My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 213



Vina menyantap sayur buatan ibunya dengan lahap meski terasa hambar tapi demi kesehatannya vina tetap memakannya.


"Oh iya nak lusa mamah berencana untuk mengadakan syukuran untuk anak kamu yang baru lahir, menurut kamu gimana?"ujar naina.


"Aku ikut baiknya aja mah, lagipula memang baik kan mengadakan syukuran"jawab vina.


"mamah akan siapkan semuanya dan kita hanya perlu mengundang tetangga dan kerabat saja ya"ucap naina lagi diangguki vina.


Ketika sedang asik mengobrol,ponsel milik vina berdering menandakan ada panggilan telepon masuk.


"Halo"


"Halo kak,kak apa benar kau sudah lahiran? bagaimana keadaanmu sekarang dan apa jenis kelamin kedua ponakan ku itu?"


"Sabar risa, bagaimana aku akan menjawab jika pertanyaan mu sebanyak itu"


"ah iya kak maaf, baiklah bagaimana keadaanmu sekarang?"


"Aku baik risa dan jenis kelamin ponakan mu adalah laki dan perempuan"


"Ahhh benarkah kita mendapatkan anak perempuan?!!!ahhh akhirnya"


"Jadi kapan kalian akan kesini?"


"Kami sudah dalam perjalanan kak"


"hah?!"


"hehehe pasti kaget ya, tapi memang kami sudah dalam perjalanan sebentar lagi sampai"


"Ahhh baiklah baiklah aku senang kau bisa datang lebih cepat"


"Baiklah kak,aku tutup sampai nanti"


Vina mematikan sambungan teleponnya dan meletakan kembali benda pipih itu dia sampingnya.


"Siapa nak?"tanya naina.


"Risa,mereka sudah dalam perjalanan menuju kemari"jawab vina.


"Apa?tapi kenapa tidak memberitahu dulu"ujar naina terkejut.


"Surprise mah katanya"saut vina.


"ya udah kamu abisin ya makannya,mamah mau ke bawah dulu"tutur naina.


"iya mah,maksih ya"Naina mengangguk kemudian pergi meninggalkan kamar vina.


Makanan dalam piring vina telah ludes bersamaan dengan itu baby varo menangis dan vina yakin pasti pokoknya sudah penuh.


"Cup...cup...anak mamah bangun ya, kenapa sayang"Vina menggendong varo dan menidurkannya di ranjang.


"Wahh baby pup, bentar ya mamah ambil tisu dulu buat bersihin"


Vina mengambil tisu dan mulai membersihkan bekas pup varo tak lupa ia mengganti popoknya.


Ceklek


Aditya masuk ke dalam kamar dengan membawa Al yang sedang asik mengemut ice cream.


"Abang Al mam apa tuh?"tanya vina melihat pada Al.


"es krim di kasih Nene"Jawab Al.


"Baby pup ya sayang?"tanya aditya tengkurap disamping baby varo dan menciumnya.


"Iya mas"jawab vina.


"Oh iya tadi kata mamah, risa sama rafly dalam perjalanan kesini?"tanya aditya.


"iya mas tadi risa telepon katanya sih gitu"jawab vina kemudian menggendong varo dan menyusuinya.


"Masih sakit?"tanya aditya.


"Sedikit"jawab vina sambil memegangi payudaranya yang sedang menyusui varo.


"Dede alo"Al membelai rambut adiknya lembut sesuai yang diajarkan naina.


"Al sayang gak sama Dede?"tanya vina pada anak sulungnya itu.


"Tayang banget"jawab Al.


"Sama mamah?"


"tayang juga"


"sama papah?"tanya aditya.


"Tayang juga cama kaya mama"


"Anak pinter"puji aditya.


***


Sore hari semua sedang bersantai di teras depan rumah, tiba tiba sebuah mobil berhenti di pekarangan Mansion membawa 2 keluarga brawijaya yang tinggal di luar negeri bersama istri dan anak mereka.


