My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 47



"aku yakin dia akan mencari tahu tentang kau kak,karena sejak kemarin kau tidak melakukan tindakan apapun itu pasti membuatnya curiga"jelas Rafly


"Aku rasa juga begitu dan aku yakin dia sendiri yang akan mencari tahu soal itu"jawab Aditya


"Baiklah John kau awasi rumah Aditya dan kau Bram awasi kantor Brawijaya jangan sampai terlihat atau meninggalkan jejak"perintah Rafly pada anak buahnya


"baik bos"jawab kedua orang berbadan besar itu


"semoga saja ini berhasil"ucap Aditya


"apa kau lupa kak siapa aku?aku ini Rafly wirawan meski masih berstatus mahasiswa tapi untuk soal ini aku sudah profesional"ucap Rafly sombong


"Diam kau anak ingusan"ucap Aditya bercanda


"hahahaha"tawa Aldo pecah melihat Kakak dan adik sepupu nya


"Diam!!"bentak Aditya membuat Aldo diam membisu


Saat ini Aditya dan aldo sedang bekerja seperti biasa demi menjebak Alex


benar yang dikatakan Aditya Alex sendiri yang akan mencari tahu tentang apa yang Aditya lakukan selama Vina tidak ada


"Apa ini salah satu rencananya?atau ini adalah bentuk rasa takutnya kehilangan istri dan calon anaknya"tanya Alex saat melihat Aditya yang bekerja seperti tidak terjadi apa-apa


Tanpa Alex sadari ada sepasang mata yang melihat kehadirannya


"Halo bos dia datang ke kantor Brawijaya"ucap orang itu yang tak lain adalah Bram anak buah Rafly


"baiklah lakukan langkah selanjutnya"ucap Rafly disebrang telepon


Bram mendekati mobil Alex


Tok.... tok....tok...


Bram mengetuk kaca mobil Alex kemudian Alex membukanya


"ya?"tanya Alex


"pak aku mohon beli bunga ini,aku sangat membutuhkan uang untuk anakku"ucap Bram menyamar sebagai tukang bunga


"maaf tapi aku tidak butuh bunga"ucap Alex ingin menutup kaca mobilnya tapi segera Bram hentikan


"pak aku mohon,jika kau membeli bungaku aku yakin pasanganmu akan suka"ucap Bram


"kau yakin?"yang alex


"iya pak"jawab Bram


"kalo begitu berikan setangkai mawar itu untukku"ucap Alex menunjuk salah satu bunga


Bram memberikan serangkai bunga itu kepada Alex kemudian Alex segera membayarnya


"terimakasih pak semoga kau dan kekasihmu selamanya bersama"ucap Bram kemudian pergi


Bram segera mengambil ponselnya dan menghubungi Rafly


"bos rencana berjalan lancar" ucap Bram


"Bagus"ucap Rafly kemudian menutup telponnya


ditempat Rafly


"Barack cepat kau lakukan tugas mu"perintah Rafly pada anak buahnya


"baik bos"jawab barack


Barack mulai melacak keberadaan Alex dan setelah mengetahui posisi Alex,barack menyadap semua kamera cctv yang terpasang di rumah tersebut


"Bos aku sudah mendapatkan posisinya dan aku juga sudah menyadap cctv disana"laporan Barack


Rafly segera menghubungi aditya dan segera menuju tempat Alex menyekap Vina


"Barack apa penjagaan disana ketat?"tanya Rafly


"iya bos, sekitar 20-30 orang yang berjaga di setiap sudut rumah"jawab barack


pukul 20:00 Aditya,Aldo dan Rafly sudah Sampai dirumah penyekapan Vina


"kalian lakukan sesuai rencana"perintah Rafly kepada seluruh anak buahnya melalui walkie talkie


Semua anak buah Rafly mulai masuk dan John sebagai kepalanya


"kalian ber 4 masuk lewat pintu belakang dekat taman,disana ada 7-10 orang kalian harus hati hati"ucap John pada empat orang bawahannya


"kalian masuk melalui sisi kiri rumah dan hati hati disana ada 5 orang penjaga"ucap John


Setelah John menginstruksikan kepada seluruh anak buah Rafly dengan segara mengabari bosnya


"bos semua sudah aman kau boleh masuk dan tempat penyekapan ada dikamar sebelah kanan atas"jelas John


"ayo kak"ajak Rafly pada Aditya dan aldo


Mereka bertiga mulia masuk ke dalam pekarangan rumah,Aditya melempat tali ke kamar yang sudah diberitahu John


"Hati hati dit"ucap Aldo


Aditya berhasil masuk kedalam kamar itu dan melihat wanita yang begitu dia rindukan sedang terduduk sambil memeluk lututnya


