
Rendy ikut masuk ke dalam ruang operasi pintu ditutup, lampu yang berada tepat di atas pintu menyala, jantung semua orang berdetak cepat perasaan Khawatir bercampur takut.
"Ya Allah aku mohon selamatkan Imel dan bayinya"Vina berdoa menyatukan kedua tangannya berdoa pada yang maha kuasa.
"sayang tenanglah semua akan baik-baik saja,jika memang Allah masih menginginkan Imel untuk tetap tinggal maka Imel akan kembali...kita sebagai manusia hanya bisa berdoa untuk keselamatan Imel"jelas aditya yang melihat istrinya tidak henti menangis bahkan sejak semalam Vina tidak tidur.
"Do,Imel akan baik-baik saja kan?"tanya dila.
"kita doakan yang terbaik untuknya sayang"jawab aldo mengelus bahu istrinya.
Vina mendekati dila, mereka saling berpelukan sesekali mengingat hari hari yang mereka lewatkan bertiga,pertemuan pertama ketika masuk kuliah, tingkah Imel yang selalu membuat mereka tertawa.
"Kau ingat ketika pertemuan pertama kita dengan Imel?"tanya vina menatap lurus sambil menyunggingkan senyumnya.
"Gadis berambut pendek yang begitu ceria,jika bicara tidak berpikir dulu, teman yang selalu membuat aku dongkol"sambung dila.
FLASHBACK ON
DALAM LINGKUP KAMPUS INI YAπ
Seorang gadis berambut pendek dengan kaos putih dan celana panjangnya berjalan menyusuri koridor kampus membawa tumpukan buku buku.
BRUKKKKK
Awwww....
rintih gadis itu yang bertabrakan dengan Seseorang.
"maaf.....maaf...aku tidak sengaja apa kau baik baik saja?"tanya orang yang menabrak gadis itu.
"iya aku tidak apa apa"jawab gadis itu.
"oh iya perkenalkan namaku Vina"Vina mengulurkan tangannya.
"Aku Imel"jawab Imel.
"kau kuliah disini juga?"tanya Vina dan Imel mengangguk.
"aku mengambil jurusan akuntansi,kau?"tanya Imel.
"wah sama dong kita bisa jadi teman sekelas"ucap Vina.
Ketika sedang asik berbincang dari arah lain seorang gadis berambut panjang dengan makeup yang sedikit tebal berlari tanpa melihat jalan yang ia lihat adalah jam tangan dan cermin bedak.
"Heiii awas...awas aku mau lewat"gadis itu berteriak pada Vina dan Imel.
"hei kau enak Sekali menyuruh kita,apa kau sedang dikejar anjing berlari begitu"teriak Imel.
Gadis itu menoleh dan menatap Vina dan Imel bergantian.
"maaf maaf aku buru buru kelas akuntansi akan dimulai sebentar lagi"ucap gadis itu terengah-engah.
"Apa??? benarkahh???"kejut Vina dan Imel.
"kalian anak akutansi juga?"tanya gadis itu dan keduanya mengangguk.
"Kalo begitu ayo cepat"ajak gadis itu.
Setalah pelajaran selesai,Imel merasa tidak enak karena sudah berteriak tadi.
"aku minta maaf ya tadi berteriak padamu"ucap Imel.
"tidak apa apa,oh iya kenalkan aku Dila"Dila mengulurkan tangannya.
"aku Imel dan ini Vina"Imel menunjuk vina.
"kau cantik sekali Vina"ucap dila.
"Kau juga cantik"ucap Vina.
"jadi aku tidak cantik?"tanya Imel cemberut.
"sangat cantik"ucap vina dan dila kompak.
"baiklah mulai hari ini ayo berjanji untuk saling peduli,mulai hari ini kita akan menjadi sahabat bagaimana?"tanya Imel meletakkan tangannya di antara ketiganya.
"Setuju"ucap Vina dan dila sambil meletakan tangannya di atas tangan Imel.
Mulai hari itu mereka bertiga selalu bersama bahkan tak sedikit yang menyebut mereka Three beautiful women.
FLASHBACK OFF.
Tangis Imel dan Dila semakin tak tertahan mengingat hari pertama mereka bertemu, mereka saling berpelukan satu sama lain.
1 jam pintu masih belum terbuka,mereka yang sedang duduk di luar semua serentak bangun dari duduknya ketika mendengar suara tangisan bayi.
"Imel sudah melahirkan mas"ucap Vina senang tapi sisi lain juga dia takut....takut kehilangan Imel.