"Assalamualaikum"salam keempatnya.


"waalaikumsalam"


"Tante apa kabar?"Tanya risa memeluk naina.


"Baik sayang"jawab naina.


"wihhh hot Dady apa kabar nih udah punya anak 3?"tanya rafly langsung menggoda kakak sepupunya itu.


"Tentu saja baik dan bahagia"jawab aditya.


"Kakak ipar,apa kabar?"sapa Clara memeluk vina.


"aku baik, bagaimana dengan Rizky?"tanya vina mencubit gemas hidung putra rafly.


"Baik kak"


"Kakak???!!!"seru risa langsung berhamburan ke pelukan vina.


"owhhh"Vina tersentak kaget ketika Risa tiba tiba memeluknya erat.


"Risa kakakmu baru selesai melahirkan,pelan pelan"tutur aditya menatap tajam risa.


"oh iya maaf kak"


"Tuan aditya,apa kabar?"Sapa tio menjabat tangan aditya.


"jadi bagaimana?apa sudah bisa dikendalikan?"tanya aldo.


"Ya sudah ayo masuk"ajak rudi pada semuanya.


"eh Imel, dila kalian apa kabar?"tanya risa.


"Baik ris, kamu sendiri gimana?"tanya Imel balik.


"Alhamdulillah baik juga"jawab risa.


Mereka semua masuk dan berkumpul di ruang tamu, saling bercanda dan mengobrol serius.Hari ini rumah terasa lebih ramai dan menyenangkan karena kedatangan Rafly dan risa.


"Kakak dimana ponakan kembarku?"tanya rafly.


"Oh iya di kamar sama ibu"jawab vina.


"Aku mau melihatnya"seru risa siap untuk ke kamar Dina namun terhenti karena anaknya merengek.


"Mamah?!!!"panggil rizky dengan rengekan.


"Eh anak ganteng kok nangis,kenapa?"tanya Vina memegang sebelah pipi rizky.


"engga apa apa tante"jawab tio mewakili putranya.


Kebetulan sekali dina datang dengan membawa 2 baby di tangannya.


"Vin,alisha nangis nih"ujar dina memberikan cucu perempuannya.


"Ya ampun dia cantik sekali sama sepertimu kak"ucap clara.


"Iya benar kak dia cantik sekali seperti ibunya"sambung Risa langsung menciumi seluruh wajah alisha.


"Kalian baru datang, lebih baik istirahat dulu"tutur rendy.


"Iya,aku sudah membersihkan kamar kalian sekarang lebih baik kalian istirahat"sambung imel.


"Baiklah kami istirahat dulu ya"ucap rafly mengajak Clara pergi ke kamar tamu.


"Kak kami istirahat dulu ya,dah ponakan imut dan ganteng"ujar risa.


_


_


Malam hari meja makan terasa begitu hangat dan dipenuhi canda tawa sedangkan vina sibuk menyusui anaknya di kamar.


"Adit nanti tolong bawakan makan malam untuk istrimu ya, kasihan dia belum makan"ucap naina.


"Iya mah"jawab aditya cepat cepat melahap makan malamnya dan ingin segera menemani vina di kamar.


"Aku saja tan yang anter"ucap Imel.


"Tidak usah mel nanti biar aku saja"ucap aditya.


"tidak Masalah lagipula ada yang perlu aku bicarakan dengan Vina"balas imel kemudian mulai menyendokan nasi ke dalam piring dan memasukan sayur ke dalam mangkuk.


Imel membawa nampan berisi makan malam untuk vina ke kamarnya,ada hal penting yang ingin imel tanyakan pada sahabatnya itu.


Tok...tok...tok....


"masuk"


Imel membuka pintu dengan sikunya karena kedua tangannya memegang nampan.


"Eh Imel,kok kamu yang bawa makanan nya?"tanya vina yang sedang memainkan ponselnya di sofa setelah menidurkan anaknya.


