My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 59



Saat naina ingin masuk ke kamar mandi Rudi memeluknya dari belakang


"pah apaan sih mamah mau mandi udah gerah banget"ucap naian


"main dulu mah baru mandi"ucap Rudi membuat naina terkejut


"papah apaan sih ihh gamau kalah sama anaknya"ujar naina


"Ayolah mah"ajak Rudi dan akhirnya mereka juga melakukan hal yang sama dengan Aditya dan Vina.


Keesokan harinya Vina bangun lebih dulu daripada suaminya


"entah keberuntungan atau memang takdir hingga aku memiliki suami sepertimu mas"ucap Vina sambil membelai wajah tampan Aditya


Vina memberikan ciuman selamat pagi di dahi aditya sampai Aditya membuka matanya Vina belum juga melepas ciumannya


"Pagi sayang"sapa Aditya tiba tiba membuat Vina terkejut dan melepaskan ciumannya


"Pagi mas"jawab Vina tersenyum ke arah Aditya


tangan Aditya masuk ke dalam selimut dan mngelus perut Vina yang sudah besar


"pagi anak papah,baik baik ya sayang diperut mamah"ucap Aditya kemudian mencium perut Vina yang berada dibawah tebalnya selimut.


"mas ayo solat dulu nanti keburu subuhnya Abis"ajak Vina


"Baiklah ayo"Jawab Aditya kemudian menggendong Vina menuju kamar mandi


setelah selesai melaksanakan solat subuh,vina dan Aditya berjoging bersama ditaman belakang mansion


"udaranya segar banget mas"ucap Vina mengirup udara pagi yang Sangat menyegarkan


"iya dan ini bagus loh buat ibu hamil"ucap Aditya


"kok kamu tahu?"tanya Vina


"Aku mencaritahu tentang bagaimana mengurus anak dan apa yang baik tidaknya untuk mereka"jawab Aditya


"kau sungguh mencaritahunya? tanya Vina tidak menyangka bahwa suaminya akan mencari tahu sejauh itu tentang persoalan anak


"hei kenapa kau menangis?"tanya Aditya melihat Vina yang sudah menitihkan air mata


"ini air mata bahagia sayang aku tidak menyangka kau akan mencari tahu sebanyak itu tentang anak"ucap Vina sambil menghapus air mata nya


"aku melakukan ini karena aku ingin Seperti yang kamu bilang HOT DADY" jelas Aditya


Vina begitu bahagia bisa memiliki Aditya sebagai suaminya,jika saja dulu dia menolak untuk menikahi Aditya entah apakah kebahagiaan akan datang kepadanya.


Di sisi lain seorang gadis terus memikirkan tentang kekasihnya


"apakah Risa akan merebut rendy dariku?"tanya gadis itu yang tak lain adalah imel


sepanjang malam dia terus memikirkan apakah Risa akan merebut rendy darinya? pertanyaan itu yang selalu bergejolak dihati imel


Setelah selesai joging Vina dan Aditya pergi ke meja makan untuk sarapan bersama yang lain


"Pagi semuanya"sapa Aditya pada semua


"pagi dit, Vin"jawab naina


"kak kau darimana?"tanya Rafly pada Vina


"Abis jalan jalan ditaman belakang, udaranya sejuk banget"jawab Vina


Vina memperhatikan Risa yang sejak tadi hanya diam tanpa menatap siapapun


"Risa?"panggil Vina disela sela makannya


"Ah iya kak?"jawab risa terkejut


"kau kenapa melamun?kau sakit?"tanya Vina


"tidak kak aku hanya memikirkan bagaimana aku akan mengerjakan tugas KKN ku"jawab risa berbohong


"kenapa kau tidak bekerja di Brawijaya group"ucap Rudi


"iya sayang kau bekerja saja di Brawijaya group lagipula bidang keahlian mu ada disana"sambung naina


"Apa ka Adit dan aldo akan mengizinkanku?"tanya Risa pada Aditya dan Aldo


"Jika memang itu membantu tugas mu, baiklah kau bisa bekerja disana"jawab Aldo


"tapi kami tidak pernah memandang kekerabatan dalam berkerja jadi kau akan mulai dari pekerja magang"jelas Aditya


"Baiklah kak tidak masalah, terimaksih"jawab risa sumringah


"sekarang makanlah dengan benar jangan memikirkan tugas mu"ucap Vina dijawab anggukan tersenyum oleh Risa


"oh iya sayang Minggu depan adalah hari 7 bulanan kamu sekalian sama syukuran kesembuhan Adit"ucap naina


