
"pokoknya Adit gamau diatur.!"ucap Aditya ingin berlalu namun naina langsung berkata
"kalo kamu menolak maka mamah akan melakukan tindakan dimana kamu akan merasa bersalah selama hidupmu"ucap naina santai namun tegas.
"mamah mau ngancem Adit?"tanya Aditya sambi menaikan alisnya.
"ya anggaplah itu sebuah ancaman,tapi itu bukan ancaman semata kamu tahu kan bagaimana sifat mamah, sekali mamah berucap maka itu yang akan terjadi"emosi naina keluar.
"mama kasih waktu 2 bulan,hanya 2 bulan jika kamu belum membawa wanita pilihanmu maka kamu harus menerima wanita pilihan mama!"ucap naina berlalu meninggalkan kedua anaknya.
Aldo yang sedari tadi hanya diam membuka suara
"dit,aku saranin lebih baik kamu yang mencarinya jika mama pasti dia hanya akan membawa gadis manja dan suka menghambur hamburkan uang"nasehat Aldo kepada kakanya
Aditya memikirkan perkataan aldo "benar kata Aldo jika mamah yang memilih dia hanya akan membawa gadis manja dan suka shopping"ucap Aditya dalam hati.
Aditya pergi meninggalkan Aldo menuju taman dimansion nya.
flashback off
Aditya memutuskan untuk masuk dan pergi ke kamar untuk bersiap ke kantor.
ketika sedang menuju kamar Aditya berpapasan dengan Vina yang sudah berpakaian rapih
"cantik"ucap aditya tidak sadar sambil terus memandangi Vina. Vina hanya mengerutkan alisnya.
"pak maaf maksud bapak apa ya?apanya yang cantik?tanya Vina bingung, Aditya sadar dan segera memalingkan wajahnya ke arah lain "....bajunya,bajunya lah yang cantik Aldo ternyata pandai memilih pakaian wanita"ngeles Aditya Vina hanya menjawab dengan anggukan kemudian meninggalkan Aditya yang masing betah ditempatnya.
semua orang berkumpul dimeja makan sedang manyantap makanan mereka dan selesai
tiba tiba Rudi memanggil Adit dan aldo.
"oh iya dit,apa kamu tidak mau memperkenalkan sekretaris barumu itu pada kami?"tanya Rudi sambil menatap istrinya.aditya langsung menatap datar pada papahnya.
"papah tanya saja sendiri dengan orangnya aku bukan pakar perkenalan"jawab aditya datar.
Rudi hanya bisa membuang nafasnya kasar.
"baiklah nak,siapa namamu?dan apakah kau betah bekerja di perusahaan?"tanya Rudi
Vina langsung tersenyum kemudian mengangguk"nama saya Vina tuan ,tentu saja tuan tidak ada orang yang akan menolak untuk bekerja di perusahaan Brawijaya group termasuk saya"ucap Vina sopan.
"Alhamdulillah jika kau merasa senang"Rudi merasa lega.
aditya,Vina dan Aldo pergi meninggalkan pekarangan mansion brawijaya menuju kantor sebenarnya Vina merasa sedih karena belum bertemu dengan ibunya tapi karena ada meeting mendadak jadi di harus rela akan hal itu,akhinya mereka sampai di perusahaan Brawijaya dan mereka bergegas turun,Aldo melemparkan kunci mobilnya kepada satpam disanap.
Aditya dan Aldo jalan beriringan sedangkan Vina berada dibelakang keduanya. semua mata karyawan tertuju kepada mereka bahkan ada yang mencibir Vina.
"eh lihat deh sekretaris baru itu,baru masuk Sudah berani menggoda bos"ucap karyawan yang bernama susy.
"his iya betul banget tuh,paras doang cantik tapi ternyata wanita asal ada duit ranjang pun dinaiki"sambung karyawan bernama Mita dan masih banyak lagi cibiran para karyawan lain
mereka berjalan menuju lift petinggi perusahaan namun ketika sudah sampai di depan lift Vina berpamitan untuk naik lift karyawan belum Vina melangkah Aldo sudah melarangnya.
"tidak usah ikut kami naik lift ini"ucap Aldo dingin. "tapi pak....."uacapan Vina dipotong aldo.
