
Setelah berganti pakaian aditya kembali ke ruang tamu,dari atas tangga terlihat vina yang sedang asik membuat kue bersama yang lain, aditya memperhatikan istrinya dengan intens. Wanita cantik yang berhasil membuat hidupnya dipenuhi kebahagiaan dan keceriaan karena cintanya, entah mengapa rasa cinta aditya kepada istrinya selalu bertambah setiap hari.
"Ya Allah hamba tahu bahwa pada akhirnya kami berdua akan terpisah karena maut, tapi hamba mohon jika di beri kesempatan hamba ingin selalu hidup bersamanya di akhirat nanti"gumam aditya masih menatap istrinya dari atas.
Kemudian aditya melanjutkan langkahnya, sesampainya di ruang tamu terlihat sudah sepi entah kemana yang lainnya.
"Mas?"panggil vina.
"kenapa sayang?"tanya aditya.
"Udah selesai mandinya?wangi gak?"tanya vina menggoda.
"wangi dong, sini cium"jawab aditya menjentikkan jarinya.
"engga mau"Tolak Vina.
"yang lain kemana yangg kok sepi?"tanya aditya celingak-celinguk.
"papah sama alisha ke kamar mas kalo rendy sama aldo ke teras depan ngeliat anak anak masih asik berenang"jawab vina.
"oh ya udah aku susul mereka dulu"ucap aditya diangguki vina namun,
"eh mas lupa,aku mau ke supermarket sama mamah kamu butuh sesuatu gak?"tanya vina.
"engga deh sayang,yang bawa mobil kamu?"tanya aditya.
"mmm iya mas"jawab vina takut takut.
"Kamu tahu kan aku gak pernah izinin kamu bawa mobil lagi semenjak kejadian itu?"tanya aditya tenang.
Vina menunduk sambil menganggukkan kepalanya seperti seorang anak yang sedang dimarahi oleh sang ayah.
"jadi?"Tanya aditya.
"Aku gak akan bawa mobil"jawab Vina mengerti.
Cup
"itu baru istriku yang cantik"balas aditya mengecup kening Vina.
"hmm kamu mah curi curi kesempatan"protes vina membuat aditya terkekeh.
"Sayang??"panggil naina yang datang dengan pakaian sudah rapih.
"mmmm iya mah?"saut vina.
"ayo sayang nanti keburu kesiangan gak kelar kita buat kuenya"ajak naina.
"Sama sopir ya mah,aku gak izinin vina bawa mobil"ucap aditya.
"iya dit"jawab naina mengerti.
***
Malam hari setelah melaksanakan solat tarawih, keluarga itu berkumpul di ruang tamu sekedar berbincang dan bercanda bersama sambil menikmati kue lebaran yang sudah dibuat tadi.
"Permisi nyonya, tuan"Ucap bi Suti datang ke ruang tamu.
"iya bi,ada apa?"tanya naina.
"Begini nyonya, sebentar lagi akan lebaran anak anak saya di kampung sudah menelpon dan bertanya kapan saya pulang. Jadi saya minta izin untuk pulang kampung nyonya"jawab bi suti menunduk sambil meremas jarinya.
"Ohh gitu bi,kapan bibi rencana pulang?"tanya naina lagi.
"Lusa nyonya itupun jika di izinkan"jawab bi suti.
"Bibi ini bicara apa, sudah pasti di izinkan seperti tahun tahun lalu"sambung rudi.
"Bener itu bi,ya sudah bibi boleh pulang lusa ya"tutur aldo.
"terima kasih nyonya, tuan"ucap bi Suti menunduk.
Setelah kepergian bi Suti naina membuka suara dan memutuskan untuk memberikan cuti hari raya lebih awal.
"Menurut mamah mending cuti hari raya nya di percepat karena kasihan kan mereka harus kembali 2 Minggu setelah lebaran"ujar naina menyarankan.
"Aku rasa juga begitu tan"saut rendy.
"Dit kamu pegang uang cash?"tanya rudi.
"Engga pah, untuk apa?"jawab aditya diakhiri pertanyaan lagi.
"Buat THR semua asisten"jawab rudi.
"kenapa gak di transfer aja om"ucap imel.
"bener juga pah,karena kan nilainya juga besar"ucap naina membenarkan perkataana imel.
"Ya sudah nanti biar aku yang transfer"ucap aditya. "nanti bantu aku ya yangg"ucap aditya kepada vina.
"Apa penjaga juga akan cuti mah? maksudnya sejak beberapa tahun ini penjaga tidak ada yang pulang"tanya Dila.
"menurut mamah sih iya dil,kasihan hampir 3 tahun mereka nggak pulang"jawab naina.
