My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 112



Hari ini Vina di perbolehkan untuk pulang, aditya sedang merapihkan barang milik vina sedangkan vina sendiri sedang duduk sambil menyusui putrinya alisha itu.


"Anak mamah haus banget ya,tuh lihat abang varo bobok"ucap vina membelai pipi anaknya yang lembut itu.


"dit,vin administrasi sudah aku urus sekarang ayo kita pulang"ucap aldo yang berdiri di depan pintu.


"hmmm baiklah"jawab aditya.


Aldo membantu membawakan tas milik vina sedangkan Aditya menggendong varo dan vina menggeleng alisha.


Seorang suster mendorong kursi roda untuk vina, setelah Vina duduk dengan menggendong putra dan putri nya suster kembali mendorong kursi roda menuju loby dimana mobil jemputan aditya sudah menunggu.


Mereka bertiga segara menuju mansion membawa 2 malaikat kecil di gendongan vina.


"Aku yakin saat kita sampai rumah,baby akan habis sama orang rumah"ucap aditya memandangi kedua anaknya.


"Sudah pasti mas,hahaha"saut vina terkekeh.


"jangan lupa minggu depan jadwal cek up jahitan karena itu sangat penting sayang"ucap aditya mengingatkan.


"Kita baru saja pulang mas sudah diingatkan saja tapi terimaksih sudah mengingatkan"ujar vina.


"Iya sayang"jawab aditya.


Sesampainya di mansion,Vina disambut baik oleh seluruh karyawan dan juga anggota keluarga.


"Selamat datang kembali nona"ucap pak Ali.


"Terimaksih pak Ali"jawab vina.


Setelah bertutur sapa dengan para pelayan, Vina masuk lagi lagi sambutan hangat yang ia dapatkan dari seluruh keluarganya.


"Nak,selamat datang"ucap rudi.


"Cucu cucu brawijaya selamat datang di Keluarga brawijaya"ucap naina langsung mengambil alih gendongan alisha sedangkan varo diambil oleh Rudi.


"Bagaimana keadaanmu nak?"tanya dina lembut sambil membelai rambut anaknya.


"Aku baik bu"jawab vina kemudian memeluk tubuh ibunya.


"Vin, welcome back to brawijaya mansion"ujar imel.


"Thanks baby"Saut vina.


"Mama???!!!"Suara Al yang berlari dari tangga mendekati vina.


"Owhhh"vina merasakan nyeri di perutnya kala Al tiba tiba menjatuhkan kepalanya di atas pangkuannya.


"Anak mamah nakal gak selama mamah gak dirumah?"tanya Vina membelai rambut anaknya yang masih belia itu.


"Nda,Al main sama aa terus tiap hari"jawab Al.


"Pinter"Vina mengacak-acak rambut Al dan mencium bibir anaknya sekilas.


"Kakak,kakak tidak apa apa?"iqbal menghampiri Vina dan memeluknya.


"Kakak gak apa apa sayang"Jawab vina.


"Al nih lihat dedenya cantik sama genteng banget nih"ucap rudi.


"Ini dede bayi yang di peyut mama?"tanya Al.


"iya sayang,gimana lucu gak?"tanya aditya memangku Al.


"ganteng kaya Al"ucap Al melihat baby varo.


"ihh pedenya ponakan om,kata siapa Al ganteng?"tanya rendy menggoda keponakannya.


"Kata mama"jawab Al menunjuk vina.


"Nih kalo ini mirip siapa?"naina menunjukan baby lisha pada Al.


"Ihh tantik anget kaya mamah"saut Al mencubit gemas pipi sang adik.


"Adit antar istri kamu ke kamar ya baby twins biar sama kami dulu"tutur naina.


"Iya mah"saut Aditya."baiklah semuanya kami permisi dulu ya"sambung aditya berpamitan pada semuanya yang ada di ruang tamu itu.


Aditya mendorong kursi roda sampai anak tangga pertama kemudian menggendongnya ala bridal style.


"Mas aku bisa jalan sendiri"pekik Vina kaget.


"Sssssttt diam sayang,kamu baru selesai melahirkan jadi tidak boleh banyak berjalan agar jahitannya cepat selesai dan bisa membuat banyak adik lagi untuk Al"ujar aditya sedikit bercanda.


Deg.....


Senyum di wajah vina raib kala mendengar penuturan suaminya.


"Maafkan aku mas belum bisa memberitahu mu yang sebenarnya,akan sulit untukku memiliki anak lagi apalagi saat ini aku menggunakan alat kontrasepsi sebagai penunjang rahimku" Batin vina melamun.


Cup


"Kenapa melamun hmmm?"tanya aditya setelah mengecup bibir vina singkat.


"Ahh tidak mas"jawab vina menggeleng.


Sesampainya di kamar, aditya membaringkan istrinya dan menarik selimut yang menutupi sebagian tubuh vina.


"Kamu istirahat ya aku akan minta bi Ijah bawain makan buat kamu"tutur aditya.


"Tidak usah mas aku akan membuat makanannya sendiri nanti"tolak vina.


"Tapi mas aku tidak boleh makan,makanan asin dan pedas.Dokter menyarankan untuk banyak mengkonsumsi sayuran dan buah dan juga mengonsumsi beras merah"jelas vina.


"Mmm baiklah aku akan minta bi Ijah memasak sayur tanpa garam ataupun bumbu lainnya untukmu"Jawab aditya tersenyum kemudian pergi meninggalkan vina di kamar.


