My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 182



Kotak makan sudah tergeletak cantik diatas meja kerja Aditya, wanita hamil itu sedang memainkan ponsel sambil menunggu sang pengisi hati yang sedang banting tulang di ruang rapat.


"Sayang jangan nakal ya, sebentar lagi papah selesai kok"ucap vina pada anaknya yang sedang berkeliling mengitari ruangan sang ayah.


Al berlari kesana kemari sesekali duduk di tempat biasa aditya duduk ya dimana lagi jika bukan di kursi kebesarannya.


Ceklek


Pria tampan nan gagah masuk ke dalam ruangan, Senyum terbersit di wajah vina kala merasakan pria yang dicintai mengecup sayang keningnya yang dilapisi foundation dan bedak bermerek itu.


"maaf ya nunggu"aditya beruap seraya menatap mata istrinya penuh cinta.


"iya mas gak apa apa,udah selesai meeting nya?"tanya vina seraya mengikuti langkah suaminya menuju sofa yang ada di tengah sebelah kiri ruangan.


"Belum sayang tapi kita break makan siang dulu"jawab aditya mendudukkan bokongnya disamping vina yang sudah duduk lebih dulu.


"Lihat anak kamu tuh lagi ongkang ongkang kaki"Vina memberi kode menggunakan bibirnya menunjuk Al yang sedang duduk layaknya seorang ceo cilik dan tampan.


"wah anak papah udah mau belajar jadi seperti papah hmm?"aditya bangun dari tempatnya menghampiri hasil cinta bersama istrinya yang sudah berumur hampir 3 tahun itu.


"dudut....ni...dudut"Al memutar-mutar kursi nya seperti mainan yang pernah ia naiki di taman bermain bersama neneknya.


Aditya menggendong Al membawanya mendekati vina yang sedang menata makan siangnya.


"Al udah makan belum?"tanya aditya.


"dah..ke ayam"jawab Al dengan sedikit rancau tidak jelas.


Vina menyodorkan kotak makan yang berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya pada aditya.


"Suapin dong mamah"ucap aditya manja.


"dasar manja"pekik vina menarik hidung mancung aditya.


Vina menyuapi aditya dan Al bergantian,Al duduk dengan manis dalam pangkuan papahnya.Vina merasa begitu bahagia melihat 2 orang yang berarti dalam hidupnya menyukai masakan buatannya.


"Aku bahagia mas"ucap vina tiba tiba.


"aku juga bahagia jika kamu bahagia,semua kebahagiaan yang kita rasakan sekarang itu karenamu"balas aditya.


Vina tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukan sayang tapi karena kita,kita yang membuat kebahagiaan hadir dalam pernikahan ini"ucap vina lembut.


"Kamu udah makan?"tanya aditya.


"Aku mau makan cokelat mas"rengek vina menunjukan mimik wajah lucu.


"hahah oke nanti abis makan siang kita beli cokelat ya buat mamah muda"ucap aditya sedikit terkekeh melihat wajah cantik istrinya.


"tapi meeting mas?"tanya vina.


"Kita break lama kok sekalian mila lagi urus berkas yang dibutuhkan"jawab Aditya.


"nanti beli yang banyak ya cokelatnya"ujar vina diangguki aditya.


"mama...au be'i apa?okat?mau okat mama"ucap Al meminta gendong pada ibunya.


"iya nanti beli ya sama papah sekalian kita beli ice cream"Vina mengerti setiap rancau anaknya.


Setalah makan siang, Aditya menggendong Al dengan sebelah tangan sedangkan tangan yang lain ia gunakan untuk merengkuh pinggang Vina membuat mereka terlihat seperti keluarga yang harmonis.


"ya ampun lihat deh pak aditya sama bu vina....uhhh mereka cocok banget apalagi ada anaknya makin uwow aja rumah tangga mereka"ucap karyawan A.


"iya, mereka berdua sama sama beruntung ya? Vina yang mendapatkan seorang aditya yang notabennya pengusaha muda no 1 terkaya dan tersukses di Indonesia sedangkan aditya yang mendapatkan Vina yang cantik dan penurut baik hati lagi"saut temannya.