"Vin ini makan malam kamu dimakan ya"ujar imel.


"iya makasih ya"jawab vina.


"Vin aku mau tanya boleh?"tanya Imel.


"Formal banget kata lagi interview,ada apa sih?"tanya vina menyuap makan malamnya.


"apa kamu menyembunyikan sesuatu dari kami?"tanya Imel membuat Vina mengetikan kunyahan di mulutnya.


"Mak... maksud kamu?aku gak ngerti?"tanya Vina balik.


"kenapa kamu melakukan ini Vin?"tanya imel menunduk menahan sesuatu yang ingin jatuh.


"Apa sih?aku gak paham ucapan kamu"ujar vina kemudian melanjutkan makan nya.


"Soal alat kontrasepsi sebagai penunjang rahim kamu itu Vin,aku tahu kamu sembunyikan ini karena tidak ingin membuat seluruh keluarga khawatir kan"jelas imel.


Uhukkk.... uhukkk....


Vina segara meminum air putih menghilangkan sisaan nasi yang menyangkut di tenggorokannya.


"Kamu bercanda aja mel,udah ah gak ngerti aku"saut vina.


"Kamu tahu,jika sampai aditya tahu tentang ini pasti dia akan sangat marah Vin.Kenapa kamu ngelakuin itu padahal aditya sendiri tidak masalah jika rahim kamu diangkat"tanya Imel.


"Aku....aku....aku melakukannya...."Vina bingung harus menjawab apa mulutnya seakan terkena sengatan listrik sampai gemetar.


"dan lebih parah lagi kamu sembunyikan dari kami semua,kamu tahu itu berbahaya tapi kamu tetap ngelakuin?Vin rahim kamu itu mengeluarkan racun, bagaimana jika racun itu membahayakan nyawa kamu?"potong Imel.


"Imel aku mohon hentikan"suara Vina pelan."aku melakukannya karena aku tidak mau membuat mas adit tidak merasakan kepuasan nya,selama ini dia sudah berbuat banyak demi aku dan keluargaku jadi apa salah jika aku membalasnya meskipun dengan nyawa aku tidak peduli"lanjut vina.


"Tapi Vin.....,"ucapan Imel terpotong oleh vina.


"Tolong Mel,aku akan baik baik saja dokter sudah memberikanku obat yang akan membuat semuanya kembali baik jadi tolong jangan beritahu siapapun tentang ini"potong vina.


"Aku bukan rendy yang akan mengiyakan permintaan konyolmu itu Vin, sekarang juga aku akan memberitahu aditya"ujar Imel.


"Imel jangan aku mohon jangan mell!!!"cegah Vina memegang tangan imel.


"lepas vin,aku tidak mau nanti kamu kenapa napa dan akan lebih baik kamu lepas alat kontrasepsi itu dan biarkan rahim kamu diangkat demi kebaikanmu juga"saut imel.


"tidak mel"tolak vina.


"Aku tahu kamu keras kepala tapi demi kebaikanmu kedepannya aku harus melakukan ini"ujar Imel tetap kekeh dengan keinginannya.


"Imel,sama hal nya dulu kamu menyembunyikan penyakit kamu dari rendy demi kebahagiaan dan tidak ingin membuatnya khawatir akupun melakukan hal yang sama mel,aku tidak ingin membuat suamiku dan seluruh keluarga khawatir.Jadi aku mohon mel setidaknya kamu balas kebaikan aku dulu ketika menyembunyikan penyakit kamu"ucap Vina mengungkit masa lalu.


Imel diam sejenak dan memikirkan perkataan vina,memang benar jika Imel berada diposisi Vina sekarang sudah pasti dia akan melakukan hal yang sama.


"Besok aku mau kamu ke dokter sama aku untuk periksa dan berjanjilah kamu akan meminum obatnya dengan rutin"balas Imel.


"Aku janji Mel, terimaksih"ujar vina memeluk sahabatnya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜Š


BERSAMBUNG........