My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 116



Meraka terlelap dalam posisi berpelukan tanpa sehelai benang pun hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


Keesokan harinya Vina membuka matanya,hari ini dia bangun kesiangan karena aditya semalam.


"ya ampun aku kesiangan lagi"ucap Vina gusar kemudian turun dari ranjang dan memunguti pakaiannya yang berantakan.


Vina masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah 20 menit Vina keluar dengan pakaian yang sudah rapih.


"mas udah bangun?"tanya vina melihat Aditya sudah bangun dan duduk dipinggir ranjang.


"kenapa kamu mandi gak ngajak aku?"tanya aditya.


"ya ampun mas... dasar kamu ini ihhh bikin gemes deh"Vina terkekeh mendengar penuturan aditya dan mencubit gemas pipi aditya.


"udah ah ngambeknya sekarang mending kamu mandi aku turun dulu mau liat Al ya"ucap Vina.


Aditya mengangguk kemudian langsung masuk kedalam kamar mandi.


Vina turun menuju kamar ibunya.


Ceklek


Vina membuka pintu kamar dilihat kamar sudah tertata rapih tanda pemilik kamar sudah bangun.


"Aduh kasihan ibu ini semua karena aku kesiangan"gerutu Vina.


Kaki Vina melangkah menuju dapur dilihatnya makanan sudah tertata rapi di meja makan.


"Selamat pagi mah maaf ya aku kesiangan"ucap Vina merasa tidak enak.


"pagi sayang, tidak apa apa nak"jawab naina.


"heummm udah kek pengantin baru aja jam segini baru turun"sindir aldo yang melihat aditya baru saja duduk dengan manis di mejanya.


Aditya hanya menunjukan ekspresi datar seperti tidak memiliki dosa sama sekali.


"oh iya mah...aku tidak melihat ibu dimana dia?"tanya Vina


"maafkan mamah Vin,ibu dan adikmu sudah terbang subuh tadi karena cukup lama Iqbal disini dan jika semakin lama itu akan membuat Iqbal ketinggalan pelajaran... maafkan mamah ya"jawab naina.


Vina tersenyum berusaha menutupi rasa kecewanya karena baru beberapa hari dia bersama ibu dan adiknya tapi mereka sudah pergi lagi.


"iya mah gak apa apa nanti biar aku telepon mereka"jawab Vina.


Mereka mulai menyantap sarapan mereka tanpa suara sampai akhirnya suara Rudi memecah keheningan di meja makan.


"Lusa bersiap siap lah"ucap rudi tiba tiba.


"siap siap?kemana pah?"tanya Vina.


"papah sudah memesan tiket liburan untuk kita sekeluarga di maldiy dan kita akan bertemu dengan Risa dan rafly disana"jawab Rudi.


Penjelasan Rudi spontan membuat semuanya girang.


"Wahh benarkah om?? pasti menyenangkan bisa bermain-main di tengah lembutnya pasir Maldives"Imel sudah membayangkan kenyamanan yang di sajikan di Maldives.


"jadi kalian berdua atur pekerjaan kalian dan tunda selama 1 Minggu"ucap rudi.


"iya baiklah pah"jawab Aditya dan Aldo.


"humm anggaplah ini bulan madu kita.."ucap dila.


vina yang sedang menyuapi Al hanya bisa tersenyum senang mendengar mereka akan pergi ke negara yang sudah menjadi impian Vina sejak kecil.


"Sayang???"panggil aditya memegang bahu Vina.


"enghh iya mas?"tanya vina.


"tidak"jawab aditya menggeleng.


Setalah selesai sarapan, Aditya dan aldo pamit ke kantor sedangkan rendy pamit ke rumah sakit tapi sebelum itu dia mengantar Imel pulang ke apartemen.


"baiklah sayang aku pergi dulu,jaga diri baik baik"ucap aditya mencium kening Vina kemudian pipi Al.


Setalah kepergian mereka, Vina,naina dan Dila berantai di ruang tamu.


"Wahh pasti rasanya enak....kenapa aku jadi ngiler gini ya"ucap dila melihat iklan ice cream di tv.


"ada itu di kulkas bentar aku ambil"ucap Vina kemudian mengambil ice cream di kulkas.


"ennn....ennn..."


Al mulai merancau tidak jelas dia sudah bisa mengenali anggota keluarga nya.


"ohh cucu Oma panggil panggil kenapa sayang?"tanya naina menggendong Al duduk dipangkuan nya.


Vina datang membawa ice cream dan memberikannya pada dila.


"terimakasih Vin"ucap dila langsung melahap habis ice cream yang Vina bawa.


"Vina kau seperti tidak pernah hamil saja inikan namanya ngidam"jawab dila cemberut.


"Hahahaha ya sudah habiskan habiskan"ucap Vina.