"sudah aku katakan maka jangan coba untuk membantah"ucap Aldo tegas. Vina dibuat kikuk dengan perkataan Aldo barusan akhirnya dia mengikuti atasanya menggunakan lift petinggi perusahaan.
mereka sampai di lantai 15 Aditya dan Aldo menuju ruangan Aditya sedangkan Vina sudah ada dimeja kerjanya.
Aditya dan Aldo masuk dan duduk bersama di sofa panjang ruangan Aditya
"do sudah kau siapakan semuanya untuk besok?tanya Aditya
"ya dit sudah aku siapkan dan kemarin aku juga membantu Vina untuk menyiapkan beberapa berkas"Jawab Aldo.
Aditya hanya mengangguk pelan dan berjalan menuju meja kerjanya dan meraih telpon
tak lama pintu diketuk
tok...tok...tok..
"masuk"ucap Aditya
"bapak memanggil saya?"tanya orang itu yang tak lain adalah Vina.
"apa sudah kau siapakan semuanya untuk perjalanan kita besok?"tanya Aditya dan dijawab anggukan kemudian"sudah pak,sudah saya siapkan semua.anda tidak perlu khawatir.
waktu berjalan begitu cepat dan sekarang tibalah jam makan siang,Vina hendak keluar menuju kafe tapi terhenti karena ada seorang wanita yang menghampirinya.
"hai?!!"sapa seorang wanita dengan 2 orang pria dibelakangnya, Vina menjawab"hai juga"jawab Vina tersenyum sambil mengangguk.
"apa kau mau makan siang?jika iya ayo kita makan siang bersama!"ajak wanita itu
"memang kalian mau berteman denganku disini?"tanya Vina.
"tentu saja mengapa tidak,oh ya perkenalan namaku ana dan ini Jimmy dan ini rizal" ucap wanita itu sambil menunjuk 2 pria itu bergantian.
"aku Vina senang bisa berkenalan dengan kalian"ucap Vina senang
"iya Vina kau Jangan khawatir kami tidak pernah berpilih pilih dalam berteman"ucap Rizal.
"nah iya tuh Vin kita mah hayu aja kalo mau maen,oh iya btw kamu cantik banget udh punya pacar belum?"tanya Jimmy dengan candaan nya.
plaaakkkk
ana memukul kepala Jimmy
"ganjen bgt lo" ucap ana sewot, sedangkan si empu yang dipukul hanya memegang kepalanya yang terasa sakit,Vina dan Rizal hanya bisa tertawa melihat tingkah laku temannya.
"udah udah ayo kita pergi nanti keburu abis makanannya"ucap Rizal menengahi.
mereka pun berjalan bersama sambil bercanda dan sesekali saling bertanya kepada Vina.
"oh iya Vin gimana sih rasanya kerja bareng opa Korea?tanya ana,Vina menaikan alisnya " maksud kamu?"tanya Vina bingung.
ana membuang nafasnya kasar
"fuhhh...maksud aku tuh gimana rasanya kerja bareng pak Adit dan pak Aldo mereka kan ganteng mirip opa Korea malah lebih ganteng mereka"jelas ana.
"biasa aja sih namanya juga kerja harus profesional dan aku juga ngga pernah mandang lebih kepada mereka selain atasanku" dan dijawab anggukan oleh mereka semua
akhirnya mereka sampai di kantin kantor dan langsung memesan makanan tak lama makanan pun datang segera mereka menyantap habis...
Vina kembali dari makan siang menuju meja kerjanya baru 2 menit Vina duduk telepon di mejanya sudah berdering.
"halo selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"tanya Vina sopan.
"iya bolehkah saya minta tolong sambungkan ke pak Aditya?pinta orang diseberang sana
"maaf dengan siapa?" tanya Vina.
"saya ibunya,tolong cepat disambungkan ya!"perintah lembut yang ternyata adalah naina
Vina langsung mengambil interkom dan segera menelpon Aditya.
"halo pak? selamat siang maaf ibu Anda menelpon dan meminta untung menyambung kan kepada anda"ucap Vina sopan.
"sambungkan!!"perintah Aditya
Vina menyambung kan telpon naina dengan telepon Aditya.
BERSAMBUNG.......