukan wajahmu yang ******** itu ha?!!!!!!!"Teriak imel memenuhi ruang tamu.


Vina memberi kode mata pada bi Suti untuk membawa anak anak pergi dan bi Suti menurut.


"Mau apa kau? jangan berani macam-macam apalagi pada Vina!!!!"teriak dila tak kalah kencang.


"dengarkan aku dulu,aku kesini bukan untuk mencari masalah,aku kesini hanya ingin meminta maaf pada Vina"jelas pria itu.


Pria itu melongok vina yang berdiri di belakang dila dan imel.


"ternyata kamu sedang hamil lagi Vin,selamat ya"ucap pria itu.


"Varel aku mohon jangan pernah mengganggu kehidupan ku"ucap Vina penuh penekanan tanpa menatap varel.


Varel (siapa yang lupa sama tokoh ini???)Pria gila yang tak kalah gilanya dengan Alex yang sangat terobsesi pada Vina,bahkan jika membunuh orang adalah persyaratan mendapatkan vina sudah pasti itu dilakukan.


"Vin aku mohon dengarkan aku,aku janji tidak akan menyakitimu aku hanya ingin meminta maaf padamu"varel memohon menyatukan kedua tangannya.


"lalu apa yang kau katakan malam itu? kau bilang ingin balas dendam karena kematian ibumu? ibumu tiada karena adikmu yang konyol itu dia bunuh diri dan membuat ibumu stress"ucap vina masih tidak menatap varel.(episode 151)


"Aku tahu karena itu aku ingin minta maaf karena sudah salah tanggap"jelas varel dengan nada lemah.


"aku sudah memaafkan mu jadi aku mohon kau, ataupun anak dan istrimu kelak jangan pernah mengganggu keluarga ku"ucap vina.


"Sekarang cepat kau pergi sebelum aku memanggil para penjaga!!!"usir imel jari telunjuknya menujuk pintu.


Dengan langkah berat varel melangkah tapi disisi lain dia juga lega karena Vina akhirnya bisa memaafkannya.


Setelah kepergian varel,entah karena syok atau apa tiba tiba tubuh Vina terasa lemas dan....


BRUKKK


"Vina???!!!"panggil dila terkejut melihat vina tak sadarkan diri.


"astagfirullah Vina???"panggil imel juga.


"Vin bangun Vin"ucap dila dan imel bersamaan sambil menepuk pelan pipi vina.


"Cepat hubungi dokter Rani"titah dila pada Imel.


30 menit kemudian dokter Rani datang dan memeriksa kondisi Vina yang sedang terbaring di sofa ruang tamu.


"Bagiamana dok?Semua baik kan?"tanya dila khawatir.


"Dia mengalami syok berat, mohon untuk tidak memberi tekanan pada nona Vina karena kandungan kali ini begitu lemah akibat kecelakaan dan keguguran waktu itu"jelas dokter cantik dengan kacamata itu.


"ini resep obat sekaligus vitamin untuknya"sambung dokter Rani memberikan secarik kertas.


"Baiklah dok terimaksih banyak"ucap imel menerima kertas itu.


30 menit setalah kepergian dokter Rani Vina membuka matanya pelan pelan.


"Vin kamu sudah sadar???"tanya imel.


"kepala aku sakit Mel"ucap vina memegangi kepalanya.


"ini minumlah"Dila mengangkat kepala Vina dan memberikannya air putih.


"Vin aku akan telepon suami kamu,aku takut kamu kenapa napa atau varel akan berbuat gila"ucap imel sudah meriah ponselnya namun dicegah oleh Vina.


"jangan mel aku gak mau mas Adit khawatir,udah aku gak apa apa dan soal varel dia tidak akan berani berbuat apa apa"cegah vina.


"tapi Vin"Dila ingin protes tapi Vina menggeleng seakan berkata 'aku tidak apa apa'.


"baiklah tapi aku akan suruh pak ali memanggil beberapa bodyguard untuk berjaga dirumah"ujar imel diangguki vina.


Vina kembali ke kamarnya untuk beristirahat sedangkan Al sedang asik bermain dengan para bibi dibawah.


Vina meraih ponselnya untuk menghubungi suaminya namun belum menekan nomornya, Aditya sudah menelponnya duluan.


"assalamualaikum,Halo sayang????"


"waalaikumsalam.Halo mas,kamu sudah sampai?"


"sudah sayang ini aku lagi tunggu drop bagasi"


"yaudah kamu hati hati ya jangan lupa makan sama istirahat yang cukup jangan sampai kelelahan oke"


"iya iya istriku sayang,eh sayang sudah dulu ya barang kami sudah datang, assalamualaikum"


"yaudah mas, waalaikumsalam"


Lega rasanya sudah bisa bicara pada suaminya ya meski hanya telepon tapi sedikit menghilangkan kekhawatirannya setelah mendengar suara suaminya.


Oh iya nih visual kamar anak anak,maaf ya kalo gak sesuai ekspektasi kalian🙏😊🤗



Maaf ya gak up lagi kumpul nih sama keluarga jadinya gak sempet nulis 🙏🙏Tapi tenang episodenya akan aku ganti hari ini ya jadi aku akan up 2 episode kalo ada waktu aku akan up lebih.


terimaksih, happy reading 😘❤️❤️