Aditya dan Aldo masih sibuk dengan pekerjaan mereka ditambah harus mengatur ulang jadwal mereka untuk 1 Minggu ke depan.


"bagiamana do sudah beres?"tanya Aditya.


"kau tenang saja aku ini aldo brawijaya apapun yang aku kerjakan pasti akan beres"jawab Aldo sombong.


"heh ku perhatikan setelah menikah tingkah laku mu berbeda apa dila yang membuat kau berubah?"tanya aditya menyeringai.


"apa?apa yang mau kau tanyakan? tanyakan langsung jangan berbelit belit"ucap Aldo.


"hahha oke oke, akhir akhir ini sikapmu berubah menjadi bucin...umm apa dila membuatmu benar benar puas?"tanya aditya.


plakkkkk...


"kau gila ya bertanya hal seperti itu?"pekik aldo


"kenapa kau memukulku aku kan hanya bertanya bukan meminta kau untuk mempraktekan nya di depanku"jawab aditya mencoba membela diri.


"sekarang aku yang bertanya padamu, apakah Vina memuaskan mu?"Aldo bertanya balik.


"aku bertanya kenapa kau malah bertanya balik..dan untuk hal itu kenapa kau masih mempertanyakan nya? apa selama ini kau tidak melihat kalo hanya Vina yang bisa memuaskan ku"protes aditya.


"dit kau tahu percakapan kita yang unfaedah ini hanya akan menghabiskan waktu kita sia sia lebih baik kau lanjutkan pekerjaanmu dan aku akan kembali ke ruangan ku"ucap aldo bangkit dari duduknya karena malas mendengar pertanyaan pertanyaan yang sama sekali tidak berguna dari mulut aditya.


"ya sudah sana sana"usir aditya.


Dalam hatinya Aldo menggerutu Aditya berpikir bagaimana bisa dia memiliki seorang kakak yang bahkan otak nya masih diragukan.


"dasar CEO mesum"pekik aldo menggelengkan kepalanya.


Di dalam ruangannya Aditya sendiri merasa bodoh karena bertanya hal memalukan tadi rasanya dia benar benar tidak sadar bertanya urusan pribadi pada Aldo.


"kenapa aku bisa bertanya hal gila begitu ya? bodoh sekali kau aditya"Aditya merutuki kebodohannya sendiri.


Setalah mengatur ulang jadwal pertemuan untuk 1 Minggu ke depan, aditya dan aldo sudah bersiap untuk Pulang.


"Ayo"ajak Aditya berjalan mendahului Aldo.


seperti biasa Aldo yang akan menjadi sopir sedangkan Aditya akan duduk disamping nya sesekali bertanya soal pekerjaan.


"Dit?"panggil aldo.


"hmm"Aditya berdehem.


"apa waktu Vina hamil kau tidak pernah melakukan itu dengannya?"tanya aldo.


"kenapa?"Aditya bertanya balik.


"aku kan bertanya kenapa kau malah bertanya balik?"pekik aldo.


"baiklah aku dan Vina selalu melakukannya meski Vina sedang mengandung"jawab aditya.


"tapi dila tidak mau melakukannya denganku"lirih Aldo.


"hahahahahah"Aditya seperti sedang mendengarkan lawakan sampai dia tertawa puas.


"kenapa kau malah tertawa dasar aneh"umpat aldo.


"mungkin Dila hanya takut terjadi sesuatu pada anaknya karena kau terlalu liar jika bermain"jelas aditya.


"memang begitu?"tanya Aldo.


"sudahlah percakapan kita ini hanya akan menghabiskan waktu kita sia sia.... begitu kan yang kau ucapan padaku tadi"Rupanya aditya sedang membalas dendam karena tadi juga Aldo tidak menghiraukan pertanyaannya.


"oh kau mau balas dendam padaku?"tanya Aldo.


"anggaplah begitu"Aditya dengan santainya mengangkat bahunya.


"kau dasar kakak menyebalkan jika aku tahu bagaimana cara menguninstal mu sebagai kakak ku sudah kulakukan sejak dulu....entah dimana mamah memungutmu"umapatan Aldo semakin membuat Aditya tergelak.


"hahahahaha"Aditya tertawa pacah.


Mobil memasuki pekarangan luas mansion, Aditya dan Aldo keluar bersamaan,Aldo hanya melengos ketika Aditya tersenyum padanya.


BERSAMBUNG......


HMMM MAU PUNYA SODARA YANG BISA DI AJAK GILA BARENG😥😥


HEI HEI HEI JANGAN LUPA VOTE DAN VOTE YA EH IYA GAK SERUKAN KALO ABIS VOTE GAK LIKE DAN KOMEN...JADI LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA... HIHIHI 😂😂


TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️🌺🌺