My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 232



Untuk kesekian kalinya,Vina harus berurusan dengan ruang operasi meski kali ini bukan dirinya yang ada di dalam sana tapi kekhawatiran tetaplah ada.


"Ibu aku disini"ucap vina lirih menatap pintu operasi itu dengan lekat.


"Sayang tenang, ibu akan baik baik saja dan selama itu lebih baik kamu duduk dulu"ucap aditya dengan lembut menuntun istrinya untuk duduk.


"Jika ibu tidak dapat pendonornya lebih baik aku yang mendonorkan hatiku mas"ucap vina pelan hampir tak terdengar karena Isak tangisnya.


"Ssstttt sayang,aku sudah menyuruh orang-orang ku yang ada di luar kota dan luar negeri untuk bantu mencari dan kita disini harus optimis sayang"Jelas aditya sambil menggenggam tangan istrinya.


"Terimakasih mas"ucap vina bersandar di dada bidang suaminya.


Cup


"Sudah sayang jangan menangis lagi,oh iya ini aku bawakan makan untukmu dan juga obatnya jangan sampai lupa"ucap aditya menyodorkan kotak makanan dan juga obat yang setiap hari ia minum.


"Tapi mas disini banyak orang,apa kata orang aku makan sedangkan mereka sedang puasa"ucap vina mendongakkan kepalanya.


"Tidak akan berkata apa apa,puasa itu urusan antara pribadi dan Allah. orang lain tidak ikut andil dalam hal itu lagipula itu urusan masing-masing"Jelas aditya.


"Kamu puasa?"tanya vina.


"Insyaallah"jawab aditya.


"ya udah kamu tunggu sini ya aku pinjam ruangan rendy untuk makan, dosa kan kalo aku makan di depan kamu"ujar vina bangun dari duduknya.


"Ya sudah sana maka dulu setelah itu minum obat baru kesini lagi"tutur aditya membelai puncak kepala istrinya.


"Mas ih jangan di gituin nanti kerudungnya merosot"ucap vina menarik pashmina yang hampir merosot dari kepalanya.


"ehh lupa Sayang"balas aditya membantu Vina merapikan hijab yang tidak dikait jarum atau peniti itu.


Vina pergi ke ruangan rendy untuk makan dan minum obat,bukan tidak memikirkan ibunya tapi Vina memang harus makan dan minum obat agar kesehatannya tidak kembali memburuk.


Sementara aditya terus mengucap doa untuk kebaikan ibu mertuanya, tiba tiba seorang memanggilnya membuatnya menoleh dan mendapati iqbal, naina dan rudi yang datang.


"Kakak,dimana ibu??"tanya iqbal sambil menagis.


"iqbal ibu masih di dalam,kamu kenapa kesini?"tanya aditya membawa Iqbal duduk di sampingnya.


"Aku khawatir pada ibu,kak ibu akan baik-baik saja kan?"tanya Iqbal menatap aditya dalam penuh harapan.


"Insyaallah,kamu doakan ibu baik baik saja ya"ucap aditya sambil memegang bahu Iqbal kemudian memeluknya. Bagaimanapun Iqbal sudah ia anggap seperti adiknya sendiri dan dia masih sangat kecil jika harus kehilangan ibunya.


"Adit vina mana?apa dia sudah makan?"tanya naina.


"Vina ke ruangan rendy mah lagi makan katanya gak enak kalo makan di depan orang puasa"jawab aditya.


"Sudah berapa lama dina di dalam sana?"tanya rudi.


"Hampir 1 jam setengah pah tapi pintu masih belum terbuka"jawab aditya lirih. "Anak anak gimana pah?"tanya aditya mengingat ketiga anaknya yang sejak semalam sudah ia tinggal.


"Mereka dengan tantenya, memang tadi Al menangis mencari Vina tapi beruntung dila dan aldo mengajaknya jalan-jalan"jawab rudi.


"Syukurlah pah,pah aku susul vina sebentar ya"ucap aditya diangguki rudi.


Aditya melangkahkan kakinya menuju ruangan rendy yang berjarak beberapa ruangan dari ruang operasi, sampai akhirnya langkahnya terhenti di depan ruangan bertuliskan DR.Rendy Juliansyah.


"Sayang??"panggil aditya seraya membuka pintu.


Tidak ada sahutan, aditya masuk dan celingak-celinguk mencari keberadaan istrinya.