"Pah Imel sudah melahirkan pah"ucap Risna pada suaminya.
Lampu mati dan pintu terbuka,Imel dalam keadaan tidak sadarkan diri didorong masuk kedalam ruang perawatan.
"rend bagaimana..... bagaimana keadaan Imel dan bayinya?"tanya Vina.
Rendy tidak mengucapkan apa apa, tatapan matanya kosong, tangannya lunglai disamping tubuhnya,air mata bahkan sudah membasahi bajunya disekitaran dada.
"Rend ada apa? katakan sesuatu?"tanya Vina lagi.
Rendy tidak menjawab pertanyaan Vina,dia berjalan menyusul masuk ke dalam ruang perawatan.
"Dok???"panggil dokter rani sambil menggeleng berkali kali.
Rendy hanya bisa menitihkan air mata,ini keputusannya,, keputusan untuk menyelamatkannya anak mereka.
"Sayang lihat anakmu dia membutuhkan mu sayang"bisik rendy.
Vina dan yang lainnya masuk ke dalam ruang perawatan Imel.
"rendy kenapa kau menangis Imel baik baik saja kan?"tanya Vina.
"Sayang aku mohon bangunlah"ucap rendy menggoyangkan wajah Imel.
"Dok jelaskan"ucap Vina dengan nada takut.
"nona Imel sudah tiada"dokter rani menundukkan kepalanya.
"kau bohong kan dok? katakan dok jika semua ini hanya lelucon!!!"teriak Dila.
"sayang tenanglah"aldo memeluk tubuh dila.
"Imel putriku bangunlah nak"ucap budi mendekati Imel.
"Imel mamah disini sayang bangun nak,anakmu membutuhkan kasih sayangmu"ucap risna membelai wajah Imel yang pucat.
"Imel bangun aku mohon bangunlah"ucap Vina berteriak perlahan tubuhnya semakin turun dan turun dan akhirnya dia terduduk lemas dilantai.
"Sayang jangan seperti ini Imel akan sedih melihatnya,kamu harus kuat"ucap aditya yang menitihkan air mata.
"Sayang kamu ingat janji kita sebelum menikah, kita akan hidup bersama, membesarkan anak anak kita dan tua bersama? lalu Kenapa kamu meninggalkan ku ketika kebahagiaan kita baru saja dimulai"ucap rendy semakin terisak-isak.
"Rend tenanglah Imel akan sedih jika melihat mu begini"ucap aldo.
Rendy memeluk tubuh Imel yang sudah tidak bernyawa itu dengan erat, tak hentinya dia menciumi seluruh wajah imel rasanya benar benar berat harus melepas Istri yang teramat dicintainya,gadis pertama yang mendapatkan hatinya, gadis yang mengajarkan dia arti kehidupan yang sesungguhnya, gadis yang selalu membuat hari nya berwarna.
"Sayang aku mohon bangun aku tidak bisa hidup tanpamu"ucap rendy semakin keras menangis.
"Rendy sudah nak biarkan dia pergi, ikhlaskan dia,
dia akan sangat sedih melihat suaminya seperti ini"ucap Risna berusaha menguatkan rendy.
"aku tidak bisa mah,aku Sangat mencintai imel aku sangat sangat mencintainya.... aku mohon sayang bangunlah demi cinta kita dan buah hati kita...."ucap rendy tidak mau melepaskan pelukannya dari tubuh Imel.
"Imel bangun aku mohon"Vina masih tak lelah terus menyuruh Imel untuk bangun dan bangun.
"Imel"panggil dila lirih.
Aldo mendudukkan dila disamping Vina, aditya dan Aldo memberikan air minum untuk istri mereka terutama dila yang sedang hamil besar.
"hiks....hiks...hiks...hiks.."Vina semakin menagis tanpa berkata apa-apa,dia ingat Imel yang selalu membantunya selama ini,Imel yang menyemangati nya untuk mengejar pendidikan,Imel yang membantu biaya kuliahnya.
Suster masuk membawa anak Imel dan rendy, rendy beralih melihat anaknya. Tampan dan mungil, digendong dan diazani olehnya.
"Sayang lihatlah anak kita,dia masih kecil dia membutuhkan mu sayang"ucap rendy meletakan anak nya disamping Imel.
YUK VOTE BIAR AKU SEMANGAT πͺπ€π€
KALO DI VOTE BENAR DEH UP 3 EPISODE π«π
BERSAMBUNG......
JANGAN LUPA JUGA KEPOIN INSTAGRAM AKU DI @Alfianaaa05_π
di follow nanti aku follback dehπππ