"iya mah tapi kita belum ada persiapan"ucap Vina


"kau tenang saja semua sudah diurus nak kau jaga kesehatan mu saja"jawab Rudi dan Vina tersenyum mengangguk


"Baiklah semuanya aku pergi dulu"pamit Aldo


"iya sayang hati-hati ya"ucap naina


"Kak?"Panggil Risa


"ada apa?"tanya Vina


"Imel sudah mengetahui perasaan ku terhadap Rendy"ucap Risa


"Apa?kapan dia mengetahui nya?"tanya Vina terkejut


"Saat kita ditoilet dia mendengar percakapan kita kak,dia sedikit curiga bahwa aku akan merebut rendy darinya tapi sungguh kak aku tidak akan merebut nya"ucap Risa takut jika Vina ikut tidak percaya padanya


"Aku percaya padamu biar Imel aku yang akan menjelaskan nya"ucap Vina lembut


"Hai kak??"sapa rafly yang datang bersama Aditya


"sini duduklah"ucap Vina menepuk teras


"apa kau lelah sayang?"tanya Aditya sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Vina


"tidak mas"jawab Vina tersenyum


"kak bagaimana jika kita liburan ke pantai dekat sini?"ucap Rafly menyarankan


"tidak"jawab Aditya datar


"mas tapi aku mau liburan semenjak menikah kau bahkan tidak pernah mengajak ku bulan madu"ucap Vina cemberut


"Tapi sayang tidak boleh kandunganmu sudah besar aku tidak mau terjadi sesuatu pada anak kita"ucap Aditya menolak


"Mas aku mau jalan jalan ke pantai aku mohon jangan menolak"ucap Vina memohon


Aditya membuang nafasnya dan tersenyum kepada Vina


"Baiklah sayang apa pun itu yang penting kau bahagia"ucap Aditya mengacak-acak rambut Vina


"Asikkk kapan kita jalan jalan kak?"tanya Risa sumringah


"lusa kita akan kesana aku juga harus memberitahu Aldo untuk mengatur ulang jadwal kantor"ucap Aditya


"Baiklah kak pantai mana yang akan kita kunjungi?"tanya Rafly


"Lihat saja nanti ini kejutan"ucap Aditya


"kita ajak semua mas ajaklah mamah dan papah"ucap Vina


"maaf sayang tapi mamah tidak bisa"ucap naina tiba tiba datang


"eh mamah... tapi kenapa mah?"tanya Vina


"mamah dan papah akan pergi bersama teman papah kami sudah buat janji dari jauh hari dan lagipula ini kan acara anak muda mana bisa mamah ikut"jawab naina


"baiklah mah tidak apa apa"jawab Vina tersenyum


DIKANTOR BRAWIJAYA GROUP


Tok...tok....tok...


Pintu ruangan Aditya yang sedang ditempati Aldo diketuk


"Masuk"ucap Aldo dari dalam


pintu terbuka memperlihatkan Dila yang membawa beberapa berkas


"Selamat siang pak ini beberapa berkas yang harus kau tanda tangani"ucap Dila seraya meletakkan berkas dimeja Aldo


"Baiklah"jawab Aldo mengambil serta membaca setiap berkas


Setelah menandatangani berkas Aldo memberikan kembali berkas yang dibawa Dila


"Baiklah pak saya permisi"ucap Dila ingin meninggalkan ruang Aditya tapi dihentikan Aldo


"Tunggu"ucap Aldo mencegah Dila


"iya pak,apa ada yang anda perlukan?"tanya Dila sopan


"Aditya tadi menelpon lusa dia mengajak kita semua untuk berlibur ke pantai, apa kau mau ikut jika tidak mau aku tidak akan memaksa"ucap Aldo datar


"ahh benarkah pak? baikalah aku akan ikut tidak mungkin aku akan menolak"jawab Dila sumringah


"tidak perlu sampai lompat lompat seperti itu"ucap Aldo datar melihat Dila yang senang sampai lompat


Mendengar itu Dila langsung diam menunduk


"maaf pak"ucap Dila menunduk


"baiklah kau boleh pergi"ucap Aldo kemudian Dila segera keluar dari ruangan aldo.


Bersambung..........


Hai para readers apa kabar?semoga kalian sehat ya 😊aku up lagi nih likenya mana?komennya?hehehe sama vote kalo bolehπŸ˜‚πŸ˜‚


buat kalian yang suka Novel my boss my sweet husband bisa like, komen,dan vote πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š


terimakasih, happy reading 😍❀️🌺