"Semoga aku juga bisa merasakan kebahagiaan seperti itu"gumam mereka berdua berandai-andai.


Aditya membukakan pintu mobil untuk vina, mendudukkan Al dikursi belakang sedangkan dia duduk dikursi kemudi untuk menjadi sopir anak dan istrinya.


"jadi mau kemana kita baby?"tanya aditya pada anaknya.


"jalan jalan beli cokelat sama ice cream dong papah"Vina menyaut mewakili Al.


"Up to you baby because love you"Aditya menancapkan gasnya menuju minimarket membeli cokelat untuk Vina dan ice cream untuk anaknya.


Sesampainya di minimarket, aditya keluar sedangkan vina dan Al menunggu di mobil.


"Al anaknya siapa?"Vina memang sering menggoda anaknya karena baginya sangat menyenangkan.


"papa ait sama mama na"jawab Al sambil melompat-lompat.


"sayang gak sama mama papa?"tanya vina lagi.


"yang anget..."jawab Al.


"Sayang mamah sini peluk sini"Vina mengambil Al memeluk dan mencium nya.


Aditya datang dengan kantung kresek kecil kemudian masuk dan memberikannya pada vina.


"kita makan di taman aja gimana?"ujar aditya menyarankan.


"tapi meeting kamu gimana?"Vina teringat pada pekerjaan suaminya yang belum selesai.


"bisa digantikan sama aldo sayang sekarang aku mau tamasya kecil sama anak dan istriku"jawab aditya menekan rem tangan dan menginjak gas membuat jarum kecepatan naik ke angka 20KM.


Vina hanya bisa menurut,dia membuka pembungkus cokelat berwana gold itu dan menggigitnya sedikit menikmati manis cokelat yang semanis dengan rumah tangganya.


"Enak dong papah apalagi dibeliin sama papah ganteng"lagi lagi vina yang menjawab mewakil Al.


"jangan makan cokelat terlalu banyak sayang karena kamu sudah manis nanti di semutin loh"ucap aditya melihat vina begitu banyak memakan cokelat.


"Semut nya kamu kan?"goda vina.


"mana ada semut yang ganteng kaya aku"ucap aditya sombong.


"Sombong, lagian siapa yang bilang kamu ganteng coba?"Vina melengos bertanya pada aditya.


"seorang wanita cantik yang mengatakan aku ganteng"jawab aditya tanpa menatap istrinya.


"wanita? siapa?apa dia lebih cantik dari aku?kamu suka sama dia gak?"Vina mulai khawatir jika suaminya digoda wanita lain.


"hahaha tidak ada yang lebih cantik dan aku sukai selain kamu sayang dan wanita yang selalu bilang jika aku tampan adalah kamu, istri aku yang manis melebihi cokelat yang ada di sudut bibirnya"jelas Aditya kemudian mencolek cokelat tertinggal di sudut bibir nya.


"ihh kamu tuh"Vina memukul bahu aditya pelan gemas rasanya.


"mama...nen...aus...mama"Al menarik baju vina meminta susu.


"abis makan ice cream belepotan sekarang minta susu?hmmm pinter banget emang anaknya aditya"ucap vina sambil mengelap wajah Al yang belepotan ice cream.


"Sama kaya aku sayang,kan aku juga suka minta susu sama kamu"Aditya mendelik pada vina membuat vina merinding sendiri.


"ahhh dasar mesum"pekik vina menutupi wajahnya yang memerah.


Ya padahal usia pernikahan mereka sudah Hampir menginjak 4 tahun tapi vina masih sering merasa malu ketika Aditya menggodanya.( kek penganten baru aje lu Vin 🤣).


"kan lucu kalo lagi merah gini kaya minta ditabok bibir"ucap aditya membelai pipi vina dengan jari telunjuknya.


"Apasih,mana ada orang ditabok pake bibir"ucap vina.


"maksud aku tuh bibir sandal sayang,ih mesum pikirannya"Aditya malah menggoda balik istrinya.