"Sayang??"panggil aditya ketika melihat Vina dengan posisi memunggungi nya.


Aditya mendekati vina kemudian memegang bahu istrinya ternyata vina tertidur dengan bertumpu pada kedua tangannya.


"Kamu kelelahan sayang"gumam aditya menatap wajah vina penuh kasih sayang sambil mengelus puncak kepala istrinya.


"istirahatlah sayang, aku disini"bisik aditya mesra.


Aditya dengan setia menemani istrinya tidur sampai akhirnya tanpa sadar ia ikut tertidur sambil memegang tangan Vina.


"Anak ini hanya bisa merepotkan saja lebih baik aku habisi". "Tidak, jangan aku mohon jangan sakiti anakku, kau sakiti saja aku". "Ahh sangat menyenangkan jika menyakiti kalian berdua,jadi..."


"akhhhh ibu???!!!!". "Vina?!!!".


"Ibu??!!"Vina bermimpi buruk sampai ia terbangun dengan keringat yang bercucuran dari kepala sampai ujung wajahnya.


"Sayang ada apa?apa kamu bermimpi?"tanya aditya yang ikut bangun karena mendengar teriakan istrinya.


"Mas,dimana ibu?apa ibu sudah selesai?"tanya Vina turun dari sofa memakai sandal berniat untuk pergi ke ruang operasi menunggu ibunya.


"Sayang tunggu dulu,ada apa sebenarnya?"tanya aditya memegang tangan Vina pelan.


"Aku tadi bermimpi mas tapi mimpi itu hanya gelap bahkan aku tidak bisa melihat apapun yang aku dengar hanya percakapannya seorang pria dengan seorang wanita dan entah siapa ada suara anak perempuan juga disana"jelas Vina sambil menyeka air mata yang banjir tanpa di minta.


"Jadi kamu pikir itu ibu, kamu sama ayah kamu?"tanya aditya memegang dagu Vina sampai kini posisi mereka saling bertatapan.


Vina mengangguk mengatupkan kedua belah bibirnya menahan isakan yang terasa ingin mendongak bibirnya.


"Itu hanya mimpi sayang karena kamu kelelahan jadi jangan di pikirkan ya"tutur aditya mengelap sisa air mata Vina dengan ibu jarinya.


Vina mengangguk kemudian merangkul tangan aditya yang menuntunnya untuk kembali ke ruang operasi,semoga saja ketika mereka datang Operasi sudah selsai.


"Mamah, papah sama iqbal ada disini"ucap aditya tanpa menoleh pada istrinya.


"Sejak kapan?"Tanya vina mendongak menoleh pada aditya.


"Tidak lama ketika kamu pergi ke ruangan rendy"jawab aditya kali ini dia menoleh dan tersenyum kepada Vina.


"Assalamualaikum mah,pah"salam Vina mencium tangan naina dan rudi bergantian.


"Waalaikumsalam nak, bagiamana apa obatnya sudah di minum?"tanya wanita yang sudah memasuki kepala 4 itu..


"Alhamdulillah sudah mah, terimaksih ya maaf merepotkan"ujar vina.


"Kami juga orang tuamu nak jadi jangan sungkan"sambung rudi.


"iya pah"balas vina.


"kakak ibu tidak akan apa apa kan?"tanya iqbal memeluk vina.


"jangan nangis sayang ibu pasti tidak apa apa"Tutur vina membalas pelukan sang adik.


Akhirnya yang di tunggu tiba, pintu ruang operasi terbuka yang melahirkan 2 sosok dokter tampan yang sepertinya saat ini sedang bicara serius.


"rend bagiamana keadaan ibuku?"Tanya Vina dengan nada yang sulit dijelaskan.


"Operasinya berjalan lancar Vin mungkin 3-5 jam lagi dia akan siuman"jelas rendy.


"Alhamdulillah ya Allah, lalu sekarang dimana ibu?"tanya Vina melirik ruangan yang terbuka lebar itu.


"Ibu akan di pindahkan ke ruang rawat intensif dan selama itu dia tidak boleh ditemui siapapun"jawab rendy.


"Dok,jadi sampai waktu yang kau katakan ibu akan baik-baik saja kan?"Vina beralih bertanya pada zian.


"Insyaallah nona"jawab Zian mengangguk.


Oke lanjut besok yah ini sudah malam🙃😉


BERSAMBUNG......