"ya Allah semoga saja rahimku bisa kembali seperti semula dan semoga saja mas adit tidak akan marah ketika mengetahui keputusan ku ini"Batin vina memejamkan matanya.


Aditya turun menghampiri keluarganya yang sedang asik bermain dengan anak anaknya,naina, Rudi dan dina asik menggoda varo dan lisha.


"Loh kau kenapa turun?"tanya aldo.


"Vina sedang tidur jadi aku memutuskan untuk kesini saja, aku juga mau main dengan anakku"jawab aditya.


"Ya udah mamah masak dulu ya"ucap naina.


"eh mah tadi kata vina dia harus banyak memakan sayur tanpa diberi bumbu penyedap sama sekali jadi tidak ada rasa dan nasinya juga harus nasi merah"ucap aditya membuat dina dan naina sama sama menoleh.


"Ya sudah baiklah nanti ibu buatkan, terimaksih nak sudah memberitahu"ucap dina diangguki aditya.


"Dit 10 hari lagi sudah masuk bulan ramadhan,semua sudah di persiapkan?"tanya rudi.


"Sudah pah, bulan lalu mamah sudah belanja keperluan bulan ramadhan"jawab aditya.


"duh gak kerasa ya udah mau puasa lagi"ujar imel.


"iya perasaan baru kemarin loh lebaran"saut dila.


"Syukurlah vina melahirkan sebelum ramadhan"ucap vina membuat kelimanya mengerutkan keningnya.


"Kenapa?"tanya aldo.


"Karena jika dalam posisi mengandung sudah pasti setiap hari aku akan bolong puasa soalnya kan......,"Aditya menggantung perkataannya sambil menggaruk tengkuknya.


"Ishh dasar, Kenapa sih pria itu pikirannya selalu saja kesana"desis imel.


"Ingat dit istrimu baru selesai melahirkan kau jangan macam macam"wejangan rudi.


"Ya tidak lah pah aku juga sayang pada istriku,mana ada suami yang tega melakukan setelah istrinya melahirkan"jawab aditya cepat.


"Papa,ain yuk ke taman"ajak Al.


"ke Taman? mau apa?"tanya aditya mencubit pipi anaknya.


"Ain bola"jawab Al.


"Tapi dedenya nanti nangis gimana"ujar aditya.


"Sudah sana dit ajak Al ke taman,si kembar biar kami yang jagain mumpung Bagas sama revan lagi tidur"ucap dila.


"baiklah terimaksih ya"ucap aditya kemudian pergi mengajak Al dan Iqbal ke taman.


*****


Sambil tersenyum vina melihat ke taman dimana aditya sedang asik bermain bersama Al dan Iqbal.


"Aku akan lakukan apapun demi kamu dan keluarga kita mas,meski nyawaku sebagai taruhannya"Gumam vina kemudian mengambil sebuah obat yang diberikan dokter rani padanya.


Vina memasukan obat pereda nyeri itu ke dalam mulutnya dengan dorongan segelas air kemudian ia kembali melihat ke taman.


Tok..tok..tok....


"Masuk"


Dila dan Imel datang membawa kedua anaknya yang sedang menagis.


"Vin baby varo nangis nih kayanya haus deh"ujar imel.


"Oh iya sini biar aku susuin memang dia belum menyusu sejak pagi"vina mengambil varo dari gendongan imel.


Dila menidurkan alisha di box bayi,berbeda dengan varo yang menangis,alisha Justru tertidur pulas.


Dan seperti biasa ketika menyusui varo,rasa nyeri terasa dibagian perut bekas jahitannya.


"Sakit banget vin?"tanya dila.


"engga cuma ngilu doang karena bekas jahitan"jawab vina.


"Kamu tahu Vin,kami semua benar benar takut ketika dokter bilang harus mengangkat rahim mu"ucap imel keceplosan.


Aditya mengatakan pada semua keluarganya untuk tidak mengatakan pada vina tentang kondisinya karena menurut aditya itu akan menyakiti hatinya,dia punya waktu sendiri untuk mengatakannya.Padahal sesungguhnya vina lah yang menyembunyikan hal besar dari keluarganya mengenai alat kontrasepsi sebagai penunjang rahimnya yang telah rusak.


"Hus"pekik dila mencubit paha Imel.


"Maksudnya? rahim aku diangkat?!!"kejut vina pura pura tidak tahu.


"ehh engga Vin,si Imel mulutnya kan kaya mercon merepet aja jadi jangan didengerin"jawab dila.


"Iya Vin, gausah di dengerin ya"ucap imel.


"Kalian sedang tidak berbohong kan?"tanya vina mendelik tajam.


"Eh vin kami kembali ke bawah dulu ya tadi mamah suruh kita bantuin masak"dila mengalihkan pembicaraan dan langsung mengajak Imel keluar dari kamar vina.


Setelah kepergian kedua sahabatnya,Vina hanya bisa tersenyum dia tahu pasti aditya yang melarang semua orang untuk tidak mengatakan soal kondisinya.


"Aku mencintaimu mas"gumam vina menitihkan air matanya.


KALO AKU PAKE SEKMEN RAMADHAN GAK APA APA KAN SAYY?DEMI MEMPERPANJANG EPISODE,HAHAHA😂😂✌️


BERSAMBUNG......