"sayang" panggil Aditya kepada Vina


"hiks....hiks....hiks.....mas aku begitu merindukan mu sampai aku masih bisa mendengar suaramu dimana mana"ucap Vina sambil menangis tanpa mengalihkan pandangannya


Aditya memegang tangan Vina yang sedang memeluk lutut nya


"jangan sentuh aku pria brengsek"umpat Vina kepada Aditya yang mengira bahwa itu adalah Alex


"ini aku sayang Aditya"ucap Aditya membuat Vina menangis dan langsung memeluk Aditya


"mas...aku takut bawa aku pulang..hiks...hiks..."ucap Vina dengan tangis


Disaat mereka sedang berpelukan tiba tiba pintu kamar terbuka


"Sialan"umpat Alex melihat Aditya ada disana


"kenapa?kau terkejut aku bisa ada disini?"tanya Aditya


"berikan Vina padaku atau mereka kutembak"ucap Alex sambil menunjuk ke arah pintu


"ALDO!!!!"teriak Vina saat melihat Aldo Yang sedang ditodong pistol


"brengsek, lepaskan dia"ucap Aditya emosi


"sungguh keberanian kalian yang datang hanya berdua membuatku begitu tersentuh"ucap Alex


"apa dia tidak mengetahui nya?oh Rafly ternyata benar kau adalah seorang penjahat yang profesional" Ucap Aditya dalam hati


"memang kenapa jika aku hanya berdua dengannya?"tanya Aditya menantang


"tentu saja aku dengan mudah menghabisi kalian dan segera menikah dengan Vina"ucap Alex membuat Vina yang mendengarnya begitu jijik


Vina bingung apa yang harus dia lakukan akhirnya dia memutuskan berpura pura sakit untuk mengalihkan perhatian alex


"ahhhh.....ahh mas.... sakit.....mas...perut aku sakit mas...."rintih Vina berpura pura sakit


Alex yang melihat Vina kesakitan segera mendekat dan berusaha menolong Vina


BUGH.....BUGH....BUGHH.....


Aditya memukuli Alex dan Alex membalasnya,terjadi perkelahian antara Aditya dan Alex


Rafly dan anak buahnya keluar dan memukuli semua anak buah Alex sampai mereka terkapar.


"kau sudah berani membawa istriku kan?kalo begitu kau harus mati Alex"ucap Aditya


Aldo dan Rafly membantu Aditya yang sedang memukuli Alex tak lama polisi pun datang dan membawa Alex pergi


Vina memeluk Aditya sangat erat dan menangis


"sudah sayang jangan menangis sekarang kau baik baik saja"ucap Aditya sambil mengelus punggung Vina lembut


Vina merasa begitu lemas karena sejak kemarin dirinya belum makan


"mas...aku...aku..."ucap Vina sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri


"vina...sayang bangun..."ucap Aditya sambil menepuk pipi Vina


"Adit kita harus cepat membawanya ke rumah sakit sekarang"ucap Aldo diangguki Aditya


Aditya segera membawa Vina kerumah sakit tak lupa ia juga mengabari orang tuanya dan juga sahabat Vina


"cepat dit"ucap Aldo ketika mereka sudah sampai dirumah sakit


Aditya berlari melewati lorong-lorong rumah sakit


"Dr Rani cepat periksa istriku"perintah Aditya pada dokter kandungan Vina


Dokter Rani meminta Aditya untuk menunggu diluar selama dia memeriksa Vina


Aditya keluar dan duduk dalam keadaan khawatir


"dit tenanglah Vina pasti baik baik saja"ucap Aldo


"iya kak tenanglah Kaka ipar pasti baik baik saja"ucap Rafly


Tak lama naina,Rudi dan kedua sahabat Vina datang


"Adit, dimana Vina? bagaimana keadaannya?"tanya naina


"Vina masih di dalam mah"jawab Aditya terdengar khawatir


"semoga Vina baik baik saja ya dit"ucap Imel diangguki Aditya


Ruangan tempat Vina terbuka dengan segera mereka mendekat ke dokter Rani


"Dok jadi bagaimana keadaan istriku?"tanya aditya


"Bagaimana keadaan bayinya dok"tanya dila


"sekarang nona Vina baik baik saja tapi untuk kandungannya begitu lemah karena sejak kemarin dia tidak diberi asupan membuat bayinya kekurangan cairan"jelas dr Rani


"apa kami bisa menemuinya dok?"tanya naina


"tentu saja"jawab dr Rani


"baiklah kalo begitu saya permisi"lanjut dr Rani kemudian pergi


Bersambung.........


Hayyy gimana nih cerita nya?maaf ya kalo kurang bagus dan banyak typo maklum aku belum berpengalaman dalam menulis πŸ™πŸ™


happy reading all 😍😍❀️