(Siapa yang mesum siapa yang di katain untung ganteng lu dit🤣).


"ihh kamu tuh yang mesum bukan aku"ucap vina tidak terima.


"ya udah iya kamu yang bener karena wanita selalu benar"aditya menahan tawanya.


"good boy!!"vina membelai rambut aditya yang tertata rapi hasil polesan minyak goreng itu.


Sesampainya di taman,vina dan aditya duduk di sebuah kursi besi yang ada sambil memperhatikan anaknya yang sedang berlarian kesana-kemari.


"Kamu tunggu sini ya aku main sama Al dulu"ucap Aditya diangguki vina.


Vina memperhatikan anak dan suaminya yang sedang bermain,saking fokusnya dia tidak sadar jika seseorang sudah duduk disampingnya.


"Vina??"suara itu begitu dikenali oleh vina.


Vina menengok, perasaan khawatir mulai menyelimuti dirinya kala melihat seseorang yang sedang duduk disampingnya.


"mas???"Vina memanggil suaminya sambil bangun meremas bangku besi itu ketakutan.


Aditya melihat istrinya dengan seseorang yang juga ia kenal dengan berjuta keburukannya.


Aditya menggendong Al dan membawanya mendekati vina.


"Mau apa kau ha?!!!?"suara bentakan aditya begitu besar andai saja ikan di danau bisa mendengar nya mungkin air danau bergetar.


"Dengarkan aku dulu,aku tidak mau menyakiti vina aku datang hanya Ingin bicara sesuatu dengannya"ucap orang itu yang tak lain Sanjaya.


"kau memang dibebaskan tapi tanya selama hakim belum menjatuhkan hukuman untukmu tapi jika kau berani menyentuh istriku sedikit saja,akan aku buat hukuman terbaik adalah kematian"ucap aditya membara.


"aku tahu aku salah tapi biarkan aku meminta maaf, aku minta maaf karena sudah menculik anakmu dan melakukan kekacauan dirumah mu.Sekarang aku tahu kenapa keluargaku tidak harmonis itu karena kami hanya mengikuti hasrat dan nafsu tanpa berpikir,aku mohon maafkan aku"ucap Sanjaya bertekuk lutut dihadapan Aditya dan vina.


"Adit, vina aku mohon maafkan papahku, dia sudah sadar tapi kalian tenang saja dia melakukan ini bukan karena meminta bantuan agar tidak masuk penjara melainkan memang dia sadar dia ingin menebus dosa nya"Ucap varel datang.


"aku sudah memaafkan anda tuan, sekarang pergilah jangan ganggu keluarga ku lagi"ucap Aditya sedangkan Vina masih bersembunyi dibalik badan kekar suaminya.


Sanjaya dan varel pergi meninggalkan Vina maupun aditya setelah mendapatkan maaf dari keduanya.


"Semua sudah baik baik saja sayang"ucap aditya.


"Kita balik yuk mas?lagian kayanya Al sudah 5 Watt"ucap vina melihat Al sudah berkali kali menguap.


"oh anak papah ngantuk? yaudah kamu pulang aja ya biar aku antar"ujar aditya diangguki vina.


"mas hati hati ya bawa mobilnya, semangat kerjanya sayang ku"ucap Vina menyalami tangan Aditya.


"Iya sayang pasti semangat dong,cium dulu"Aditya memajukan bibirnya.


"mas kita di depan rumah nanti diliat tetangga gak enak"tolak Vina karena sekarang mereka ada di depan gerbang mansion.


"ya udah aku berangkat ya, assalamualaikum"ucap Aditya sudah membalik badan.


Cup


Aditya mengecup bibir istrinya cepat kemudian pergi begitu saja membuat vina terkekeh geli melihat tingkah Aditya yang menginginkan permen namun tidak dikasih.


"Dasar Aditya Brawijaya, untung sayang"gumam vina geleng-geleng.


maaf ya up malam karena ada beberapa hal yang harus aku kerjakan, semangat ya bacanya dan jangan pernah bosen 😂😚😚


BERSAMBUNG......