"Tapi mah, mamah kan tahu kalo lebaran ada aja yang datang kesini hanya sekedar bertanya dan membuat gosip keluarga kita"sambung aldo.
"Jangan khawatir aku akan menyuruh anak buahku yang lain untuk berjaga setidaknya mereka sudah sempat pulang menemui keluarga mereka sedangkan boy dan Bram itu tidak pulang 3 tahun ini"ujar aditya seraya membenarkan posisi duduknya.
"ya sudah ini sudah malam anak anak juga sudah tidur, lebih baik kita juga tidur supaya sahur nya gak kesiangan"tutur rudi bangun dari duduknya diikuti Naina.
"mamah sama papah duluan ke kamar ya"ucap naina.
"Selamat malam pah,mah"ucap semua serempak.
"malam juga"balas naina dan rudi.
"Aku akan kembali ke kamar lagipula pekerjaan ku masih banyak"ucap aditya menggenggam tangan vina.
"pekerjaan bikin alisha adik kan?"tanya aldo mendelik.
"Sayang apa stok detergen kita banyak?"tanya aditya pada vina membuat Vina bingung.
"iya mas banyak, kenapa memangnya?"tanya Vina bingung.
"tuh si aldo otak nya minta di cuci, pikirannya kotor mulu"jawab aditya menunjuk Aldo dengan isyarat bibir
"hahahaha"tawa aldo mendengar ejekan aditya terhadapnya.
"ishh gak jelas"Cibir aditya. "ayo yangg kita ke kamar aja kalo lama lama disini bisa ikutan gila kita"ajak aditya.
Aldo sedang berkutik dengan laptopnya dengan fokus sebelum tiba tiba dila menghampiri dan menggodanya dengan terus mengganggu aldo yang fokus.
"sayang??"panggil dila dengan sensual.
"Apa?"saut aldo tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kamu ngapain sih?sibuk banget kayanya"tanya Dila.
"ini ada tugas kantor yang belum aku kerjakan dan harus selesai sebelum hari raya"jawab aldo masih fokus.
"jangan bekerja terlalu keras sayang"ucap dila bersandar di bahu aldo membuat aldo heran, tak biasanya Dila akan bertingkah aneh.
"Sayang kamu kenapa?"tanya aldo kali ini ia menoleh melihat puncak kepala istrinya.
"emang aku kenapa?"tanya dila tiba tiba menoleh sehingga bibir keduanya bersentuhan dengan lembut.
Dila memainkan bibir suaminya dengan lembut namun tidak dengan aldo,ia memainkan bibir istrinya itu dengan penuh semangat. Aldo meletakkan laptop nya di meja kemudian menarik pinggang dila untuk duduk di pangkuannya.
"Karena kamu udah gangguin aku kerja,maka kamu harus tanggung jawab"bisik aldo dengan suara berat.
"Siapa takut"tantang dila membuat aldo gemas dan langsung menyerang istrinya itu.
Sementara Aditya dan Vina sedang mentransfer uang ke rekening semua pekerja mansion, bukan nilai kecil dana yang ditransfer oleh aditya karena masing-masing pekerja akan mendapatkan bonus hari raya masing-masing 10jt pertahun di luar gaji pokok. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya,tahun ini aditya menaikan bonus tahunan menjadi 15jt per satu orang pekerja Mansion.
"Sudah?"tanya vina melihat aditya meregangkan otot seraya menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Mmm sudah sayang"jawab aditya.
"Ya udah kamu pasti lelah mending tidur yuk"ajak vina.
"Tapi aku gak ngantuk sayang"balas aditya menggeleng.
"Terus mau ngapain?"tanya vina.
"buat dedek untuk alisha"jawab aditya spontan.
Dengan gemas vina mencubit perut suaminya membuat aditya meringis karena cubitan vina menurutnya tidak ada tandingannya.
"Kesitu mulu pikirannya, ampun deh"desis Vina menepuk jidatnya.
"Ya abis mau ngapain lagi?"tanya aditya tersenyum manis.
"Mas udah pernah kena lempar kulkas belum?kalo belum biar ku lempar sekarang"tanya vina melirik tajam suaminya.
"Abang jago...sorry bang jago... ampun bang jago"aditya bangun dari duduknya dan mulai berjoged dengan mulut yang tak henti bernyanyi lagu viral itu.
Vina geleng kepala melihat tingkah suaminya, tidak mau ambil pusing vina bangun dan berbaring meninggalkan aditya yang masih asik dengan nyanyiannya.
Tak lama aditya ikut berbaring di samping vina dan memeluknya dari belakang.
"Selamat malam sayang"bisik aditya kemudian mendarakan ciuman di kening dan pipi vina.
LIKE DAN KOMEN POSITIF NYA ๐๐
BERSAMBUNG.......